Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2017

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

Jakarta, NU Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Rabu (20/1) siang ini, menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Denmark. Rombongan yang diterma pengurus harian PBNU membincang isu terorisme dan penjajakan kerja sama antara kedua belah pihak.

Dubes Denmark Casper Klynge yang datang bersama tiga stafnya menyampaikan bela sungkawa atas tragedi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia berkeyakinan bahwa terorisme bukan wajah asli Indonesia.

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)


Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

Kami tetap akan bersatu bersama Indonesia dalam hal perang terhadap terorisme, ujarnya di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Bendahara Umum H Bina Suhendra di kantor PBNU, Lantai 3, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

NU Online

Casper Klynge mengapresiasi NU juga ormas-ormas Islam moderat di Indonesia yang konsisten berjuang membina dan mendorong masyarakat tentang pentingnya toleransi dan perdamaian. Ia menawarkan, suatu saat warga muslim dari NU berkunjung ke Denmark untuk mengenalkan gagasan Islam Nusantara yang dinilai menjunjung tinggi perdamaian.

Marsudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ini melalui media nasional dan internasional. Bahkan, katanya, akhir pekan lalu PBNU telah menghimpun para pimpinan 12 ormas Islam dan lintas agama untuk bersama-sama menyerukan perang terhadap terorisme dan radikalisme dalam sebuah apel bela negara.

NU Online

Ia juga mengusulkan Kedubes Denmark bisa menerjemahkan buku-buku yang dikarang para penulis NU ke dalam bahasa yang mudah dicerna warga Denmark. Marsudi yakin, ajaran moderat yang terkandung di dalamnya dapat menjadi jalan keluar bagi gejala ekstremisme di sana.

Ketum PBNU merespon positif ajakan kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, Islam Nusantara sejatinya hanya penegasan kembali tentang Islam yang menghargai jati diri kebangsaannya. Hal ini yang menurutnya tak ada di Timur Tengah.

Di Timur Tengah, jika ada seorang ulama maka ia bukan nasionalis. Bila ada seorang nasionalis maka ia bukan ulama. Tapi di Indonesia, keduanya bisa kita temukan, ujarnya. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65135/dubes-denmark-ajak-nu-kerja-sama-kampanye-perdamaian

NU Online

Sabtu, 22 Oktober 2016

Dipolisikan Berkali-Kali, Bib Rizieq Minta Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan

NU Online - Petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah berkali-kali dipolisikan berbagai pihak sejak Desember 2016 lalu. Terhadap berbagai laporan itu, Rizieq mengaku pihaknya menginginkan agar persoalan hukum yang sedang dituduhkan kepadanya diselesaikan secara kekeluargaan, termasuk kasus yang menjeratnya.

Dipolisikan Berkali-Kali, Bib Rizieq Minta Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan - NU Online
Dipolisikan Berkali-Kali, Bib Rizieq Minta Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan - NU Online


Dipolisikan Berkali-Kali, Bib Rizieq Minta Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan

"Janganlah kita coba saling lapor karena ini bisa mengantarkan pada konflik horizontal. Mestinya kepolisian menjembatani," ujar Rizieq, di Jakarta, Selasa (17/01/2017), sebagaimana dilansir dari situs Jitunews.com.

Tidak hanya itu, mantan Ketua Umum FPI ini juga mengharapkan agar pihak kepolisian dapat memediasi dirinya dengan berbagai pihak yang mempolisikan dirinya belakangan ini. "Bahkan kalau ada laporan-laporan, mestinya kepolisian mencoba untuk memediasi, apalagi kalau masalahnya sensitif," ungkapnya.

Sebagai contoh, menurut Rizieq, dalam kasus logo BI yang diklaimnya sebagai logo palu arit. Seharusnya, kata Rizieq, pihak kepolisian memediasi dia dan pihak terkait, yaitu BI dan Menkeu.

"Mestinya kalau saya protes keras, kalau itu dianggap hate speech, arahan Kapolri kepada kepolisian adalah menjembatani antara mereka yang bersuara keras dan yang diprotes. Harusnya polisi mediasi kami dengan Bank Indonesia dan pihak terkait. Tidak ada mediasi," tegas Rizieq.

Suami Syarifah itu menambahkan, pendekatan kekeluargaan juga perlu dilakukan dalam kasus komentar yang disampaikannya terkait pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada peringatan HUT ke-44 PDI-P yang dianggapnya mengandung unsur penistaan agama.

Ia mengaku telah menonton pidato Megawati hingga 10 kali sehingga meyakini bahwa pidato tersebut mengandung unsur penistaan agama dan bangsa. "Alangkah baiknya kalau itu didialogkan secara kekeluargaan," ungkapnya.

Rizieq bersedia meminta maaf jika memang salah paham terhadap pidato Megawati tersebut. Namun, Megawati, menurut dia, juga harus mengklarifikasi isi pidatonya jika memang salah ucap. Jalur kekeluargaan dianggapnya diperlukan tak hanya bagi kasus hukum ini, tetapi bagi kasus-kasus hukum lainnya.

Dengan demikian, tak setiap orang dengan mudahnya melaporkan satu sama lain. "Kami menahan diri (untuk melapor) supaya polisi bisa memediasi. Bukan hanya urusan kepada Bu Mega, melainkan juga dengan segala kelompok," kata Rizieq.

Sebagaimana diketahui, Rizieq sebelumnya dilaporkan oleh berbagai pihak terkait sejumlah kasus, yakni dugaan penistaan agama, terkait logo Bank Indonesia di uang kertas, dugaan penistaan terhadap Pancasila, dan terkait pernyataan soal "sampurasun". [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dipolisikan-berkali-kali-bib-rizieq-minta-kasusnya-selesai-secara-kekeluargaan.html

Sabtu, 23 Juli 2016

Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang

NU Online – Situs nu garis lurus itu penuh konten beracun. Mengganggap sebelah mata dan menyebutnya guyon atau semacam mencari perhatian lebih kepada khalayak agar dianggap sebagai kelompok alumni pondok pesantren –sebagaimana selama ini diucapkan oleh pendukungnya, paling lurus menegakkan ahlussunnah, itu salah besar.

Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang - NU Online
Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang - NU Online


Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang

Di Pontianak, ketika KH Ma’ruf Khozin melaksanakan safari dakwah, hadirin dalam acara sering ada yang mengangkat tangan menanyakan apa dan siapa itu nu garus lurus (selanjutnya kami sebut GGL: Gerombolan Garis Lurus, agar tidak mencatut nama NU). Demikian keterangan yang didapatkan Duta Islam.

Apa artinya? Nama GGL sudah masuk dalam alam pikiran banyak orang dan menjadi semacam noktah hitam bagi NU secara jamiyyah dan struktural. Hadirnya GGL di dunia maya yang enteng menyebarkan propaganda untuk menjauhkan warga nahdliyyin dari ulama dan habaib NU tanpa membuka identitas mereka kepada publik, jelas merupakan cara-cara culas yang biasa dilakukan oleh kalangan teroris ISIS.

Perlu diketahui, cara ISIS menyebarkan propagandanya bukan melalui masjid, lembaga pendidikan atau titik-titik startegis yang biasa dikunjungi banyak orang. Website dan media sosial dijadikan alat propaganda paling efektif karena mampu menyebar tanpa batas dan berbiaya murah. Selain tentu karena ISIS tidak punya basis massa yang diakui oleh negara. Modal sosial mereka memang media sosial. 

Langkah yang ditempuh ISIS inilah yang dikloning oleh GGL. Kalau mengaku pejuang aswaja yang paling lurus sedunia, mereka tak perlu malu-malu kucing menampakkan diri. Justru transparansi identitas itulah yang tidak akan membuat banyak orang bertanya, sebagaimana terjadi di beberapa daerah laiknya di Pontianak tadi.

Berawal dari Grup Caci Maki Serapat apapun bangkai ditutup, akan tercium juga. GGL pun gerah setelah ada salah seorang bernama Moch Zainul Abidin As-Syuja'i membongkar data admin pasca digelar sebuah acara di Cirebon, yang mengatasnamakan aktivis Aswaja. Dalam acar itu, para aktivis mulai terang-terangan berani membeberkan nama-nama yang selama ini dikenal Zain, panggilan Zainul Abidin As-Sujai’i, sebagai admin grup Brigade Aswaja, yakni grup WhatsApp para pengelola dan muqollidin situs nu garis lurus.

Kepada NU Online, Zain tidak mengenal sama sekali orang-orang di grup tersebut. Dia mengaku nomornya diseret masuk tanpa konfirmasi kepadanya. Sudah sejak lama Zain nongkrong di grup yang menurutnya penuh dengan caci-maki kepada kyai dan ulama di Nahdlatul Ulama.

Bahkan, pasca publikasi identitas admin, Zain Suja’i dibully dalam grup. . NU Online mendapatkan screen shoot caci maki anggota GGL ini. Oleh Syaraf, salah satu anggota grup, Zain disebut ngegustad, pura-pura jadi gus dan ustadz.

“Ilmunya mentok ke nasi goreng. Malam jadi germo di WhastApp saling kirim-kiriman gambar telanjang nggak pantes. Siang ceramah di WhatsApp sok suci dan sok ngustadz. Tulisannya belepotan jauh dari ranah ilmu. Jamane wong munafik bertopeng di dunia maya. Di dunia nyata, gorengan nggak laku-laku,” tulis Syaraf. (Kami simpan foto si Syaraf ini).

Soal Zain adalah tukang nasi goreng memang diakui. Ia berjualan di Jakarta Barat. Tapi kalau menuduh ilmunya Zain hanya sampai nasi goreng dan munafik serta menyerapahi gorengan tidak laku-laku apalagi menyebut germo, baginya itu sudah keterlaluan, tidak nyambung dan lepas dari etika santri.

Dalam percakapan grup khusus mencaci Zain itu, admin lain ada yang menyebut “asu”, “babi”, “monyet”, “najis”, dan lainnya. Adam, admin grup, pendiri Grup Brigade Aswaja, menanyakan di grup: “Sebenarnya dia itu siapa sih? Asu atau monyet? Saya bingung sendiri,” tulis Adam.

Dengan enteng, pertanyaan itu dijawab oleh Naquib, anggota lain di grup: “Babi mas.” Naquib ini yang menulis: “Waduh…dia sibuk cari tulang ke SAS (Said Aqil Siraj, red) nggak sempet ganti nama. Ya…namanya juga asuuuu….”.

Anggota itu gayeng dan terkesan senang membully Zain di grup karena di sana nama Zain diganti Asu Pa’i. “Makanya, rupa, nama dan hatinya sama (anjing, asu, red). Ngalah-ngalahi assu,” tulis Naguib, yang langsung ditanggapi oleh Faiz, anggota GGL lain yang ikutan mencaci: “Masih ada waktu untuk tobat. Daripada jadi assu,” tulisnya.

Menanggapi percakapan penuh caci maki itu, seorang aktivis Aswaja NU, Arief, mengaku miris. “Wah, ini lebih mirip grup kumpulnya para begundal daripada grup santri. Nggak pantes blas kelompok ini namanya disandarkan dengan nama besar NU. Su'ul adab semua,” tulisnya, dikutip NU Online (17/04).

Kelimpungan, anggota grup tersebut kembali melancarkan fitnah dengan meme. Status David Fuadi, seorang yang dulu pernah menghidupkan situs sarkub.com, dijadikan bahan mementahkan Zain as-Suja’i. Menurut orang yang di kalangan GGL dipanggil KH David Fuadi itu, Zain adalah orang yang tidak punya ilmu agama.

Ustadz Hasbullah, dalam meme yang beredar itu juga menulis kalau tulisan-tulisan Sujai’i itu bukan dari tulisannya sendiri. “Bisa jadi syujai hanya atas nama saja. Sebab saya segrup dengan Syujai. Kerjaanya hanya kirim gambar porno,” tuduh ustadz.

Tuduhan-tuduhan semacam ini, menurut Zain, mudah keluar di grup yang ia sebut kenthir (kemayu) itu. “Ada Group kenthir khusus para Admin Group WA Aswaja. Di sana memang kalau kenthir suka selingan kirim Gambar Porno. Nah dari sanalah Fitnah ini beredar,” jelas Zain.

Jika Anda berakal sehat, etika macam apakah yang layak disematkan kepada kelompok GGL itu? Bahasa apakah yang mudah keluar dari “santri” GGL itu? Bahasa pondok pesantren mana yang menghalalkan saudaranya sendiri disebut anjing, babi, monyet, najis, germo dan munafik? Ajaran Qanun Asasi NU sebelah mana yang memerintahkan umat Islam mencaci maki dengan sebutan binatang untuk saudaranya muslim?

Kepada NU Online, Zain memang jualan nasi goreng. Tapi ia juga santri di sebuah majelis ta’lim yang banyak orang tahu. Ia menunjukkan bukti bahwa dia rutin di majelis ta’lim. Namun tidak berkenan ditulis.

Yang pasti, kelompok GGL memasukkan nomornya ke grup karena nomor yang ia pegang ada dimana-mana. Dikenal sebagai penggerak aswaja. Duta Islam menyimpan buktinya. Zain As-Suja’i itu orang biasa yang dicaci-maki oleh kelompok yang mengaku santri di ujung sana. Duh Gusti... [NU Online/luqman segaf]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/bocor-percakapan-grup-garis-lurus-penuh-bahasa-binatang.html

Selasa, 26 April 2016

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser

Rembang, NU OnlineMustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menuturkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan bahwa Indonesia walaupun di dalamnya ada perbedaan agama, prinsip bhinneka tunggal ika harus tetap dijaga.

"Mari kita jaga bersama keadaan dan keutuhan Indonesia. Mari kita buat Indonesia ini menjadi lebih baik. Mari kita minta kepada Allah, agar Indonesia dikuatkan," ajaknya di hadapan puluhan kader Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kabupaten Rembang saat sowan di kediamannya, Ahad (27/11) sore.

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser

Ia mengatakan bahwa keberislaman di Indonesia sekarang sudah cukup ramai. Dulu, kisanya, ketika ia masih kecil, orang sembahyang hanya sepuluh persen. Baca syahadat hanya ketika akan kawin. Tapi sekarang anak kecil sudah bisa baca syahadat.

"Ini suatu hal yang harus disyukuri Indonesia," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut.

NU Online

Mbah Moen, sapaan akrabnya menambahkan, bahwa Nabi diutus untuk mengurusi keseluruhan, bukan hanya terfokus pada suatu perkara saja.

NU Online

"Indonesia ini di dalam perbedaan agama itu harus tetap bhinneka tunggal ika. Tidak hanya negara Islam, karena negara Islam sekarang sudah tidak ada. Khalifah itu sudah habis, yakni khalifah yang pertama Khulafaur Rasyidin, kedua Muawwiyah, Abbasiyah dan terakhir Khulafa Usmaniyyah," tutur kiai kharismatik tersebut.

Ia berpesan kepada rakyat Indonesia agar tetap menjaga kondisi bangsa. Menjaga dari kesemrawutan bangsa. "Islam itu rahmatan lil alamin. Islam itu harus ada ulama, apalagi bangsa. NU juga harus bisa mengaji kitab, baca Quran, tahu artinya," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73319/pesan-kh-maimoen-zubair-saat-disowani-banser

NU Online

Minggu, 13 Desember 2015

Nikmati Aplikasi Android NU Online Versi-2

Jakarta, NU Online. Mengikuti perkembangan teknologi yang tak pernah berhenti, Alhamdulillah kali ini NU Online telah meluncurkan aplikasi android versi ke-2 yang telah mendapat beberapa penyempurnaan dari berbagai kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Berikut ini cara mengaplikasikannya.

Menurut salah seorang tim IT NU Online, Ardyan Novanto Arnowo, pada aplikasi android yang baru ini, NU Online sudah dapat menyesuaikan ukuran tampilan layar pada berbagai versi android pengguna seperti ginger bread, honeycomb, Ice Cream Sandwidch, bahkan Jelly Bean. Pada ukuran huruf (fonts) juga sudah diperbesar, sehingga memudahkan pengakses utuk dapat membaca konten website serta bernavigasi di dalamnya.

Nikmati Aplikasi Android [MEDIA] Versi-2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Nikmati Aplikasi Android [MEDIA] Versi-2 (Sumber Gambar : Nu Online)


Nikmati Aplikasi Android NU Online Versi-2

Aplikasi android NU Online versi ke 2 ini dapat di download melalui google play store atau klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NUonline.NUmobile2

NU Online

Aplikasi android versi ke-2 ini otomatis update dari versi sebelumnya pada google play store. Aplikasi android versi ke-2 ini dipasang di google play sebagai aplikasi terpisah dari sebelumnya, karena kebijakan google play tidak mengizinkan upload update APK jika certificate-nya berbeda.

NU Online

Namun penting untuk diperhatikan adalah melakukan uninstall atau menghapus aplikasi android NU Online versi yang lama terlebih dahulu sebelum melakukan instalasi versi yang terbaru ini, kata Ovan, panggilan akrab Ardyan Novanto Arnowo.

Ditambahkannya, saat ini juga masih dikembangkan lagi fitur untuk dapat melakukan share ke twitter dan facebook melalui aplikasi android terbaru tersebut.

NU Online sebagai corong Nahdlatul Ulama dan Islam Ahlussunnah wal Jamaah telah siap menyambut era teknologi informasi yang semakin tidak terbatas ruang dan waktu. Pada awalnya NU Online hanya fokus pada pemberitaan melalui website resmi PBNU yang beralamat pada www.nu.or.id saja, namun seiring dengan waktu dan kemajuan jaman, maka juga dilakukan pembaruan pada berbagai bidang demi memudahkan Nahdliyin dimana saja untuk bisa mendapatkan informasi tentang NU dan berbagai kegiatannya.

2013 lalu, pada peringatan hari lahir atau Harlah ke-10, telah diluncurkan web versi mobile NU Online yang akan otomatis dapat terdeteksi oleh browser pada perangkat bergerak sehingga akan langsung mengarah pada http://m.nu.or.id lalu diluncurkan pula versi android NU Online yang pertama.

Namun dikarenakan pertumbuhan teknologi yang tidak pernah berhenti, begitu pula kami di NU Online akan terus berimprovisasi. Maka diluncurkanlah aplikasi android NU Online versi ke-2 ini, kata Ovan. (A. Khoirul Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50686/nikmati-aplikasi-android-nu-online-versi-2

Senin, 16 November 2015

KH Dimyati Rois Ungkap 3 Sebab NU Didirikan

Kendal, NU Online. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois nampak begitu tegar diusianya yang sudah senja saat menerima rombongan Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Selasa (24/1) lalu di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Ia berjalan dari kediamannya ke sebuah tempat di Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadlilah Kaliwungu Kendal yang khusus diperuntukkan menerima tamu. Ia melangkah dengan didampingi para santrinya.

KH Dimyati Rois Ungkap 3 Sebab NU Didirikan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Dimyati Rois Ungkap 3 Sebab NU Didirikan (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Dimyati Rois Ungkap 3 Sebab NU Didirikan

Kiai dengan gaya bicaranya yang khas dan penuh humor itu memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menemuinya. Kiai yang pernah mondok di Pesantren Sarang ini masih fasih dan terang dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa sejarah masa lalu.

Kepada rombongan Anjangsana yang terdiri dari 17 orang itu, Abah Dim (sapaan masyarakat setempat) kepada KH Dimyathi Rois memberikan penguatan ke-NU-an secara historis.

NU Online

NU Online

Ia menjelaskan 3 fakta sejarah yang menjadi sebab didirikannya Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak lepas dari ikhtiar lahir dan batin dari sejumlah ulama pesantren di Nusantara.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadlilah Kaliwungu ini, NU didirikan pertama, musyawarah dan keputusan bersama 50 ulama besar Nusantara.

Kedua, istikharah para ulama Nusantara untuk mendirikan sebuah wadah organisasi, dan ketiga, keputusan para ahli kasyaf atas permintaan yang diajukan oleh para kiai di Nusantara, jelas salah seorang Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 itu.

Murid dari KH Marzuqi Dahlan Lirboyo itu menambahkan, NU didirikan oleh para ulama terpilih yang memiliki kapasitas keilmuan luhur dan juga kesalehan mulia.

Sebab itu, Nahdliyin dan pengurus NU di seluruh Indonesia perlu meneladani dan melestarikan nilai-nilai yang tertanam kuat pada diri para kiai dan ulama untuk mengokohkan organisasi guna memperkuat bangsa dan negara.

Dengan tetap melestarikan dan menerapkan nilai-nilai kiai, menurut kiai kelahiran Brebes ini, NU akan tetap berdiri dan berkembang sebagai cahaya penuntun umat di tengah perkembangan zaman dan tantangan teknologi modern yang saat ini masif mempengaruhi karakter seseorang.

Dalam momen Harlah ke-91 NU ini, Abah Dim tentu berharap Ormas Islam terbesar di dunia makin matang di segala ini sehingga mampu memperkuat NU, baik secara jamaah maupun jamiyah. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74983/kh-dimyati-rois-ungkap-3-sebab-nu-didirikan

NU Online

Minggu, 20 September 2015

Mantan Menag Menangis Mendengar Program Cetak Al-Quran Dihentikan

NU Online - Program pemerintah sebelumnya melalui Kementerian Agama yakni satu rumah memiliki satu Kitab Suci Al-Quran terancam tak terwujud.

Mantan Menag Menangis Mendengar Program Cetak Al-Quran Dihentikan - NU Online
Mantan Menag Menangis Mendengar Program Cetak Al-Quran Dihentikan - NU Online


Mantan Menag Menangis Mendengar Program Cetak Al-Quran Dihentikan

Hal ini setelah mesin percetakan Al-Quran milik Kementerian Agama (Kemenag) yang digunakan untuk mewujudkan program tersebut segera "dikubur" dan mesin-mesinnya yang bernilai Rp 28 miliar segera menjadi besi tua. "Ya, jadi mesin besi karatan dan besi tua," ungkap mantan Menteri Agama RI, Maftuh Basuni, di kediamannya, Rabu malam (11/8) lalu.

Dengan nada sedih dan suara serak lantaran kesehatannya terganggu, menteri agama periode Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I tersebut mengatakan tidak habis pikir dana yang diinvestasikan demikian besar dan diharapkan dapat memenuhi harapan program satu rumah umat Islam dapat memiliki satu Al-Quran, dalam perjalanannya justru segera masuk "liang kubur" alias mati tak terurus.

Di lingkungan Kementerian Agama, lanjut dia, masih ada oknum yang tidak suka percetakan Al-Quran milik kementerian itu dapat berjalan dengan baik. Alasannya, bila percetakan itu berjalan bagus tentu ke depan pengadaan Alquran tidak lagi dilakukan dengan tender. Jika dengan tender, tentu ada komisinya.

"Ujungnya ya komisi," sebut Maftuh yang saat itu pembicaraan kerasnya didengar penulis biografinya, Lingga Akbar.

Lembaga percetakan Al-Quran dibangun dengan dukungan uang APBN dan akan dikelola sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah pembinaan Departemen Agama (kini Kemenag). Dana yang dihabiskan mencapai Rp 30 miliar di atas lahan 1.530 meter.

Di atas lahan seluas itu ada mesin pracetak, mesin cetak web, mesin cetak warna, mesin cetak sheet DS4, dan mesin-mesin lainnya. "Saya mencari mesin cetak terbaik. Saat itu saya minta rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kenang Maftuh dengan nada meninggi.

Maftuh mengatakan, lembaga percetakan Alquran ini dibangun dengan uang dari APBN dan akan dikelola sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah pembinaan Departemen Agama. Percetakan Alquran di Jalan Raya Puncak, Km 65, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, itu diresmikan pada 15 November 2008 dan mulai berhenti beroperasi sejak pertengahan 2015.

"Saya enggak tahu, sejak dicopot, mengapa percetakan itu tak jalan lagi," ungkap Samidin Nashir, melalui saluran telepon Kamis pagi.

Hadirnya percetakan Al-Quran ini sudah lebih dari 38 tahun dinantikan. Setelah Maftuh lengser, mencuat kasus korupsi Al-Quran di era menteri Suryadharma Ali. Padahal, percetakan tersebut tergolong modern, kapasitas produksi mencapai 1,5 juta eksemplar per tahun. Rencananya, percetakan itu diharapkan dapat menjadi awal menentukan bentuk pelat baku dan meminimalkan salah cetak Al-Quran.

Melalui standar pengawasan mutu ketat yang ditangani Lajnah Pentashih Al-Quran tentu kesalahan cetak bisa dihindari. Lagi pula, perlakuan mencetak kesuciannya terjaga. "Bukan sampul Alquran dijadikan terompet seperti kasus tahun lalu," ujarnya.

Percetakan itu kini hanya ditunggui penjaga. Tidak ada lagi aktivitas. "Sedih, walaupun saya sudah ngasih solusi ke sekjen Kemenag," ungkap Samidin. [NU Online] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/mantan-menag-menangis-mendengar-program-program-cetak-alquran-dihentikan.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock