Tampilkan postingan dengan label Madrasah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madrasah. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2016

MUI joins nationwide campaign against ISIS/ISIL

Jakarta, NU Online. Nationwide efforts to clamp down on the movement supporting the Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), also known as ISIS, got a much-needed boost on Thursday (7/8) with the Indonesian Ulema Council (MUI) issuing a call warning Muslims to not join the rebel group.

Following a meeting with scores of Muslim groups on Thursday, MUI chairman Din Syamsuddin said that ISIL was a violent and radical movement that tarnished the image of Islam as a peaceful religion.

MUI joins nationwide campaign against ISIS/ISIL (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI joins nationwide campaign against ISIS/ISIL (Sumber Gambar : Nu Online)


MUI joins nationwide campaign against ISIS/ISIL

We call on Islamic organizations to step up their vigilance and to guard against the groups [ISIL] efforts to use them, Din said in a press briefing on Thursday.

Din said, however, that the MUI did not have to issue an edict to declare ISIL as haram (unlawful under Islamic law).

NU Online

There is no need for us to declare ISIS as haram because it is obvious that ISIS stands against Islamic teachings, Din said.

NU Online

Meanwhile, Indonesian Military (TNI) Comr. Gen. Moeldoko said that the military would get tough on ISIL.

Show us ISIS flags and we will burn them, Moeldoko said in Pontianak, West Kalimantan.

Moeldoko said that there would be no mercy for organizations that attempted treason.

Theres only one flag for us, red and white. There is no other, he said.

The National Police, meanwhile, said it had intensified its investigation into individuals and groups who had been suspected of supporting the rebel group.

The East Java Police have dispatched a team to probe an invitation circulating on the BlackBerry Messenger (BBM) service that calls on all Muslims to attend a declaration of support for ISIL, scheduled for Aug. 17 at an Islamic Center in Sidoarjo, East Java.

It could just be a rumor, but we are anticipating the event. Our intelligence has kept a close eye on the ISIS declaration plan, East Java Police spokesperson Comr. Sr. Awi Setiyono said.

Awi added that the police had also launched an inquiry into a group named Ansharul Khilafah, which allegedly pledged its allegiance to ISIL at an event at the Jami Sulaiman Mosque in Malang, East Java, on July 20.

The groups coordinator, M. Romli, denied the accusation, saying that it was only an event for breaking the fast and praying for Palestine. So far, we have not found enough evidence to name him a suspect, he said.

Similar ISIL declarations have reportedly occurred in other cities, including Surakarta, Central Java; Bekasi, West Java; and South Tangerang, Banten.

A group, which has named itself the Islam Sharia Activists Forum (FAKSI), recently declared its support for ISIL at an event on the campus of Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) in Ciputat, South Tangerang.

UIN deputy rector, Sudarnoto Abdul Hakim, confirmed that the event took place at the campus Syahida Inn Hotel but denied that the university had been involved in the event.

Syahida Inn is open for business. It turns out that this radical group rented one of the rooms to declare their support for ISIL, he told a press conference on Thursday, adding that the university would take measures to prevent such an incident from occurring again.

Sudarnoto also emphasized that the university supported the governments efforts to eradicate the ISIL movement in the country.

National Counterterrorism Agency (BNPT) prevention, protection and deradicalization division deputy head, Agus Surya Bakti, said that his agency would step up coordination with colleges and universities in response to the ISIL declaration at UIN.

The youth, especially college students, are the main targets of recruitment for radical groups like ISIL. We need to be cautious about this. The BNPT should inform universities officials and rectors about the [nature of the] threat and how to prevent it, Agus said.

One Indonesian student who has joined the rebel group is Bahrumsyah, also known as Abu Muhammad Al-Indonesi, a UIN dropout.

Also on Thursday, Home Minister Gamawan Fauzi issued a directive ordering all regional heads to actively join the efforts to detect and eradicate ISIL movement.

The regional heads are also obliged to inform citizens about the perils of ISIL, the ministrys spokesman, Didik Suprayitno, said.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53724/mui-joins-nationwide-campaign-against-isisisil

NU Online

Sabtu, 26 Maret 2016

Mahasiswa Islam Harus Bisa Baca Kitab Kuning

Jember, NU Online. Kitab kuning merupakan referensi yang penting bagi sumber hukum Islam, sehingga mau tidak mau kitab kuning harus dipelajari dan dikuasai. Semakin lama, orang yang bisa membaca dan memahami kitab kuning semakin langka.

Demikian ditegaskan dosen pembimbing Lembaga Kajian Kitab Kuning Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Abdul Haris. Mahasiswa IAIN identik dengan ilmu agama, maka bisa membaca kitab kuning adalah suatu keharusan, paparnya kepada NU Online di IAIN Jember, Rabu (21/1).

Mahasiswa Islam Harus Bisa Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Islam Harus Bisa Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)


Mahasiswa Islam Harus Bisa Baca Kitab Kuning

Kirim Mahasiswa ke Pesantren

Karena itu, dalam rangka mencetak mahasiswa yang handal di bidang ilmu agama, IAIN Jember menggelar kegiatan IAIN Jember Membaca Kitab Kuning. Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari program Lembaga Kajian Kitab Kuning di kampus setempat.

NU Online

Haris menambahkan, selain persoalan krisis penguasaan ilmu agama, dewasa ini mental generasi muda, termasuk mahasiswa, sedang tergerus. Buktinya, dalam berbagai kasus amoral, pelakunya ternyata melibatkan mahasiswa. Makanya dengan program tersebut kita juga ingin agar mahasiswa peserta juga bertambah bagus akhlaqnya, jelasnya.

NU Online

Anggota Lembaga Bathsul Masail PCNU Jember itu mengungkapkan, untuk tahap pertama pihaknya akan mengirimkan 60 mahasiswa IAIN Jember untuk nyantri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Wirowongso. Mereka akan mengikuti bimbingan membaca ktiab kuning dan pembinaan mental di pesantren yang diasuh KH. Bahrullah Azis itu.

Sambil mengisi liburan akhir semester. Pesertanya diutamakan bagi yang belum pernah mondok. Mereka belajar dasar-dasar membaca kitab kuning, dan tentu saja pembinaan mental, ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57139/mahasiswa-islam-harus-bisa-baca-kitab-kuning

NU Online

Minggu, 13 Desember 2015

Nikmati Aplikasi Android NU Online Versi-2

Jakarta, NU Online. Mengikuti perkembangan teknologi yang tak pernah berhenti, Alhamdulillah kali ini NU Online telah meluncurkan aplikasi android versi ke-2 yang telah mendapat beberapa penyempurnaan dari berbagai kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Berikut ini cara mengaplikasikannya.

Menurut salah seorang tim IT NU Online, Ardyan Novanto Arnowo, pada aplikasi android yang baru ini, NU Online sudah dapat menyesuaikan ukuran tampilan layar pada berbagai versi android pengguna seperti ginger bread, honeycomb, Ice Cream Sandwidch, bahkan Jelly Bean. Pada ukuran huruf (fonts) juga sudah diperbesar, sehingga memudahkan pengakses utuk dapat membaca konten website serta bernavigasi di dalamnya.

Nikmati Aplikasi Android [MEDIA] Versi-2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Nikmati Aplikasi Android [MEDIA] Versi-2 (Sumber Gambar : Nu Online)


Nikmati Aplikasi Android NU Online Versi-2

Aplikasi android NU Online versi ke 2 ini dapat di download melalui google play store atau klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NUonline.NUmobile2

NU Online

Aplikasi android versi ke-2 ini otomatis update dari versi sebelumnya pada google play store. Aplikasi android versi ke-2 ini dipasang di google play sebagai aplikasi terpisah dari sebelumnya, karena kebijakan google play tidak mengizinkan upload update APK jika certificate-nya berbeda.

NU Online

Namun penting untuk diperhatikan adalah melakukan uninstall atau menghapus aplikasi android NU Online versi yang lama terlebih dahulu sebelum melakukan instalasi versi yang terbaru ini, kata Ovan, panggilan akrab Ardyan Novanto Arnowo.

Ditambahkannya, saat ini juga masih dikembangkan lagi fitur untuk dapat melakukan share ke twitter dan facebook melalui aplikasi android terbaru tersebut.

NU Online sebagai corong Nahdlatul Ulama dan Islam Ahlussunnah wal Jamaah telah siap menyambut era teknologi informasi yang semakin tidak terbatas ruang dan waktu. Pada awalnya NU Online hanya fokus pada pemberitaan melalui website resmi PBNU yang beralamat pada www.nu.or.id saja, namun seiring dengan waktu dan kemajuan jaman, maka juga dilakukan pembaruan pada berbagai bidang demi memudahkan Nahdliyin dimana saja untuk bisa mendapatkan informasi tentang NU dan berbagai kegiatannya.

2013 lalu, pada peringatan hari lahir atau Harlah ke-10, telah diluncurkan web versi mobile NU Online yang akan otomatis dapat terdeteksi oleh browser pada perangkat bergerak sehingga akan langsung mengarah pada http://m.nu.or.id lalu diluncurkan pula versi android NU Online yang pertama.

Namun dikarenakan pertumbuhan teknologi yang tidak pernah berhenti, begitu pula kami di NU Online akan terus berimprovisasi. Maka diluncurkanlah aplikasi android NU Online versi ke-2 ini, kata Ovan. (A. Khoirul Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50686/nikmati-aplikasi-android-nu-online-versi-2

Senin, 30 November 2015

Menjadi Modern dengan Islam

Jakarta, NU Online. Islam juga memiliki nilai-nilai modernitas, walaupun tidak seperti di Barat. Menjadi modern berarti hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Islam. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prof. Tariq Ramadhan dalam acara Dialog Islam Barat, Pengalaman Seorang Muslim Eropa di Perpustakaan Nasional (13/07)

Tariq Ramadhan yang merupakan cucu pendiri Ikhwanul Muslimin Hasan al Banna menjelaskan bahwa Modernitas berbeda dengan modernisme karena modernisme mengarah pada sikap ekstrim. Secara umum nilai modernitas Barat meliputi Individualisme, Rasionalisme, Kebebasan, Kemajuan, dan Demokrasi.

Islam juga memiliki nilai-nilai tersebut akan tetapi terdapat perbedaan didalamnya. Dalam Islam tanggung jawab lebih dahulu daripada hak, individu memiliki sikap kolektif dalam bentuk umat yang berarti menghormati orang lain. Tariq berkata Hak pertama terdapat pada Allah dan justru karena itu, kita menghargai orang lain. Prinsip individualitas juga diakui bahwa kita pada akhirnya kita menghadap Allah sendiri-sendiri.

Islam juga mengenal prinsip rasionalitas, akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu Ayat Iqra menunjukkan bahwa kita harus belajar dan hal ini bersifat rasional akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu, sedangkan di Barat akal memiliki kebebasan mutlak untuk menentukan segalanya ungkap Tariq.

Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


Menjadi Modern dengan Islam

Islam juga memiliki nilai-nilai kebebasan, akan tetapi kebebasan menurut ajaran Islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan dalam Islam berarti menghormati orang lain dan tidak merusak kolektifisme Bahwa kebebasan tersebut tidak mengganggu hak orang lain, ungkapnya.

Prinsip kemajuan juga dihargai dalam Islam. Ijtihad merupakan salah satu perwujudan dari prinsip keterbukaan terhadap hal-hal yang bersifat baru, akan tetapi proses ijtihad tersebut juga didasari rambu-rambu dan nilai-nilai yang terkandung dalam Quran dan Hadist. Kemajuan tercermin dalam bentuk ijtihad, namun demikian tetap dalam bingkai aturan tertentu dalam al Quran dan sunah sedangkan bagi Barat terbuka semuanya.

NU Online

Prinsip demokrasi berupa kebebasan untuk menentukan pilihan juga dijunjung tinggi dalam Islam, dengan menghargai orang lain, mematuhi hukum dll. Akan tetapi unsur ini tidak secara langsung dinyatakan dalam Al Quran sehingga harus disesuaikan dengan budaya lokal masing-masing daerah, bahkan ada bentuk demokrasi yang menamakannya syurokrasi, tambahnya

Tariq Ramadhan juga menjelaskan bahwa sekularisme tidak mesti bertentangan dengan Islam, terbukti dengan adanya pembagian urusan ibadah dan muamalah, dimana urusan ibadah adalah hubungan langsung dengan Allah sedangkan muamalah adalah hubungan antar manusia.

Harus diakui bahwa saat ini Barat memiliki kebudayaan yang lebih maju daripada dunia Timur dan hal ini menimbulkan sikap-sikap yang harus dihindari yang meliputi Pertama, merasa didominasi yang akan menimbulkan sikap lain, yaitu bahwa pihak-pihak yang bukan Islam ditolak, yaitu bersifat ekslusif terhadap pihak lain dan kedua adalah kekaguman total terhadap nilai-nilai Barat sehingga menelan mentah-mentah apa yang datang dari sana.

Hal lain yang juga harus dihindari adalah merasa menjadi korban yang tidak bisa berbuat apa-apa yang menimbulkan sikap pasrah terhadap nasib yang diterima dengan bersikap pasif. Untuk itu harus ditanamkan sikap inklusif dengan mengambil yang baik-baik dan menerima perbedaan yang ada dengan melakukan dialog Tidak semua yang datang dari Barat, Arab, maupun Indonesia merupakan hal yang baik, jadi harus dipilih, ungkapnya.

NU Online

Sikap lain yang juga harus dihindari adalah bersikap paranoid bahwa kebobrokan yang kita alami adalah diakibatkan oleh orang lain, bahwa pihak lain selalu mengancam keberadaan kita dan hal ini tidak membuat kita melakukan introspeksi.

Jadi yang penting adalah kembali ke prinsip universal Islam dimana Allah menciptakan makhluk bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan memahami. Ungkapnya.

Prinsip-prinsip tersebut merupakan sebuah nilai yang universal sedangkan model disesuaikan dengan kultur dan sejarah masing-masing. karena sesuatu yang dating dari Barat atau Arab cocok untuk diterapkan di daerah lain, ungkapnya.(mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/381/menjadi-modern-dengan-islam

NU Online

Jumat, 20 Juni 2014

Ansor Demak Terima Korban Lapindo Sidoarjo

Demak, NU Online. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak Rabu, 20/6 menerima korban lumpur panas Lapindo Porong Sidoarjo Jawa Timur di Kantor PCNU Demak Jalan Sultan Fattah no 611 Demak.

Korban yang mencari keadilan tersebut diterima oleh fungsionaris PC Ansor Demak dan awak media yakni Hari Suwandi (44th) asal kelurahan Bendo dan Harto Wiyono (40) asal desa Jatirejo Sidoarjo Jawa Timur.

Ansor Demak Terima Korban Lapindo Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Demak Terima Korban Lapindo Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)


Ansor Demak Terima Korban Lapindo Sidoarjo

Hari Suwandi setelah diterima pengurus Ansor pada NU Online mengatakan perjalannya dengan menempuh jalan kaki dari Sidoarjo ke Jakarta dilakukannya dengan jalan kaki merupakan bentuk keprihatinan yang sangat mendalam atas warga Sidoarjo yang menjadi korban luapan lumpur panas akibat pengerjaan proyek dari PT Lapindo Brantas yang gagal sehingga menjadi petaka bagi warga sekitar, sehingga menjadikan tekad mereka berdua untuk mencari dukungan dari masyarakat Indonesia.

NU Online

Kami sengaja berjalan kaki dari Sidoarjo menuju istana agar dapat dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia terutama daerah yang kami lewati, tegas Hari Suwandi.

NU Online

Sedangkan Harto Wiyono menjelaskan tujuannya sampai jakarta untuk ke istana negara guna menemui presiden RI Susilo Bambang Yudoyono untuk mengadukan nasib serta mempertanyakan kepastian perpres No.14 tahun 2007 tentang teknis pembayaran ganti rugi yang semestinya dibayar dua tahap namun sampai sekarang tidak jelas nasib dari perpres tersebut, karena proses pembayaran baru berjalan 20%.

Kami mengharap sesampainya di Jakarta bisa ke istana negara dan diterima pak SBY, sehingga nasib warga yang sudah diatur dalam perpres tersebut tidak menggantung, karena sisa yang 80 % sampai sekarang belum terbayarkan. Kami menuntut itu, kata Harto Wiyono.

Komandan Satkorcab Banser Naim Anwar saat menerima korban Lapindo mengatakan bahwa Ansor dan Banser siap mendeesak pemerintah untuk menyelesaikan hak hak rakyat korban lumpur Lapindo yang telah diatur dalam Perpres no 14 dan fihak dari Lapindo Brantas harus bertanggung jawab sepenuhnya.

Mestinya pemerintah harus bertindak tegas atas kelalaian dari Lapindo Brantas agar bertanggung Jawab sepenuhnya, jangan sampai rakyat kecil yang jadi korbannya, tegas Naim.

Setelah dari kantor NU korban lapindo tersebut melanjutkan perjalannya dengan berjalan kaki menuju kantor PMII Cabang Demak

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: A.Shiddiq Sugiarto

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38458/ansor-demak-terima-korban-lapindo-sidoarjo

NU Online

Sabtu, 13 Juli 2013

Ramalan Gus Dur Tentang Fitnah Kepada NU di Zaman Kiai Said Agil Ketum

NU Online - Kepada KH. Sa'id Agil Siradj (Ketua Umum PBNU sekarang), dulu KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah berkata, "Pak Said, sampeyan besok akan menjadi Ketua Umum PBNU. Tapi pada saat kepemimpinan sampeyan, NU akan mengalami badai fitnah yang besar, bahkan dahsyat."

Gus Dur terdiam sambil memandang ke Pak Said yang juga terdiam mendengar wejangan Gus Dur tersebut yang sebelumnya tidak disangka sama sekali. "Tapi sampeyan tidak usah khawatir karena fitnah itu cuman sebentar dan NU akan menemukan lagi kejayaannya," sambung Gus Dur yang disambut tawa keduanya.

Ramalan Gus Dur Tentang Fitnah Kepada NU di Zaman Kiai Said Agil Ketum - NU Online
Ramalan Gus Dur Tentang Fitnah Kepada NU di Zaman Kiai Said Agil Ketum - NU Online


Ramalan Gus Dur Tentang Fitnah Kepada NU di Zaman Kiai Said Agil Ketum

Sekarang ini bisa kita lihat kebenaran dari ucapan-ucapan Gus Dur. Nyatanya, Pak Said jadi Ketua Umum PBNU dan juga terkena fitnah yang terus-menerus dilancarkan ke NU. Mulai dari tuduhan syirik, liberal, kafir, bid'ah, syiah, sampai sebutan setan.

Ada yang diutarakan secara nyata dan kasar, ada juga yang melalui kiasan-kiasan. Yang dahsyat adalah fitnah dan tuduhan keji dari dalam dalam tubuh NU sendiri, yakni orang-orang yang mengaku NU tapi sejatinya mereka merusak NU. Naudzubillah.

NU Online

Pada zaman Kiai Said inilah, NU hidup dalam zaman yang disebut Nabi Muhammad sebagai katsural qalam (banyak pena) sehingga banyak juga kalam (ucapan) yang mudah ditulis dan disebar tanpa tanggungjawab. Kiai dihina, orang tua kanjeng Nabi disebut masuk neraka, amalan ulama sholihin disebut syirik, orang NU kembali disebut ahli bid'ah dan quburiyyun.

NU Online

Fitnah zaman netizen mirip zaman NU di tahun awal-awal berdiri. Banyak musuh sana-sini. Terutama mereka yang suka mengafirkan yang menghardik umat islam ahlus sunnnah wal jamaah, bukan ahlus sunnah saja. Utamanya lagi, mereka yang ingin merongrong kedaulatan NKRI.

Tapi yakinlah bahwa fitnah yang menimpa NU hanya sesaat. Dan akan menemukan kembali sejarah terangnya, sebagaimana dikatakan Gus Dur. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/prediksi-gus-dur-tentang-fitnah-kepada-nu-di-zaman-kiai-said-jadi-ketum.html

Selasa, 11 September 2012

Doa Terbebas dari Hutang

NU Online - Adakah amalan atau doa agar terbebas dari hutang? Jawabannya tentu saja ada, dan doa ini tidak mengada-ada alias ngawur. Tapi berdasarkan dari hadis-hadis yangdiriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Doa Terbebas Dari Hutang

Bagi Anda yang Terbelit Hutang Ratusan juta, coba amalkan beberapa hal berikut:

1. Perbanyak istighfar karena memohon ampun pada Allah itulah yang akan memudahkan rejeki

Doa Terbebas dari Hutang - NU Online
Doa Terbebas dari Hutang - NU Online


Doa Terbebas dari Hutang

2. Perbanyak doa yang dicontohkan Rasul

NU Online

A. DOA AGAR TIDAK TERLILIT UTANG

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

NU Online

Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom Artinya: Ya Allah, Aku Berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan sulitnya utang] (HR. Bukhari No. 2397 dan Muslim No. 589) .

B. DOA AGAR LEPAS DARI UTANG SEPENUH GUNUNG

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak” Artinya: Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan Cukupkanlah Aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu

Semoga bermanfaat...!!

Mudahan-mudahan Allah selalu mempermudah langkah kita, di manapun dan aalam keadaan apapun kita berada. Aamiin.

Yang mengamalkan, silakan menerima ijazah ini dengan cukup menulis Qobiltu di kotak komentar di bawah ini.

Dari: Habib Novel Al-Jufri

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/doa-terbebas-dari-hutang.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock