Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Pak UD Usulkan Munas Alim Ulama

Surabaya, NU Online. Tokoh senior NU KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) mengusulkan perlunya ada Munas (musyawarah nasional) Alim Ulama untuk membahas islah (perdamaian) atas konflik antara kubu cucu pendiri NU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan kubu Ketua Umum PBNU terpilih H Drs A Hasyim Muzadi.

"Untuk mengatasi konflik yang ada, saya kira perlu ada islah, karena itu perlu ada Munas Alim Ulama yang diikuti seluruh ulama dari kedua kubu untuk membahas hal itu," katanya kepada wartawan di Surabaya, Minggu (19/12) kemarin, menanggapi konflik berkepanjangan pasca Muktamar ke-31 NU.

Menurut satu-satunya putra pendiri NU KH Hasyim Asyari yang masih hidup itu, konsep islah yang memungkinkan antara lain dengan menempatkan Gus Dur dan Hasyim Muzadi di struktur NU dalam posisi yang tak memiliki kewenangan, semisal mustasyar (penasehat). "Yang jelas, islah itu tak mungkin dilakukan Gus Dur dan Hasyim, karena itu perlu ada Munas Alim Ulama untuk membahas sejumlah konsep islah yang paling memungkinkan dan nantinya dapat ditawarkan kepada Gus Dur dan Hasyim," katanya.

Pak UD Usulkan Munas Alim Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak UD Usulkan Munas Alim Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


Pak UD Usulkan Munas Alim Ulama

Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu mengatakan Munas Alim Ulama untuk mengupayakan islah antara Gus Dur dan Hasyim Muzadi itu dapat diprakarsai Rois Aam PBNU terpilih KHA Sahal Mahfudz dengan mengundang ulama NU se-Indonesia dan kiai sepuh (ulama senior) yang selama ini mendukung Gus Dur. Secara terpisah, Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar menyatakan pembagian NU atas kelompok jamiyah dan jamaah atau struktural dan kultural merupakan dikotomi yang merugikan NU sendiri, karena yang benar adalah organisasi NU dan anggota NU.

"Kalau perkembangan pasca Muktamar ke-31 NU dikembangkan dengan perpecahan struktural dan kultural juga sangat merugikan NU, karena itu perbedaan pendapat pasca muktamar harus dilihat secara norma, karena muktamar memang tak mungkin memuaskan semua orang, apalagi semua orang harus mempunyai satu pendapat," katanya. Pengasuh Pesantren Miftakhus Sunnah Surabaya itu menambahkan perbedaan pendapat di NU memang harus dipelihara, tapi perbedaan pendapat itu harus dengan menjunjung tinggi aturan main organisasi, karena supremasi ulama juga telah diwakilkan dalam AD/ART NU.

NU Online mencatat sikap sejumlah ulama pendukung Gus Dur, diantaranya KH Abdullah Faqih (Tuban) sepakat dengan mufarraqoh (memisahkan diri) dari PBNU dan tak menginginkan PBNU tandingan, KH Chotib Umar (Jember) memilih keluar dari kepengurusan PWNU Jatim dan PCNU Jember, dan Gus Solahuddin Wahid (adik Gus Dur) dan Pak Ud memilih untuk terlibat dalam proses islah. Sementara itu baru-baru ini pengasuh Yayasan Islam Buntet mendatangi Hasyim ke kantor PBNU menyatakan dukungan dengan menerima hasil muktamar NU ke-31(cih)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2498/pak-ud-usulkan-munas-alim-ulama

NU Online

NU Online

Senin, 30 November 2015

Menjadi Modern dengan Islam

Jakarta, NU Online. Islam juga memiliki nilai-nilai modernitas, walaupun tidak seperti di Barat. Menjadi modern berarti hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Islam. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prof. Tariq Ramadhan dalam acara Dialog Islam Barat, Pengalaman Seorang Muslim Eropa di Perpustakaan Nasional (13/07)

Tariq Ramadhan yang merupakan cucu pendiri Ikhwanul Muslimin Hasan al Banna menjelaskan bahwa Modernitas berbeda dengan modernisme karena modernisme mengarah pada sikap ekstrim. Secara umum nilai modernitas Barat meliputi Individualisme, Rasionalisme, Kebebasan, Kemajuan, dan Demokrasi.

Islam juga memiliki nilai-nilai tersebut akan tetapi terdapat perbedaan didalamnya. Dalam Islam tanggung jawab lebih dahulu daripada hak, individu memiliki sikap kolektif dalam bentuk umat yang berarti menghormati orang lain. Tariq berkata Hak pertama terdapat pada Allah dan justru karena itu, kita menghargai orang lain. Prinsip individualitas juga diakui bahwa kita pada akhirnya kita menghadap Allah sendiri-sendiri.

Islam juga mengenal prinsip rasionalitas, akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu Ayat Iqra menunjukkan bahwa kita harus belajar dan hal ini bersifat rasional akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu, sedangkan di Barat akal memiliki kebebasan mutlak untuk menentukan segalanya ungkap Tariq.

Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


Menjadi Modern dengan Islam

Islam juga memiliki nilai-nilai kebebasan, akan tetapi kebebasan menurut ajaran Islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan dalam Islam berarti menghormati orang lain dan tidak merusak kolektifisme Bahwa kebebasan tersebut tidak mengganggu hak orang lain, ungkapnya.

Prinsip kemajuan juga dihargai dalam Islam. Ijtihad merupakan salah satu perwujudan dari prinsip keterbukaan terhadap hal-hal yang bersifat baru, akan tetapi proses ijtihad tersebut juga didasari rambu-rambu dan nilai-nilai yang terkandung dalam Quran dan Hadist. Kemajuan tercermin dalam bentuk ijtihad, namun demikian tetap dalam bingkai aturan tertentu dalam al Quran dan sunah sedangkan bagi Barat terbuka semuanya.

NU Online

Prinsip demokrasi berupa kebebasan untuk menentukan pilihan juga dijunjung tinggi dalam Islam, dengan menghargai orang lain, mematuhi hukum dll. Akan tetapi unsur ini tidak secara langsung dinyatakan dalam Al Quran sehingga harus disesuaikan dengan budaya lokal masing-masing daerah, bahkan ada bentuk demokrasi yang menamakannya syurokrasi, tambahnya

Tariq Ramadhan juga menjelaskan bahwa sekularisme tidak mesti bertentangan dengan Islam, terbukti dengan adanya pembagian urusan ibadah dan muamalah, dimana urusan ibadah adalah hubungan langsung dengan Allah sedangkan muamalah adalah hubungan antar manusia.

Harus diakui bahwa saat ini Barat memiliki kebudayaan yang lebih maju daripada dunia Timur dan hal ini menimbulkan sikap-sikap yang harus dihindari yang meliputi Pertama, merasa didominasi yang akan menimbulkan sikap lain, yaitu bahwa pihak-pihak yang bukan Islam ditolak, yaitu bersifat ekslusif terhadap pihak lain dan kedua adalah kekaguman total terhadap nilai-nilai Barat sehingga menelan mentah-mentah apa yang datang dari sana.

Hal lain yang juga harus dihindari adalah merasa menjadi korban yang tidak bisa berbuat apa-apa yang menimbulkan sikap pasrah terhadap nasib yang diterima dengan bersikap pasif. Untuk itu harus ditanamkan sikap inklusif dengan mengambil yang baik-baik dan menerima perbedaan yang ada dengan melakukan dialog Tidak semua yang datang dari Barat, Arab, maupun Indonesia merupakan hal yang baik, jadi harus dipilih, ungkapnya.

NU Online

Sikap lain yang juga harus dihindari adalah bersikap paranoid bahwa kebobrokan yang kita alami adalah diakibatkan oleh orang lain, bahwa pihak lain selalu mengancam keberadaan kita dan hal ini tidak membuat kita melakukan introspeksi.

Jadi yang penting adalah kembali ke prinsip universal Islam dimana Allah menciptakan makhluk bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan memahami. Ungkapnya.

Prinsip-prinsip tersebut merupakan sebuah nilai yang universal sedangkan model disesuaikan dengan kultur dan sejarah masing-masing. karena sesuatu yang dating dari Barat atau Arab cocok untuk diterapkan di daerah lain, ungkapnya.(mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/381/menjadi-modern-dengan-islam

NU Online

Selasa, 02 Juni 2015

Presiden Afrika Meninggal

Lome, NU Online. Penguasa yang paling lama menjabat di Afrika, Presiden Togo Gnassinghe Eyadema, meninggal dunia Sabtu pada usia 69 tahun saat ia diterbangkan ke Perancis untuk perawatan kesehatan mendesak, kata pemerintah dan seorang diplomat senior Afrika barat.

"Togo telah dilanda oleh kemalangan besar. Ini merupakan malapetaka nasional. Presiden tidak lagi bersama kita," kata pernyataan pemerintah. Pernyataan itu mengatakan Eyadema meninggal Sabtu pagi ketika ia dibawa ke luar negeri untuk menjalani perawatan kesehatan mendesak.

Seorang diplomat Afrika barat mengatakan Eyadema, yang memerintah tanpa tantangan selama lebih dari dua dasawarsa, sakit "dan meninggal di pesawat yang menerbangkannya ke Perancis". Dalam wawancara melalui telepon dari Paris, pemimpin oposisi penting Togo, Gilchrist Olympio, menyampaikan harapannya bahwa meninggalnya Eyadema akan membuat mungkin "membimbing Togo di jalan menuju demokrasi".

Presiden Afrika Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Afrika Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)


Presiden Afrika Meninggal

"Saya mengharapkan bahwa pemilihan yang transparan dan adil dapat berlangsung dalam dua hingga tiga pekan mendatang," kata putera presiden Togo pasca-kemerdekaan yang terbunuh Sylvanus Olympio itu, yang tinggal di pengasingan sejak ia menjadi sasaran satu upaya pembunuhan pada 1992.

Ia mengatakan, ia merencanakan kembali ke Togo setelah berkonsultasi dengan partainya, Uni Pasukan untuk Perubahan (UFC).Eyadema memerintah bekas jajahan Perancis di Afrika barat sejak 1967, ketika ia tampil berkuasa melalui kudeta militer. Ia kemudian dipilih tiga kali dalam pemilihan multipartai, yang terakhir pada 2003 setelah mengamandemen konstitusi.

Pemerintah menutup semua perbatasan negara itu segera sesudah meninggalnya presiden, kata pejabat. Rakyat Togo "harus menghindari tenggelam ke dalam kekerasan, pembagian dan anarki", kata pernyataan itu menambahkan. "Pemerintah, pasukan bersenjata dan keamanan akan menjasmin bahwa ketertiban, keamanan dan perdamaian akan ada di wilayah nasional ini."

NU Online

Ibukota Toga Lome tenang Sabtu malam segera sesudah pengumuman itu, dengan tidak ada tentara yang dikerahkan di jalan, kata seorang wartawan AFP di tempat. Radio pemerintah sementara itu menyiarkan lagu keagamaan.

Lahir dari sebuah keluarga petani di Togo utara, Eyadema membantu menurunkan presiden pasca-kemerdekaan, Sylvanus Olympio, pada 1963 sebelum melancarkan kudetanya sendiri empat tahun kemudian terhadap Nicolas Grunitsky. Seorang jenderal yang muncul melalui barisan tentara kolonial Perancis dengan tugas di Benin, Indocina, Aljazair dan Niger, ia dihadiahi tanda jasa Legiun, penghargaan tertinggi Perancis. (atr/afp/cih)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2709/presiden-afrika-meninggal

NU Online

Senin, 30 Juni 2014

Pakar: Konversi Nilai Diperlukan Asal Tidak Rugikan Siswa

Surabaya, NU Online. Pakar pendidikan yang juga Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr Arif Rachman menilai bahwa konversi nilai ujian diperlukan dalam rangka pemerataan pendidikan, namun tidak sampai mengubah nilai yang lebih tinggi menjadi rendah.

Ia mengemukakan hal itu kepada wartawan di Surabaya, Kamis, menanggapi kontroversi seputar kebijakan konversi nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) yang menimbulkan polemik di kalangan masyarakat, para guru serta siswa.

"Dari dulu konversi memang ada, tapi tidak seperti sekarang yang justru lebih banyak merugikan siswa," katanya.

Pakar: Konversi Nilai Diperlukan Asal Tidak Rugikan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar: Konversi Nilai Diperlukan Asal Tidak Rugikan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)


Pakar: Konversi Nilai Diperlukan Asal Tidak Rugikan Siswa

Usai berbicara pada seminar pendidikan "Perspektif Badan Hukum Pendidikan", di Surabaya ia mengatakan seharusnya siswa yang memiliki nilai tinggi tidak boleh diubah karena ada konversi nilai, demikian pula siswa yang memiliki nilai rendah.

Konversi nilai ujian diperlukan dalam rangka pemerataan pendidikan, namun tidak boleh terjadi konversi dengan cara mengubah nilai yang lebih tinggi ke nilai rendah.

"Kalau siswa yang memiliki nilai rendah, kemudian karena ada konversi siswa itu lulus, itu sah-sah saja. Tapi dengan syarat mereka yang lulus nilainya tidak direndahkan atau yang rendah diluluskan dengan mengubah nilai," katanya.

Menurut Arif Rachman, konversi nilai harus memenuhi tiga syarat, yakni menjamin pemerataan pendidikan, tidak boleh merugikan siswa yang pandai dan tidak boleh mengunggulkan siswa yang nilainya kurang ke siswa yang sudah lulus.

NU Online

Karena itu apabila pihak sekolah mengalami kesulitan dalam penulisan ijazah akibat adanya konversi nilai tersebut, Arif meminta agar untuk sementara dihentikan dulu sampai proses penilaian berakhir.

"Selama masih memunculkan masalah, sebaiknya diselesaikan secara administrasi lebih dulu. Karena kalau dipaksakan, ke depan siswa yang akan dirugikan mengingat nilai ijasah tidak bisa ubah. Dan lagi secara moral siswa akan tertekan karena tidak mendapatkan nilai yang sebenarnya," tambahnya.

Arif Rachman berharap agar kasus konversi nilai ujian yang akhir-akhir ini menjadi polemik di masyarakat bisa segera dicarikan solusi dan pemerintah juga harus menjelaskan persoalan yang sebenarnya tanpa ada yang dirugikan.(mkf/an)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/1590/pakar-konversi-nilai-diperlukan-asal-tidak-rugikan-siswa

NU Online

Sabtu, 22 Maret 2014

Ironis, Pemerintah Tunda Naikkan Harga Gabah

Jakarta, NU Online. Upaya pemerintahan SBY untuk memberikan kesejahteraan kepada petani masih jauh panggang dari api, hal ini bisa diuji melalui kebijakannya terhadap harga dasar pembelian gabah. Apabila pemerintah memutuskan tidak ada kenaikan harga pembelian gabah atau menunda kenaikan harga gabah oleh pemerintah, maka hal itu semakin mempertegas bahwa keberpihakan terhadap petani hanya retorika dan komoditas politik semata.

Demikian diungkapkan, Imam Churmen, tokoh NU yang terkenal sebagai "penyambung lidah petani" kepada NU Online, Rabu (3/1) menanggapi upaya pemerintah (Departemen Pertanian) yang belumdapatmenaikkan harga gabah petani sebesar Rp100/kgkarena pemerintah belum menetapkan kebijakan baru di bidang perberasan.

"Sangat mengecewakan kalau pemerintah berketetapan tidak menaikkan harga dasar gabah atau menundanya tahun 2005. Ini menunjukkan pemerintah tidak tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi petani. Menjadi ujian buat pemerintah, apakah memang pemerintah berpihak pada petani atau hanya sekadar retorika," tegas mantan Wakil Ketua Komisi III DPR Imam Churmen.

Ironis, Pemerintah Tunda Naikkan Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironis, Pemerintah Tunda Naikkan Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)


Ironis, Pemerintah Tunda Naikkan Harga Gabah

Kebijakan pemerintah tidak menaikkan harga pembelian gabah atau menundanya akan semakin menambah berat beban petani, sebab harga sarana produksi padi (saprodi) terus meningkat, dan tidak ada lagi subsidi yang diberikan. "Komponen saprodi harganya terus naik, upah tenaga kerja juga naik, bahan bakar minyak (BBM) naik, itu semua akan menambah tinggi biaya produksi, bagaimana mungkin harga gabah tidak dinaikkan," kata mantan ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) ini.

Pria kelahiran Ponorogo 15 Juni 1931 ini menegaskan, bila pemerintah ingin menjaga ketahanan pangan nasional, pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan petani. "Jangan pakai paradigma lama yang mengorbankan petani untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Sudah saatnya petani diajak bicara, untuk menetapkan berapa harga yang layak yang harus mereka terima. Apakah memang tepat kalau harga tetap dipasang di Rp 1.230 per kilogram GKG, dan tidak bisa dinaikkan lagi. BBM saja bisa dinaikkan, upah buruh saja bisa dinaikkan, kenapa gabah yang diproduksi petani kita tidak bisa dinaikkan harganya," tuturnya.

Dikatakan Imam, kebijakan "menekan" harga produk pertanian akan berdampak besar terhadap ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang. "Kalau insentif yang diterima petani tidak layak, jangan harap petani bergairah meningkatkan produktivitasnya. Lalu, apa kita mau impor semua, apa itu solusinya? Jangan hanya berpikir untuk kepentingan sesaat," pesan Imam Churmen.

Negara-negara maju dan surplus seperti AS, dan Jepang saja, lanjut Imam, memberi perlindungan kepada petaninya dengan berbagai macam cara, mulai dari subsidi sampai dumping, agar kesejahteraan petani dapat selalu terjaga. "Kita yang jelas-jelas negara agraris, dan mayoritas tenaga kerja terserap di sektor pertanian tidak memberi perlindungan apa-apa kepada petani. Kalau IMF melarang subsidi, kenapa tidak jelaskan pada mereka persoalan kita, dan menolaknya, apa negeri ini milik IMF. Kalau untuk para konglomerat saja kita mau sibuk menyiapkan dana untuk rekapitalisasi bank, kenapa untuk petani tidak ada kepedulian itu," katanya.

NU Online

Pemerintah selayaknya memberi perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani beserta keluarganya, dengan menjamin perolehan insentif yang adil untuk petani, dan menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian agar tepat waktu, terjamin kualitasnya, serta terjangkau harganya. (cih)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2693/ironis-pemerintah-tunda-naikkan-harga-gabah

NU Online

Jumat, 31 Januari 2014

GP Ansor Anggap Pengamanan Bush Berlebihan

Jakarta, NU Online. Sekjen GP Ansor Malik Haramain berpendapat bahwa upaya pengamanan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap presiden Amerika Serikat George W Bush sangat berlebihan. Sejumlah panser akan ditempatkan di Bogor dan sekitarnya. sinyal HP dikabarkan juga akan di jamming selama kedatangan Bush yang hanya 10 jam tersebut.

Penghormatan terhadap Bush berlebihan, artinya Indonesia negara besar. Jangan karena Bush datang kemudian kita berlebihan menghormati dia dibanding presiden yang lain. Yang wajar-wajar saja. Kalau tak mau ya jangan datang ke Indonesia, tandasnya kepada NU Online.

Dikatakannya bahwa bentuk pengamanan yang dilakukan untuk Bush tersebut menunjukkan arogansi Amerika sebagai negara adikuasa. Mantan Ketua Umum PB PMII tersebut yakin bahwa model pengamanan ini atas permintaan pihak Amerika, bukan inisiatif dari pemerintah Indonesia.

GP Ansor Anggap Pengamanan Bush Berlebihan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Anggap Pengamanan Bush Berlebihan (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Anggap Pengamanan Bush Berlebihan

Disisi lain, pengamanan yang berlebihan juga menimbulkan kesan buruk bahwa Indonesia merupakan sarang terorisme sehingga dibutuhkan standar pengamanan yang tinggi.

ini menimbullkan kesan gerakan terorisme masih ada di Indonesia. Padahal kita ingin mengesankan ancaman pembunuhan atau serangan teroris sudah tidak ada di Indonesia. Kalau Bush diamankan berlebihan kan kesannya masalah sebaliknya.

Ketidakberdayaan pemerintah sehingga memenuhi segala permintaan Amerika semakin menunjukkan bahwa bargaining yang dimilikinya lemah yang akan merusak citra Indonesia dimata internasional.

ush datang kayak raja saja, kan statusnya sama saja dengan presiden Iran, sama saja kan, ngapain diperlakukan berbeda dengan presiden lain a kunjungan ke Indonesia. Ini juga menimbulkan kecemburuan kepada presiden lainnya, tuturnya.

NU Online

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Bali beberapa tahun lalu, Bush juga meminta pengamanan yang sangat ketat, bahkan terpaksa mengosongkan bandara Ngurah Rai di Denpasar demi presiden negara adikuasa tersebut. (mkf)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5518/gp-ansor-anggap-pengamanan-bush-berlebihan

NU Online

Selasa, 14 Januari 2014

Hasyim Anggap Mubes Wajar-Wajar Saja

Jakarta, NU Online. Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat bahwa kegiatan warga NU seperti Mubes Warga NU merupakan hal yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan. Aspirasi mereka dapat juga dimasukkan ke muktamar.

Aspirasi dari masyarakat NU baik struktural ataupun kultural itu baik, asal melalui mekanisme yang wajar, seperti yang dilakukan oleh Mubes dapat dianggap sebagai suara masyarakat, silahkan nanti dibawa ke muktamar, ungkapnya sesaat setelah mengikuti rapat pleno PBNU.

Namun demikian, Hasyim menilai bahwa rekomendasi yang dihasilkan dari Mubes tersebut tidak ada sesuatu yang baru karena politisasi itu sejak awal tidak boleh di NU.

Hasyim Anggap Mubes Wajar-Wajar Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Anggap Mubes Wajar-Wajar Saja (Sumber Gambar : Nu Online)


Hasyim Anggap Mubes Wajar-Wajar Saja

Hubungan NU dengan politik sudah ada aturannya, misalnya keputusan muktamar NU ke 27 di Situbondo tahun 1984 yang mengatur hubungan NU dan politik di bidang partai politik.

Pertama, NU bukan organisasi poltik dan tidak menjadi bagian dari organisasi politik manapun. Kenapa ada keputusan tersebut karena dahulunya, NU adalah bagian dari PPP sehingga mesti dipertegas tidak menjadi bagian politik manapun.

Kedua pimpinan NU tidak boleh dirangkap dengan pimpinan parpol. Untuk merealisasikan hal tersebut, para pengurus PBNU yang mencalonkan diri baik pada legisltiaf maupun eksekutif dikenakan proses non aktif dan kalau sudah selesai, ia kembali ke Induk organisasi.

NU Online

Pada muktamar ke 28 di Krapyak Yogyakarta tahun 1989 juga diatur hubungan NU dengan politik, tapi kaitannya dengan politik kebangsaan. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa NU berpihak pada Pancasila, NKRI, demokrasi, dan lainnya. Itu merupakan nilai-nilai politik kebangsaan.

Pada pemilihan tahun 2004, Saya menandatangai teman-teman NU yang menjadi Caleg. Seperti Cecep Syarifuddin, Masduki Baidlawi, Maria Ulfa Ansori, dana lainnya.Ini juga berlaku untuk eksekutif dan saya berlaku di sini sehingga ketika saya melakukan proses pencalonan digantikan Masdar F. Masudi. Dengan demikian, saya tidak menggunakan struktur NU karena sudah dipegang oleh Masdar, tambahnya.(mkf)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2211/hasyim-anggap-mubes-wajar-wajar-saja

NU Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock