Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2016

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

NU Online - Presiden Joko Widodo selalu berusaha meneladani sikap hidup dan laku perjuangan Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sejalan dengan misi utama kelahiran Nabi Muhammad SAW, dalam menuntun manusia menuju akhlak mulia dan menebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur - NU Online
Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur - NU Online


Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Haul Ke-7 K.H. Abdurrahman Wahid sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H yang digelar pada Jumat, 23 Desember 2016, di Komplek Al-Munawwaroh, Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan.

"Meneladani ketulusan beliau yang menjaga silaturahim, melampaui sekat-sekat primordial yang ada. Meneladani kesederhanaan beliau, meneladani kesukarelaan beliau dalam melayani masyarakat, dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sampai akhir hayatnya," ujar Presiden Joko Widodo.

Terlebih lagi Presiden teringat dengan peristiwa ketika Ibu Sinta Nuriyah, istri Gus Dur memberikan peci yang biasanya dipakai Gus Dur pada hari Kamis, 26 September 2013, di Wahid Institute. Tapi sayangnya peci itu disimpan Presiden di Solo. “Jadi tidak bisa saya pakai tahun ini. Insya Allah tahun depan," kata Presiden.

"Pada khaul 7 tahun wafatnya Gus Dur sekarang, pemberian peci itu menjadi pengingat-ingat buat saya, menjadi pengingat-ingat buat kita semua untuk selalu berusaha meneladani Gus Dur,” ucap Presiden.

Menurut Presiden Joko Widodo, Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009 lalu, dalam sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, milik bersama, bukan milik golongan dan bukan milik perseorangan.

“Saya percaya Gus Dur pasti gemes gregetan kalau melihat ada kelompok atau orang-orang yang meremehkan konstitusi, yang mengabaikan kemajemukan kita, yang memaksakan kehendak dengan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, terorisme,” ujar Presiden.

Melihat situasi sekarang ini, lanjut Presiden, bangsa Indonesia seharusnya merasa bersyukur. Ketika banyak negara lain goyah mencari pedoman hidup, bangsa Indonesia memiliki Pancasila. “Ketika negara-negara lain kebingungan mencari panduan berbangsa dan bernegara, kita mempunyai Pancasila.

Seharusnya kita bisa membangun lebih cepat, bergerak lebih cepat, sehingga kita bisa menjadi negara pemenang, agar kita menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo juga mengagumi sikap optimisme Gus Dur dalam memandang bangsa Indonesia ke depan. “Gus Dur itu selalu optimis dalam memandang Indonesia ke depan. Tidak kagetan, tidak gumunan. Itu Gus Dur,” ucap Presiden.

Bahkan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, Gus Dur selalu berpegang teguh pada sebuah kaidah fiqih 'Yassirru wala Tuasirru' yang memiliki makna permudahlah dan jangan dipersulit.

"Ketika mengambil keputusan yang rumit, saya suka teringat kata-kata beliau (Gus Dur), 'Gitu saja kok repot!?," ucap Presiden Joko Widodo.

Dalam Haul ke-7 kali ini Presiden Joko Widodo berkesempatan menyaksikan pembacaan dan penandatangan Ikrar Damai Ummat Beragama Indonesia oleh 9 Pemuka Agama, sebagai bentuk persatuan atas kemajemukan negara Indonesia.

Presiden Ingatkan Pesan Gus Dur pada Cagub DKI Jakarta Sebagai sosok yang dicintai berbagai kalangan masyarakat, peringatan Haul ke-7 Gus Dur dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan lembaga negara, tokoh masyarakat, pemuka agama, para kyai, para ulama hingga para santri. Namun, tiga pasang calon Gubernur DKI Jakarta yang akan berkompetisi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang juga tampak hadir di tengah para undangan.

Atas permintaan para undangan, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengabsen kehadiran ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta tersebut. Ketiga cagub dan cawagub yang hadir adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, serta Anies Baswedan.

"Nih sekarang hadir disini tiga calon pasangan calon Gubernur DKI hadir semuanya. Diabsen dulu, katanya tadi yang di sana minta di absen. Silahkan berdiri semuanya," ujar Presiden Joko Widodo. Melihat keakraban ketiganya, Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi solidaritas dan kerukunan yang ditunjukkan oleh ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta.

"Lha mbok ya begitu yang rukun, wong kita ini kan saudara, saudara sebangsa dan setanah air. Persaudaraan itu yang diajarkan oleh Gus Dur," ucap Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI ke-11 Boediono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dan Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid serta Yenny Wahid selaku tuan rumah. [NU Online]

Keterangan:

Laporan diatas ditulis oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, 23 Desember 2016.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/cerita-jokowi-diberi-peci-mantan-presiden-gus-dur.html

Selasa, 22 November 2016

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Jakarta, NU Online. Komunitas PPM ASWAJA dan Sarkub menyalurkan sepeda motor kepada aktivis NU yang bertugas membantu dakwah dan pendidikan Islam di Papua untuk mempermudah jangkauan dakwah hingga ke pelosok, Ahad (20/12). Pasalnya dakwah di perkotaan sangat jauh berbeda dengan dakwah yang dilakukan para dai di daerah Papua.

Fasilitas ini sangat membantu dan memudahkan dakwah agar bisa lebih luas hingga ke daerah-daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Penyerahan berlangsung di halaman pesantren Ya Bunaya Yoka Waena Papua. Penyerahan sepeda motor juga dihadiri oleh Ustadz Fiqi selaku Pengurus MUI provinsi Papua.

Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)


Aktivis NU Papua Terima Bantuan Motor Dakwah

Ustadz Fiqi mengapresiasi kiriman bantuan terhadap aktivis NU Papua.

"Papua adalah satu provinsi yang mana pluralismenya luar biasa, sehingga Papua sangat membutuhkan para dai yang mempunyai jiwa pluralisme juga. Dengan adanya aktivis yang dikirim oleh PPM ASWAJA, Sarkub dan LDNU menjadi satu mata air baru yang bisa menjernihkan dan menyirami tanah Papua ini dengan dakwah yang santun sehingga mampu mengayomi segala macam warna yang ada di Papua," ujar Ustad Fiqi.

NU Online

Selama ini, menurutnya, para aktivis NU di Papua memiliki sarana dan prasarana yang sangat minim meski semangat aktivis NU luar biasa dengan berbagai kegiatan di tanah Papua ini. Dengan adanya motor ini semoga dakwah yang sudah dilaksanakan bisa menjangkau daerah yang belum tersentuh.

NU Online

Abdul Wahab selaku Kordinator Aktifis NU yang dikirim oleh PPM ASWAJA dan Sarkub berharap adanya motor operasional itu dapat membantu dan meringankan beban aktivis NU dalam menjangkau aktivitas dakwah di daerah Papua.

"Semoga Allah SWT memberikan pertolongan-Nya kepada para dai yang sedang mensyiarkan Islam rahmatal lil alamin ala aqidah ahlussunah wal jamaah," ujar Wahab.

Menurut Abdul, motor itu dibeli dari dana sumbangan para donator yang dikirim oleh PPM ASWAJA. Kami ucapkan kepada segenap donatur yang sudah memberikan bantuan melalui PPM ASWAJA dan Sarkub, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam segala urusannya, dan semoga menjadi amal saleh para donatur yang dapat memberikan berkah dan manfaat kepada umat," pungkas Abdul Wahab.

Sepeda motor diserahkan langsung kepada Ustadz Yustafat yang hadir mewakili aktivis NU Papua. Sahabat yang ingin menyisihkan rezekinya untuk membantu dawah Islam, pendidikan anak dan kegiatan sosial kemanusian di Papua bisa menyumbangkannya dalam bentuk buku tulis, pensil, kitab Iqro, kitab tuntunan sholat, Juz Amma, Al-Quran, sarung, peci, baju koko, jilbab, dan lain-lain. Sumbangan bisa dikirimkan langsung ke kordinator Sarkub Papua. (Red Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64425/aktivis-nu-papua-terima-bantuan-motor-dakwah

NU Online

Selasa, 05 April 2016

Fatayat NU Siapkan Diri Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Bogor, NU Online. Fatayat NU tengah menyiapkan diri untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan dbuka 2015 mendatang. Di samping agenda keorganisasian, persiapan tersebut merupakan agenda utama pada Konferensi Besar (Konbes) 2014 di Bogor, Jawa Barat yang berlangsung Jumat (21-23/11).

Menurut Ketua Umum Pucuk Pimpinan Fatayat NU Ida Fauziyah, untuk menghadapi era itu, sudah dilakukan jauh hari. Sementara pada Konbes ini kali ini adalah memantapkan langkah menyambutnya.

Fatayat NU Siapkan Diri Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Siapkan Diri Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)


Fatayat NU Siapkan Diri Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Ia menyebut, persiapan jauh hari itu adalah membekali para anggota Fatayat dengan berbagai pengembangan kewirausahaan. Kita tekankan setiap anak cabang untuk memiliki usaha produktif, kelompok usaha di tingkat anak cabang, katanya.

Paling tidak, kata dia, kelompok usaha itu bisa memenuhi kebutuhan para anggota Fatayat sendiri, mulai kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan umumnya kaum perempuan, misalnya sederhana.

Di Wonosobo, lanjut dia, memproduksi karika, kripik kentang. Di Tegal mengolah makanan hasil laut dan batik. Di Sulawesi Tengah memproduksi bawang goreng. Di Malang cukup unggul produk UKM-nya. Kita sudah beberapa kali pameran hasil produk mereka, katanya Sabtu (22/11).

NU Online

NU Online

Yang jelas, menurut dia, jangan sampai kebutuhan konsumsi ikan lele misalnya, atau konsumsi masyarakat yang sangat populer di masyarakat itu dipenuhi dari Malaysia, atau Vietnam. Tapi kita harus menyediakannya sendiri.

Ida juga mengakui, kesiapan daerah berbeda karena memang sumber dayannya juga berlainan. Tidak bisa disamakan antara kesiapan di Jawa dengan di luar Jawa. Dalam hal ini Pucuk Pimpinan Fatayat melakukan dorongan dan memfasilitasi mereka.

Menurut Ida, dengan menyiapkan kreativitas Fatayat secara berjenjang dari PP, PW sampai Cabang dan Anak Cabang, kemudian apa pun kondisinya, kita sudah punya ketahanan diri. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55901/fatayat-nu-siapkan-diri-hadapi-masyarakat-ekonomi-asean

Selasa, 28 Oktober 2014

Jelang Pilkada Serentak, PCNU Sumenep Adakan Istighotsah Akbar

Sumenep, NU Online. Semakin dekatnya gelaran pilkada serentak yang diikuti eskalasi politik yang kian memanas, PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar acara bertajuk Istighatsah Akbar Demi Keselamatan Sumenep.

Acara yang digelar di halaman masjid Jamik Sumenep, Jumat (4/12) pukul 14.00 sampai selesai diikuti ribuan warga Kabupaten Sumenep.

Jelang Pilkada Serentak, PCNU Sumenep Adakan Istighotsah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada Serentak, PCNU Sumenep Adakan Istighotsah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Pilkada Serentak, PCNU Sumenep Adakan Istighotsah Akbar

Menurut ketua panitia acara Istighotsah, A Kurdi, kegiatan ini setidaknya diikuti 5000 jamaah baik dari warga NU maupun masyarakat umum yang peduli dengan keselamatan dan keamanan pilkada pada tanggal 9 Desember 2015 nanti.

NU Online

Tidak ada sambutan dari panitia dan pengurus NU. Satu-satunya sambutan disampaikan oleh Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana. Dalam sambutannya, Rendra menyampaikan agar warga Sumenep ikut mendukung pilkada damai, menjaga ketenangan dan keamanan bersama baik sebelum pilkada digelar maupun sesudahnya.

NU Online

Hujan yang turun sebelum acara dilaksanakan seakan menambah khusyu Istighotsah yang dipimpin KH Thayfur Aliwafa dan doa yang dipimpin langsung Rais Syuriyah PCNU Sumenep KH A Basyir AS.

Tampak hadir diantara jamaah dua pasangan calon yang akan memperebutkan kursi kepala daerah Sumenep periode 2015-2020, yakni pasangan Busyo-Fauzi dan Zainal-Eva. (Dayat/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64088/jelang-pilkada-serentak-pcnu-sumenep-adakan-istighotsah-akbar

NU Online

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur

Jakarta, NU Online. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saifuddin Amsir menyatakan haji diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu mengadakan perjalanan ke tanah suci. Perintah itu ditemukan di dalam Al-Quran.

Perihal kemampuan menurut keterangan ulama, sambung KH Saifuddin Amsir, meliputi kemampuan keuangan dan keamanan. Meskipun kondisi fisik yang terbatas dan terkendala usia, mereka yang mampu tetap wajib melaksanakan haji.

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur (Sumber Gambar : Nu Online)


Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur

Mereka yang uzur secara usia bisa menggunakan badal haji, kata KH Saifuddin Amsir kepada NU Online di kediamannya di bilangan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (11/9) malam.

NU Online

Mereka yang memiliki kemampuan finansial tetapi telah memasuki usia senja dengan keterbatasan fisik, dapat menggunakan badal haji. Selain mereka, badal haji juga bisa digunakan oleh mereka yang memiliki uzur syari seperti sakit, lumpuh, atau uzur lainnya, tambah KH Saifuddin Amsir.

Badal haji, lanjut KH Saifuddin, merujuk pada praktik pengupahan tenaga seseorang untuk melaksanakan rukun dan wajib haji seseorang yang mempunyai uzur.

NU Online

Untuk mereka yang uzur, agama memberikan keringanan melalui badal. Seandainya memaksakan diri, mudharat yang tidak dikehendaki akan terjadi, tutup KH Saifuddin saat ditemui di rumahnya seusai pulang mengajar di salah satu majelis taklim.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47008/badal-haji-dibutuhkan-calon-jemaah-uzur

NU Online

Jumat, 05 September 2014

Akhiri Masa Kepengurusan, Pelajar NU Dawe Gelar Lomba Rebana

Kudus, NU Online. Di akhir masa kepengurusan, Forum Komunikasi Pimpinan Komisariat (Forkapik) IPNU-IPPNU Kecamatan Dawe, Kudus mengadakan lomba rebana antarmadrasah di Gedung MWCNU setempat, Jumat (21/11). Lomba tersebut diikuti 18 grup rebana dari madrasah-madrasah dan sekolah NU se-Kecamatan Dawe.

Ketua PAC IPNU Dawe Abdul Khalik mengatakan lomba yang rebana yang di dalamnya ada puji-pujian kepada Nabi Muhammad untuk, tiada lain untuk meningkatkan rasa cinta pelajar NU kepada Rasulullah.

Akhiri Masa Kepengurusan, Pelajar NU Dawe Gelar Lomba Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhiri Masa Kepengurusan, Pelajar NU Dawe Gelar Lomba Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)


Akhiri Masa Kepengurusan, Pelajar NU Dawe Gelar Lomba Rebana

Selain itu, menjaga amalan dan tradisi NU selalu tetap tertanam dalam diri pelajar. "Kegiatan ini juga sebagai rangkaian acara reorganisasi Forkapik IPNU-IPPNU agar memiliki semangat memiliki dan tambah cinta kepada organisasi," katanya kepada NU Online, Jumat (21/11).

NU Online

Khalik menjelaskan Forkapik merupakan forum yang dibentuk untuk pengaktifan IPNU-IPPNU di tingkatan pimpinan komisariat (madrasah/sekolah). Karenanya, ia mengapresiasi kegiatan lomba rebana ini karena dapat menumbuhkan silaturrahim antar komisariat.

NU Online

"Melalui lomba ini saya berharap Forkapik tetap eksis mengembangkan IPNU-IPPNU di madrasah NU maupun sekolah umum. Tentu saja, harus tetap dibawah koordinasi Pimpinan Anak Cabang tidak berjalan sendiri-sendiri," tandasnya.

Lomba rebana yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 Wib ini menarik perhatian masyarakat untuk menontonnya. Masing-masing peserta menampilkan lagu wajib shalawat Asnawiyah dan lagu pilihan bebas dalam durasi waktu 15 menit.

Dewan juri yang terdiri dari Pegiat Rebana Asy-Syauq STAIN Kudus menetapkan pemenang tingkat Madrasah Tsanawiyah, Juara pertama MtsNU Ibtidaul Falah Samirejo, Juara 2 MtsNU Raden Umar Said Colo dan juara 3 MtsNU Miftahul Falah Cendono.

Sementara Tingkat Madrasah Aliyah antara lain juara pertama MANU Ibtidaul Falah, juara kedua MANU Miftahul Falah Cendono dan juara ketiga MANU Raden Umar Said Colo.

Masing masing juara, memperoleh penghargaan sertifikat dan piala dari PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Dawe.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55902/akhiri-masa-kepengurusan-pelajar-nu-dawe-gelar-lomba-rebana

NU Online

Sabtu, 11 Januari 2014

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

NU Online - Dikisahkan, belasan tahun lalu seorang santri jenius yang mondok di Rubath Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdullah bin Umar Assyathiri. Di sana, ia dikenal sebagai santri yang sangat alim hingga mampu menghafal kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa tak kenal dia? Semua pun tahu bahwa ia sangat alim, bahkan diprediksi kelak akan menjadi ulama besar.

Nah, suatu hari di saat Habib Abdullah mengisi pengajian rutin di pondok, tiba tiba Sang Habib pengasuh pondok tersebut bertanya tentang santri yang sangat terkenal alim itu, "kemana si Fulan?", semua santri bingung tak bisa menjawab pertanyaan sang guru.

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - NU Online
Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - NU Online


Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

Ternyata santri yang alim tadi tidak ada di pondok. Ia keluar berniat mengisi pengajian di sebuah kota yang bernama Mukalla. Tapi ia keluar tanpa izin. Akhirnya, Habib Abdullah Asysyathiri yang kondang allamah (sangat alim) dan kewaliannya itu berkata, "baiklah, orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!".

NU Online

Di kota Mukalla, santri yang alim tersebut sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di Masjid Omar Mukalla. Singkat cerita, si santri ini pun maju ke depan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Subhanallah, ternyata setelah membaca amma ba'du, si alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan untuk menerangkan kitab paling tipis sekelas Safinah sedikit pun tak mampu ia ingat. Sontak dia tertunduk dan menangis. Para hadirin pun heran, "ada apa ini?" Akhirnya Salah satu ulama kota Mukalla menghapirinya dan bertanya, "saudara mengapa begini? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"

Dia menjawab, "aku keluar tanpa izin guruku di pesantren." Dia terus menangis, dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib Abdullah Asysyathiri. Namun dengan sombongnya ia tidak mau meminta maaf.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang peduli padanya, bahkan setelah itu hidupnya sangat miskin dan terlunta lunta. Sehingga ia bisa bekerja apapun kecuali hanya dengan menjual daging ikan kering.

NU Online

Dan di saat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang. ***

"Santri yang ilmunya berkah bukanlah yang paling banyak hafalannya, yang paling bagus dalam membaca kitabnya, yang selalu juara kelas. Tapi santri yang berkah dan bermanfaat adalah yang paling hormat dan taat kepada gurunya. Dan menganggap dirinya bukan siapa-siapa di hadapan Gurunya."

Di Hari Santri ini, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali akan pentingnya mendapatkan ilmu yang berkah, bukan sekadar pintar. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/akibat-durhaka-kepada-kiai-santri-ini-tak-punya-taji.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock