Tampilkan postingan dengan label Nu Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nu Online. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juni 2017

Maarif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

Surabaya, NU Online. Nahdlatul Ulama patut berbangga lantaran dari hasil pengumuman Ujian Nasional (UN) 2013 untuk tingkat Madrasah Aliyah, ternyata didominasi madrasah dari kalangan lembaga pendidikan Maarif.

Perasaan bangga itu disampaikan oleh Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur, Akhmad Muzakki, PhD.

Maarif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)


Maarif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

Tahun ini kita layak bersyukur lantaran sejumlah siswa berprestasi adalah dari lembaga pendidikan di bawah LP Maarif, katanya.

Untuk tingkat Madrasah Aliyah Program IPA, ada nama Alif Kholifah dari MA Mathaliul Anwar Lamongan dengan nilai UN 57.00. Demikian juga Teguh Ari Wibowo dari MA Abu Dzarrin Bojonegoro dengan total nilai 56.85.

NU Online

Untuk program keagamaan tercatat Novi Octavia dari MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.35), kemudian Himatul Mukaromah dari MA MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.30).

NU Online

Sedangkan dari program SMK terdapat nama Ardi Pranata dari SMK NU I Karanggeneng Lamongan yang mengumpulkan nilai UN 38.20

Melihat hasil sangat istimewa ini, Muzakki menandaskan PW LP Maarif NU Jatim patut berbangga.

Hasil ini merupakan proses kerja keras para pendidik dalam mengelola kualitas pendidikan sesuai standar nasional pendidikan, tandas dosen pasca sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini kepada NU Online (27/5).

Hasil ini menggambarkan bahwa tingkat pendidikan warga NU menunjukkan kualitas yang lebih baik, katanya. Apalagi fakta telah menunjukkan dimana jumlah madrasah dan sekolah di Lembaga Pendidikan Maarif NU Jatim mendominasi peringkat tertinggi, tidak terpaut jauh dengan sekolah negeri maupun madrasah negeri, lanjutnya.

Dalam pandangannya, prestasi yang diperoleh madrasah maupun sekolah di atas membuktikan bahwa lembaga pendidikan di bawah LP Maarif telah mampu menunjukkan kualitas yang berdaya saing tinggi pada satu sisi dan disertifikasi kualitas pada sisi yang lain.

Ada sejumlah pesan penting dari torehan ini yakni pertama bahwa tidak hanya di program keagamaan, Maarif berprestasi melalui madrasah-madrasahnya, melainkan juga program umum, baik melalui wadah SMA maupun SMK.

Kedua, meskipun berstatus swasta, tapi sekolah maupun madrasah di lingkungan Maarif mampu menunjukkan hasil yang tidak kalah baik dibandingkan sekolah negeri walaupun fasilitas pendukung harus diupayakan sendiri tanpa menggantungkan dari anggaran pemerintah atau negara, kata Muzakki.

Salah seorang komisioner Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini berharap agar prestasi yang diraih tersebut dapat melecut semua madrasah serta sekolah di lingkungan Maarif NU.

Kita berharap raihan ini kian membuat saling gayung bersambut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU, pungkasnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44736/maacircarif-nu-bersyukur-sekolahnya-dominasi-un-tertinggi

NU Online

Minggu, 12 Februari 2017

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

Jakarta, NU Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Rabu (20/1) siang ini, menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Denmark. Rombongan yang diterma pengurus harian PBNU membincang isu terorisme dan penjajakan kerja sama antara kedua belah pihak.

Dubes Denmark Casper Klynge yang datang bersama tiga stafnya menyampaikan bela sungkawa atas tragedi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia berkeyakinan bahwa terorisme bukan wajah asli Indonesia.

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)


Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

Kami tetap akan bersatu bersama Indonesia dalam hal perang terhadap terorisme, ujarnya di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Bendahara Umum H Bina Suhendra di kantor PBNU, Lantai 3, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

NU Online

Casper Klynge mengapresiasi NU juga ormas-ormas Islam moderat di Indonesia yang konsisten berjuang membina dan mendorong masyarakat tentang pentingnya toleransi dan perdamaian. Ia menawarkan, suatu saat warga muslim dari NU berkunjung ke Denmark untuk mengenalkan gagasan Islam Nusantara yang dinilai menjunjung tinggi perdamaian.

Marsudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ini melalui media nasional dan internasional. Bahkan, katanya, akhir pekan lalu PBNU telah menghimpun para pimpinan 12 ormas Islam dan lintas agama untuk bersama-sama menyerukan perang terhadap terorisme dan radikalisme dalam sebuah apel bela negara.

NU Online

Ia juga mengusulkan Kedubes Denmark bisa menerjemahkan buku-buku yang dikarang para penulis NU ke dalam bahasa yang mudah dicerna warga Denmark. Marsudi yakin, ajaran moderat yang terkandung di dalamnya dapat menjadi jalan keluar bagi gejala ekstremisme di sana.

Ketum PBNU merespon positif ajakan kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, Islam Nusantara sejatinya hanya penegasan kembali tentang Islam yang menghargai jati diri kebangsaannya. Hal ini yang menurutnya tak ada di Timur Tengah.

Di Timur Tengah, jika ada seorang ulama maka ia bukan nasionalis. Bila ada seorang nasionalis maka ia bukan ulama. Tapi di Indonesia, keduanya bisa kita temukan, ujarnya. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65135/dubes-denmark-ajak-nu-kerja-sama-kampanye-perdamaian

NU Online

Rabu, 25 Januari 2017

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV

Subang, NU Online. Film karya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang berjudul Santri Backpacker siap ditayangkan di AswajaTV pada bulan Ramadlan mendatang.

Demikian disampaikan Ali Cahyadi, salah seorang kru Film Santri Backpacker di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Subang, Sabtu (16/5)

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV (Sumber Gambar : Nu Online)


Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV

"Kemarin kita sudah menyerahkan film karya PCNU Subang kepada pihak AswajaTV, di sana kita diwawancara juga. Insya Allah filmnya akan diputar pada bulan puasa, mengenai tanggal dan waktunya nanti menyusul," papar Ali

NU Online

Ali melanjutkan, bulan Ramadlan dipilih sebagai waktu penayangan film Santri Backpacker karena menyesuaikan jadwal dari AswajaTV yang kini sedang padat acara. "Karena kita ngasih filmnya belakangan jadi ya ngantri, tapi saya tetap berharap agar Pengurus NU di daerah lain bikin film juga," tambahnya.

NU Online

Ali mengatakan, film ini menceritakan tentang perjalanan santri yang mencari ilmu ke tiga pesantren. Di pesantren-pesantren itu mereka mendapatkan pelajaran tentang keberagamaan yang mengusung nilai kasih sayang, bukan paksaan dan kekerasan.

"Kita ingin menyampaikan bahwa pesantren-pesantren yang berafiliasi ke NU itu mengusung Islam rahmatan lil alamin, jangan lupa nanti nonton ya," tutupnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59567/film-santri-backpacker-siap-tayang-di-aswajatv

NU Online

Kamis, 12 Januari 2017

Keotentikan Karya Kiai Hasyim Asyari

Tak lama ini ada beberapa tuduhan bahwa kitab Adab al-Alim wa al-Mutaallim yang selama ini diketahui sebagai karya Hadratus Syaikh Hasyim Asyari diklaim bukan karya asli pendiri NU itu. Beberapa dosen, mahasiswa dan kalangan akademisi pun juga ikut meragukan. Spontan penulis merasa ganjal dan tertarik untuk mengulasnya melalui tulisan ini.

Yang dijadikan argumentasi ialah bahwa kitab Kiai Hasyim serupa dengan kitab karya Ibnu Jamaah (w.733) berjudul Tadzkirah al-Smi wa al-Mutakallim fi Adab al-Alim wa al-Mutaallim. Kabarnya kitab itu hanya dimiliki tiga orang se-Jawa Timur. Padahal, ketika penulis menelusuri di internet ternyata banyak dan bisa diunduh secara lengkap dalam format pdf sesuai cetakan, penerbit Maktabah Ibni Abbas, Mesir, 2005 dan tersedia pula makhthuthah atau masnuskrip aslinya.

Penulis meyakini, kitab Adab al-Alim wa al-Mutaallim yang telah ditahqiq almarhum Gus Ishom dan diterbitkan Maktabah Tsurats Pesantren Tebuireng sejak tahun 1995 itu benar-benar karya Kiai Hasyim. Banyak alasan kuat yang dapat dijadikan pegangan.

Keotentikan Karya Kiai Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Keotentikan Karya Kiai Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)


Keotentikan Karya Kiai Hasyim Asyari

Pertama, kitab ini telah ditelaah dan mendapat taqridz atau endorsement dari ulama-ulama Timur Tengah, sebagaimana yang terlampir pada halaman 102-108. Mereka takjub atas kepandaian Kiai Hasyim dalam menyusun kitab tersebut. Bahkan oleh mereka, Kiai Hasyim dijuluki dengan berbagai macam gelar keilmuan seperti al- Alim (pintar) al-allmah (cendekiawan ulung), al-fahhmah (sangat memahami agama), mursyid al-slikn il aqwam tharq (penuntun para murid kepada jalan yang benar).

Ulama tersebut diantaranya Said bin Muhammad al-Yamani, guru di Masjidil Haram dan Imam bermadzhab Syafii, Abdul Hamid Sanbal Hadidi guru di Masjidil Haram dan Imam bermadzhab Hanafi, Hasan bin Said al-Yamani, dan Muhammad Ali bin al-Said al-Yamani. Ulama-ulama ini tentunya tidak main-main berkenan memberikan kata pengantar untuk kitab Kiai Hasyim.

Kedua, tentang keserupaan bab yang ada di kitab Adab al-Alim dengan Tadzkirah al-Smi sebenarnya adalah hal wajar. Jika kita pernah menkaji kitab fiqh Syafiiyah, maka kitab berjudul apapun sistematika bab yang diulas satu alur. Dimulai dengan khutbah al-kitab (opening), lalu bab thaharah, disusul dengan bab shalat, zakat, puasa dan haji. Dilanjut dengan bab jual beli dan interaksi sosial (al-buy wa al-mumalah), kemudian munkahah, jinyat, hudd, jihd dan diakhiri dengan al-itq, budak.

Kiai Hasyim dalam kitabnya Adab al-Alim menulis delapan bab yang terdiri dari (1) bab keutamaan ilmu dan ahli ilmu, (2) bab adab murid kepada dirinya sendiri, (3) bab adab murid kepada gurunya, (4) bab adab murid kepada pelajarannya, (5) bab adab guru kepada dirinya, (6) baba dab guru kepada pelajarannya, (7) baba dab guru bersama murid, dan diakhiri dengan (8) bab adab kita kepada buku.

NU Online

Sedangkan dalam Tadzkirah al-Smi Ibnu Jamaah hanya menulis lima bab, yaitu (1) bab keutamaan ilmu dan ulama, (2) adab guru kepda dirinya, muridnya dan pelajarannya, (3) adab murid kepada dirinya, gurunya dan pelajarannya, (4) adab kepada buku, (5) idealitas sebuah lemabaga pendidikan. Dengan begitu jelas, kedua kitab serupa namun berbeda. Kalau plagiat, tentunya daftar isi keduanya tidak jauh berbeda.

Ketiga, sejauh penelusuran penulis selaian Kitab karya Kiai Hasyim ini, ada empat kitab yang berjudul Adab al-Alim wa al-Mutaallim yaitu, Adab al-Alim wa al-Mutaallim wa al-Mufti wa al-Mustafti karya Imam Nawawi, Adab al-Alim wa al-Mutaallim inda al-Mufakkirin al-Muslimin min Muntashaf al-Qarn al-Tsn al-Hijr karya Yahya Hasan Murod, Adab al-Muallim wa al-Mutaallim karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir Ali Sadi, dan Adab al-Muallim wa al-Mutaallim yang ditulis oleh Majid bin Suud Ali Usyan.

NU Online

Belum lagi, kitab-kitab yang bertemakan adabiyah menuntut ilmu. Setidaknya ada Talm al-Mutaallim il Tharq al-Taallum karya Syaikh Zain al-Arab bin Ismail al-Zarnuji (996 H) yang diberi anotasi (syarah) oleh Syaikh Abdullah bin M Yablaqi (1107 H). Juga Hilyah Thlib al-Ilmi karya Syaikh Bakr Abu Zaid, Uddah al-Tuhllb Syaikh Sufyan al-Hakami dan al-Nashhah al-Wfiyah li Thullb al-Ulum al-Syarah ditulis oleh Muhammad Abdul Hakim Aal-Qadhi

Sedangkan di Indonesia kita kenal ada kitab Tanbh al-Mutaallim karangan almarhum Kiai Ahmad Maisur Sindi, bahkan menurut pengasuh Pondok Ringinagung Pare ini, kitab ini disusun berdasarkan nasehat Kiai Hasyim kala ia nyantri di Pesantren Tebuireng. Juga Mirt Afkr al-Rijl karya Kiai Ahmad Zaini Solo, serta Jawhir al-Adab karangan Kiai Ahmad Nawawi bin Abdul Hamid Bulumanis, Pati.

Keempat, melihat kealiman Gus Ishom tidak mungkin beliau sembrono mencantumkan karya itu sebagai buah pena Kiai Hasyim. Gus Ishom telah men-tahqiq belasan kitab sang kakek sejak 1994 hingga wafat tahun 2003. Beliau tidak menambahi atau mengurangi tanpa ada konfirmasi sebelumnya. Seperti kitab al-Nr al-Mubn. Kitab asli Kiai Hasyim ini semula berjumlah 61 halaman ketika diterbitkan ulang menjadi 85 halaman dengan menyebutkan keterangan bahwa lafadz yang berada di dalam kurung merupakan tambahan dari Gus Ishom sendiri.

Di perpustakaan pribadi Kiai Hasyim tidak dijumpai naskah asli kitab Adab al-Alim wa al-Mutaallim. Penulis menduga berada di kediaman Gus Ishom sebagaimana naskah-naskah lainnya.

Dari tulisan sederhana ini, setidaknya bisa menjadi pegangan kukuh bahwa kitab Adab al-Alim wa al-Mutaallim benar-benar karya Pendiri NU. Kalaupun ada yang masih meragukan, dipersilahkan menyampaikan titik-titik keraguannya itu secara ilmiah. Wallahu Alam.

* Fathurrahman Karyadi

Mahasiswa Mahad Aly Pesantren Tebuireng dan peminat filologi

Dari (Opini) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47787/keotentikan-karya-kiai-hasyim-asy039ari

NU Online

Jumat, 09 Desember 2016

Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat

Kudus, NU Online. Bagi seorang Muslim, bisa membaca Al-Quran merupakan bagian dari nikmat (karunia) yang diberikan Allah SWT. Sebab, tak sedikit juga orang Islam yang tidak bisa membaca Al-Quran.

Cendekiawan muslim asal Syiria Dr. Mahir Hasan Al-Munajjid mengutarakan hal itu dalam Halaqah Quraniyyah yang diselenggarakan oleh Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1).

Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)


Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat

Bisa membaca Al-Quran merupakan nikmat yang luar biasa. Selain itu, Al-Quran juga membawa manfaat baik di dunia maupun di akhirat, ujar Dr. Mahir Hasan Al-Munajjid dalam halaqah yang digelar di aula masjid kampus UMK itu yang dikirim melalui siaran pers kepada NU Online.

Dia pun mengutip pernyataan Imam Syafii, bahwa siapa saja yang ingin meraih kebahagiaan di dunia, maka dengan Al-Quran. Barangsiapa yang ingin bahagia di akhirat, maka dengan Al-Quran. Dan barangsiapa yang ingin bahagia di dunia maupun akhirat, ya dengan Al-Quran.

NU Online

NU Online

Al-Quran bersama amal salih, adalah penolong kita kelak setelah menemui kematian, tegasnya di hadapan sekitar seratus peserta halaqah yang terdiri atas pelajar, dosen, guru, hingga pengasuh pesantren.

Terkait hukum-hukum positif yang ada di Indonesia, dia melihat banyak yang untuk kemaslahatan (kebaikan) masyarakat meskipun tidak secara tegas mengambil sumber dari Al-Quran. Contohnya adalah Undang-Undang (UU) Lalu Lintas. UU ini adalah untuk kemaslahatan, tuturnya.

Sementara itu, terkait maqalah Al-Quran diturunkan dalam tujuh huruf (sabatu ahruf), Dr. Mahir menilai bahwa yang dimaksud adalah tujuh dialek, sehingga kemudian dikenal ada qiraat sabah, bahkan ada qiraat asyrah.

Namun ada dua syarat, siapa pun yang hendak mempelajari baik qiraat sabah maupun qiraat asyrah, pertama harus benar-benar menguasai satu qiraat terlebih dahulu dan menguasai kitab Syathibiyyah, jelasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74873/cendekiawan-syiria-amal-saleh-dan-al-quran-penolong-di-akhirat

NU Online

Selasa, 22 November 2016

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Jakarta, NU Online. Komunitas PPM ASWAJA dan Sarkub menyalurkan sepeda motor kepada aktivis NU yang bertugas membantu dakwah dan pendidikan Islam di Papua untuk mempermudah jangkauan dakwah hingga ke pelosok, Ahad (20/12). Pasalnya dakwah di perkotaan sangat jauh berbeda dengan dakwah yang dilakukan para dai di daerah Papua.

Fasilitas ini sangat membantu dan memudahkan dakwah agar bisa lebih luas hingga ke daerah-daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Penyerahan berlangsung di halaman pesantren Ya Bunaya Yoka Waena Papua. Penyerahan sepeda motor juga dihadiri oleh Ustadz Fiqi selaku Pengurus MUI provinsi Papua.

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)


Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Ustadz Fiqi mengapresiasi kiriman bantuan terhadap aktivis NU Papua.

"Papua adalah satu provinsi yang mana pluralismenya luar biasa, sehingga Papua sangat membutuhkan para dai yang mempunyai jiwa pluralisme juga. Dengan adanya aktivis yang dikirim oleh PPM ASWAJA, Sarkub dan LDNU menjadi satu mata air baru yang bisa menjernihkan dan menyirami tanah Papua ini dengan dakwah yang santun sehingga mampu mengayomi segala macam warna yang ada di Papua," ujar Ustad Fiqi.

NU Online

Selama ini, menurutnya, para aktivis NU di Papua memiliki sarana dan prasarana yang sangat minim meski semangat aktivis NU luar biasa dengan berbagai kegiatan di tanah Papua ini. Dengan adanya motor ini semoga dakwah yang sudah dilaksanakan bisa menjangkau daerah yang belum tersentuh.

NU Online

Abdul Wahab selaku Kordinator Aktifis NU yang dikirim oleh PPM ASWAJA dan Sarkub berharap adanya motor operasional itu dapat membantu dan meringankan beban aktivis NU dalam menjangkau aktivitas dakwah di daerah Papua.

"Semoga Allah SWT memberikan pertolongan-Nya kepada para dai yang sedang mensyiarkan Islam rahmatal lil alamin ala aqidah ahlussunah wal jamaah," ujar Wahab.

Menurut Abdul, motor itu dibeli dari dana sumbangan para donator yang dikirim oleh PPM ASWAJA. Kami ucapkan kepada segenap donatur yang sudah memberikan bantuan melalui PPM ASWAJA dan Sarkub, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam segala urusannya, dan semoga menjadi amal saleh para donatur yang dapat memberikan berkah dan manfaat kepada umat," pungkas Abdul Wahab.

Sepeda motor diserahkan langsung kepada Ustadz Yustafat yang hadir mewakili aktivis NU Papua. Sahabat yang ingin menyisihkan rezekinya untuk membantu dawah Islam, pendidikan anak dan kegiatan sosial kemanusian di Papua bisa menyumbangkannya dalam bentuk buku tulis, pensil, kitab Iqro, kitab tuntunan sholat, Juz Amma, Al-Quran, sarung, peci, baju koko, jilbab, dan lain-lain. Sumbangan bisa dikirimkan langsung ke kordinator Sarkub Papua. (Red Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64425/aktivis-nu-papua-terima-bantuan-motor-dakwah

NU Online

Minggu, 18 September 2016

Pak UD Usulkan Munas Alim Ulama

Surabaya, NU Online. Tokoh senior NU KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) mengusulkan perlunya ada Munas (musyawarah nasional) Alim Ulama untuk membahas islah (perdamaian) atas konflik antara kubu cucu pendiri NU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan kubu Ketua Umum PBNU terpilih H Drs A Hasyim Muzadi.

"Untuk mengatasi konflik yang ada, saya kira perlu ada islah, karena itu perlu ada Munas Alim Ulama yang diikuti seluruh ulama dari kedua kubu untuk membahas hal itu," katanya kepada wartawan di Surabaya, Minggu (19/12) kemarin, menanggapi konflik berkepanjangan pasca Muktamar ke-31 NU.

Menurut satu-satunya putra pendiri NU KH Hasyim Asyari yang masih hidup itu, konsep islah yang memungkinkan antara lain dengan menempatkan Gus Dur dan Hasyim Muzadi di struktur NU dalam posisi yang tak memiliki kewenangan, semisal mustasyar (penasehat). "Yang jelas, islah itu tak mungkin dilakukan Gus Dur dan Hasyim, karena itu perlu ada Munas Alim Ulama untuk membahas sejumlah konsep islah yang paling memungkinkan dan nantinya dapat ditawarkan kepada Gus Dur dan Hasyim," katanya.

Pak UD Usulkan Munas Alim Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak UD Usulkan Munas Alim Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


Pak UD Usulkan Munas Alim Ulama

Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu mengatakan Munas Alim Ulama untuk mengupayakan islah antara Gus Dur dan Hasyim Muzadi itu dapat diprakarsai Rois Aam PBNU terpilih KHA Sahal Mahfudz dengan mengundang ulama NU se-Indonesia dan kiai sepuh (ulama senior) yang selama ini mendukung Gus Dur. Secara terpisah, Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar menyatakan pembagian NU atas kelompok jamiyah dan jamaah atau struktural dan kultural merupakan dikotomi yang merugikan NU sendiri, karena yang benar adalah organisasi NU dan anggota NU.

"Kalau perkembangan pasca Muktamar ke-31 NU dikembangkan dengan perpecahan struktural dan kultural juga sangat merugikan NU, karena itu perbedaan pendapat pasca muktamar harus dilihat secara norma, karena muktamar memang tak mungkin memuaskan semua orang, apalagi semua orang harus mempunyai satu pendapat," katanya. Pengasuh Pesantren Miftakhus Sunnah Surabaya itu menambahkan perbedaan pendapat di NU memang harus dipelihara, tapi perbedaan pendapat itu harus dengan menjunjung tinggi aturan main organisasi, karena supremasi ulama juga telah diwakilkan dalam AD/ART NU.

NU Online mencatat sikap sejumlah ulama pendukung Gus Dur, diantaranya KH Abdullah Faqih (Tuban) sepakat dengan mufarraqoh (memisahkan diri) dari PBNU dan tak menginginkan PBNU tandingan, KH Chotib Umar (Jember) memilih keluar dari kepengurusan PWNU Jatim dan PCNU Jember, dan Gus Solahuddin Wahid (adik Gus Dur) dan Pak Ud memilih untuk terlibat dalam proses islah. Sementara itu baru-baru ini pengasuh Yayasan Islam Buntet mendatangi Hasyim ke kantor PBNU menyatakan dukungan dengan menerima hasil muktamar NU ke-31(cih)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2498/pak-ud-usulkan-munas-alim-ulama

NU Online

NU Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock