Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2016

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Jakarta, NU Online. Komunitas PPM ASWAJA dan Sarkub menyalurkan sepeda motor kepada aktivis NU yang bertugas membantu dakwah dan pendidikan Islam di Papua untuk mempermudah jangkauan dakwah hingga ke pelosok, Ahad (20/12). Pasalnya dakwah di perkotaan sangat jauh berbeda dengan dakwah yang dilakukan para dai di daerah Papua.

Fasilitas ini sangat membantu dan memudahkan dakwah agar bisa lebih luas hingga ke daerah-daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Penyerahan berlangsung di halaman pesantren Ya Bunaya Yoka Waena Papua. Penyerahan sepeda motor juga dihadiri oleh Ustadz Fiqi selaku Pengurus MUI provinsi Papua.

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)


Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Ustadz Fiqi mengapresiasi kiriman bantuan terhadap aktivis NU Papua.

"Papua adalah satu provinsi yang mana pluralismenya luar biasa, sehingga Papua sangat membutuhkan para dai yang mempunyai jiwa pluralisme juga. Dengan adanya aktivis yang dikirim oleh PPM ASWAJA, Sarkub dan LDNU menjadi satu mata air baru yang bisa menjernihkan dan menyirami tanah Papua ini dengan dakwah yang santun sehingga mampu mengayomi segala macam warna yang ada di Papua," ujar Ustad Fiqi.

NU Online

Selama ini, menurutnya, para aktivis NU di Papua memiliki sarana dan prasarana yang sangat minim meski semangat aktivis NU luar biasa dengan berbagai kegiatan di tanah Papua ini. Dengan adanya motor ini semoga dakwah yang sudah dilaksanakan bisa menjangkau daerah yang belum tersentuh.

NU Online

Abdul Wahab selaku Kordinator Aktifis NU yang dikirim oleh PPM ASWAJA dan Sarkub berharap adanya motor operasional itu dapat membantu dan meringankan beban aktivis NU dalam menjangkau aktivitas dakwah di daerah Papua.

"Semoga Allah SWT memberikan pertolongan-Nya kepada para dai yang sedang mensyiarkan Islam rahmatal lil alamin ala aqidah ahlussunah wal jamaah," ujar Wahab.

Menurut Abdul, motor itu dibeli dari dana sumbangan para donator yang dikirim oleh PPM ASWAJA. Kami ucapkan kepada segenap donatur yang sudah memberikan bantuan melalui PPM ASWAJA dan Sarkub, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam segala urusannya, dan semoga menjadi amal saleh para donatur yang dapat memberikan berkah dan manfaat kepada umat," pungkas Abdul Wahab.

Sepeda motor diserahkan langsung kepada Ustadz Yustafat yang hadir mewakili aktivis NU Papua. Sahabat yang ingin menyisihkan rezekinya untuk membantu dawah Islam, pendidikan anak dan kegiatan sosial kemanusian di Papua bisa menyumbangkannya dalam bentuk buku tulis, pensil, kitab Iqro, kitab tuntunan sholat, Juz Amma, Al-Quran, sarung, peci, baju koko, jilbab, dan lain-lain. Sumbangan bisa dikirimkan langsung ke kordinator Sarkub Papua. (Red Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64425/aktivis-nu-papua-terima-bantuan-motor-dakwah

NU Online

Senin, 20 Juni 2016

Pendidikan Maju, Sayangnya Hanya Andalkan Aspek Jasadiyah dan Aqliyah

Sumedang, NU Online. Ketua PP Maarif NU H Arifin Junaedi menyatakan, lembaga pendidikan di Indonesia dari segi kuantitas sudah maju, tetapi sayangnya, hanya menitikberatkan aspek badaniyah dan aqliyah, sedangkan pendidikan ruhaniyah (moral) dan pendidikan amaliyah dari hasil kegiatan pembelajaran sudah mulai ditinggalkan.

Hal ini dikatakan ketika memberi sambutan dalam acara rapat kerja Pengurus Cabang LP Maarif NU Kab. Sumedang yang silaksanakan pada Sabtu-Ahad (28-29/5) di Kuningan.

Pendidikan Maju, Sayangnya Hanya Andalkan Aspek Jasadiyah dan Aqliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Maju, Sayangnya Hanya Andalkan Aspek Jasadiyah dan Aqliyah (Sumber Gambar : Nu Online)


Pendidikan Maju, Sayangnya Hanya Andalkan Aspek Jasadiyah dan Aqliyah

Untuk itu ia menekankan pentingnya mendidikan dan menciptakan kecerdasan moral bagi anak didik. Dalam hal ini, pelatihan-pelatihan guru harus dilaksanakan dan didesain untuk mengembangkan kecerdasan tersebut.

"Kami memberi apresiasi sebesar-besarnya kepada LP Maarif Cabang Sumedang yang telah rutin melaksanakan pelatihan guru. Kami insyaallah akan selalu siap membantu bilamana LP Maarif Sumedang memerlukan pemateri dari Pengurus LP Maarif pusat," kata Arifin Junaedi.

NU Online

NU Online

Ilih, selaku Ketua PW Maarif NU Jawa Barat juga memberikan motivasi supaya LP Maarif Sumedang bisa terus bermujahadah dalam menggerakan LP Maarif agar terus maju.

"Kita terus tingkatkan budaya ikhlas beramal di lingkungan pengurus LP Maarif serta para pendidik di bawah LP Maarif NU," kata Ilih.

Cucu Suhayat selaku Ketua LP Maarif Cabang Sumedang berharap agar madrasah-madrasah di bawah LP Maarif NU terus berkembang dan tambah sejahtera.

Sebelum kegiatan rakercab dimulai, dilaksanakan pula diskusi panel berkenaan penumbuhan perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

"Alhamdulillah kegiatan rakercab ini berjalan sesuai yang kita harapkan. Semoga dengan terlaksananya kegiatan rakercab ini bisa menjadikan LP Maarif selalu komitmen, semakin solid dan juga senantiasa istiqomah dalam melaksanakan segala program kerja hasil dari kesepakatan bersama," kata Cucu.

Sebelum kegiatan rakercab, para peserta melaksanakan ziarah ke makam Sunan Gunungjati Cirebon yang dipimpin langsung oleh Wakil PWNU Jabar KH Muhammad Aliyyuddin. Setelah itu dilanjutkan studi banding ke Pesantren Buntet Cirebon, yang dalam kesempatan itu juga berziarah ke makam pendiri Pesantren Buntet yang dipimpin langsung oleh Ketua Jatman Kab. Sumedang Kiai Ade Djunaedi.

Kegiatan rakercab ini dihadiri oleh 60 orang peserta yang terdiri dari kepala dan bendahara madrasah/sekolah di bawah LP Maarif NU Sumedang. (Dede Rohmat Apandi/Ayi Abdul Kohar/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68665/pendidikan-maju-sayangnya-hanya-andalkan-aspek-jasadiyah-dan-aqliyah

NU Online

Sabtu, 18 Juni 2016

LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM

Pekalongan, NU Online. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Kota Pekalongan selama bulan Ramadhan 1434 H akan menggelar kegiatan ngaji Aswaja secara live di Radio Aswaja 107.8 FM.

Acara yang digelar setiap Selasa dan Sabtu malam dilakukan usai shalat tarawih hingga jam 11 malam bekerjasama dengan Radio Aswaja FM akan disiarkan langsung sehingga pendengar yang tidak bisa hadir masih bisa mendengarkan melalui radio.

LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)


LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM

Penanggung jawab Radio Aswaja FM H Muhtarom mengatakan, program tadarus amaliah Ahlussunnah wal Jamaah akan dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan mengkaji berbagai hal seputar aswaja.

Dikatakan, program ini sangat tepat untuk disajikan LDNU bekerjasama dengan radionya NU. Pasalnya, masih banyak umat Islam, khususnya Nahdliyin yang paham secara mendalam apa itu aswaja, meski dalam kesehariannya sudah menjalankannya.

NU Online

NU Online

Acara yang dimulai jam 21.00 hingga 23.00 WIB terbuka untuk Nahdliyin di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Jika ingin hadir dan melakukan dialog silahkan hadir pada waktu yang telah ditentukan, namun jika karena kesibukan bisa disimak di Radio Aswaja melalui 107.8 FM.

Ditambahkan, selama Ramadhan Radio Aswaja juga akan menggelar program khusus siaran selama 24 jam non stop dengan program ngaji kitab kuning, tausiyah kiai dan tadarus Al-Quran secara live oleh kader kader IPNU-IPPNU Kota Pekalongan.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45613/ldnu-gelar-tadarus-di-radio-aswaja-fm

NU Online

Minggu, 05 Juni 2016

Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes

Makassar, NU Online. Ikatan Alumni Mahadu al-Diraasaati al-Islamiyyah wa al-Arabiyyah MDIA Bontoala melaksanakan dialog yang merupakan Pra Musyawarah Besar (Mubes) Ahad (5/4) di Makassar.

Ketua Panitia, Zulkifli Anwar menyampaikan bahwa Kegiatan ini merupakan rangkaian mubes yang akan dilaksanakan pekan depan di Pondok Pesantren MDIA Bontoala Makassar (Jl.Lamuru No.65 Makassar).

Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes (Sumber Gambar : Nu Online)


Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes

"Kami mengundang para alumni untuk hadir dalam mubes tersebut," ujar Aktifis PMII Makassar ini.

Asep Saifullah, mengatakan bahwa radikalisme bukan hal yang baru. Peran alumni pesantren sangat dibutuhkan untuk membendung gerakan radikalisme tersebut.

NU Online

"Alumni pesantren harus rajin shalat di masjid karena kelompok radikal menjadikan masjid sebagai sasaran utamanya. Untuk membangun pesantren membutuhkan waktu yang lama maka mesjidlah yg menjadi sasarannya," tegas Ketua KPNU Sulsel.

NU Online

AGH. Abd. Mutthalib, pimpinan pesantren MDIA Bontoala menyatakan visi Pesantren ada dua yaitu tafaqqahuu fiddin dan pembinaan akhlak santri. Dengan berjalannya sistem pendidikan pesantren sesuai dengan dua visi tersebut, pesantren akan menjadi benteng Islam dari paham radikalisme dan ekstrimisme.

"Alumni pesantren harus terlibat aktif dalam membesarkan pesantren dan membendung paham radikalisme & kami dengan tegas menolak radikalisme," ungkap Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Makassar ini. (Rahman Hasanuddin/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58710/alumni-mdia-gelar-dialog-jelang-mubes

NU Online

Jumat, 18 Maret 2016

Mujahadah Al-Asmaul Husna NU Majenang Bergilir di 17 Ranting

Cilacap, NU Online. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, bersama ratusan jamaah menyelenggarakan acara Gebyar Mujahadah Al-Asmaul Husna 2 di Masjid Tanwirul Huda Ranting Desa Padangsari, Majenang, Ahad (2/2).

Kegiatan ini merupakan yang kali kedua setelah acara serupa diadakan perdana di Ranting NU Sindangsari. Kali ini MWCNU Majenang mengangkat tema Demi Kelestarian Umat agar Aman dan Sejahtera.

Mujahadah Al-Asmaul Husna NU Majenang Bergilir di 17 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Mujahadah Al-Asmaul Husna NU Majenang Bergilir di 17 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)


Mujahadah Al-Asmaul Husna NU Majenang Bergilir di 17 Ranting

Mujahadah Al-Asmaul Husna merupakan tindak lanjut dari program bersama Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) masa hidmah 2013-2018. Rencananya, program ini akan berlangsung setiap bulan secara bergilir di 17 ranting NU se-Kecamatan Majenang.

Wakil Ketua Tanfidaziyah MWCNU Kecamatan Majenang Anis Mamun Hidayat dalam kesempatan itu juga memperkenalkan program terbaru dari LDNU dan LTMNU Kecamatan Majenang berupa penerbitan buletin An-Nahdloh edisi pertama.

NU Online

Sesuai tema, Camat Majenang Drs Sadmoko Danardono, melalui Mantri Polisi Suprihatiyono, mengatakan, keamanan dan kesejahteraan seseorang tergantung pada pengenalan diri sendiri dan kemauan untuk saling mendukung.

NU Online

Kita bisa aman dan sejahtera, kalau kita semua bisa tahu posisinya masing-masing, dan saling bersinergi antara satu yang lain, ujanrya. (Abdul Muhid/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49909/mujahadah-al-asmaul-husna-nu-majenang-bergilir-di-17-ranting

NU Online

Jumat, 19 Februari 2016

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi

Banyuwangi, NU OnlineBanyaknya aset yang diwakafkan kepada jamiyah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Banyuwangi, mengundang langkah antisipatif dari Pengurus Cabang Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Banyuwangi untuk segera menyertifikasi aset-aset tersebut. Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, LWPNU Banyuwangi mengadakan sosialisasi tentang sertifikasi tanah wakaf dan pembinaan kepada para nadzir di lingkungan NU Banyuwangi.

Ketua LWPNU Banyuwangi Chaerudin menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, LWPNU menargetkan bisa menyertifikasi semua aset NU di Banyuwangi. Pada semester awal ini, LWPNU Banyuwangi gencarkan sosialisasi kepada seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Banyuwangi.

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi

Ada dua tahap sosialisasi yang kita lakukan. Pada tanggal 17 Juli kemarin, kita sosialisasi untuk MWCNU wilayah selatan di SMA NU Genteng. Dan pada hari ini, kita sosialisasi kepada pengurus MWCNU di wilayah utara, ungkap Chaerudin saat ditemui pada acara sosialisasi di MTs NU Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Ahad (24/7).

NU Online

Aset yang menjadi target sertifikasi meliputi gedung pendidikan, tanah aset pendidikan, TPQ, masjid, mushala, pesantren, kantor MWCNU maupun Ranting NU, hingga tanah kuburan. Untuk itu, LWPNU menggandeng BPN Banyuwangi sebagai mitra dan narasumber sosialisasi tersebut. Edi Suwignyo dan Mujiono dari BPN Banyuwangi menjabarkan tentang pentingnya sertifikasi pada berbagai aset tanah dan tentang mekanisme prosedural dalam mengurusnya. Sertifikasi ini penting untuk menjadi bukti legalitas, tutur Mujiono.

Sementara itu, Kemenag Kabupaten Banyuwangi memaparkan tentang berbagai persaolan hukum wakaf dalam perspektif fiqih dan perundang-undangan yang berlaku. Ada aturan-aturan tersendiri bagi para nadzir dalam melakukan pengelolaan wakaf, papar perwakilan Kemenag Banyuwangi KH Gufron Musyofa.

NU Online

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Banyuwangi H. Khozin Haris yang membuka acara tersebut menandaskan tentang pentingnya legalitas terhadap aset-aset yang telah diwakafkan ke NU. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai kasus penyerobotan tanah dan alih nama pewakaf. Terutama aset-aset masjid. Jangan sampai masjidnya NU justru diambil alih dan disertifikat oleh kelompok-kelompok lain, tutur dosen IAI Darussalam tersebut.

Lebih lanjut, Khozin memaparkan, PCNU Banyuwangi tidak hanya menggencarkan sertifikasi aset masjid saja, namun juga melakukan pendampingan dalam pemberdayaan pengurus masjid. Melalui Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), PCNU terus menggenjot tata kelola masjid yang baik. Sedangkan untuk pendidikan terhadap pengurus takmir masjid dalam berbagai persoalan keagamaan dan keaswajaan, PCNU Banyuwangi mendelegasikan kepada Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Aswaja NU Center Banyuwangi. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69975/nu-banyuwangi-target-2016-seluruh-aset-tersertifikasi

NU Online

Senin, 09 November 2015

Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai

Jakarta, NU Online. Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta melakukan penandatangan kerjasama budidaya cabai dengan Badan Teknologi Pertanian Jakarta pada acara peringatan Harlah ke-71 Muslimat NU di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Kamis (11/5).

Dalam kerjasama itu, Badan Teknologi Pertanian Jakarta memberikan 7.000 bibit cabai, yang nantinya setiap Pimpinan Cabang se-DKI Jakarta diberikan 1.000 bibit cabai untuk ditanam.

Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai

Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hisbiyah Rochim mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU yang bekerja sama dengan kementerian Pertanian. Sehingga, katanya, PW Muslimat NU DKI Jakarta ini menindaklanjuti dengan dinas pertanian setempat.

Hisbiyah menambahkan, cabai-cabai ini nantinya diberikan ke setiap cabang, anak cabang, dan ranting Muslimat NU supaya ditanam dan dirawat di halaman rumahnya agar bisa bersama-sama merasakan manfaat kerjasama ini.

NU Online

NU Online

Pertama, kan, menguntungkan untuk kepentingan di rumah itu sendiri. Kedua, kalau masih banyak ya diberikan ke tetanga-tetangganya, sehingga tetangga itu bisa merasakan juga, kata Hisbiyah usai acara.

Menurutnya, kerjasama ini dilakukan karena PP Muslimat NU memandang perlu untuk kebutuhan sehari-hari ibu rumah tangga yang tidak bisa lepas dari sembako.

PP (Muslimat) menganggap ini perlu untuk meringankan ibu-ibu semuanya untuk keperluan di rumah tangganya. Memberikan sedikit kesejahteraan, ujarnya. (Husni Sahal/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77842/muslimat-nu-dki-jakarta-sebar-7-ribu-bibit-cabai

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock