Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2016

Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang

NU Online – Situs nu garis lurus itu penuh konten beracun. Mengganggap sebelah mata dan menyebutnya guyon atau semacam mencari perhatian lebih kepada khalayak agar dianggap sebagai kelompok alumni pondok pesantren –sebagaimana selama ini diucapkan oleh pendukungnya, paling lurus menegakkan ahlussunnah, itu salah besar.

Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang - NU Online
Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang - NU Online


Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang

Di Pontianak, ketika KH Ma’ruf Khozin melaksanakan safari dakwah, hadirin dalam acara sering ada yang mengangkat tangan menanyakan apa dan siapa itu nu garus lurus (selanjutnya kami sebut GGL: Gerombolan Garis Lurus, agar tidak mencatut nama NU). Demikian keterangan yang didapatkan Duta Islam.

Apa artinya? Nama GGL sudah masuk dalam alam pikiran banyak orang dan menjadi semacam noktah hitam bagi NU secara jamiyyah dan struktural. Hadirnya GGL di dunia maya yang enteng menyebarkan propaganda untuk menjauhkan warga nahdliyyin dari ulama dan habaib NU tanpa membuka identitas mereka kepada publik, jelas merupakan cara-cara culas yang biasa dilakukan oleh kalangan teroris ISIS.

Perlu diketahui, cara ISIS menyebarkan propagandanya bukan melalui masjid, lembaga pendidikan atau titik-titik startegis yang biasa dikunjungi banyak orang. Website dan media sosial dijadikan alat propaganda paling efektif karena mampu menyebar tanpa batas dan berbiaya murah. Selain tentu karena ISIS tidak punya basis massa yang diakui oleh negara. Modal sosial mereka memang media sosial. 

Langkah yang ditempuh ISIS inilah yang dikloning oleh GGL. Kalau mengaku pejuang aswaja yang paling lurus sedunia, mereka tak perlu malu-malu kucing menampakkan diri. Justru transparansi identitas itulah yang tidak akan membuat banyak orang bertanya, sebagaimana terjadi di beberapa daerah laiknya di Pontianak tadi.

Berawal dari Grup Caci Maki Serapat apapun bangkai ditutup, akan tercium juga. GGL pun gerah setelah ada salah seorang bernama Moch Zainul Abidin As-Syuja'i membongkar data admin pasca digelar sebuah acara di Cirebon, yang mengatasnamakan aktivis Aswaja. Dalam acar itu, para aktivis mulai terang-terangan berani membeberkan nama-nama yang selama ini dikenal Zain, panggilan Zainul Abidin As-Sujai’i, sebagai admin grup Brigade Aswaja, yakni grup WhatsApp para pengelola dan muqollidin situs nu garis lurus.

Kepada NU Online, Zain tidak mengenal sama sekali orang-orang di grup tersebut. Dia mengaku nomornya diseret masuk tanpa konfirmasi kepadanya. Sudah sejak lama Zain nongkrong di grup yang menurutnya penuh dengan caci-maki kepada kyai dan ulama di Nahdlatul Ulama.

Bahkan, pasca publikasi identitas admin, Zain Suja’i dibully dalam grup. . NU Online mendapatkan screen shoot caci maki anggota GGL ini. Oleh Syaraf, salah satu anggota grup, Zain disebut ngegustad, pura-pura jadi gus dan ustadz.

“Ilmunya mentok ke nasi goreng. Malam jadi germo di WhastApp saling kirim-kiriman gambar telanjang nggak pantes. Siang ceramah di WhatsApp sok suci dan sok ngustadz. Tulisannya belepotan jauh dari ranah ilmu. Jamane wong munafik bertopeng di dunia maya. Di dunia nyata, gorengan nggak laku-laku,” tulis Syaraf. (Kami simpan foto si Syaraf ini).

Soal Zain adalah tukang nasi goreng memang diakui. Ia berjualan di Jakarta Barat. Tapi kalau menuduh ilmunya Zain hanya sampai nasi goreng dan munafik serta menyerapahi gorengan tidak laku-laku apalagi menyebut germo, baginya itu sudah keterlaluan, tidak nyambung dan lepas dari etika santri.

Dalam percakapan grup khusus mencaci Zain itu, admin lain ada yang menyebut “asu”, “babi”, “monyet”, “najis”, dan lainnya. Adam, admin grup, pendiri Grup Brigade Aswaja, menanyakan di grup: “Sebenarnya dia itu siapa sih? Asu atau monyet? Saya bingung sendiri,” tulis Adam.

Dengan enteng, pertanyaan itu dijawab oleh Naquib, anggota lain di grup: “Babi mas.” Naquib ini yang menulis: “Waduh…dia sibuk cari tulang ke SAS (Said Aqil Siraj, red) nggak sempet ganti nama. Ya…namanya juga asuuuu….”.

Anggota itu gayeng dan terkesan senang membully Zain di grup karena di sana nama Zain diganti Asu Pa’i. “Makanya, rupa, nama dan hatinya sama (anjing, asu, red). Ngalah-ngalahi assu,” tulis Naguib, yang langsung ditanggapi oleh Faiz, anggota GGL lain yang ikutan mencaci: “Masih ada waktu untuk tobat. Daripada jadi assu,” tulisnya.

Menanggapi percakapan penuh caci maki itu, seorang aktivis Aswaja NU, Arief, mengaku miris. “Wah, ini lebih mirip grup kumpulnya para begundal daripada grup santri. Nggak pantes blas kelompok ini namanya disandarkan dengan nama besar NU. Su'ul adab semua,” tulisnya, dikutip NU Online (17/04).

Kelimpungan, anggota grup tersebut kembali melancarkan fitnah dengan meme. Status David Fuadi, seorang yang dulu pernah menghidupkan situs sarkub.com, dijadikan bahan mementahkan Zain as-Suja’i. Menurut orang yang di kalangan GGL dipanggil KH David Fuadi itu, Zain adalah orang yang tidak punya ilmu agama.

Ustadz Hasbullah, dalam meme yang beredar itu juga menulis kalau tulisan-tulisan Sujai’i itu bukan dari tulisannya sendiri. “Bisa jadi syujai hanya atas nama saja. Sebab saya segrup dengan Syujai. Kerjaanya hanya kirim gambar porno,” tuduh ustadz.

Tuduhan-tuduhan semacam ini, menurut Zain, mudah keluar di grup yang ia sebut kenthir (kemayu) itu. “Ada Group kenthir khusus para Admin Group WA Aswaja. Di sana memang kalau kenthir suka selingan kirim Gambar Porno. Nah dari sanalah Fitnah ini beredar,” jelas Zain.

Jika Anda berakal sehat, etika macam apakah yang layak disematkan kepada kelompok GGL itu? Bahasa apakah yang mudah keluar dari “santri” GGL itu? Bahasa pondok pesantren mana yang menghalalkan saudaranya sendiri disebut anjing, babi, monyet, najis, germo dan munafik? Ajaran Qanun Asasi NU sebelah mana yang memerintahkan umat Islam mencaci maki dengan sebutan binatang untuk saudaranya muslim?

Kepada NU Online, Zain memang jualan nasi goreng. Tapi ia juga santri di sebuah majelis ta’lim yang banyak orang tahu. Ia menunjukkan bukti bahwa dia rutin di majelis ta’lim. Namun tidak berkenan ditulis.

Yang pasti, kelompok GGL memasukkan nomornya ke grup karena nomor yang ia pegang ada dimana-mana. Dikenal sebagai penggerak aswaja. Duta Islam menyimpan buktinya. Zain As-Suja’i itu orang biasa yang dicaci-maki oleh kelompok yang mengaku santri di ujung sana. Duh Gusti... [NU Online/luqman segaf]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/bocor-percakapan-grup-garis-lurus-penuh-bahasa-binatang.html

Minggu, 22 Mei 2016

Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji

Rembang, NU Online. Dalam sebuah kesempatan mengajar, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengatakan:



Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)


Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji

Artinya: Demi Allah Dzat Yang Maha Agung, pondok bukan wasilah ke surga,yang menjadi wasilah adalah ngajinya.

NU Online

Kiai sepuh yang pernah belajar di Makkah Al-Mukarromah lebih dari 2 tahun tersebut menerangkan bahwa pondok itu termasuk bagian dalam dunia. Banyak kiai yang tidak paham. Karena pondok itu kalau kiainya meninggal, anaknya akan saling berebut.

"Ini menunjukkan kalau pondok itu bagian dari dunia. Akidahku dan kakek-kakekku semuanya tidak pernah berharap pondok. Saya ngajar Ihya Ulumuddin dan kitab lainnya, di hati tidak ada sekelumitpun ingin punya pondok," terang putra pertama KH Zubair tersebut.

NU Online

Kiai yang lebih akrab disapa Mbah Moen ini juga berpesan agar tetap berpegang erat dan tetap mengutamakan budaya ngaji dan belajar kitab salaf. "Pokoknya yang harus dipegang erat, kamu harus ngaji dan mengajar kitab salaf. Dunia tidak akan kiamat selama orang masih mau mengaji," tuturnya. (Aan Ainun Najib/Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67425/mbah-maimoen-dunia-tidak-akan-kiamat-selama-orang-masih-mau-mengaji

Senin, 08 Februari 2016

Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional

Jakarta, NU Online. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda Ke-5 tingkat sarjana (S1) dan diploma (D3), Selasa (27/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Dalam prosesi penting tahunan inilah STAINU Jakarta berkomitmen untuk terus mencetak para sarjana Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah secara profesional.

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif mengatakan bahwa persaingan global di segala bidang semakin nampak. Tantangan ini sangat diperhatikan oleh STAINU Jakarta untuk mencetak sebanyak mungkin lulusan-lulusan berkualitas secara akademik.

Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)


Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional

Selain itu, tambahnya, lulusan berkualitas yang dihasilkan STAINU Jakarta tidak akan meninggalkan akar tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang berkembang selama berabad-abad.

NU Online

Hal ini hanya bisa dilakukan para lulusan jika dibekali dengan Aswaja yang memiliki karakter moderat, ramah, dan toleran. Pemahaman ini bahkan sudah menjadi kurikulum wajib di STAINU Jakarta, ujar Syahrizal.

Dia juga mengungkapkan bahwa perguruan tinggi yang dipimpinnya ini secara terus menerus akan melakukan reformasi perkuliahan secara digital. Selama ini sistem di STAINU Jakarta telah terintegrasi secara digital. Ke depan, imbuhnya, STAINU juga akan segara menerapkan sistem E-Learning.

NU Online

Di akhir sambutannya, Syahrizal berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar menjadi sarjana yang berperan nyata di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut bekerja pada bidangnya, tetapi juga bekerja secara profesional apapun bidang yang digelutinya.

Hadir dalam wisuda ini antara lain, Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Menpora RI H Imam Nahrawi, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua BP3TNU H Marzuki Usman, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Ketua PP LP Maarif NU H Arifin Junaidi, para Dosen dan Civitas Akademika STAINU Jakarta.

Wisuda ke-5 ini, STAINU Jakarta berhasil mencetak 248 lulusan sarjana dan diploma dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah, dan Ahwalul Syakhsiyah.(Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71538/wisuda-ke-5-stainu-jakarta-komit-cetak-sarjana-aswaja-profesional

NU Online

Minggu, 14 April 2013

Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan

Way Kanan, NU Online. Selain menggelar bersih-bersih masjid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Rebang Tangkas, Way Kanan, Lampung juga membuat pagar bambu bagi teras Masjid Nurul Hidayah.

Kegiatan berlangsung Senin (12/12) di Kampung Lebak Peniangan itu juga melibatkan Remaja Islam Masjid (Risma) Baitussalam dan sejumlah masyarakat setempat.

Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)


Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan

"Kami mengapresiasi kegiatan positif yang diprakarsai Pemuda Ansor. Ini kegiatan sederhana tapi bermanfaat sekali," ujar pengurus masjid tersebut, Nur Salim.

Senada Nur Salim, Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum di Kampung Gunung Sari Kecamatan Rebang Tangkas KH Nur Kholis memuji gerakan nyata Pemuda Ansor.

NU Online

"Memang harus seperti itu. Gerakan Pemuda Ansor harus memberi manfaat bagi masyarakat. Karena kalau kita perhatikan, banyak yang mengaku Islam tapi pengamalannya tidak sesuai. Akhlakul Karimah seperti itu patut terus dilanjutkan kader muda Nahdlatul Ulama," tegas Kiai Nur Kholis.

NU Online

Ali Wiyono, tokoh masyarakat setempat yang aktif mendukung kegiatan Ansor di daerah itu tak segan membersihkan sarang laba-laba di bagian atap masjid. Selain menyumbang bambu untuk membuat pagar bagi teras masjid, ia juga turun tangan memotong dan membelah bambu bersama kader Ansor.

"Ansor mendorong anak-anak muda daerah ini berkegiatan positif. Saya pribadi tentu merespon sekali kegiatan-kegiatan semacam ini. Untuk pagar ini, dibuat supaya tidak ada hewan yang masuk dan mengotori teras masjid," kata Ali lagi.

Sebagian besar anggota Risma Baitussalam mengaku senang diajak terlibat dalam kegiatan bersih masjid sehubungan baru pertama kali diajak terlibat untuk membersihkan masjid. Para anggota Risma mengaku kegiatan itu baik dan sejalan dengan apa yang disampaikan Rasullullah. Mereka antusias menyapu dan mengepel bagian dalam masjid. Sebagian dari mereka juga terlihat menyapu halaman masjid dan membersihkan jendela dari debu.

Ketua PAC Ansor Rebang Tangkas Arif Makhfudin menambahkan, Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menginstruksikan kader untuk berjihad membela Islam dengan perbuatan, satu cara ialah dengan membersihkan masjid.

"Ansor Way Kanan dalam setiap kegiatan harus disertai gerakan bermanfaat, baik itu donor darah, bersih masjid, atau mengolah sampah plastik menjadi bantal dan boneka karena Ansor memiliki program Digdaya atau mendidik generasi memberdayakan masyarakat. Setelah itu baru silaturahmi kader membahas gerakan organisasi. Jadi sekali dayung dua tiga terlampaui. Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini," ujar Makhfud.

Menurut Makhfud, kegiatan setelah bersih masjid ialah menggelar Barzanji di masjid tersebut selepas Isya. Jamaah masjid tersebut berkenan hadir dan terlibat aktif memperingati Maulid Nabi Muhammad. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73712/jihad-maulid-nabi-ala-gp-ansor-rebang-tangkas-way-kanan

NU Online

Minggu, 09 Desember 2012

Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya!

Foto broadcast Khilafah Islamiyah bukan Khawarij (?) NU Online - Di grup-grup yang menyatakan anggotanya adalah pendukung Syariat Islam Indonesia yang notabene alumni 212, beredar broadcast ciamik yang menggugah selera ber-khilafah. Isi broadcat tersebut membantah kalau daulah khilafah islami-(ah masak?), bukan khawarij.

Bahkan, dalam broadcast yang diatasnamakan dari channel At-Tauhid berjudul "Dan Niscaya Para Pendengki Tidak Akan Pernah Mampu Berikan Bukti Atas Kedustaan Mereka" menantang kita semua untuk membuktikan kalau pemimpin mereka tidak pernah memberikan senyuman kepada kafirin pembesar kafir salibis". Ow ow ow, sangat berani sekali mereka ini. Bacalah broadcast menyesatkan di bawah ini.

Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya! - NU Online
Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya! - NU Online


Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya!

-----------------------

AT TAUHID:

DAN NISCAYA PARA PENDENGKI TIDAK AKAN PERNAH MAMPU BERIKAN BUKTI ATAS KEDUSTAAN MEREKA

NU Online

NU Online

Salah satu ciri khawarij adalah akrab dengan orang orang kafir.

Kami ingin bertanya kepada para pendengki yang selalu memfitnah bahwa Daulah khilafah islamiyah adalah khawarij.

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah menunjukan keakraban dengan kafir harbi?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah memberikan senyuman kepada orang-orang kafir?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah berganding tangan dengan Bush, obama, dan seluruh pembesar - pembesar kafir nashrani?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah mencium pipi kafir zionis olmert atau simon perez atau netanyahu dan bekerjasama dgn mereka?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah bermesra dengan si kafir ahmadinejad, khumaini, khameini, hasan nashrallah dan seluruh pembesar kafir rafidhah syi'ah?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah memutuskan mengambil kebijakan bersama dick cheney, john kerry, condoleezza rice atau seluruh pembesar kafir salibis lainya?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah berjalan beriringan bersama putin atau di sebuah jamuan bersama anak raja charles, atau tersenyum bangga bersama ratu elizabeth dan seluruh pembesar kafir lainnya?

Ketahuilah kalian tidak akan pernah menemukan walaupun satu bukti bahwa daulah khilafah islamiyah bermudahan dan beristi'anah serta ber-wali dengan orang-orang kafir Dan niscaya kalian wahai para pendengki, tidak akan pernah mampu. tetapi tetap sahaja mereka dikatakan ejen amerika zionis buatan Obama.

Maka....ITTAQILLAAH...

Tahanlah mulut-mulut kalian dari memfitnah dan menyebarkan sesuatu yang sama sekali belum kalian buktikan kebenarannya...karena kelak, semua akan diminta pertanggung jawabannya...

@attauhiid

----------------------------

Karena mereka menantang, kali ini NU Online akan menjawab semua kamuflase pertanyaan para pendamba khilafah yang sudah menyusup ke negeri kita, Indonesia tercinta. Sebaiknya bisa disebarkan sebagai pencegahan nalar terorisme warga negara Indonesia secara kaffah, -mengikuti istilah mereka.

Berikut ini adalah foto-foto para cukong khilafah, aktor politisi Amerika yang bukan hanya bertukar senyum tapi juga saling tebar kasih dan sayang.

Lihatlah, siapa yang bersama dengan John McCain dalam rapat itu? Kalau Anda cermat, dia adalah yang disebut sang khalifah, Abu Bakar al-Bahgdady, yang sangat sulit ditemui secara personal oleh teroris ISIS. Daulah Islamiyah ISIS ada di bawah naungan Daulah Washington.

Bersama siapakan aktor ISIS itu? Hehe. Akrab banget

Konflik Suriah berawal dari forum-forum lintas negara yah! Hmmm...

Duh, akrabnya cukong kita yang satu ini. Saling berbisik sayang! Jangan dicium donk bro, bukan mahram. Haram kuadrat! Harusnya yang belakang itu yang dinganu!

Nah, kalau ini baru pemimpin negara Islam yang kaaaffah. Anti Yahudiiii banget bro! Haha Sebelum Yaman digarap, selfie dulu donk! Cepret!

Ini kan mau membentuk Lybia coy, kenapa tabarrukan dulu. Harram tau! Keluarga Erdogan memang keren. Padahal dia kan pejuang Islam sejati katanya. Ah emboh! Setelah Gaddafy jatuh, mari kopdar dulu dengan Amirul jihad Jonathan McCain Al Amrikiyya -hafizhahuljehovah- Yusuf Qardhawi (2010) teken kontrak dengan Aljazeera di bawah seorang perempuan Norway, Direktur Ops for Qatar

Keren kan kesepakatan politik ulama kita yang satu ini? Nama: Abu Omar al Shishani (Chechen), sayangnya sudah pulang kampung April 2016 lalu.

Inilah pejuang khilafah kita. Kikuk-kikuk Burqa disalahgunakan untuk jihad khilafah, coy! Ampun dech! Berbaju tentara loreng itu adalah Abdul Halim Belhadj (Al-Qaida Libya, 2011) Ini ngelukis atau nulis pakta perang bro? Mana Yahudi mana Wahabi nih? Ah, bingung! Jangan lupa bro, kalau selesai kerja laporan dan manaqiban. Biar afdhol! Oke mbah, saya terima nikahnya, eh, emasnya dengan seksama! Ingat, kita bersaudara! Prestasi membangggakan. Patut diberi piagam. Begtulah. Jadi, propaganda kalau daulah khilafah tidak pernah tebar senyum dengan pemimpin-pemimpin negara-negara kafir macam Amerika, itu adalah bohong belaka. Bukti sudah banyak bertebaran kalau ISIS dibuat oleh Amerika untuk mengatur Timur Tengah sesuai kehendaknya. Masih percaya daulah islamiyah adalah perintah mulia dalam Islam? [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/pernahkah-kalian-melihat-mujahidin-cium-pipi-kafir-zionis.html

Senin, 13 Februari 2012

Kiai NU Dihujat Itu Biasa, Hanya Sejarah yang Terulang Saja

NU Online - Para pemuda NU, mari tetap rapatkan barisan, ikutilah dawuh-dawuh para kiai sepuh kita. Janganlah jalan sendiri-sendiri, apalagi memisah diri dan merendahkan diri dengan menghina para ulama NU. Itu sama akibatnya dengan pepatah Arab yang artinya, "kambing yang terpisah dari kelompoknya, ia akan mudah dicaplok serigala".

Di tahun 1952, NU yang dipimpin KH. Wahab Hasbullah menyatakan keluar dari Masyumi karena kecewa dengan politisi-politisi Masyumi yang telah merendahkan ulama-ulama pesantren, yang menurut mereka tidak mengerti apa-apa tentang politik.

Selain itu, kekecewaan NU karena posisi menteri agama yang sejak awal milik NU, diberikan kepada Muhammadiyah. Sementara suara terbesar Masyumi berasal dari warga nahdliyin. Akibat keputusan itu, tak pelak NU dituduh sebagai pemecah belah umat dan Mbah Wahab dituduh sebagai gila jabatan.

Baca juga: Menghina Ketum PBNU dan Ulama, Kader HMI Ini Dipolisikan Ansor

Terbukti akhirnya tuduhan itu berakibat fatal. Pada pemilu 1955, suara Masyumi benar-benar anjlok di titik nadir. NU menempati posisi ketiga dalam pemilu 1955, pas di bawah posisi PNI baru Masyumi. Sementara posisi nomor 4 adalah PKI. Tak lama setelah itu, Masyumi dibubarkan oleh Seokarno karena beberapa tokohnya terlibat PRRI/ Permesta. Bahkan hingga kini Masyumi tak pernah hidup lagi. Mati, sirna.

Kontroversi NU berlanjut. NU di bawah Mbah Wahab, pada era demokrasi terpimpin, bergabung dengan koalisi Nasakom (nasionalis diwakili PNI, agama diwakili NU, dan komunis diwakili PKI) yang digagas oleh Soekarno. Lagi-lagi NU dicerca dan dicaci maki. Bahkan kiai-kiai NU disebut kiai Nasakom.

Mereka tidak tahu bahwa ijtihad NU waktu itu adalah untuk keberadaan PKI di pemerintahan Seokarno supaya tidak mendominasi kebijakan. Terbukti, setelah peristiwa G30S/PKI, NU menjadi ormas paling depan yang mengganyang PKI dengan tokoh mudanya, Subhan ZE. Lagi-lagi, NU tidak terbukti berideologi PKI.

Selanjutnya, di zaman Gus Dur, NU lebih kontroversial lagi. Saat peristiwa Tanjung Priok tahun 1984, militer di bawah kendali LB Murdani menembaki umat Islam Tanjung Priok hingga menimbulkan ratusan korban. Protes terjadi dimana-mana, bahkan hampir mengarah pada kerusuhan nasional. Tapi, Gus Dur saat itu justru membawa LB Murdani mengunjungi pesantren-pesantren NU.

Gus Dur berpendapat, jika situasi tidak segera diredam, maka korban dari umat Islam akan bertambah besar lagi. Waktu itu posisi Soeharto sedang kuat-kuatnya. Berani melawan Soeharto berarti mati. (Baca juga: Kisah Tombak Trisula Gus Dur kepada LB Moerdani)

Atas kebijakan kontroversial itu, tak pelak Gus Dur mendapat hujatan dan cacian dari sana sini, bahkan dari warga NU sendiri. Gus Dur sempat dituduh telah murtad karena telah membela orang kafir Murdani.

Demi menjaga keutuhan bangsa ini, kita tak usah heran jika NU selalu jadi sasaran hujatan, cercaan, dan fitnah. Tidak perlu kaget jika ulama-ulama NU dicaci maki, karena dalam setiap pengorbanan selalu ada caci maki, hujatan, dan fitnah yang mengiringi.

NU besar karena ia sudah teruji dengan pelbagai macam cacian demi menjaga keutuhan bangsa ini. Jika hari ini NU dan ulama-ulama nya dihujat, dicaci maki, difitnah, dibully, ini hanya sejarah yang berulang. Jadi biarkan saja. Sebab, sebagaimana Gus Dur pernah mengatakan, "biarlah nanti sejarah yang akan membuktikan". [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kiai-nu-dihujat-itu-biasa-hanya-sejarah-yang-terulang-saja.html

Minggu, 04 Desember 2011

Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal

NU Online - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, mengerahkan 35 ribu personel Barisan Ansor Serba Guna (Banser) se Jawa Tengah, untuk membantu aparat keamanan pada pelaksanaan perayaan Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal - NU Online
Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal - NU Online


Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal

Sejumlah 35 ribu personel Banser tersebut tersebar di 35 Kabupaten dan Kota yang dikoordinasi oleh masing-masing Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se Jateng.

Ketua PW GP Ansor Jateng, Ikhwanuddin mengatakan, sesuai instruksi Ketua Umum PP GP Ansor, KH Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Tutut, bahwa Banser harus turut serta menjaga kondusifitas keamanan, dengan catatan jika diminta oleh pihak kepolisian setempat.

“Kita mengerahkan sekitar 35 ribu personel Banser. Masing-masing Kabupaten dan Kota juga telah diminta oleh pihak kepolisian untuk membantu mengamankan sesama warga negara yang akan menjalankan ibadah,” kata Ikhwan, Jumat (23/12/2016).

Ikhwan juga mengimbau pada seluruh personel Banser, agar dalam menjaga keamanan, untuk selalu berkoordinasi dengan aparat Polri dan TNI. Jangan bertindak dengan individu tanpa adanya komando.

“Kami mengimbau pada sahabat-sahabat Banser di lapangan, semua langkah yang dilakukan harus melalui komando pimpinan masing-masing, dan harus berkoordinasi dengan aparat,” tegasnya.

Selain ikut membantu aparat menjaga keamanan lingkungan tempat ibadah, juga diimbau untuk tetap menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing. Utamanya di lingkungan yang warganya juga sedang merayakan Hari Raya.

“Sebab mereka juga merayakan di rumah masing-masing. Ini juga perlu jadi perhatian bersama,” katanya.

Ikhwan juga mengimbau pada masyarakat untuk selalu menjaga toleransi antarumat beragama. Dalam hidup di tengah masyarakat bisa saling menghargai satu sama lain, agar tercipta suasana yang tenteram dan saling mengasihi.

“Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, memberikan kasih sayang pada alam raya. Banser NU harus bisa mewujudkan itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain mengerahkan personel lapangan dalam kegiatan pengamanan umat lain yang menjalankan ibadah, juga telah menyiagakan personel yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan informasi.

“Melalui Ansor Cyber Media, telah diinstruksikan untuk patroli di dunia maya, pihak-pihak yang melakukan provokasi dan penebar kebencian di dunia maya dalam momentul Natal ini, akan kita hajar dan laporkan ke pihak berwajib,” tandasnya.

Ikhwan juga menegaskan, sikap Banser tersebut bukan menjaga Gereja maupun terlibat dalam kegiatan agama lain, namun menjaga kebhinekaan yang menjadi kewajiban tiap warga negara. [NU Online/ hudNU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/bantu-aparat-35-ribu-banser-jateng-siap-hajar-provokator-selama-natal.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock