Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

Darimanakah Datangnya Hoax?

NU Online - Hoax, yang seharusnya dibaca hōks, tapi kita di sini lebih senang membacanya seperti orang ingin muntah (howaks), berarti "memperdayai" atau "mengelabui". Tapi, hoax sekarang ini disamakan dengan "berita yang membohongi".

Darimanakah Datangnya Hoax? - NU Online
Darimanakah Datangnya Hoax? - NU Online


Darimanakah Datangnya Hoax?

Laporan Majalah Tempo (2 Januari 2017) membedakan hoax (berita palsu) dari fake news (berita rekayasa). Secara sangat ringkas, hoax masih menampilkan fakta tapi dilebih-lebihkan atau dipelintir untuk mendukung isu yang sedang aktual diperbincangkan. Fake news tidak merujuk fakta apa pun. Atau, kalau itu berupa foto adalah hasil penyuntingan. (Contoh: Tifatul Sembiring Ngapain Ikut Sebar Hoax)

Tujuan hoax dan fake news serupa belaka: membohongi orang lain dengan merekayasa fakta yang ada menjadi sangat provokatif atau menampilkan "fakta" dari praktik-prakti ilusif. Misalnya, tenaga kerja asing yang berasal dari Cina secara faktual berjumlah puluhan ribu. Oleh pembuat hoax digelembungkan menjadi dua puluhan juta. Tujuannya adalah menciptakan kekisruhan dan memompa semangat kebencian terhadap etnis Tionghoa.

Dalam jurnalisme tabloid yang menyukai kehebohan itu, hoax diarahkan ke dalam mantra: if it bleeds, it leads. Jika informasi yang dipelintir itu menciptakan pertikaian yang sungguh brutal, maka semakin pula layak dirayakan penuh kehebohan.

Hoax, sebenarnya, tidak muncul pada era digital ini . Secara etimologis (awal mula), kata ini diketahui telah ada sekitar 1796 untuk merujuk kata hocus. Kata itu, demikian Robert Nares (1753-1829) menjelaskan, merupakan ringkasan dari kata hocus pocus: sebuah jargon yang dipakai oleh pesulap yang berlagak. Hocus sendiri bermakna sebagai menipu atau mengibuli.

Jadi, hoax, hocus, juga hocus pocus di era internet ini merupakan hasil permainan yang menjadikan khalayak tersihir oleh muslihat hebat para pesulap informasi. Aksi tipu-tipu itu menjadikan orang banyak terkesima dan terpana. Tapi, ekspresi selanjutnya bukanlah wajah-wajah yang menghadirkan kekaguman, melainkan silang sengketa yang menggelontorkan perbantahan dan bahkan perkelahian.

Dari manakah datangnya hoax? Memang sulap dan memang sihir: dari "sulap fakta" turun ke "gelap mata". Begitulah. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/darimanakah-datangnya-hoax.html

Senin, 16 November 2015

KH Dimyati Rois Ungkap 3 Sebab NU Didirikan

Kendal, NU Online. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois nampak begitu tegar diusianya yang sudah senja saat menerima rombongan Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Selasa (24/1) lalu di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Ia berjalan dari kediamannya ke sebuah tempat di Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadlilah Kaliwungu Kendal yang khusus diperuntukkan menerima tamu. Ia melangkah dengan didampingi para santrinya.

KH Dimyati Rois Ungkap 3 Sebab NU Didirikan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Dimyati Rois Ungkap 3 Sebab NU Didirikan (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Dimyati Rois Ungkap 3 Sebab NU Didirikan

Kiai dengan gaya bicaranya yang khas dan penuh humor itu memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menemuinya. Kiai yang pernah mondok di Pesantren Sarang ini masih fasih dan terang dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa sejarah masa lalu.

Kepada rombongan Anjangsana yang terdiri dari 17 orang itu, Abah Dim (sapaan masyarakat setempat) kepada KH Dimyathi Rois memberikan penguatan ke-NU-an secara historis.

NU Online

NU Online

Ia menjelaskan 3 fakta sejarah yang menjadi sebab didirikannya Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak lepas dari ikhtiar lahir dan batin dari sejumlah ulama pesantren di Nusantara.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadlilah Kaliwungu ini, NU didirikan pertama, musyawarah dan keputusan bersama 50 ulama besar Nusantara.

Kedua, istikharah para ulama Nusantara untuk mendirikan sebuah wadah organisasi, dan ketiga, keputusan para ahli kasyaf atas permintaan yang diajukan oleh para kiai di Nusantara, jelas salah seorang Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 itu.

Murid dari KH Marzuqi Dahlan Lirboyo itu menambahkan, NU didirikan oleh para ulama terpilih yang memiliki kapasitas keilmuan luhur dan juga kesalehan mulia.

Sebab itu, Nahdliyin dan pengurus NU di seluruh Indonesia perlu meneladani dan melestarikan nilai-nilai yang tertanam kuat pada diri para kiai dan ulama untuk mengokohkan organisasi guna memperkuat bangsa dan negara.

Dengan tetap melestarikan dan menerapkan nilai-nilai kiai, menurut kiai kelahiran Brebes ini, NU akan tetap berdiri dan berkembang sebagai cahaya penuntun umat di tengah perkembangan zaman dan tantangan teknologi modern yang saat ini masif mempengaruhi karakter seseorang.

Dalam momen Harlah ke-91 NU ini, Abah Dim tentu berharap Ormas Islam terbesar di dunia makin matang di segala ini sehingga mampu memperkuat NU, baik secara jamaah maupun jamiyah. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74983/kh-dimyati-rois-ungkap-3-sebab-nu-didirikan

NU Online

Minggu, 20 September 2015

Mantan Menag Menangis Mendengar Program Cetak Al-Quran Dihentikan

NU Online - Program pemerintah sebelumnya melalui Kementerian Agama yakni satu rumah memiliki satu Kitab Suci Al-Quran terancam tak terwujud.

Mantan Menag Menangis Mendengar Program Cetak Al-Quran Dihentikan - NU Online
Mantan Menag Menangis Mendengar Program Cetak Al-Quran Dihentikan - NU Online


Mantan Menag Menangis Mendengar Program Cetak Al-Quran Dihentikan

Hal ini setelah mesin percetakan Al-Quran milik Kementerian Agama (Kemenag) yang digunakan untuk mewujudkan program tersebut segera "dikubur" dan mesin-mesinnya yang bernilai Rp 28 miliar segera menjadi besi tua. "Ya, jadi mesin besi karatan dan besi tua," ungkap mantan Menteri Agama RI, Maftuh Basuni, di kediamannya, Rabu malam (11/8) lalu.

Dengan nada sedih dan suara serak lantaran kesehatannya terganggu, menteri agama periode Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I tersebut mengatakan tidak habis pikir dana yang diinvestasikan demikian besar dan diharapkan dapat memenuhi harapan program satu rumah umat Islam dapat memiliki satu Al-Quran, dalam perjalanannya justru segera masuk "liang kubur" alias mati tak terurus.

Di lingkungan Kementerian Agama, lanjut dia, masih ada oknum yang tidak suka percetakan Al-Quran milik kementerian itu dapat berjalan dengan baik. Alasannya, bila percetakan itu berjalan bagus tentu ke depan pengadaan Alquran tidak lagi dilakukan dengan tender. Jika dengan tender, tentu ada komisinya.

"Ujungnya ya komisi," sebut Maftuh yang saat itu pembicaraan kerasnya didengar penulis biografinya, Lingga Akbar.

Lembaga percetakan Al-Quran dibangun dengan dukungan uang APBN dan akan dikelola sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah pembinaan Departemen Agama (kini Kemenag). Dana yang dihabiskan mencapai Rp 30 miliar di atas lahan 1.530 meter.

Di atas lahan seluas itu ada mesin pracetak, mesin cetak web, mesin cetak warna, mesin cetak sheet DS4, dan mesin-mesin lainnya. "Saya mencari mesin cetak terbaik. Saat itu saya minta rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kenang Maftuh dengan nada meninggi.

Maftuh mengatakan, lembaga percetakan Alquran ini dibangun dengan uang dari APBN dan akan dikelola sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah pembinaan Departemen Agama. Percetakan Alquran di Jalan Raya Puncak, Km 65, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, itu diresmikan pada 15 November 2008 dan mulai berhenti beroperasi sejak pertengahan 2015.

"Saya enggak tahu, sejak dicopot, mengapa percetakan itu tak jalan lagi," ungkap Samidin Nashir, melalui saluran telepon Kamis pagi.

Hadirnya percetakan Al-Quran ini sudah lebih dari 38 tahun dinantikan. Setelah Maftuh lengser, mencuat kasus korupsi Al-Quran di era menteri Suryadharma Ali. Padahal, percetakan tersebut tergolong modern, kapasitas produksi mencapai 1,5 juta eksemplar per tahun. Rencananya, percetakan itu diharapkan dapat menjadi awal menentukan bentuk pelat baku dan meminimalkan salah cetak Al-Quran.

Melalui standar pengawasan mutu ketat yang ditangani Lajnah Pentashih Al-Quran tentu kesalahan cetak bisa dihindari. Lagi pula, perlakuan mencetak kesuciannya terjaga. "Bukan sampul Alquran dijadikan terompet seperti kasus tahun lalu," ujarnya.

Percetakan itu kini hanya ditunggui penjaga. Tidak ada lagi aktivitas. "Sedih, walaupun saya sudah ngasih solusi ke sekjen Kemenag," ungkap Samidin. [NU Online] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/mantan-menag-menangis-mendengar-program-program-cetak-alquran-dihentikan.html

Sabtu, 11 Januari 2014

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

NU Online - Dikisahkan, belasan tahun lalu seorang santri jenius yang mondok di Rubath Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdullah bin Umar Assyathiri. Di sana, ia dikenal sebagai santri yang sangat alim hingga mampu menghafal kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa tak kenal dia? Semua pun tahu bahwa ia sangat alim, bahkan diprediksi kelak akan menjadi ulama besar.

Nah, suatu hari di saat Habib Abdullah mengisi pengajian rutin di pondok, tiba tiba Sang Habib pengasuh pondok tersebut bertanya tentang santri yang sangat terkenal alim itu, "kemana si Fulan?", semua santri bingung tak bisa menjawab pertanyaan sang guru.

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - NU Online
Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - NU Online


Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

Ternyata santri yang alim tadi tidak ada di pondok. Ia keluar berniat mengisi pengajian di sebuah kota yang bernama Mukalla. Tapi ia keluar tanpa izin. Akhirnya, Habib Abdullah Asysyathiri yang kondang allamah (sangat alim) dan kewaliannya itu berkata, "baiklah, orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!".

NU Online

Di kota Mukalla, santri yang alim tersebut sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di Masjid Omar Mukalla. Singkat cerita, si santri ini pun maju ke depan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Subhanallah, ternyata setelah membaca amma ba'du, si alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan untuk menerangkan kitab paling tipis sekelas Safinah sedikit pun tak mampu ia ingat. Sontak dia tertunduk dan menangis. Para hadirin pun heran, "ada apa ini?" Akhirnya Salah satu ulama kota Mukalla menghapirinya dan bertanya, "saudara mengapa begini? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"

Dia menjawab, "aku keluar tanpa izin guruku di pesantren." Dia terus menangis, dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib Abdullah Asysyathiri. Namun dengan sombongnya ia tidak mau meminta maaf.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang peduli padanya, bahkan setelah itu hidupnya sangat miskin dan terlunta lunta. Sehingga ia bisa bekerja apapun kecuali hanya dengan menjual daging ikan kering.

NU Online

Dan di saat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang. ***

"Santri yang ilmunya berkah bukanlah yang paling banyak hafalannya, yang paling bagus dalam membaca kitabnya, yang selalu juara kelas. Tapi santri yang berkah dan bermanfaat adalah yang paling hormat dan taat kepada gurunya. Dan menganggap dirinya bukan siapa-siapa di hadapan Gurunya."

Di Hari Santri ini, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali akan pentingnya mendapatkan ilmu yang berkah, bukan sekadar pintar. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/akibat-durhaka-kepada-kiai-santri-ini-tak-punya-taji.html

Jumat, 18 Oktober 2013

Diskriminasi Kerja Atas Dasar Agama Masih Terjadi di AS

Jakarta, NU Online. Tahun lalu, Komisi Perlindungan Kesetaraan diantara para Pekerja Amerika Serikat menerima 3811 keluhan. Para pekerja menuduh majikan mereka melakukan diskriminasi atas dasar agama, seperti dilaporkan oleh koran "Vedomosti".

Sebagai contoh, seorang penambang Kristen Protestan, menolak menjalani pengujian biometric karena norma agma, dan dua orang kopir Muslim menyatakan mereka tidak minum alkohol karena larangan agama.

Diskriminasi Kerja Atas Dasar Agama Masih Terjadi di AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskriminasi Kerja Atas Dasar Agama Masih Terjadi di AS (Sumber Gambar : Nu Online)


Diskriminasi Kerja Atas Dasar Agama Masih Terjadi di AS

Komisi tersebut akan mempertimbangkan keluhan secara individual. Jika konflik tidak selesai melalui negosiasi, masalah ini akan diselesaikan melalui pengadilan. Baru-baru ini wanita Muslim mengajukan tuntutan pada Abercrombie & Fitch Company.

Perusahaan tersebut memberlakukan penggunaan jilbab melanggar aturan berbusana dan memecat satu pegawai perempuan. Perempuan lain ditolak lamarannya karena dia memakai jilbab selama wawancara. Pengadilan meminta perusahaan memberikan kompensasi kepada wanita Muslim tersebut senilai $ 71,000.

NU Online

NU Online

Menurut para pengacara, keluhan akan berkurang jika perusahaan melakukan training tentang diskriminasi dan mengajari para pekerjanya toleransi beragama. (islam.ru/mukafi niam)

Foto: Islam.ru

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48024/diskriminasi-kerja-atas-dasar-agama-masih-terjadi-di-as

NU Online

Jumat, 13 September 2013

NU Ditarget Hancur dari Indonesia Paling Cepat Tahun 2020

NU Online - Sekitar Tahun 2011 ada selebaran yang dibagikan oleh KH. Abdurrahman Pengasuh PP Al-Bajigur Tenonan Manding. Menurut pengakuan beliau, ada orang ahli IT yang berhasil nge-hack situs resmi salah satu partai politik beraliran Islam ekstrim kanan yang menginginkan penegakan khilafah di Indonesia.

Dalam propaganda tersebut, mereka punya target tahun 2030 NU harus bubar dari Indonesia. Awalnya, tidak menggubris propaganda tersebut, namun akhirnya muncul kesadaran di kalangan nahdliyyin bahwa hal itu merupakan skenario internasional yang menginginkan Indonesia teriris-iris, terpecah belah karena NU dianggap sebagai benteng pertahanan NKRI.

NU Ditarget Hancur dari Indonesia Paling Cepat Tahun 2020 - NU Online
NU Ditarget Hancur dari Indonesia Paling Cepat Tahun 2020 - NU Online


NU Ditarget Hancur dari Indonesia Paling Cepat Tahun 2020

Berbanding lurus dengan edaran tersebut, juga beredar informasi bahwa Iran berani mengeluarkan statement bahwa NU itu kafir zindiq. Target Iran lebih awal dari edaran yang sempat hebih 6 tahun silam tersebut. Mereka punya target, tahun 2020 nanti NU harus habis.

Secara kasat mata, Iran telah mampu membenturkan NU vs Syiah, Amerika mampu membenturkan NU vs Wahabi. Melihat fenomena kebangsaan, kebhinnekaan, di Indonesia lebih lebih pasca meledaknya kasus penistaan agama yang dilakukan/ diucapkan oleh calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama.

NU Online

Mereka yang berada di jalur kanan seakan menemukan momentumnya. Mereka yang dulu tidak menemukan "panggung" dan "tidak memiliki massa besar", seakan hari ini, massa yang besar itu adalah kelompok mereka.

Kondisi carut marut ini semakin diperparah dengan aksi yang dilakukan pada saat aksi bela Islam III yang dikenal dengan Aksi 212. Salah satu peserta aksi ada yang berkalung kardus/ kertas bertuliskan "Saya pengikut NU KH hasyim Asy'ari, bukan NU nya Said Aqil Siraj."

NU Online

Begitu dalam tulisannya. Ternyata "mereka sukses mengobok-obok NU. Mereka berhasil memecah-belah kekuatan NU."

Keadaan ini diakui atau tidak merupakan buntut panjang dari silang-sengkarut dari kelompok yang tidak puas atas hasil Muktamar NU di Tebuireng. Bahkan pro-kontra atas aksi 411 dan 212 telah meluluhlantakkan sendi sendi ukhuwah nahdiyyah kita.

Keadaan ini semakin keruh setelah tokoh NU asal Jombang menyerang Gus Mus di sosmed atas fatwa menggelitik yang dilakukan beliau bahwa Shalat Jum'at di aspal bid'ah besar. Walau akhirnya terbukti tidak benar alias hoax, namun "perang dalil" sempat menjadi viral di media sosial.

Inikah yang dimaksud dan diinginkan oleh Islam jalur kanan bahwa tahun 2020 NU harus musnah dari Indonesia? Nauzubillah. Yakinlah dengan doa dan istikharah Syaikhona Kholil Bangkalan, NU akan menjadi mata air jernih yang akan mengalir ke pelataran yang lebih rendah.

Ahlussunnah wal jamaah yang sudah musnah di tanah Hijaz akan green (hijau) di Indonesia sebagaimana mimpi Sunan Ampel didatangi bermimpi didatangi Rasulullah bahwa Islam Rahmatan lil 'Aalamin akan tumbuh subur berkembang di Indonesia. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/nu-ditarget-hancur-dari-indonesia-tahun-2020.html

Kamis, 03 Januari 2013

Terplih, Jawara Cerdas Cermat Aswaja

Jombang, NU Online. Puncak Olimpiade Aswaja untuk putra akhirnya mentahbiskan kontingen Pasuruan Jawa Timur sebagai juara pertama. Mereka dengan sangat meyakinkan mampu mengalahkan kontingen lain.

Kegiatan final cerdas cermat Olimpiade Aswaja untuk kontingen putra diselenggarakan Jumat malam (28/6). Olimpiade aswaja menjadi kegiatan asah otak di arena Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang berlangsung di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babussalam, Kalibening, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Terplih, Jawara Cerdas Cermat Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Terplih, Jawara Cerdas Cermat Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)


Terplih, Jawara Cerdas Cermat Aswaja

Pada babak final olimpiade yang dikemas dengan sistem cerdas cermat Aswaja, regu dari Kabupaten Pasuruan berhasil meraih poin tertinggi.

NU Online

Regu dari Kabupaten Pasuruan yang digawangi oleh Asmoro, Muhammad Asad dan Muhammad Nur Kholis, perolehan suaranya tidak mampu dikejar regu dari Kabupaten Gresik, Sumenep dan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai juara kedua adalah utusan dari PC LP Maarif Kabupaten Gresik, disusul berikutnya sebagai juara ketiga adalah Kabupaten Sumenep.

Dalam proses cerdas cermat Aswaja yang diselenggarakan di halaman Masjid Babussalam, Asmoro, Muhammad Asad dan Muhammad Nur Kholis mampu menjawab pertanyaan pertanyaan krusial yang diajukan kepada mereka. Jawaban-jawaban lugas mereka yang tergabung dalam regu D cerdas cermat Aswaja mampu menarik perhatian para juri yang terdiri dari Baidlowi Mufti, Hadi Syaifudin, dan Hiszbullah Huda.

Pada kalkulasi akhir, kontingen ini mampu mengumpulkan nilai sebanyak 1.693. Sementara, regu dari Kabupaten Gresik (regu C) mengumpulkan nilai 1.110, sedangkan Kabupaten Sumenep (regu B) mengumpulkan poin sebanyak 1.081. Sedangkan, kontingen NTB (regu A) meraih nilai terendah diantara peserta lainnya.

NU Online

Cerdas cermat aswaja merupakan babak final dari kegiatan Olimpiade Aswaja di arena Perwimanas. Hizbulloh Huda, Panitia bidang IT dan media yang menangani pelaksanaan olimpiade Aswaja mengungkapkan, untuk bisa mengikuti cerdas cermat aswaja, masing-masing kontingen peserta harus mampu melampaui proses seleksi panjang dan berliku. "Yang ikut cerdas cermat aswaja betul betul sudah terseleksi," ujar dosen Unsuri Surabaya ini.

Proses seleksi Olimpiade Aswaja, lanjut Hizbulloh, dimulai dengan babak penyisihan. Babak penyisihan terdiri dari babak 1 dan babak 2 yang dilakukan secara online. Pada babak penyisihan pertama, terdapat 60 regu atau kontingen yang berpacu untuk mendapatkan nilai terbaik melalui sistem online.

"Dari 60 kontingen atau regu yang ikut seleksi secara online, dipilih 30 peserta untuk ikut pada penyisihan kedua. Nah, dari 30 ini, dipilih 4 peserta untuk mengikuti babak final yang dilaksanakan dengan sistem cerdas cermat," kata Hizbulloh.

Malam sebelumnya dengan didampingi dua temannya, Siti Robiah berhasil secara meyakinkan sejumlah dewan juri, panitia serta suporter sehingga berhasil menjadi juara pertama. Kontingen dari PC LP Maarif Kencong ini mengumpulkan nilai 885.

Untuk juara kedua diraih utusan dari PC LP Maarif Sidoarjo dengan total nilai 722. Sedangkan kontingen dari Lumajang sebagai juara ketiga yang diikuti utusan dari Mojokerto sebagai juara empat.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45480/terplih-jawara-cerdas-cermat-aswaja

NU Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock