Tampilkan postingan dengan label Toleransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toleransi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai

NU Online - Melihat referensi yang ada, sistem khilafah saat ini muttafaq alaih sudah selesai, tidak ada, alias bid'ah. Buktinya adalah, pertama, hadits shahih berikut ini:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُمْهَانَ قَالَ حدثني سَفِينَةُ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْخِلاَفَةُ فِي أُمَّتِي ثَلاَثُونَ سَنَةً ثُمَّ مُلْكٌ بَعْدَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ لِي سَفِينَةُ أَمْسِكْ خِلاَفَةَ أَبِي بَكْرٍ ثُمَّ قَالَ وَخِلاَفَةَ عُمَرَ وَخِلاَفَةَ عُثْمَانَ ثُمَّ قَالَ لِي أَمْسِكْ خِلاَفَةَ عَلِيٍّ قَالَ فَوَجَدْنَاهَا ثَلاَثِينَ سَنَةً قَالَ سَعِيدٌ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّ بَنِي أُمَيَّةَ يَزْعُمُونَ أَنَّ الْخِلاَفَةَ فِيهِمْ قَالَ كَذَبُوا بَنُو الزَّرْقَاءِ بَلْ هُمْ مُلُوكٌ مِنْ شَرِّ الْمُلُوكِ.

Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai - NU Online
Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai - NU Online


Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai

Artinya: Sa’id bin Jumhan berkata “Safinah menyampaikan hadits kepadaku, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pemerintahan Khilafah pada umatku selama tiga puluh tahun, kemudian setelah itu dipimpin oleh pemerintahan kerajaan.” Lalu Safinah berkata kepadaku: “Hitunglah masa kekhilafahan Abu Bakar (2 tahun), Umar (10 tahun) dan Utsman (12 tahun).” Safinah berkata lagi kepadaku: “Tambahkan dengan masa khilafahnya Ali (6 tahun). Ternyata semuanya tiga puluh tahun.” Sa’id berkata: “Aku berkata kepada Safinah: “Sesungguhnya Bani Umayah berasumsi bahwa khilafah ada pada mereka.” Safinah menjawab: “Mereka (Bani Umayah) telah berbohong. Justru mereka adalah para raja, yang tergolong seburuk-buruk para raja”. (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

Hadits di atas menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa kepemimpinan khilafah yang mengatur roda pemerintahan umat sesuai dengan ajaran kenabian (khilafah al-nubuwwah) dan menerapkan syariat Islam secara sempurna, hanya berjalan selama tiga puluh tahun, yaitu masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali -radhiyallahu ‘anhum. Sebagian ulama ada yang memasukkan masa pemerintahasan Sayidina Hasan bin Ali -radhiyallahu ‘anhuma-, ke dalam khilafah al-nubuwwah ini, karena masa kekuasaan beliau melengkapi masa tiga puluh tahun tersebut. Kedua, hadits lain yang menjelaskan tentang khilafah al-nubuwwah, adalah hadits shahih berikut ini:

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا شَاءَ، ثُمَّ تَكُوْنُ الْخِلاَفَةُ عَلىَ مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًّا فَتَكُوْنُ مُلْكًا مَا شَاءَ اللهُ، ثُمَّ يَرْفَعُهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهُ ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ. قَالَ حَبِيبٌ فَلَمَّا قَامَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَكَانَ يَزِيدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ فِي صَحَابَتِهِ فَكَتَبْتُ إِلَيْهِ بِهَذَا الْحَدِيثِ أُذَكِّرُهُ إِيَّاهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَرْجُو أَنْ يَكُونَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ يَعْنِي عُمَرَ بَعْدَ الْمُلْكِ الْعَاضِّ وَالْجَبْرِيَّةِ فَأُدْخِلَ كِتَابِي عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَسُرَّ بِهِ وَأَعْجَبَهُ.“

Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhyalahu ‘anhu, berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Kenabian akan menyertai kalian selama Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkat kenabian itu bila menghendakinya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian dalam waktu Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya. Kemudian akan datang kerajaan yang menggigit dalam waktu yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya dan diganti dengan kerajaan yang memaksakan kehendaknya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian. Lalu Nabi SAW diam”.

“Habib bin Salim berkata: “Setelah Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, sedangkan Yazid bin al-Nu’man bin Basyir menjadi sahabatnya, maka aku menulis hadits ini kepada Yazid. Aku ingin mengingatkannya tentang hadits ini [yang aku riwayatkan dari ayahnya]. Lalu aku berkata kepada Yazid dalam surat itu: “Sesungguhnya aku berharap, bahwa Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang mengikuti minhaj al-nubuwwah sesudah kerajaan yang menggigit dan memaksakan kehendak.” Kemudian suratku mengenai hadits ini disampaikan kepada Umar bin Abdul Aziz, dan ternyata beliau merasa senang dan kagum dengan hadits ini.” (HR. Ahmad, al-Bazzar, Abu Dawud, al-Baihaqi dan lain-lain).

Hadits pertama membatasi khilafah selama tiga puluh tahun, yaitu masa khilafahnya Khulafaur Rasyidin. Sedangkan hadits Hudzaifah bin al-Yaman, menjanjikan adanya khilafah lagi, pasca kerajaan yang diktator dan otoriter. Akan tetapi semua ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan khilafah al-nubuwwah dalam hadits Hudzaifah tersebut adalah khilafahnya Umar bin Abdul Aziz.

Oleh karena itu, al-Imam al-Syafi’i:

اَلْخُلَفَاءُ خَمْسَةٌ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ.

“Khalifah itu ada lima orang, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu ‘anhum.” (Ibnu Abi Hatim al-Razi, Adab al-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 189).

Al-Imam Sufyan al-Tsauri, juga berkata:

اَلْخُلَفَاءُ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ وَمَنْ سِوَاهُمْ فَهُوَ مُبْتَزٌّ.

“Para Khalifah itu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz. Sedangkan selain mereka, itu adalah perampas atau pemeras.” (Ibnu Abi Hatim al-Razi, Adab al-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 191).

Dua hadits di atas menyatakan bahwa khalifah itu hanya tiga puluh tahun, ditambah dengan seorang khalifah setelah penguasa yang diktator. Kemudian para ulama seperti al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Sufyan al-Tsauri menyatakan, bahwa khalifah itu hanya lima orang, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz, sedangkan selain lima orang tersebut hanyalah penguasa yang merampas kekuasaan dengan tidak benar.

Dengan demikian, berarti obsesi Hizbut Tahrir dalam memperjuangkan khilafah, pasti menemukan kegagalan, karena apa yang akan mereka raih –seandainya berhasil-, itu bukan khilafah, tetapi kekuasaan diktator dan perampas. Wallahu a’lam. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/hadist-hadits-yang-menyatakan-khilafah-islam-telah-rampung.html

Jumat, 19 Februari 2016

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi

Banyuwangi, NU OnlineBanyaknya aset yang diwakafkan kepada jamiyah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Banyuwangi, mengundang langkah antisipatif dari Pengurus Cabang Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Banyuwangi untuk segera menyertifikasi aset-aset tersebut. Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, LWPNU Banyuwangi mengadakan sosialisasi tentang sertifikasi tanah wakaf dan pembinaan kepada para nadzir di lingkungan NU Banyuwangi.

Ketua LWPNU Banyuwangi Chaerudin menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, LWPNU menargetkan bisa menyertifikasi semua aset NU di Banyuwangi. Pada semester awal ini, LWPNU Banyuwangi gencarkan sosialisasi kepada seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Banyuwangi.

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi

Ada dua tahap sosialisasi yang kita lakukan. Pada tanggal 17 Juli kemarin, kita sosialisasi untuk MWCNU wilayah selatan di SMA NU Genteng. Dan pada hari ini, kita sosialisasi kepada pengurus MWCNU di wilayah utara, ungkap Chaerudin saat ditemui pada acara sosialisasi di MTs NU Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Ahad (24/7).

NU Online

Aset yang menjadi target sertifikasi meliputi gedung pendidikan, tanah aset pendidikan, TPQ, masjid, mushala, pesantren, kantor MWCNU maupun Ranting NU, hingga tanah kuburan. Untuk itu, LWPNU menggandeng BPN Banyuwangi sebagai mitra dan narasumber sosialisasi tersebut. Edi Suwignyo dan Mujiono dari BPN Banyuwangi menjabarkan tentang pentingnya sertifikasi pada berbagai aset tanah dan tentang mekanisme prosedural dalam mengurusnya. Sertifikasi ini penting untuk menjadi bukti legalitas, tutur Mujiono.

Sementara itu, Kemenag Kabupaten Banyuwangi memaparkan tentang berbagai persaolan hukum wakaf dalam perspektif fiqih dan perundang-undangan yang berlaku. Ada aturan-aturan tersendiri bagi para nadzir dalam melakukan pengelolaan wakaf, papar perwakilan Kemenag Banyuwangi KH Gufron Musyofa.

NU Online

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Banyuwangi H. Khozin Haris yang membuka acara tersebut menandaskan tentang pentingnya legalitas terhadap aset-aset yang telah diwakafkan ke NU. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai kasus penyerobotan tanah dan alih nama pewakaf. Terutama aset-aset masjid. Jangan sampai masjidnya NU justru diambil alih dan disertifikat oleh kelompok-kelompok lain, tutur dosen IAI Darussalam tersebut.

Lebih lanjut, Khozin memaparkan, PCNU Banyuwangi tidak hanya menggencarkan sertifikasi aset masjid saja, namun juga melakukan pendampingan dalam pemberdayaan pengurus masjid. Melalui Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), PCNU terus menggenjot tata kelola masjid yang baik. Sedangkan untuk pendidikan terhadap pengurus takmir masjid dalam berbagai persoalan keagamaan dan keaswajaan, PCNU Banyuwangi mendelegasikan kepada Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Aswaja NU Center Banyuwangi. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69975/nu-banyuwangi-target-2016-seluruh-aset-tersertifikasi

NU Online

Senin, 09 November 2015

Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai

Jakarta, NU Online. Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta melakukan penandatangan kerjasama budidaya cabai dengan Badan Teknologi Pertanian Jakarta pada acara peringatan Harlah ke-71 Muslimat NU di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Kamis (11/5).

Dalam kerjasama itu, Badan Teknologi Pertanian Jakarta memberikan 7.000 bibit cabai, yang nantinya setiap Pimpinan Cabang se-DKI Jakarta diberikan 1.000 bibit cabai untuk ditanam.

Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai

Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hisbiyah Rochim mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU yang bekerja sama dengan kementerian Pertanian. Sehingga, katanya, PW Muslimat NU DKI Jakarta ini menindaklanjuti dengan dinas pertanian setempat.

Hisbiyah menambahkan, cabai-cabai ini nantinya diberikan ke setiap cabang, anak cabang, dan ranting Muslimat NU supaya ditanam dan dirawat di halaman rumahnya agar bisa bersama-sama merasakan manfaat kerjasama ini.

NU Online

NU Online

Pertama, kan, menguntungkan untuk kepentingan di rumah itu sendiri. Kedua, kalau masih banyak ya diberikan ke tetanga-tetangganya, sehingga tetangga itu bisa merasakan juga, kata Hisbiyah usai acara.

Menurutnya, kerjasama ini dilakukan karena PP Muslimat NU memandang perlu untuk kebutuhan sehari-hari ibu rumah tangga yang tidak bisa lepas dari sembako.

PP (Muslimat) menganggap ini perlu untuk meringankan ibu-ibu semuanya untuk keperluan di rumah tangganya. Memberikan sedikit kesejahteraan, ujarnya. (Husni Sahal/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77842/muslimat-nu-dki-jakarta-sebar-7-ribu-bibit-cabai

Jumat, 07 Desember 2012

Dakwah Masih Dipahami Sekedar Ceramah

Jakarta, NU Online. Dakwah yang dilakukan oleh para dai sampai saat ini masih dipahami baru sekedar sebagai memberikan ceramah di panggung, belum termasuk bagaimana mampu menginsiparasi kebutuhan dan problem masyarakat dan bagaimana menjawabnya.

Banyak dai yang terkejut ketika kami memperkenalkan pelatihan dakwah transformatif yang menekankan perlunya partisipasi dai dalam menyelesaikan problem masyarakat, bukan sekedar memberikan ceramah saja, tandas Nuruddin dari Lakpesdam yang pada tanggal 28-31 Juli lalu menyelenggarakan pelatihan ini di Puncak Bogor.

Dikatakannya bahwa para dai juga merasa bahwa memang berat jika dakwah memang bukan sekedar ceramah di mimbar saja. Namun demikian dengan konsep jaringan yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut, akan dihasilkan sinergi dari berbagai fihak.

Dakwah Masih Dipahami Sekedar Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Masih Dipahami Sekedar Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)


Dakwah Masih Dipahami Sekedar Ceramah

Dicontohkannya, dai yang berasal dari Jember telah melakukan partisipasi dalam masyarakat. Mereka turut terlibat dalam pembuatan atau mengkritisi kebijakan di desa atau kecamatan. Demikian juga di Madura, telah terdapat komunitas yang dikelola oleh dai dan terdapat pertemuan rutin dua minggu sekali yang membahas berbagai pemasalahan seperti ekonomi dan sosial.

Jadi dakwah juga harus membumi dengan kondisi dan realitas sosial yang ada di lingkungan tersebut, imbuhnya. Terdapat kecenderungan bahwa para dai berceramah dengan tema yang monoton, yang sama dari satu tempat ke tempat lainnya.

Para pendiri NU merupakan figur dai yang patut dicontoh. Selain melakukan ceramah, mereka terlibat dalam masyarakat secara langsung untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Inilah yang membuat NU bisa besar dan mengakar dalam masyarakat.

NU Online

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini membahas tiga tema besar yang meliputi kritik wacana agama yang membahas posisi al Quran dan tafsir, analisis sosial struktural dan analisis globalisasi. Penekanan diberikan dalam masalah analisis sosial karena ummat yang dihadapi masih menghadapi persoalan pokok seperti masalah pertanian, kelautan dan lainnya.

Pasca pelatihan, para peserta juga diberi PR tentang persoalan sosial yang mereka hadapi. Yang berasal dari pesantren diminta menganalisis persoalan-persoalan pesantren, yang hidup di lingkungan nelayan diminta menganalisis persoalan nelayan, demikian juga sektor lainnya, paparnya.

Total terdapat 25 peserta yang berasal dari Sumbar, Sulsel, Jabar dan Jatim yang mengikuti pelatihan ini. Dari jumlah tersebut 8 orang berjenis kelamin perempuan. Mereka rata-rata merupakan dai muda potensia yang masih berusia antara 25-30 tahun. Untuk lebih mematangkan, akan dilakukan pelatihan lanjutan di Sulawesi Selatan pada akhir September.(mkf)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3376/dakwah-masih-dipahami-sekedar-ceramah

Minggu, 10 Juni 2012

Sebut Pahlawan Kafir Penghianat, Dwi Estiningsih Kader PKS Raih Gelar Ratu Hoax

NU Online - Dwi Estiningsih (38), kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah mencalon diri sebagai anggota legislatif DPRD Yogyakarta 2014-2019 menjadi tokoh yang layak mendapatkan gelar ratu hoax. Pasalnya, tweetnya di akun @estiningsihdwi, sungguh menyayat hati kebhinnekaan masyarakat Indonesia.

Pada Senin (19/12/2016) lalu, ia membuat pernyataan kontroversial atas terbitnya mata uang rupiah terbaru yang dianggap luar biasa karena hanya mencantumkan 5 nama pahlawan muslim, padahal muslim di Indonesia adalah mayoritas, "luar biasa negeri yg mayoritas Islam ini. Dari ratusan pahlawan, terpilih 5 dari 11 adalah pahlawan kafir," cuit Dwi. Simak tweetnya:

Tweet SARA Dwi Estiningsih Bukan hanya itu, ia juga menyatakan kalau mayoritas pahlawan non muslim adalah penghianat, "iya sebagian kecil dari non muslim berjuang, mayoritas pengkhianat. Untung sy belajar #sejarah," tulisnya, membalas akun Firdaus Amri yang menulis, "kan pahlawan yg berjuang untuk NKRI gak cuma dari kalangan muslim, Bu".

Sebut Pahlawan Nasional Sebagai Kafir

Sebut Pahlawan Kafir Penghianat, Dwi Estiningsih Kader PKS Raih Gelar Ratu Hoax - NU Online
Sebut Pahlawan Kafir Penghianat, Dwi Estiningsih Kader PKS Raih Gelar Ratu Hoax - NU Online


Sebut Pahlawan Kafir Penghianat, Dwi Estiningsih Kader PKS Raih Gelar Ratu Hoax

NU Online

Kalau hanya mempertanyakan pemuatan tokoh muslim di uang kertas saja tidak masalah, namun jika sudah menyebut para pahlawan itu sebagai penghianat, tentu Dwi Estiningsih yang lulusan sarjana psikologi tersebut membuat blunder.

Penghianat adalah kalimat antagonis yang menjadi lawan istilah pahlawan. Tidak ada tokoh yang diberi gelar pahlawan jika rekam jejaknya terbukti berkhianat kepada negara. Sekali terbongkar, gelar pahlawan langsung dicabut.

Bukan kali ini saja Dwi Estiningsih membuat kontroversi di media sosial. Penelusuran NU Online menemukan kalau muslimah cantik bergelar master ini sudah pernah membuat heboh jagad maya sejak 2014 silam.

Dwi Estiningsih pernah menyebar selebaran berisi isu SARA tentang "larangan pegawai BUMN menggunakan jilbab". Ini terjadi tahun 2014. Pada November 2016, sebulan lalu, ia juga membuat postingan hoax tentang "lambang PKI di uang pecahan 100.000," yang langsung dibantah oleh pihak Bank Indonesia. Ini buktinya:

Kader PKS Suka Buat Hoax

Hoax lambang PKI di pecahan 100.000 Sungguh luar biasa prestasi perempuan yang gagal nyaleg ini. Maka, NU Online dengan senang hati memberikan gelar kepada Dwi Esti sebagai ratu hoax tahun ini. Selamat! [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sebut-pahlawan-kafir-penghianat-dwi-estiningsih-kader-pks-dapat-gelar-ratu-hoax.html

Kamis, 30 Juni 2011

PP Muslimat NU Resmikan Kantor Baru Hasil Infak di 3 Kali Kongres

Bogor, NU Online. Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bakal menempati kantor baru di Pengadegan, Kalibata, Jakarta Selatan yang diresmikan, Senin (27/3). Kantor baru itu terletak di samping kantor lama sehingga saat ini markas Muslimat NU memadai.

Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mengakui, kantor baru itu hasil infak dari para anggota Muslimat NU dari seluruh Indonesia yang berhasil ditabung selama 3 kali melewati perhelatan Kongres, yaitu di Lampung, Batam, dan Pondok Gede Jakarta.

PP Muslimat NU Resmikan Kantor Baru Hasil Infak di 3 Kali Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Resmikan Kantor Baru Hasil Infak di 3 Kali Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)


PP Muslimat NU Resmikan Kantor Baru Hasil Infak di 3 Kali Kongres

Itu hasil infak di kongres. Ibu-ibu mungkin tidak merasa, pada kongres di Lampung sebagian dari infaknya dikembalikan. Lalu saat kongres di Batam, sebagian infak juga dikembalikan untuk keperluan membangun kantor baru, jelasnya dalam Rapimnas Muslimat NU, Ahad (26/3) di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

NU Online

Begitu juga dengan Kongres ke-17 Muslimat NU di Pondok Gede Jakarta, kata dia, 100 persen infak dari ibu-ibu Muslimat disatukan dengan infak dari kedua kongres di Lampung dan di Batam untuk membangun kantor baru.

Yang ada di kantor itu, sebagian di antaranya adalah dana dari infak seluruh peserta Kongres ke-17 tahun 2016 lalu. Mudah-mudahan akan menjadi jariyah ibu-ibu semua, ungkap Khofifah.

NU Online

Peresmian kantor baru tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-17 yang dirangkai dengan pelantikan PP Muslimat NU yang digelar, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta. Acara ini akan dihadiri sekitar 17.000 kader Muslimat dari sejumlah daerah.

Sebelum menggelar peringatan Harlah dan pelantikan pengurus, Muslimat NU terlebih dahulu menggelar Refleksi Kebangsaan 71 Tahun Muslimat NU bertajuk Pancasila, Agama, dan Negara sebagai penguatan ruh gerakan Muslimat NU.

Diskusi dalam refleksi tersebut menghadirkan narasumber di antaranya Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Direktur Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Yudi Latif. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76469/pp-muslimat-nu-resmikan-kantor-baru-hasil-infak-di-3-kali-kongres

NU Online

Rabu, 26 Mei 2010

Senjata Teroris Bukan Lagi AK 47, Melainkan Media Massa

Media massa dinilai memiliki peran strategis untuk menjadi sarana pencegahan terorisme. Akan tetapi fungsi sebaliknya disebut juga menonjol. Ini disampaikan Anggota Dewan Pers, Jimmy Silalahi, saat menjadi narasumber dalam Media Visit Badan Nasional Penangulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Barat di TVRI Stasiun Regional Kalimantan Barat, Rabu (1/6/2016).

"AK 47, M 15 itu senjata konvensional teroris. Sekarang mereka memiliki senjata yang terbaru, lebih dalam penetrasinya dan lebih cepat tersebar, yaitu media massa," kata Jimmy.

Jimmy menambahkan, tujuan utama dari pelaku teror selain menciptakan kerusakan juga untuk menimbulkan ketakutan yang akut di masyarakat. "Dan itu bisa tercapai dengan cepat melalui media massa. Semakin masive pemberitaan terhadap peristiwa teror, maka semakin menang pelaku teror," tambahnya.

Senjata Teroris Bukan Lagi AK 47, Melainkan Media Massa - NU Online
Senjata Teroris Bukan Lagi AK 47, Melainkan Media Massa - NU Online


Senjata Teroris Bukan Lagi AK 47, Melainkan Media Massa

NU Online

Untuk menghindari kemenangan pelaku teror tersebut, Jimmy mengajak media massa untuk memberitakan sisi positif dari kejadian teror.

"Media bisa lebih memberitakan kelompok penyintas, mereka yang yang menjadi korban dan bertahan hidup dengan segala perjuangannya. Yang seperti itu lebih menyentuh dan menggugah kesadaran kita bersama bahwa terorisme mengakibatkan kerusakan dan harus bersama-sama kita perangi. Tidak hanya BNPT, Polri, atau TNI, tapi kita semua warga masyarakat," tandas Jimmy.

Media Visit adalah bagian dari program Pelibatan Media Massa dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan BNPT dengan menggandeng FKPT. Satu kegiatan lain di program ini adalah Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme. [NU Online]

NU Online

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/senjata-teroris-bukan-lagi-ak-47-melainkan-media-massa.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock