Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2017

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV

Subang, NU Online. Film karya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang berjudul Santri Backpacker siap ditayangkan di AswajaTV pada bulan Ramadlan mendatang.

Demikian disampaikan Ali Cahyadi, salah seorang kru Film Santri Backpacker di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Subang, Sabtu (16/5)

Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV (Sumber Gambar : Nu Online)


Film Santri Backpacker Siap Tayang di AswajaTV

"Kemarin kita sudah menyerahkan film karya PCNU Subang kepada pihak AswajaTV, di sana kita diwawancara juga. Insya Allah filmnya akan diputar pada bulan puasa, mengenai tanggal dan waktunya nanti menyusul," papar Ali

NU Online

Ali melanjutkan, bulan Ramadlan dipilih sebagai waktu penayangan film Santri Backpacker karena menyesuaikan jadwal dari AswajaTV yang kini sedang padat acara. "Karena kita ngasih filmnya belakangan jadi ya ngantri, tapi saya tetap berharap agar Pengurus NU di daerah lain bikin film juga," tambahnya.

NU Online

Ali mengatakan, film ini menceritakan tentang perjalanan santri yang mencari ilmu ke tiga pesantren. Di pesantren-pesantren itu mereka mendapatkan pelajaran tentang keberagamaan yang mengusung nilai kasih sayang, bukan paksaan dan kekerasan.

"Kita ingin menyampaikan bahwa pesantren-pesantren yang berafiliasi ke NU itu mengusung Islam rahmatan lil alamin, jangan lupa nanti nonton ya," tutupnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59567/film-santri-backpacker-siap-tayang-di-aswajatv

NU Online

Minggu, 18 Desember 2016

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

NU Online - Presiden Joko Widodo selalu berusaha meneladani sikap hidup dan laku perjuangan Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sejalan dengan misi utama kelahiran Nabi Muhammad SAW, dalam menuntun manusia menuju akhlak mulia dan menebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur - NU Online
Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur - NU Online


Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Haul Ke-7 K.H. Abdurrahman Wahid sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H yang digelar pada Jumat, 23 Desember 2016, di Komplek Al-Munawwaroh, Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan.

"Meneladani ketulusan beliau yang menjaga silaturahim, melampaui sekat-sekat primordial yang ada. Meneladani kesederhanaan beliau, meneladani kesukarelaan beliau dalam melayani masyarakat, dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sampai akhir hayatnya," ujar Presiden Joko Widodo.

Terlebih lagi Presiden teringat dengan peristiwa ketika Ibu Sinta Nuriyah, istri Gus Dur memberikan peci yang biasanya dipakai Gus Dur pada hari Kamis, 26 September 2013, di Wahid Institute. Tapi sayangnya peci itu disimpan Presiden di Solo. “Jadi tidak bisa saya pakai tahun ini. Insya Allah tahun depan," kata Presiden.

"Pada khaul 7 tahun wafatnya Gus Dur sekarang, pemberian peci itu menjadi pengingat-ingat buat saya, menjadi pengingat-ingat buat kita semua untuk selalu berusaha meneladani Gus Dur,” ucap Presiden.

Menurut Presiden Joko Widodo, Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009 lalu, dalam sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, milik bersama, bukan milik golongan dan bukan milik perseorangan.

“Saya percaya Gus Dur pasti gemes gregetan kalau melihat ada kelompok atau orang-orang yang meremehkan konstitusi, yang mengabaikan kemajemukan kita, yang memaksakan kehendak dengan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, terorisme,” ujar Presiden.

Melihat situasi sekarang ini, lanjut Presiden, bangsa Indonesia seharusnya merasa bersyukur. Ketika banyak negara lain goyah mencari pedoman hidup, bangsa Indonesia memiliki Pancasila. “Ketika negara-negara lain kebingungan mencari panduan berbangsa dan bernegara, kita mempunyai Pancasila.

Seharusnya kita bisa membangun lebih cepat, bergerak lebih cepat, sehingga kita bisa menjadi negara pemenang, agar kita menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo juga mengagumi sikap optimisme Gus Dur dalam memandang bangsa Indonesia ke depan. “Gus Dur itu selalu optimis dalam memandang Indonesia ke depan. Tidak kagetan, tidak gumunan. Itu Gus Dur,” ucap Presiden.

Bahkan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, Gus Dur selalu berpegang teguh pada sebuah kaidah fiqih 'Yassirru wala Tuasirru' yang memiliki makna permudahlah dan jangan dipersulit.

"Ketika mengambil keputusan yang rumit, saya suka teringat kata-kata beliau (Gus Dur), 'Gitu saja kok repot!?," ucap Presiden Joko Widodo.

Dalam Haul ke-7 kali ini Presiden Joko Widodo berkesempatan menyaksikan pembacaan dan penandatangan Ikrar Damai Ummat Beragama Indonesia oleh 9 Pemuka Agama, sebagai bentuk persatuan atas kemajemukan negara Indonesia.

Presiden Ingatkan Pesan Gus Dur pada Cagub DKI Jakarta Sebagai sosok yang dicintai berbagai kalangan masyarakat, peringatan Haul ke-7 Gus Dur dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan lembaga negara, tokoh masyarakat, pemuka agama, para kyai, para ulama hingga para santri. Namun, tiga pasang calon Gubernur DKI Jakarta yang akan berkompetisi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang juga tampak hadir di tengah para undangan.

Atas permintaan para undangan, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengabsen kehadiran ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta tersebut. Ketiga cagub dan cawagub yang hadir adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, serta Anies Baswedan.

"Nih sekarang hadir disini tiga calon pasangan calon Gubernur DKI hadir semuanya. Diabsen dulu, katanya tadi yang di sana minta di absen. Silahkan berdiri semuanya," ujar Presiden Joko Widodo. Melihat keakraban ketiganya, Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi solidaritas dan kerukunan yang ditunjukkan oleh ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta.

"Lha mbok ya begitu yang rukun, wong kita ini kan saudara, saudara sebangsa dan setanah air. Persaudaraan itu yang diajarkan oleh Gus Dur," ucap Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI ke-11 Boediono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dan Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid serta Yenny Wahid selaku tuan rumah. [NU Online]

Keterangan:

Laporan diatas ditulis oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, 23 Desember 2016.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/cerita-jokowi-diberi-peci-mantan-presiden-gus-dur.html

Kamis, 03 April 2014

Makam Asmoro Qondi di Gesikharjo

Hari kedua perjalanan di Tuban (14/8), kami menuju ke arah pantai utara untuk menuju ke tujuan berikutnya, makam Maulana Ibrahim Asmoro Qondi. Makam ayah Sunan Ampel ini terletak di daerah Gesikharjo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Begitu mendekati lokasi, hamparan pemandangan Laut Jawa akan terlihat di sepanjang jalan.

Tiba di kompleks pemakaman, pengunjung disambut dengan gapura berwarna paduan hijau dan kuning, yang di atasnya terdapat tulisan Asy-syaikh Maulana Ibrahim As-Samarqandi dalam bahasa Arab. Di sebelah kanan dan kiri, juga terdapat tulisan Sabar, Neriman, Ngalah, Loman, Akas, Temen (sabar, menerima, mengalah, dermawan, keras, bersungguh-sungguh).

Makam Asmoro Qondi di Gesikharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Makam Asmoro Qondi di Gesikharjo (Sumber Gambar : Nu Online)


Makam Asmoro Qondi di Gesikharjo

Ayah Sunan Ampel

NU Online

Maulana Ibrahim Samarqandi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Asmoro Qondi ini merupakan salah satu ulama penyebar Islam pada masa generasi awal. Samarkand adalah daerah di Asia Tengah. Maulana Ibrahim datang diperkirakan pada abad ke 14 M.

NU Online

Ulama lain yang datang ke Timur pada tahun 1400-an adalah : Syeikh Ahmad Jumadil Kubro (wafat di Mojokerto jawa Timur), Syeikh Muhammad Al Maghribi dari Maroko (wafat di Klaten Jawa Tengah), Syeikh Malik Israil (wafat di Cilegon), Syeikh Hasanuddin dan Aliyuddin (wafat di Banten), Syeikh Subakir dari Persia dan Syeikh Maulana Malik Ibrahim (dimakamkan di Gresik).

Menurut keterangan pada papan silsilah, susunan Sayid Muhahmmad Alaidrus, yang dipajang di dekat makam, tertulis bahwa Ibrahim Asmoro Qondi adalah putra dari Sayyid Jamaludin Al Chusain atau Sayyid Jumadil Kubro (Leluhur Walisongo) bin Ahmad Jalaludin yang nasabnya ke atas sampai ke Nabi Muhammad saw. Dia menjadi penyebar Islam di daerah Tuban dan sekitarnya bersama dengan adiknya, Sayyid Abdullah Asyari atau Sunan Bejagung.

Sebelum ke pulau Jawa, Maulana Ibrahim Asmoro Qondi disebutkan pernah bermukim di Champa selama tiga belas tahun. Ia menikahi putri raja yang memberinya dua putra; yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel dan Sayid Ali Murtadha atau Raden Santri. Kedua anaknya inilah, yang kelak akan mengikuti jejaknya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa.

Tak Pernah Sepi Peziarah

Masuk ke dalam lokasi pemakaman, terdapat banyak makam di sana. Sebagian adalah makam keluarga dan sahabat Maulana Ibrahim. Ada istri dan sahabat tapi kalau melihat nisannya lancip itu sahabat, kalau perempuan nisannya kan lurus, terang Agus, sang penjaga makam.

Namun, dari banyak makam yang ada di sana, tentu makam Maulana Ibrahim Asmoro Qondi yang paling berbeda. Selain karena bangunan cungkupnya yang besar, juga tak pernah sepi dari peziarah yang kebanyakan duduk di dekat areal makam. Para peziarah yang datang berasal dari berbagai daerah.

Setiap hari ramai peziarah, tapi biasanya yang paling ramai malam Jumat Wage, ungkap Agus.

Di dalam kompleks makam Maulana Ibrahim juga terdapat sebuah masjid, yang terletak di sebelah timur makam. Saat kami masuk ke dalamnya, terdapat empat soko besar yang menjadi penopang kuat bangunan masjid. Yang, unik di dalam masjid juga terdapat banyak burung yang terbang dengan bebas.

Menurut Ali Usman, salah satu juru makam yang lain, masjid yang ada di kompleks makam tersebut dibangun sebelum makam. Karena masjid ini yang mendirikan Maulana Ibrahim, sedangkan makam mulai ada sejak Maulana Ibrahim meninggal, terang Bapak yang mengaku sudah 20 tahun menjadi juru makam.

Pada kunjungan kami waktu itu, pihak pengelola makam setempat tengah bersiap untuk mengadakan acara peringatan haul Ibrahim Asmoro Qondi, yang setiap tahun diadakan setiap bulan Syawwal. Rangkaian kegiatan diselenggarakan selama hampir dua pekan untuk menyambut acara haul. Sebagai penutup, akan digelar acara dzikir bersama jamaah Al Khidmah Pesantren Al Fithroh Kedinding Surabaya, yang rencananya akan digelar pada awal bulan depan (1/9). (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46740/makam-asmoro-qondi-di-gesikharjo

NU Online

Selasa, 14 Januari 2014

Hasyim Anggap Mubes Wajar-Wajar Saja

Jakarta, NU Online. Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat bahwa kegiatan warga NU seperti Mubes Warga NU merupakan hal yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan. Aspirasi mereka dapat juga dimasukkan ke muktamar.

Aspirasi dari masyarakat NU baik struktural ataupun kultural itu baik, asal melalui mekanisme yang wajar, seperti yang dilakukan oleh Mubes dapat dianggap sebagai suara masyarakat, silahkan nanti dibawa ke muktamar, ungkapnya sesaat setelah mengikuti rapat pleno PBNU.

Namun demikian, Hasyim menilai bahwa rekomendasi yang dihasilkan dari Mubes tersebut tidak ada sesuatu yang baru karena politisasi itu sejak awal tidak boleh di NU.

Hasyim Anggap Mubes Wajar-Wajar Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Anggap Mubes Wajar-Wajar Saja (Sumber Gambar : Nu Online)


Hasyim Anggap Mubes Wajar-Wajar Saja

Hubungan NU dengan politik sudah ada aturannya, misalnya keputusan muktamar NU ke 27 di Situbondo tahun 1984 yang mengatur hubungan NU dan politik di bidang partai politik.

Pertama, NU bukan organisasi poltik dan tidak menjadi bagian dari organisasi politik manapun. Kenapa ada keputusan tersebut karena dahulunya, NU adalah bagian dari PPP sehingga mesti dipertegas tidak menjadi bagian politik manapun.

Kedua pimpinan NU tidak boleh dirangkap dengan pimpinan parpol. Untuk merealisasikan hal tersebut, para pengurus PBNU yang mencalonkan diri baik pada legisltiaf maupun eksekutif dikenakan proses non aktif dan kalau sudah selesai, ia kembali ke Induk organisasi.

NU Online

Pada muktamar ke 28 di Krapyak Yogyakarta tahun 1989 juga diatur hubungan NU dengan politik, tapi kaitannya dengan politik kebangsaan. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa NU berpihak pada Pancasila, NKRI, demokrasi, dan lainnya. Itu merupakan nilai-nilai politik kebangsaan.

Pada pemilihan tahun 2004, Saya menandatangai teman-teman NU yang menjadi Caleg. Seperti Cecep Syarifuddin, Masduki Baidlawi, Maria Ulfa Ansori, dana lainnya.Ini juga berlaku untuk eksekutif dan saya berlaku di sini sehingga ketika saya melakukan proses pencalonan digantikan Masdar F. Masudi. Dengan demikian, saya tidak menggunakan struktur NU karena sudah dipegang oleh Masdar, tambahnya.(mkf)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2211/hasyim-anggap-mubes-wajar-wajar-saja

NU Online

Senin, 12 Agustus 2013

Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa

NU Online - Dalam sepekan ini beredar foto warga keturunan Tionghoa yang menggunakan atribut mirip pakaian Satuan Brimob Polda Sumut di jejaring sosial. Foto-foto itu menimbulkan pertanyaan besar. Banyak di antara netizen yang menyalahkan pemerintah.

Dalam foto tersebut sembilan orang warga keturunan Tionghoa terlihat berdiri rapi dalam pose berfoto.

Selain manggunakan baret, mereka juga menggunakan tanda kepangkatan plus sepatu hitam mengkilat.

Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa - NU Online
Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa - NU Online


Foto 2006 Disebar Lagi Untuk Provokasi Kebencian Tionghoa

Foto tersebut sempat dikaitkan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) yang juga menggunakan seragam layaknya anggota Polri.

Mulai lencana, seragam hingga baret.

NU Online

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, mengatakan ke sembilan orang tersebut memang mengunakan seragam satuan Brimob.

"Benar memang seragam yang digunakan tersebut milik Polri," katanya, Senin (19/12/2016).

Ke sembilannya orang yang diebut bermata sipit itu, kata Rina, adalah warga sipil yang mahir menggunakan peralatan musik dan tergabung dalam Korps Musik (Korsik) Brimob Polda Sumut. "Mereka adalah orang sipil yang menggunakan seragam polisi," ujarnya.

NU Online

Menurutnya, mereka hanya menggunakan seragam pada moment tertentu di Polda Sumut. Dan mereka hanya tampil khusus untuk membawakan musik.

Namun, mantan Kapolres Binjai ini mengaku heran dengan kembali beredarnya foto tersebut. Dia mengatakan foto tersebut didokumentasikan pada tahun 2006. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/foto-2006-disebar-lagi-untuk-provokasi-kebencian-tionghoa.html

Minggu, 09 Desember 2012

Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya!

Foto broadcast Khilafah Islamiyah bukan Khawarij (?) NU Online - Di grup-grup yang menyatakan anggotanya adalah pendukung Syariat Islam Indonesia yang notabene alumni 212, beredar broadcast ciamik yang menggugah selera ber-khilafah. Isi broadcat tersebut membantah kalau daulah khilafah islami-(ah masak?), bukan khawarij.

Bahkan, dalam broadcast yang diatasnamakan dari channel At-Tauhid berjudul "Dan Niscaya Para Pendengki Tidak Akan Pernah Mampu Berikan Bukti Atas Kedustaan Mereka" menantang kita semua untuk membuktikan kalau pemimpin mereka tidak pernah memberikan senyuman kepada kafirin pembesar kafir salibis". Ow ow ow, sangat berani sekali mereka ini. Bacalah broadcast menyesatkan di bawah ini.

Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya! - NU Online
Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya! - NU Online


Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya!

-----------------------

AT TAUHID:

DAN NISCAYA PARA PENDENGKI TIDAK AKAN PERNAH MAMPU BERIKAN BUKTI ATAS KEDUSTAAN MEREKA

NU Online

NU Online

Salah satu ciri khawarij adalah akrab dengan orang orang kafir.

Kami ingin bertanya kepada para pendengki yang selalu memfitnah bahwa Daulah khilafah islamiyah adalah khawarij.

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah menunjukan keakraban dengan kafir harbi?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah memberikan senyuman kepada orang-orang kafir?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah berganding tangan dengan Bush, obama, dan seluruh pembesar - pembesar kafir nashrani?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah mencium pipi kafir zionis olmert atau simon perez atau netanyahu dan bekerjasama dgn mereka?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah bermesra dengan si kafir ahmadinejad, khumaini, khameini, hasan nashrallah dan seluruh pembesar kafir rafidhah syi'ah?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah memutuskan mengambil kebijakan bersama dick cheney, john kerry, condoleezza rice atau seluruh pembesar kafir salibis lainya?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah berjalan beriringan bersama putin atau di sebuah jamuan bersama anak raja charles, atau tersenyum bangga bersama ratu elizabeth dan seluruh pembesar kafir lainnya?

Ketahuilah kalian tidak akan pernah menemukan walaupun satu bukti bahwa daulah khilafah islamiyah bermudahan dan beristi'anah serta ber-wali dengan orang-orang kafir Dan niscaya kalian wahai para pendengki, tidak akan pernah mampu. tetapi tetap sahaja mereka dikatakan ejen amerika zionis buatan Obama.

Maka....ITTAQILLAAH...

Tahanlah mulut-mulut kalian dari memfitnah dan menyebarkan sesuatu yang sama sekali belum kalian buktikan kebenarannya...karena kelak, semua akan diminta pertanggung jawabannya...

@attauhiid

----------------------------

Karena mereka menantang, kali ini NU Online akan menjawab semua kamuflase pertanyaan para pendamba khilafah yang sudah menyusup ke negeri kita, Indonesia tercinta. Sebaiknya bisa disebarkan sebagai pencegahan nalar terorisme warga negara Indonesia secara kaffah, -mengikuti istilah mereka.

Berikut ini adalah foto-foto para cukong khilafah, aktor politisi Amerika yang bukan hanya bertukar senyum tapi juga saling tebar kasih dan sayang.

Lihatlah, siapa yang bersama dengan John McCain dalam rapat itu? Kalau Anda cermat, dia adalah yang disebut sang khalifah, Abu Bakar al-Bahgdady, yang sangat sulit ditemui secara personal oleh teroris ISIS. Daulah Islamiyah ISIS ada di bawah naungan Daulah Washington.

Bersama siapakan aktor ISIS itu? Hehe. Akrab banget

Konflik Suriah berawal dari forum-forum lintas negara yah! Hmmm...

Duh, akrabnya cukong kita yang satu ini. Saling berbisik sayang! Jangan dicium donk bro, bukan mahram. Haram kuadrat! Harusnya yang belakang itu yang dinganu!

Nah, kalau ini baru pemimpin negara Islam yang kaaaffah. Anti Yahudiiii banget bro! Haha Sebelum Yaman digarap, selfie dulu donk! Cepret!

Ini kan mau membentuk Lybia coy, kenapa tabarrukan dulu. Harram tau! Keluarga Erdogan memang keren. Padahal dia kan pejuang Islam sejati katanya. Ah emboh! Setelah Gaddafy jatuh, mari kopdar dulu dengan Amirul jihad Jonathan McCain Al Amrikiyya -hafizhahuljehovah- Yusuf Qardhawi (2010) teken kontrak dengan Aljazeera di bawah seorang perempuan Norway, Direktur Ops for Qatar

Keren kan kesepakatan politik ulama kita yang satu ini? Nama: Abu Omar al Shishani (Chechen), sayangnya sudah pulang kampung April 2016 lalu.

Inilah pejuang khilafah kita. Kikuk-kikuk Burqa disalahgunakan untuk jihad khilafah, coy! Ampun dech! Berbaju tentara loreng itu adalah Abdul Halim Belhadj (Al-Qaida Libya, 2011) Ini ngelukis atau nulis pakta perang bro? Mana Yahudi mana Wahabi nih? Ah, bingung! Jangan lupa bro, kalau selesai kerja laporan dan manaqiban. Biar afdhol! Oke mbah, saya terima nikahnya, eh, emasnya dengan seksama! Ingat, kita bersaudara! Prestasi membangggakan. Patut diberi piagam. Begtulah. Jadi, propaganda kalau daulah khilafah tidak pernah tebar senyum dengan pemimpin-pemimpin negara-negara kafir macam Amerika, itu adalah bohong belaka. Bukti sudah banyak bertebaran kalau ISIS dibuat oleh Amerika untuk mengatur Timur Tengah sesuai kehendaknya. Masih percaya daulah islamiyah adalah perintah mulia dalam Islam? [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/pernahkah-kalian-melihat-mujahidin-cium-pipi-kafir-zionis.html

Jumat, 07 Desember 2012

Dakwah Masih Dipahami Sekedar Ceramah

Jakarta, NU Online. Dakwah yang dilakukan oleh para dai sampai saat ini masih dipahami baru sekedar sebagai memberikan ceramah di panggung, belum termasuk bagaimana mampu menginsiparasi kebutuhan dan problem masyarakat dan bagaimana menjawabnya.

Banyak dai yang terkejut ketika kami memperkenalkan pelatihan dakwah transformatif yang menekankan perlunya partisipasi dai dalam menyelesaikan problem masyarakat, bukan sekedar memberikan ceramah saja, tandas Nuruddin dari Lakpesdam yang pada tanggal 28-31 Juli lalu menyelenggarakan pelatihan ini di Puncak Bogor.

Dikatakannya bahwa para dai juga merasa bahwa memang berat jika dakwah memang bukan sekedar ceramah di mimbar saja. Namun demikian dengan konsep jaringan yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut, akan dihasilkan sinergi dari berbagai fihak.

Dakwah Masih Dipahami Sekedar Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Masih Dipahami Sekedar Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)


Dakwah Masih Dipahami Sekedar Ceramah

Dicontohkannya, dai yang berasal dari Jember telah melakukan partisipasi dalam masyarakat. Mereka turut terlibat dalam pembuatan atau mengkritisi kebijakan di desa atau kecamatan. Demikian juga di Madura, telah terdapat komunitas yang dikelola oleh dai dan terdapat pertemuan rutin dua minggu sekali yang membahas berbagai pemasalahan seperti ekonomi dan sosial.

Jadi dakwah juga harus membumi dengan kondisi dan realitas sosial yang ada di lingkungan tersebut, imbuhnya. Terdapat kecenderungan bahwa para dai berceramah dengan tema yang monoton, yang sama dari satu tempat ke tempat lainnya.

Para pendiri NU merupakan figur dai yang patut dicontoh. Selain melakukan ceramah, mereka terlibat dalam masyarakat secara langsung untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Inilah yang membuat NU bisa besar dan mengakar dalam masyarakat.

NU Online

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini membahas tiga tema besar yang meliputi kritik wacana agama yang membahas posisi al Quran dan tafsir, analisis sosial struktural dan analisis globalisasi. Penekanan diberikan dalam masalah analisis sosial karena ummat yang dihadapi masih menghadapi persoalan pokok seperti masalah pertanian, kelautan dan lainnya.

Pasca pelatihan, para peserta juga diberi PR tentang persoalan sosial yang mereka hadapi. Yang berasal dari pesantren diminta menganalisis persoalan-persoalan pesantren, yang hidup di lingkungan nelayan diminta menganalisis persoalan nelayan, demikian juga sektor lainnya, paparnya.

Total terdapat 25 peserta yang berasal dari Sumbar, Sulsel, Jabar dan Jatim yang mengikuti pelatihan ini. Dari jumlah tersebut 8 orang berjenis kelamin perempuan. Mereka rata-rata merupakan dai muda potensia yang masih berusia antara 25-30 tahun. Untuk lebih mematangkan, akan dilakukan pelatihan lanjutan di Sulawesi Selatan pada akhir September.(mkf)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3376/dakwah-masih-dipahami-sekedar-ceramah

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock