Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

KH Maimoen Zubair: Jika Istri Adalah Nasi, Bidadari Snacknya

NU Online - Habib Husain Al Aydrus Pethekan, Semarang, sampai usia 60-an tahun masih saja sendiri, alias belum menikah. Sampai kemudian pada sekitar tahun 1985-an, Habib Husain menghadiri undangan akad nikah kakak tertua KH. Muhajir Madad Salim, Demak, Jawa Tengah.

KH Maimoen Zubair: Jika Istri Adalah Nasi, Bidadari Snacknya - NU Online
KH Maimoen Zubair: Jika Istri Adalah Nasi, Bidadari Snacknya - NU Online


KH Maimoen Zubair: Jika Istri Adalah Nasi, Bidadari Snacknya

KH Maimoen Zubair Sarang yang masih kerabat dekat mempelai perempuan kemudian memberikan mauidhoh hasanah. Di antara isi ceramah itu adalah:

"Sepasang pengantin itu, kalau sudah didudukkan berdampingan begini, jangan dikira cuma dilihat banyak orang di alam dunia saja. Sepasang pengantin nanti di akhirat juga akan didudukkan berdampingan, bersama-sama masuk ke dalam surga," ujar Mbah Moen.

Hanya istri dari alam dunia saja yang bisa mendampinginya duduk di bangsal kencana di surga suaminya nanti. Sedangkan bidadari, mereka tidak. "Istri itu ibarat makanan pokok," lanjut Kiai Maimoen, "sedangkan bidadari cuma snack. Kalau dia butuh bidadari, maka bidadari baru dapat melayani. Jika tidak butuh, maka bidadari tidak bisa dekat-dekat dengannya," terangnya.

Jadi, orang-orang yang meninggal dunia sampai belum sempat menikah, maka keadaan mereka tidak sama dengan yang sudah menikah. "Bidadari itu ibarat jajan-jajanan. Kamu kok sama sekali tidak makan nasi, dan hanya makan jajanan-jajanan saja, maka tidak bisa kenyang. Perut malah bisa kembung," hadirin tertawa.

Mendengar petuah Mbah Moen itu, ketika pulang resepsi, Habib Husain langsung menikah. Ia menikah dalam usia setua itu karena takut kalau nanti di surga dirinya malah cuma dapat kembungnya saja, seperti dawuhnya Mbah Moen tersebut.

Kurang dari dua tahun setelah itu, Habib Husain wafat dalam keadaan sempurna alias sudah beristri di dunia. Harapannya tentu agar tidak sakit kembung di surga nantinya.

Nah, Anda yang masih ada kesempatan, masih muda, mampu memberikan nafkah lahir batin namun belum berpasangan, segeralah menikah. Niatkan mencari istri dunia akhirat. Soal dapat bidadari-bidadari, itu adalah bonus jika Anda tidak melakukan bom bunuh diri atas nama jihad konyol.

Jika belum menikah dalam keadaan jomblo sempurna, belum sempat berkeluarga, maka Anda akan seperti orang yang hanya mendapatkan bonusannya saja namun tidak mendapatkan hadiah utama. Yang membaca postingan akan mendapatkan jodoh secepatnya. Bagi yang menyebarkannya, cepat dijemput sang jodoh nya. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/kh-maimoen-zubair-jika-istri-adalah-nasi-bidadari-snacknya.html

Sabtu, 18 Juni 2016

LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM

Pekalongan, NU Online. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Kota Pekalongan selama bulan Ramadhan 1434 H akan menggelar kegiatan ngaji Aswaja secara live di Radio Aswaja 107.8 FM.

Acara yang digelar setiap Selasa dan Sabtu malam dilakukan usai shalat tarawih hingga jam 11 malam bekerjasama dengan Radio Aswaja FM akan disiarkan langsung sehingga pendengar yang tidak bisa hadir masih bisa mendengarkan melalui radio.

LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)


LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM

Penanggung jawab Radio Aswaja FM H Muhtarom mengatakan, program tadarus amaliah Ahlussunnah wal Jamaah akan dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan mengkaji berbagai hal seputar aswaja.

Dikatakan, program ini sangat tepat untuk disajikan LDNU bekerjasama dengan radionya NU. Pasalnya, masih banyak umat Islam, khususnya Nahdliyin yang paham secara mendalam apa itu aswaja, meski dalam kesehariannya sudah menjalankannya.

NU Online

NU Online

Acara yang dimulai jam 21.00 hingga 23.00 WIB terbuka untuk Nahdliyin di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Jika ingin hadir dan melakukan dialog silahkan hadir pada waktu yang telah ditentukan, namun jika karena kesibukan bisa disimak di Radio Aswaja melalui 107.8 FM.

Ditambahkan, selama Ramadhan Radio Aswaja juga akan menggelar program khusus siaran selama 24 jam non stop dengan program ngaji kitab kuning, tausiyah kiai dan tadarus Al-Quran secara live oleh kader kader IPNU-IPPNU Kota Pekalongan.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45613/ldnu-gelar-tadarus-di-radio-aswaja-fm

NU Online

Minggu, 05 Juni 2016

Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes

Makassar, NU Online. Ikatan Alumni Mahadu al-Diraasaati al-Islamiyyah wa al-Arabiyyah MDIA Bontoala melaksanakan dialog yang merupakan Pra Musyawarah Besar (Mubes) Ahad (5/4) di Makassar.

Ketua Panitia, Zulkifli Anwar menyampaikan bahwa Kegiatan ini merupakan rangkaian mubes yang akan dilaksanakan pekan depan di Pondok Pesantren MDIA Bontoala Makassar (Jl.Lamuru No.65 Makassar).

Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes (Sumber Gambar : Nu Online)


Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes

"Kami mengundang para alumni untuk hadir dalam mubes tersebut," ujar Aktifis PMII Makassar ini.

Asep Saifullah, mengatakan bahwa radikalisme bukan hal yang baru. Peran alumni pesantren sangat dibutuhkan untuk membendung gerakan radikalisme tersebut.

NU Online

"Alumni pesantren harus rajin shalat di masjid karena kelompok radikal menjadikan masjid sebagai sasaran utamanya. Untuk membangun pesantren membutuhkan waktu yang lama maka mesjidlah yg menjadi sasarannya," tegas Ketua KPNU Sulsel.

NU Online

AGH. Abd. Mutthalib, pimpinan pesantren MDIA Bontoala menyatakan visi Pesantren ada dua yaitu tafaqqahuu fiddin dan pembinaan akhlak santri. Dengan berjalannya sistem pendidikan pesantren sesuai dengan dua visi tersebut, pesantren akan menjadi benteng Islam dari paham radikalisme dan ekstrimisme.

"Alumni pesantren harus terlibat aktif dalam membesarkan pesantren dan membendung paham radikalisme & kami dengan tegas menolak radikalisme," ungkap Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Makassar ini. (Rahman Hasanuddin/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58710/alumni-mdia-gelar-dialog-jelang-mubes

NU Online

Minggu, 22 Mei 2016

Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji

Rembang, NU Online. Dalam sebuah kesempatan mengajar, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengatakan:



Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)


Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji

Artinya: Demi Allah Dzat Yang Maha Agung, pondok bukan wasilah ke surga,yang menjadi wasilah adalah ngajinya.

NU Online

Kiai sepuh yang pernah belajar di Makkah Al-Mukarromah lebih dari 2 tahun tersebut menerangkan bahwa pondok itu termasuk bagian dalam dunia. Banyak kiai yang tidak paham. Karena pondok itu kalau kiainya meninggal, anaknya akan saling berebut.

"Ini menunjukkan kalau pondok itu bagian dari dunia. Akidahku dan kakek-kakekku semuanya tidak pernah berharap pondok. Saya ngajar Ihya Ulumuddin dan kitab lainnya, di hati tidak ada sekelumitpun ingin punya pondok," terang putra pertama KH Zubair tersebut.

NU Online

Kiai yang lebih akrab disapa Mbah Moen ini juga berpesan agar tetap berpegang erat dan tetap mengutamakan budaya ngaji dan belajar kitab salaf. "Pokoknya yang harus dipegang erat, kamu harus ngaji dan mengajar kitab salaf. Dunia tidak akan kiamat selama orang masih mau mengaji," tuturnya. (Aan Ainun Najib/Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67425/mbah-maimoen-dunia-tidak-akan-kiamat-selama-orang-masih-mau-mengaji

Senin, 09 November 2015

Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai

Jakarta, NU Online. Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta melakukan penandatangan kerjasama budidaya cabai dengan Badan Teknologi Pertanian Jakarta pada acara peringatan Harlah ke-71 Muslimat NU di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Kamis (11/5).

Dalam kerjasama itu, Badan Teknologi Pertanian Jakarta memberikan 7.000 bibit cabai, yang nantinya setiap Pimpinan Cabang se-DKI Jakarta diberikan 1.000 bibit cabai untuk ditanam.

Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU DKI Jakarta Sebar 7 Ribu Bibit Cabai

Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hisbiyah Rochim mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU yang bekerja sama dengan kementerian Pertanian. Sehingga, katanya, PW Muslimat NU DKI Jakarta ini menindaklanjuti dengan dinas pertanian setempat.

Hisbiyah menambahkan, cabai-cabai ini nantinya diberikan ke setiap cabang, anak cabang, dan ranting Muslimat NU supaya ditanam dan dirawat di halaman rumahnya agar bisa bersama-sama merasakan manfaat kerjasama ini.

NU Online

NU Online

Pertama, kan, menguntungkan untuk kepentingan di rumah itu sendiri. Kedua, kalau masih banyak ya diberikan ke tetanga-tetangganya, sehingga tetangga itu bisa merasakan juga, kata Hisbiyah usai acara.

Menurutnya, kerjasama ini dilakukan karena PP Muslimat NU memandang perlu untuk kebutuhan sehari-hari ibu rumah tangga yang tidak bisa lepas dari sembako.

PP (Muslimat) menganggap ini perlu untuk meringankan ibu-ibu semuanya untuk keperluan di rumah tangganya. Memberikan sedikit kesejahteraan, ujarnya. (Husni Sahal/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77842/muslimat-nu-dki-jakarta-sebar-7-ribu-bibit-cabai

Sabtu, 06 Desember 2014

Barzanji itu Peristiwa Teatrikal, Saudara!

Jakarta, NU Online. Syair kitab Barzanji selalu didendangkan di pesantren-pesantren NU tiap malam Jumat. Sebagian santri menghafalnya sebagaimana mereka ingin menguasai kitab Alfiyah Ibnu Malik dan kitab-kitab lain. Di masyarakat, terutama pedesaan, syair riwayat Nabi Muhammad itu dijadikan iringan dalam selamatan kelahiran bayi.

Menurut pegiat teater Syahid, Abdullah Wong, para santri dan masyarakat yang sedang membacakan Barzanji, tanpa disadari sedang menjalani momen teatrikal. Dari prolog sampai epilog Barzanji, ketika dibacakan orang-orang pesantren menjadi peristiwa tetrikal dan peristiwa sastra.

Barzanji itu Peristiwa Teatrikal, Saudara! (Sumber Gambar : Nu Online)
Barzanji itu Peristiwa Teatrikal, Saudara! (Sumber Gambar : Nu Online)


Barzanji itu Peristiwa Teatrikal, Saudara!

Penulis novel Mada ini mengatakan, seorang Rendra terpukau kepada peristiwa Barzanji. Kita tahu bahwa dia tidak mengerti bahasa Arab. Dia hanya melihat bagaimana performen Barzanji dibacakan pada proses abtadiul imla sampai mahalul qiyam.

Itu sebagai peristiwa teatrikal bagi Rendra. Selain sebagai peristiwa teatrikal, itu sebagai peristiwaa sastra, jelasnya setelah menonton Permata Kalung Barzanji yang dipentaskan 50 santri dari 9 pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Jumat malam (7/2).

NU Online

Di sini, lanjutnya, Rendra bukan lebih dulu terpukau kepada Nabi Muhammad, tapi pada peristiwa Barzanji. Nah, peristiwanya saja sudah memukau Rendra, Wallahu alam, itu mungkin hidayah. Rendra kemudian yang meminta diterjemahkan, untuk menyelami siapa Nabi Muhammad itu, katanya.

Ia menambahkan, peristiwa teater sudah berlangsung dalam tradisi kita, dalam pesantren-pesantren NU. Dalam peristiwa teatrikal Barzanji misalnya, bagaimana kita duduk bersama, kemudian semuanya berdiri, ketika pas bacaan tertentu. Tubuhnya pun diartikulasikan. Itu teater, jelasnya.

NU Online

Pada saatt berdiri itu, kata dia, mereka sedang mengapresiasi kehadiran Nabi Muhammad. Nabi Muhammad bagi mereka bukan imajinasi.

Bahkan bagi kalangan mistikus, pada peristiwa itu, Rasulullah itu hadir. Maka dhomir (kata ganti orang dalam bahasa Arab)nya itu selalu ya nabi salam alaika. Dhomir yang menunjukkan kata ganti orang kedua. Bukan ya nabi salam alaihi, (kepadanya). Langsung dhomir mukhotob (kata ganti orang kedua). itu peristiwa teatrikal, Saudara! kata santri asal Brebes ini.

Lebih jauh, Abdullah Wong juga menilai, kesaharian santri bersikap kepada guru, ketika dia lewat, membalikkan sandal guru, itu juga peristiwa-peristiwa teater. Pesantren sebagai subkultur Indonesia, telah lama mengalami peristiwa teater, terutama dalam persoalan berekspresi. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50075/barzanji-itu-peristiwa-teatrikal-saudara

NU Online

Senin, 17 Desember 2012

Terbongkar, Wali Ini Lari dari Hadapan Gus Dur

NU Online - Wali memang kekasih Allah, tetapi diantara wali sendiri terdapat tingkatan-tingkatan. Semakin tinggi tingkatan seorang wali, mereka yang posisinya lebih rendah akan lebih menghormatinya.

Kali ini, cerita salah satu karomah Gus Dur diungkapkan oleh Kiai Said Aqil Siroj saat menjalankan umrah Ramadhan, ketika Gus Dur masih menjadi ketua umum PBNU.

Terbongkar, Wali Ini Lari dari Hadapan Gus Dur - NU Online
Terbongkar, Wali Ini Lari dari Hadapan Gus Dur - NU Online


Terbongkar, Wali Ini Lari dari Hadapan Gus Dur

Kang Said menuturkan setelah sholat tarawih berjamaah, ia diajak oleh Gus Dur untuk mencari orang yang khowas (khusus), yang ibadahnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan malu mengharapkan pahala, meskipun itu tidak dilarang. Mereka sudah berprinsip, manusia datangnya dari Allah, maka dalam beribadah, tak sepantasnya mengharapkan imbalan.

NU Online

Berdua bersama Gus Dur, mereka mengunjungi satu per satu kelompok orang yang memberi pengajian, ada yang jenggotnya panjang, ada yang kitabnya setumpuk dan mampu menjawab segala macam pertanyaan, ada yang jamaahnya banyak, tetapi semuanya dilewati.

Lalu sampailah mereka di hadapan seorang Mesir yang sederhana, surbannya tidak besar, duduk di sebuah sudut. Kang Said selanjutnya diminta oleh Gus Dur untuk memperkenalkan dirinya sebagai ketua umum Nahdlatul Ulama dari Indonesia.

Tak seperti biasanya, orang Mesir terkenal dengan keramahannya, biasanya langsung ahlan wa sahlan ketika menerima tamu, tetapi yang satu ini bersikap agak ketus ketika ditanya.

NU Online

Kang Said menyampaikan niat dari Gus Dur untuk meminta sekedar doa selamat dari orang tersebut. Setelah berdoa ia langsung lari, dan menarik sajadahnya sambil berkata “Dosa apa aku ya robbi sampai engkau buka rahasiaku dengan orang ini”.

Kang Said berkesimpulan bahwa orang tersebut merupakan wali yang sedang bersembunyi, jangan sampai orang lain tahu bahwa ia adalah wali, tetapi ternyata kewaliannya diketahui oleh Gus Dur, yang derajat kewaliannya lebih tinggi, dan ia merasa rahasianya terungkap karena ia memiliki dosa. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/terbongkar-wali-ini-lari-dari-hadapan-gus-dur.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock