Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juni 2017

Maarif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

Surabaya, NU Online. Nahdlatul Ulama patut berbangga lantaran dari hasil pengumuman Ujian Nasional (UN) 2013 untuk tingkat Madrasah Aliyah, ternyata didominasi madrasah dari kalangan lembaga pendidikan Maarif.

Perasaan bangga itu disampaikan oleh Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur, Akhmad Muzakki, PhD.

Maarif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)


Maarif NU Bersyukur Sekolahnya Dominasi UN Tertinggi

Tahun ini kita layak bersyukur lantaran sejumlah siswa berprestasi adalah dari lembaga pendidikan di bawah LP Maarif, katanya.

Untuk tingkat Madrasah Aliyah Program IPA, ada nama Alif Kholifah dari MA Mathaliul Anwar Lamongan dengan nilai UN 57.00. Demikian juga Teguh Ari Wibowo dari MA Abu Dzarrin Bojonegoro dengan total nilai 56.85.

NU Online

Untuk program keagamaan tercatat Novi Octavia dari MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.35), kemudian Himatul Mukaromah dari MA MA Tarbiyatut Thalabah Lamongan (55.30).

NU Online

Sedangkan dari program SMK terdapat nama Ardi Pranata dari SMK NU I Karanggeneng Lamongan yang mengumpulkan nilai UN 38.20

Melihat hasil sangat istimewa ini, Muzakki menandaskan PW LP Maarif NU Jatim patut berbangga.

Hasil ini merupakan proses kerja keras para pendidik dalam mengelola kualitas pendidikan sesuai standar nasional pendidikan, tandas dosen pasca sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini kepada NU Online (27/5).

Hasil ini menggambarkan bahwa tingkat pendidikan warga NU menunjukkan kualitas yang lebih baik, katanya. Apalagi fakta telah menunjukkan dimana jumlah madrasah dan sekolah di Lembaga Pendidikan Maarif NU Jatim mendominasi peringkat tertinggi, tidak terpaut jauh dengan sekolah negeri maupun madrasah negeri, lanjutnya.

Dalam pandangannya, prestasi yang diperoleh madrasah maupun sekolah di atas membuktikan bahwa lembaga pendidikan di bawah LP Maarif telah mampu menunjukkan kualitas yang berdaya saing tinggi pada satu sisi dan disertifikasi kualitas pada sisi yang lain.

Ada sejumlah pesan penting dari torehan ini yakni pertama bahwa tidak hanya di program keagamaan, Maarif berprestasi melalui madrasah-madrasahnya, melainkan juga program umum, baik melalui wadah SMA maupun SMK.

Kedua, meskipun berstatus swasta, tapi sekolah maupun madrasah di lingkungan Maarif mampu menunjukkan hasil yang tidak kalah baik dibandingkan sekolah negeri walaupun fasilitas pendukung harus diupayakan sendiri tanpa menggantungkan dari anggaran pemerintah atau negara, kata Muzakki.

Salah seorang komisioner Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini berharap agar prestasi yang diraih tersebut dapat melecut semua madrasah serta sekolah di lingkungan Maarif NU.

Kita berharap raihan ini kian membuat saling gayung bersambut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU, pungkasnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44736/maacircarif-nu-bersyukur-sekolahnya-dominasi-un-tertinggi

NU Online

Minggu, 12 Februari 2017

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

Jakarta, NU Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Rabu (20/1) siang ini, menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Denmark. Rombongan yang diterma pengurus harian PBNU membincang isu terorisme dan penjajakan kerja sama antara kedua belah pihak.

Dubes Denmark Casper Klynge yang datang bersama tiga stafnya menyampaikan bela sungkawa atas tragedi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia berkeyakinan bahwa terorisme bukan wajah asli Indonesia.

Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)


Dubes Denmark Ajak NU Kerja Sama Kampanye Perdamaian

Kami tetap akan bersatu bersama Indonesia dalam hal perang terhadap terorisme, ujarnya di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Bendahara Umum H Bina Suhendra di kantor PBNU, Lantai 3, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

NU Online

Casper Klynge mengapresiasi NU juga ormas-ormas Islam moderat di Indonesia yang konsisten berjuang membina dan mendorong masyarakat tentang pentingnya toleransi dan perdamaian. Ia menawarkan, suatu saat warga muslim dari NU berkunjung ke Denmark untuk mengenalkan gagasan Islam Nusantara yang dinilai menjunjung tinggi perdamaian.

Marsudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ini melalui media nasional dan internasional. Bahkan, katanya, akhir pekan lalu PBNU telah menghimpun para pimpinan 12 ormas Islam dan lintas agama untuk bersama-sama menyerukan perang terhadap terorisme dan radikalisme dalam sebuah apel bela negara.

NU Online

Ia juga mengusulkan Kedubes Denmark bisa menerjemahkan buku-buku yang dikarang para penulis NU ke dalam bahasa yang mudah dicerna warga Denmark. Marsudi yakin, ajaran moderat yang terkandung di dalamnya dapat menjadi jalan keluar bagi gejala ekstremisme di sana.

Ketum PBNU merespon positif ajakan kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, Islam Nusantara sejatinya hanya penegasan kembali tentang Islam yang menghargai jati diri kebangsaannya. Hal ini yang menurutnya tak ada di Timur Tengah.

Di Timur Tengah, jika ada seorang ulama maka ia bukan nasionalis. Bila ada seorang nasionalis maka ia bukan ulama. Tapi di Indonesia, keduanya bisa kita temukan, ujarnya. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65135/dubes-denmark-ajak-nu-kerja-sama-kampanye-perdamaian

NU Online

Rabu, 25 Januari 2017

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV

Subang, NU Online. Film karya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang berjudul Santri Backpacker siap ditayangkan di AswajaTV pada bulan Ramadlan mendatang.

Demikian disampaikan Ali Cahyadi, salah seorang kru Film Santri Backpacker di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Subang, Sabtu (16/5)

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV (Sumber Gambar : Nu Online)


Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV

"Kemarin kita sudah menyerahkan film karya PCNU Subang kepada pihak AswajaTV, di sana kita diwawancara juga. Insya Allah filmnya akan diputar pada bulan puasa, mengenai tanggal dan waktunya nanti menyusul," papar Ali

NU Online

Ali melanjutkan, bulan Ramadlan dipilih sebagai waktu penayangan film Santri Backpacker karena menyesuaikan jadwal dari AswajaTV yang kini sedang padat acara. "Karena kita ngasih filmnya belakangan jadi ya ngantri, tapi saya tetap berharap agar Pengurus NU di daerah lain bikin film juga," tambahnya.

NU Online

Ali mengatakan, film ini menceritakan tentang perjalanan santri yang mencari ilmu ke tiga pesantren. Di pesantren-pesantren itu mereka mendapatkan pelajaran tentang keberagamaan yang mengusung nilai kasih sayang, bukan paksaan dan kekerasan.

"Kita ingin menyampaikan bahwa pesantren-pesantren yang berafiliasi ke NU itu mengusung Islam rahmatan lil alamin, jangan lupa nanti nonton ya," tutupnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59567/film-santri-backpacker-siap-tayang-di-aswajatv

NU Online

Jumat, 09 Desember 2016

Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat

Kudus, NU Online. Bagi seorang Muslim, bisa membaca Al-Quran merupakan bagian dari nikmat (karunia) yang diberikan Allah SWT. Sebab, tak sedikit juga orang Islam yang tidak bisa membaca Al-Quran.

Cendekiawan muslim asal Syiria Dr. Mahir Hasan Al-Munajjid mengutarakan hal itu dalam Halaqah Quraniyyah yang diselenggarakan oleh Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1).

Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)


Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat

Bisa membaca Al-Quran merupakan nikmat yang luar biasa. Selain itu, Al-Quran juga membawa manfaat baik di dunia maupun di akhirat, ujar Dr. Mahir Hasan Al-Munajjid dalam halaqah yang digelar di aula masjid kampus UMK itu yang dikirim melalui siaran pers kepada NU Online.

Dia pun mengutip pernyataan Imam Syafii, bahwa siapa saja yang ingin meraih kebahagiaan di dunia, maka dengan Al-Quran. Barangsiapa yang ingin bahagia di akhirat, maka dengan Al-Quran. Dan barangsiapa yang ingin bahagia di dunia maupun akhirat, ya dengan Al-Quran.

NU Online

NU Online

Al-Quran bersama amal salih, adalah penolong kita kelak setelah menemui kematian, tegasnya di hadapan sekitar seratus peserta halaqah yang terdiri atas pelajar, dosen, guru, hingga pengasuh pesantren.

Terkait hukum-hukum positif yang ada di Indonesia, dia melihat banyak yang untuk kemaslahatan (kebaikan) masyarakat meskipun tidak secara tegas mengambil sumber dari Al-Quran. Contohnya adalah Undang-Undang (UU) Lalu Lintas. UU ini adalah untuk kemaslahatan, tuturnya.

Sementara itu, terkait maqalah Al-Quran diturunkan dalam tujuh huruf (sabatu ahruf), Dr. Mahir menilai bahwa yang dimaksud adalah tujuh dialek, sehingga kemudian dikenal ada qiraat sabah, bahkan ada qiraat asyrah.

Namun ada dua syarat, siapa pun yang hendak mempelajari baik qiraat sabah maupun qiraat asyrah, pertama harus benar-benar menguasai satu qiraat terlebih dahulu dan menguasai kitab Syathibiyyah, jelasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74873/cendekiawan-syiria-amal-saleh-dan-al-quran-penolong-di-akhirat

NU Online

Selasa, 05 Juli 2016

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri

Jember, NU Online. Kalau mau menjadi anggota NU, niatilah untuk mencari ridlo Allah. Jangan berniat mencari sesuatu selain itu. Sebab, ketika berniat mencari sesuatu, pasti tidak akan didapat. Hal tersebut dikemukakan Ketua PCNU Jember, KH Abdulah Syamsul Arifin dalam sebuah acara pengajian Aswaja di Kaliwates, belum lama ini.

Menurutnya, jika berniat mencari keuntungan duniawi lewat NU, biasanya tidak akan pernah tercapai. Sebab, NU bukan lembaga profit. "Tapi jangan khawatir jika bekerja untuk NU dengan ikhlas, keuntungan dunia pasti mengikuti. Itu namnya barokah. Ini fakta," terang Gus Aab, sapaan akrabnya Rabu (31/8).

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)


Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri

Ia lalu menceritakan sisi barokah NU yang dia rasakan sebagai Ketua NU. Dikatakannya, dalam menghadiri undangan apa pun yang atas nama NU, ia mengaku tak pernah menggunakan kas NU, tapi uang pribadi.

Namun, lanjutnya, uang tersebut pasti diganti oleh Allah di tempat lain dengan cara yang lain pula. "Saya misalnya diundang ke kantor PWNU Jawa Timur, saya pakai uang sendiri untuk ongkos, tapi pulangnya insyaallah saya dapat lebih banyak dari ongkos yang saya keluarkan, karena saya masih mampir di sekian tempat untuk mengisi pengajian," tukasnya sambil tersenyum.

NU Online

NU Online

Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Jember itu lalu menyinggung kata-kata bijak yang sering diucapkan almarhum KH Muchit Muzadi terhadap pengurus NU. Katanya, kalau masuk atau menjadi pengurus NU, jangan berkata ingin membesarkan NU. NU tidak perlu dibesarkan. Sebab, NU sudah besar.

"Yang penting kita masuk NU, niat dandani awak. Ingin membenahi diri. Karena di NU kita berkumpul dengan ulama dan orang saleh. Itu kata Kiai Muchit. Jadi, dengan masuk NU, niat utama kita memperbaiki diri dulu. Lebih dari itu, NU menjadi kontrol sosial bagi kita. Kita jadi malu untuk berbuat yang tidak-tidak, apalagi pengurus," terangnya. (aryudi a razak/ abdullah alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70883/jika-masuk-nu-niati-untuk-perbaiki-diri

NU Online

Minggu, 22 Mei 2016

Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji

Rembang, NU Online. Dalam sebuah kesempatan mengajar, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengatakan:



Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)


Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji

Artinya: Demi Allah Dzat Yang Maha Agung, pondok bukan wasilah ke surga,yang menjadi wasilah adalah ngajinya.

NU Online

Kiai sepuh yang pernah belajar di Makkah Al-Mukarromah lebih dari 2 tahun tersebut menerangkan bahwa pondok itu termasuk bagian dalam dunia. Banyak kiai yang tidak paham. Karena pondok itu kalau kiainya meninggal, anaknya akan saling berebut.

"Ini menunjukkan kalau pondok itu bagian dari dunia. Akidahku dan kakek-kakekku semuanya tidak pernah berharap pondok. Saya ngajar Ihya Ulumuddin dan kitab lainnya, di hati tidak ada sekelumitpun ingin punya pondok," terang putra pertama KH Zubair tersebut.

NU Online

Kiai yang lebih akrab disapa Mbah Moen ini juga berpesan agar tetap berpegang erat dan tetap mengutamakan budaya ngaji dan belajar kitab salaf. "Pokoknya yang harus dipegang erat, kamu harus ngaji dan mengajar kitab salaf. Dunia tidak akan kiamat selama orang masih mau mengaji," tuturnya. (Aan Ainun Najib/Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67425/mbah-maimoen-dunia-tidak-akan-kiamat-selama-orang-masih-mau-mengaji

Selasa, 26 April 2016

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser

Rembang, NU OnlineMustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menuturkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan bahwa Indonesia walaupun di dalamnya ada perbedaan agama, prinsip bhinneka tunggal ika harus tetap dijaga.

"Mari kita jaga bersama keadaan dan keutuhan Indonesia. Mari kita buat Indonesia ini menjadi lebih baik. Mari kita minta kepada Allah, agar Indonesia dikuatkan," ajaknya di hadapan puluhan kader Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kabupaten Rembang saat sowan di kediamannya, Ahad (27/11) sore.

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser

Ia mengatakan bahwa keberislaman di Indonesia sekarang sudah cukup ramai. Dulu, kisanya, ketika ia masih kecil, orang sembahyang hanya sepuluh persen. Baca syahadat hanya ketika akan kawin. Tapi sekarang anak kecil sudah bisa baca syahadat.

"Ini suatu hal yang harus disyukuri Indonesia," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut.

NU Online

Mbah Moen, sapaan akrabnya menambahkan, bahwa Nabi diutus untuk mengurusi keseluruhan, bukan hanya terfokus pada suatu perkara saja.

NU Online

"Indonesia ini di dalam perbedaan agama itu harus tetap bhinneka tunggal ika. Tidak hanya negara Islam, karena negara Islam sekarang sudah tidak ada. Khalifah itu sudah habis, yakni khalifah yang pertama Khulafaur Rasyidin, kedua Muawwiyah, Abbasiyah dan terakhir Khulafa Usmaniyyah," tutur kiai kharismatik tersebut.

Ia berpesan kepada rakyat Indonesia agar tetap menjaga kondisi bangsa. Menjaga dari kesemrawutan bangsa. "Islam itu rahmatan lil alamin. Islam itu harus ada ulama, apalagi bangsa. NU juga harus bisa mengaji kitab, baca Quran, tahu artinya," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73319/pesan-kh-maimoen-zubair-saat-disowani-banser

NU Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock