Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai

NU Online - Melihat referensi yang ada, sistem khilafah saat ini muttafaq alaih sudah selesai, tidak ada, alias bid'ah. Buktinya adalah, pertama, hadits shahih berikut ini:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُمْهَانَ قَالَ حدثني سَفِينَةُ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْخِلاَفَةُ فِي أُمَّتِي ثَلاَثُونَ سَنَةً ثُمَّ مُلْكٌ بَعْدَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ لِي سَفِينَةُ أَمْسِكْ خِلاَفَةَ أَبِي بَكْرٍ ثُمَّ قَالَ وَخِلاَفَةَ عُمَرَ وَخِلاَفَةَ عُثْمَانَ ثُمَّ قَالَ لِي أَمْسِكْ خِلاَفَةَ عَلِيٍّ قَالَ فَوَجَدْنَاهَا ثَلاَثِينَ سَنَةً قَالَ سَعِيدٌ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّ بَنِي أُمَيَّةَ يَزْعُمُونَ أَنَّ الْخِلاَفَةَ فِيهِمْ قَالَ كَذَبُوا بَنُو الزَّرْقَاءِ بَلْ هُمْ مُلُوكٌ مِنْ شَرِّ الْمُلُوكِ.

Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai - NU Online
Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai - NU Online


Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai

Artinya: Sa’id bin Jumhan berkata “Safinah menyampaikan hadits kepadaku, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pemerintahan Khilafah pada umatku selama tiga puluh tahun, kemudian setelah itu dipimpin oleh pemerintahan kerajaan.” Lalu Safinah berkata kepadaku: “Hitunglah masa kekhilafahan Abu Bakar (2 tahun), Umar (10 tahun) dan Utsman (12 tahun).” Safinah berkata lagi kepadaku: “Tambahkan dengan masa khilafahnya Ali (6 tahun). Ternyata semuanya tiga puluh tahun.” Sa’id berkata: “Aku berkata kepada Safinah: “Sesungguhnya Bani Umayah berasumsi bahwa khilafah ada pada mereka.” Safinah menjawab: “Mereka (Bani Umayah) telah berbohong. Justru mereka adalah para raja, yang tergolong seburuk-buruk para raja”. (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

Hadits di atas menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa kepemimpinan khilafah yang mengatur roda pemerintahan umat sesuai dengan ajaran kenabian (khilafah al-nubuwwah) dan menerapkan syariat Islam secara sempurna, hanya berjalan selama tiga puluh tahun, yaitu masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali -radhiyallahu ‘anhum. Sebagian ulama ada yang memasukkan masa pemerintahasan Sayidina Hasan bin Ali -radhiyallahu ‘anhuma-, ke dalam khilafah al-nubuwwah ini, karena masa kekuasaan beliau melengkapi masa tiga puluh tahun tersebut. Kedua, hadits lain yang menjelaskan tentang khilafah al-nubuwwah, adalah hadits shahih berikut ini:

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا شَاءَ، ثُمَّ تَكُوْنُ الْخِلاَفَةُ عَلىَ مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًّا فَتَكُوْنُ مُلْكًا مَا شَاءَ اللهُ، ثُمَّ يَرْفَعُهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهُ ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ. قَالَ حَبِيبٌ فَلَمَّا قَامَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَكَانَ يَزِيدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ فِي صَحَابَتِهِ فَكَتَبْتُ إِلَيْهِ بِهَذَا الْحَدِيثِ أُذَكِّرُهُ إِيَّاهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَرْجُو أَنْ يَكُونَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ يَعْنِي عُمَرَ بَعْدَ الْمُلْكِ الْعَاضِّ وَالْجَبْرِيَّةِ فَأُدْخِلَ كِتَابِي عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَسُرَّ بِهِ وَأَعْجَبَهُ.“

Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhyalahu ‘anhu, berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Kenabian akan menyertai kalian selama Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkat kenabian itu bila menghendakinya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian dalam waktu Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya. Kemudian akan datang kerajaan yang menggigit dalam waktu yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya dan diganti dengan kerajaan yang memaksakan kehendaknya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian. Lalu Nabi SAW diam”.

“Habib bin Salim berkata: “Setelah Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, sedangkan Yazid bin al-Nu’man bin Basyir menjadi sahabatnya, maka aku menulis hadits ini kepada Yazid. Aku ingin mengingatkannya tentang hadits ini [yang aku riwayatkan dari ayahnya]. Lalu aku berkata kepada Yazid dalam surat itu: “Sesungguhnya aku berharap, bahwa Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang mengikuti minhaj al-nubuwwah sesudah kerajaan yang menggigit dan memaksakan kehendak.” Kemudian suratku mengenai hadits ini disampaikan kepada Umar bin Abdul Aziz, dan ternyata beliau merasa senang dan kagum dengan hadits ini.” (HR. Ahmad, al-Bazzar, Abu Dawud, al-Baihaqi dan lain-lain).

Hadits pertama membatasi khilafah selama tiga puluh tahun, yaitu masa khilafahnya Khulafaur Rasyidin. Sedangkan hadits Hudzaifah bin al-Yaman, menjanjikan adanya khilafah lagi, pasca kerajaan yang diktator dan otoriter. Akan tetapi semua ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan khilafah al-nubuwwah dalam hadits Hudzaifah tersebut adalah khilafahnya Umar bin Abdul Aziz.

Oleh karena itu, al-Imam al-Syafi’i:

اَلْخُلَفَاءُ خَمْسَةٌ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ.

“Khalifah itu ada lima orang, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu ‘anhum.” (Ibnu Abi Hatim al-Razi, Adab al-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 189).

Al-Imam Sufyan al-Tsauri, juga berkata:

اَلْخُلَفَاءُ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ وَمَنْ سِوَاهُمْ فَهُوَ مُبْتَزٌّ.

“Para Khalifah itu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz. Sedangkan selain mereka, itu adalah perampas atau pemeras.” (Ibnu Abi Hatim al-Razi, Adab al-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 191).

Dua hadits di atas menyatakan bahwa khalifah itu hanya tiga puluh tahun, ditambah dengan seorang khalifah setelah penguasa yang diktator. Kemudian para ulama seperti al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Sufyan al-Tsauri menyatakan, bahwa khalifah itu hanya lima orang, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz, sedangkan selain lima orang tersebut hanyalah penguasa yang merampas kekuasaan dengan tidak benar.

Dengan demikian, berarti obsesi Hizbut Tahrir dalam memperjuangkan khilafah, pasti menemukan kegagalan, karena apa yang akan mereka raih –seandainya berhasil-, itu bukan khilafah, tetapi kekuasaan diktator dan perampas. Wallahu a’lam. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/hadist-hadits-yang-menyatakan-khilafah-islam-telah-rampung.html

Senin, 30 November 2015

Menjadi Modern dengan Islam

Jakarta, NU Online. Islam juga memiliki nilai-nilai modernitas, walaupun tidak seperti di Barat. Menjadi modern berarti hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Islam. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prof. Tariq Ramadhan dalam acara Dialog Islam Barat, Pengalaman Seorang Muslim Eropa di Perpustakaan Nasional (13/07)

Tariq Ramadhan yang merupakan cucu pendiri Ikhwanul Muslimin Hasan al Banna menjelaskan bahwa Modernitas berbeda dengan modernisme karena modernisme mengarah pada sikap ekstrim. Secara umum nilai modernitas Barat meliputi Individualisme, Rasionalisme, Kebebasan, Kemajuan, dan Demokrasi.

Islam juga memiliki nilai-nilai tersebut akan tetapi terdapat perbedaan didalamnya. Dalam Islam tanggung jawab lebih dahulu daripada hak, individu memiliki sikap kolektif dalam bentuk umat yang berarti menghormati orang lain. Tariq berkata Hak pertama terdapat pada Allah dan justru karena itu, kita menghargai orang lain. Prinsip individualitas juga diakui bahwa kita pada akhirnya kita menghadap Allah sendiri-sendiri.

Islam juga mengenal prinsip rasionalitas, akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu Ayat Iqra menunjukkan bahwa kita harus belajar dan hal ini bersifat rasional akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu, sedangkan di Barat akal memiliki kebebasan mutlak untuk menentukan segalanya ungkap Tariq.

Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


Menjadi Modern dengan Islam

Islam juga memiliki nilai-nilai kebebasan, akan tetapi kebebasan menurut ajaran Islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan dalam Islam berarti menghormati orang lain dan tidak merusak kolektifisme Bahwa kebebasan tersebut tidak mengganggu hak orang lain, ungkapnya.

Prinsip kemajuan juga dihargai dalam Islam. Ijtihad merupakan salah satu perwujudan dari prinsip keterbukaan terhadap hal-hal yang bersifat baru, akan tetapi proses ijtihad tersebut juga didasari rambu-rambu dan nilai-nilai yang terkandung dalam Quran dan Hadist. Kemajuan tercermin dalam bentuk ijtihad, namun demikian tetap dalam bingkai aturan tertentu dalam al Quran dan sunah sedangkan bagi Barat terbuka semuanya.

NU Online

Prinsip demokrasi berupa kebebasan untuk menentukan pilihan juga dijunjung tinggi dalam Islam, dengan menghargai orang lain, mematuhi hukum dll. Akan tetapi unsur ini tidak secara langsung dinyatakan dalam Al Quran sehingga harus disesuaikan dengan budaya lokal masing-masing daerah, bahkan ada bentuk demokrasi yang menamakannya syurokrasi, tambahnya

Tariq Ramadhan juga menjelaskan bahwa sekularisme tidak mesti bertentangan dengan Islam, terbukti dengan adanya pembagian urusan ibadah dan muamalah, dimana urusan ibadah adalah hubungan langsung dengan Allah sedangkan muamalah adalah hubungan antar manusia.

Harus diakui bahwa saat ini Barat memiliki kebudayaan yang lebih maju daripada dunia Timur dan hal ini menimbulkan sikap-sikap yang harus dihindari yang meliputi Pertama, merasa didominasi yang akan menimbulkan sikap lain, yaitu bahwa pihak-pihak yang bukan Islam ditolak, yaitu bersifat ekslusif terhadap pihak lain dan kedua adalah kekaguman total terhadap nilai-nilai Barat sehingga menelan mentah-mentah apa yang datang dari sana.

Hal lain yang juga harus dihindari adalah merasa menjadi korban yang tidak bisa berbuat apa-apa yang menimbulkan sikap pasrah terhadap nasib yang diterima dengan bersikap pasif. Untuk itu harus ditanamkan sikap inklusif dengan mengambil yang baik-baik dan menerima perbedaan yang ada dengan melakukan dialog Tidak semua yang datang dari Barat, Arab, maupun Indonesia merupakan hal yang baik, jadi harus dipilih, ungkapnya.

NU Online

Sikap lain yang juga harus dihindari adalah bersikap paranoid bahwa kebobrokan yang kita alami adalah diakibatkan oleh orang lain, bahwa pihak lain selalu mengancam keberadaan kita dan hal ini tidak membuat kita melakukan introspeksi.

Jadi yang penting adalah kembali ke prinsip universal Islam dimana Allah menciptakan makhluk bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan memahami. Ungkapnya.

Prinsip-prinsip tersebut merupakan sebuah nilai yang universal sedangkan model disesuaikan dengan kultur dan sejarah masing-masing. karena sesuatu yang dating dari Barat atau Arab cocok untuk diterapkan di daerah lain, ungkapnya.(mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/381/menjadi-modern-dengan-islam

NU Online

Kamis, 06 Agustus 2015

Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun

Brebes, NU Online. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Subhan Makmun mengatakan bahwa manusia hidup harus senantiasa menanamkan kebaikan di muka bumi, dimanapun berada. Pasalnya, kebaikan yang dilakukan akan disaksikan oleh teman, malaikat dan dilaporkan dalam buku catatan abadi yang tersimpan di Lauhul Mahfudz.

Apa yang diperbuat manusia, akan dicatat dalam Lauhul Mahfuzh, yang berarti terpelihara (mahfuzh), ujar Kiai Subkhan saat mengisi bimbingan mental (Bintal) bagi pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Brebes di Pendopo Brebes, Jumat (8/1).

Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun (Sumber Gambar : Nu Online)


Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun

Jadi, lanjutnya, segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak berubah atau rusak. Untuk itu, dia berpesan untuk selalu bergaul dengan orang-orang baik. Orang baik yang di maksud memiliki ciri-ciri pertama, bila memandangnya selalu mengingatkan pada Allah. Kedua, bila berbicara selalu menambah ilmu yang bermanfaat dan ketiga, akhir dari pergaulan selalu menanamkan kebaikan.

Untuk dapat bergaul dengan orang baik, tentu dirinya harus baik terlebih dahulu. Minimal di lingkungannya masing-masing. Sehingga ketika meninggal dunia akan dikenang selalu kebaikkannya, oleh lingkungan yang bersangkutan.

NU Online

NU Online

Orang-orang disekitar kita, akan menjadi saksi kebaikan kita, terang Kiai Subkhan yang juga pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Kata Kiai Subkhan, perilaku kebaikan perlu disaksikan orang lain dengan tujuan untuk memotivasi orang lain untuk berbuat baik. Sehingga kebaikan mampu memberi manfaat spiritual bagi orang lain. Maka dari itu, bergaul dengan orang baik akan menghasilkan kebaikan.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Brebes, H Angkatno merasa bahagia karena Bintal bagi PNS Brebes sudah dilakukan di pendopo Bupati. Sehingga semarak dan keakrabannya makin terasa. Namun demikian, masih perlu adanya kesepahaman dan kesadaran bersama dalam upaya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo SH menegaskan kepada seluruh PNS untuk semangat dalam meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Termasuk dalam melayani masyarakat, PNS harus bekerja sesuai dengan aturan. PNS harus melayani masyarakat secara keseluruhan.

Buat apa jadi pemimpin kalau tidak bermanfaat, melayani masyarakat dengan semangat merupakan langkah yang memberi manfaat nyata, ujar Narjo. (Wasdiun/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64840/rais-syuriyah-pbnu-tanamkan-kebaikan-kapanpun-dan-dimanapun

NU Online

Selasa, 07 April 2015

Jelang Perdagangan Bebas, HIPSI Jatim Sinergikan Potensi Santri

Jombang, NU Online. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jawa Timur mengingatkan anggotanya akan tantangan ke depan khususnya menjeleng perdagangan bebas kelak. Banjirnya produk luar negeri dan tenaga kerja asing ke Tanah Air hanya dapat ditangani dengan penguatan jaringan pengusaha santri.

Demikian disampaikan Ketua HIPSI Jatim Sulayman yang akrab disapa Pak Leman dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus silaturahim dan pelatihan Informasi dan Teknologi di Pondok Pesantren Al-Ilahiyah Ngoro Jombang, Jawa Timur, Sabtu (30/11).

Jelang Perdagangan Bebas, HIPSI Jatim Sinergikan Potensi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Perdagangan Bebas, HIPSI Jatim Sinergikan Potensi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Perdagangan Bebas, HIPSI Jatim Sinergikan Potensi Santri

Pak Leman yang juga pengusaha kertas bekas di Jombang ini mengingatkan tantangan berat itu dapat dilawan dengan mempererat tali silaturahmi dan kelengkapan struktur organisasi HIPSI di setiap kota dan kabupaten.

Sejumlah kepengurusan di tingkat pusat dan wilayah harus juga diimbangi dengan kelengkapan kepengurusan di level kecamatan hingga desa. Karena, bila hal itu dapat dilakukan, maka ketersediaan barang dan jasa dari sejumlah pengusaha santri dapat disinergikan dan didistribusikan hingga level paling bawah, lanjutnya.

NU Online

Senada dengan Leman, Ketua Umum HIPSI Muhammad Ghozali yang hadir pada kegiatan itu juga mengingatkan pentingnya sinergi sejumlah potensi ekonomi para santri yang sebenarnya berpotensi sangat besar.

Kita prihatin karena negeri ini hanya dikuasai orang kaya yang tidak berlatar belakang santri, katanya saat memaparkan hasil survey sebuah majalah yang menampilkan sejumlah orang kaya di Tanah Air.

NU Online

Tampilnya pengusaha kaya dari kalangan nonsantri dan bukan warga negara kita mengindikasikan bahwa pemilik negeri ini adalah ternyata orang lain, ungkapnya.

Dengan sejumlah fakta itu, ia mengajak para pengurus untuk terus bergerak mengisi kesempatan untuk bakti kepada bangsa dan masyarakat. Kalau saya mengibaratkan, kita adalah setetes air mata. Bila diakumulasikan, maka akan menjadi lautan samudera, terangnya.

Dengan visi menciptakan satu juta santri pengusaha di tahun 2022 kelak, HIPSI akan terus bergerak dalam upaya melengkapi kepengurusan di berbagai kawasan. Kita optimis akan lahir pengusaha besar nasional dari kalangan santri, imbuhnya.

Di HIPSI ada jabatan ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan ketua bidang. Sedangkan kepengurusan dibedakan dengan tugas organisasi dan pengkaderan, pendidikan wirausaha dan pembinaan usaha pemula, usaha, koperasi dan UKM, bidang IT, publikasi dan media, industri kreatif dan seni, kerjasama luar.

Ada juga hubungan pesantren dan sosial kemasyarakatan, perdagangan dan perindustrian, pertanian serta peternakan, properti dan konstruksi, dan pemberdayaan wanita. Kami juga memiliki bidang koordinator kampus, serta penelitian dan pengembangan, lanjut Ghazali. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48495/jelang-perdagangan-bebas-hipsi-jatim-sinergikan-potensi-santri

NU Online

Senin, 06 Januari 2014

Gara-Gara Lagu Iwan Fals, Seisi Ruangan Pengadilan di Dompu Terharu

NU Online - Seorang terdakwa perusakan menangis tersedu saat hakim memintanya bernyanyi satu lagu berjudul Ibu, ciptaan idolanya, Iwan Fals. “Atas perbuatan tersebut menuntut terdakwa dengan hukuman dua bulan kurungan.” Selasa, 30 Agustus 2016.

Gara-Gara Lagu Iwan Fals, Seisi Ruangan Pengadilan di Dompu Terharu - NU Online
Gara-Gara Lagu Iwan Fals, Seisi Ruangan Pengadilan di Dompu Terharu - NU Online


Gara-Gara Lagu Iwan Fals, Seisi Ruangan Pengadilan di Dompu Terharu

Pagi sekitar pukul 10.00 WITA, ruang sidang utama Pengadilan Negeri Dompu diisi agenda persidangan biasa. Kali ini, di depan persidangan duduk seorang terdakwa yang dituntut jaksa hukuman dua bulan bui, atas perbuatannya dalam perkara perusakan barang. Ia dianggap melanggar pasal 406 Kitab Undang Undang Hukum Pidana.

Perkara ini agak istimewa -setidaknya itu bisa terukur dari setiap kali persidangan cukup menyedot perhatian khalayak- lantaran menyeret seorang terdakwa yang nekat melakukan perusakan terhadap rumah ibunya. Ya, ada seorang anak tega merusak sebuah rumah milik ibu kandungnya. Kejadian itu terjadi pada Mei lalu.

“Usia terdakwa 42 tahun,” kata Djoe Hadisasmito Ketua Pengadilan Negeri Dompu, mengulang cerita soal persidangan yang ia pimpin.

Akar permasalahan berawal dari nafsu sang anak yang kini berstatus terdakwa, ingin meminta bagian warisan dari ibunya. Padahal sang ibunda masih hidup dan sehat.

Sang anak yang mungkin sudah digelapkan nafsu, mulanya hanya mempersoalkan dan meminta sertifikat rumah keluarga. Namun ibunda bertahan tak memberikan. Mendapati keinginannya tak terpenuhi, terdakwa lantas berang. Ia lantas memaki ibunya berulang-ulang nyaris setiap ada kesempatan.

“Malah dalam pemeriksaan saksi korban atau ibunda kandungnya mengaku, pernah diancam dan mau dipukul oleh terdakwa,” ujar Djoe sang hakim ketua.

Atas perlakuan anaknya itu, luluh juga sayang ibunda. Merasa diri terancam, si ibu melaporkan kelakuan anak kesayangannya itu ke kepolisian.

Namun si sayang bukannya sadar, amarah terdakwa makin menjadi. Mei lalu, menggunakan mobil Daihatsu Feroza miliknya, terdakwa kemudian pergi ke rumah sang ibu dan mulai merusak rumah keluarga yang ditinggali ibunya. Berkalang kalap terdakwa menabrakkan mobil yang ia kendarai hingga merusak rumah, pot, dan semua isi halaman secara membabi buta.

Dan akhirnya tibalah kisah terdakwa ke persidangan tuntutan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Dompu. Sesaat setelah kalimat tuntutan jaksa, Djoe yang duduk di kursi hakim ketua spontan bertanya,

“Kamu itu penggemar Iwan Fals ya?.”

“Benar pak Hakim, saya penggemar Iwan Fals,” kata terdakwa sembari terus menundukkan kepalanya. Djoe bukan menebak-nebak. Ia bisa tahu terdakwa penggemar Iwan Fals lantaran melihat foto barang bukti berupa mobil yang dipakai merusak rumah itu ditempeli banyak stiker Iwan Fals dan Orang Indonesia.

“Kalau begitu, tolong nyanyikan saya satu lagu dari Iwan Fals yang berjudul Ibu, kamu tahu lagunya?” kembali Djoe bertanya. Ia mengaku perintahnya kepada terdakwa itu spontan.

Terdakwa hanya mengangguk. Ruang sidang tercekat dengan pemintaan sang hakim ketua. Sungguh tak biasa ada dendang lagu di tengah sidang yang biasanya super khidmat.

Tanpa banyak ambil waktu, terdakwa lantas bernyanyi. Meski dengan nada yang terbata lantaran malu di depan sidang, lagu ibu terdengar cukup merdu. Namun tak lama, lantunan lagu berhenti dan rusak seketika. Suara terdakwa seperti tercekik saat melafalkan bait, “ibuku sayang masih terus berjalan.”

Setelah bait tersebut ia tak kuasa melanjutkan nyanyian. Terdakwa menangis sejadinya. Emosinya meledak. Begitu juga dengan seisi pengunjung di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Dompu.

“Saya juga terharu sebenarnya,” kata hakim Djoe. Namun ia sadar harus bisa mengendalikan emosi di saat persidangan.

Bagi Hakim Djoe, persidangan bukan cuma ajang penghukuman. Persidangan jauh mulia dari pada itu. Persidangan harusnya menjadi momen pembelajaran bagi sesiapa, bukan hanya terdakwa. Belajar dari kesalahan, belajar cinta kasih dan belajar menjalani hidup yang bertanggung jawab.

“Saya yakin terdakwa menyesal dengan segala perbuatannya,” kata Djoe. Sebuah lagu membuat haru seluruh isi Pengadilan Negeri Dompu. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/gara-gara-lagu-iwan-fals-seisi-ruangan-pengadilan-di-dompu-terharu.html

Jumat, 18 Oktober 2013

Diskriminasi Kerja Atas Dasar Agama Masih Terjadi di AS

Jakarta, NU Online. Tahun lalu, Komisi Perlindungan Kesetaraan diantara para Pekerja Amerika Serikat menerima 3811 keluhan. Para pekerja menuduh majikan mereka melakukan diskriminasi atas dasar agama, seperti dilaporkan oleh koran "Vedomosti".

Sebagai contoh, seorang penambang Kristen Protestan, menolak menjalani pengujian biometric karena norma agma, dan dua orang kopir Muslim menyatakan mereka tidak minum alkohol karena larangan agama.

Diskriminasi Kerja Atas Dasar Agama Masih Terjadi di AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskriminasi Kerja Atas Dasar Agama Masih Terjadi di AS (Sumber Gambar : Nu Online)


Diskriminasi Kerja Atas Dasar Agama Masih Terjadi di AS

Komisi tersebut akan mempertimbangkan keluhan secara individual. Jika konflik tidak selesai melalui negosiasi, masalah ini akan diselesaikan melalui pengadilan. Baru-baru ini wanita Muslim mengajukan tuntutan pada Abercrombie & Fitch Company.

Perusahaan tersebut memberlakukan penggunaan jilbab melanggar aturan berbusana dan memecat satu pegawai perempuan. Perempuan lain ditolak lamarannya karena dia memakai jilbab selama wawancara. Pengadilan meminta perusahaan memberikan kompensasi kepada wanita Muslim tersebut senilai $ 71,000.

NU Online

NU Online

Menurut para pengacara, keluhan akan berkurang jika perusahaan melakukan training tentang diskriminasi dan mengajari para pekerjanya toleransi beragama. (islam.ru/mukafi niam)

Foto: Islam.ru

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48024/diskriminasi-kerja-atas-dasar-agama-masih-terjadi-di-as

NU Online

Jumat, 24 Mei 2013

BNPT-Muslimat NU Kerjasama Tekan Radikalisme

Jakarta, NU Online. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengandeng puluhan lembaga dan ormas dalam program deradikalisasi agama. Diantara pihak yang digandeng BNPT adalah Muslimat Nahdlatul Ulama, The Wahid Institute dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerjasama tersebut digelar di kantor BNPT, Jakarta Pusat, Kamis (16/2). Pada kesempatan tersebut, secara bergantian, para pimpinan ormas dan lembaga manandatangani MoU.

BNPT-Muslimat NU Kerjasama Tekan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT-Muslimat NU Kerjasama Tekan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)


BNPT-Muslimat NU Kerjasama Tekan Radikalisme

Ketua BNPT, Ansyad Mbai, mengatakan, penanganan terorisme di Indonesia selama ini sebenarnya telah mendapat pengakuan dunia. Bahkan, Indonesia kini menjadi model bagi negera-negara yang sedang menghadapi masalah terorisme.

Kita sudah berhasil, atau paling tidak membatasi terorisme, kata Ansyad Mbai dalam sambutannya.

NU Online

Ia mengatakan, setidaknya ada dua alasan kenapa penanganan terorisme di Indonesia mendapat apresiasi dunia internasional. Pertama, Indonesia mampu menindak para teroris secara hukum berdasarkan hak asasi manusia. Dan, kedua Indonesia mampu menggagalkan banyak aksi terorisme yang besar-besar.

NU Online

Meski demikian, Ansyad Mbai, mengakui, bahwa radikalisme di Indonesia belakangan mengalami peningkatan tajam. Hal itu berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan banyak pihak. Ternyata radikalisasi sekarang terus meningkat. Itu situasi yang sekarang kita hadapi, katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kelompok radikal yang berkembang di Indonesia saat ini punya keyakinan yang berseberangan dengan keyakinan orang mayoritas. Bahkan, kata Ansyad Mbai, mereka mengaku mewakili tuhan, sehingga selain mereka dianggap lawan. Kapanpun kalau tidak diatasi, masalah ini akan membahayakan Indonesia, terangnya.

Karena itulah, katanya, BNPT membutuhkan peran ormas dan lembaga untuk mengatasi masalah tersebut. Dan, peran itu juga bisa dilakukan oleh organisasi perempuan seperti Muslimat NU. Yang paling berperan memang seharusnya perempuan, karena perempuanlah yang paling dirugikan dengan aksi teroris, jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, semua lembaga dan ormas yang diajak bekerjasama oleh BNPT berharap program deradikalisasi berjalan lancar dan membawa kedamaian untuk kehidupan masyarakat Indonesia.

Kami mengucapkan terima kasih, telah diajak mencipatakan kehidupan yang damai. Semoga usaha kita berjalan lancar dan bermanfaat, kata Khofifah yang didaulat menyampaikan sambutan atas nama semua lembaga dan ormas yang digandeng BNPT.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/36424/bnpt-muslimat-nu-kerjasama-tekan-radikalisme

NU Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock