Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai

NU Online - Melihat referensi yang ada, sistem khilafah saat ini muttafaq alaih sudah selesai, tidak ada, alias bid'ah. Buktinya adalah, pertama, hadits shahih berikut ini:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُمْهَانَ قَالَ حدثني سَفِينَةُ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْخِلاَفَةُ فِي أُمَّتِي ثَلاَثُونَ سَنَةً ثُمَّ مُلْكٌ بَعْدَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ لِي سَفِينَةُ أَمْسِكْ خِلاَفَةَ أَبِي بَكْرٍ ثُمَّ قَالَ وَخِلاَفَةَ عُمَرَ وَخِلاَفَةَ عُثْمَانَ ثُمَّ قَالَ لِي أَمْسِكْ خِلاَفَةَ عَلِيٍّ قَالَ فَوَجَدْنَاهَا ثَلاَثِينَ سَنَةً قَالَ سَعِيدٌ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّ بَنِي أُمَيَّةَ يَزْعُمُونَ أَنَّ الْخِلاَفَةَ فِيهِمْ قَالَ كَذَبُوا بَنُو الزَّرْقَاءِ بَلْ هُمْ مُلُوكٌ مِنْ شَرِّ الْمُلُوكِ.

Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai - NU Online
Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai - NU Online


Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai

Artinya: Sa’id bin Jumhan berkata “Safinah menyampaikan hadits kepadaku, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pemerintahan Khilafah pada umatku selama tiga puluh tahun, kemudian setelah itu dipimpin oleh pemerintahan kerajaan.” Lalu Safinah berkata kepadaku: “Hitunglah masa kekhilafahan Abu Bakar (2 tahun), Umar (10 tahun) dan Utsman (12 tahun).” Safinah berkata lagi kepadaku: “Tambahkan dengan masa khilafahnya Ali (6 tahun). Ternyata semuanya tiga puluh tahun.” Sa’id berkata: “Aku berkata kepada Safinah: “Sesungguhnya Bani Umayah berasumsi bahwa khilafah ada pada mereka.” Safinah menjawab: “Mereka (Bani Umayah) telah berbohong. Justru mereka adalah para raja, yang tergolong seburuk-buruk para raja”. (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

Hadits di atas menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa kepemimpinan khilafah yang mengatur roda pemerintahan umat sesuai dengan ajaran kenabian (khilafah al-nubuwwah) dan menerapkan syariat Islam secara sempurna, hanya berjalan selama tiga puluh tahun, yaitu masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali -radhiyallahu ‘anhum. Sebagian ulama ada yang memasukkan masa pemerintahasan Sayidina Hasan bin Ali -radhiyallahu ‘anhuma-, ke dalam khilafah al-nubuwwah ini, karena masa kekuasaan beliau melengkapi masa tiga puluh tahun tersebut. Kedua, hadits lain yang menjelaskan tentang khilafah al-nubuwwah, adalah hadits shahih berikut ini:

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا شَاءَ، ثُمَّ تَكُوْنُ الْخِلاَفَةُ عَلىَ مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًّا فَتَكُوْنُ مُلْكًا مَا شَاءَ اللهُ، ثُمَّ يَرْفَعُهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهُ ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ. قَالَ حَبِيبٌ فَلَمَّا قَامَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَكَانَ يَزِيدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ فِي صَحَابَتِهِ فَكَتَبْتُ إِلَيْهِ بِهَذَا الْحَدِيثِ أُذَكِّرُهُ إِيَّاهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَرْجُو أَنْ يَكُونَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ يَعْنِي عُمَرَ بَعْدَ الْمُلْكِ الْعَاضِّ وَالْجَبْرِيَّةِ فَأُدْخِلَ كِتَابِي عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَسُرَّ بِهِ وَأَعْجَبَهُ.“

Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhyalahu ‘anhu, berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Kenabian akan menyertai kalian selama Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkat kenabian itu bila menghendakinya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian dalam waktu Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya. Kemudian akan datang kerajaan yang menggigit dalam waktu yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya dan diganti dengan kerajaan yang memaksakan kehendaknya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian. Lalu Nabi SAW diam”.

“Habib bin Salim berkata: “Setelah Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, sedangkan Yazid bin al-Nu’man bin Basyir menjadi sahabatnya, maka aku menulis hadits ini kepada Yazid. Aku ingin mengingatkannya tentang hadits ini [yang aku riwayatkan dari ayahnya]. Lalu aku berkata kepada Yazid dalam surat itu: “Sesungguhnya aku berharap, bahwa Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang mengikuti minhaj al-nubuwwah sesudah kerajaan yang menggigit dan memaksakan kehendak.” Kemudian suratku mengenai hadits ini disampaikan kepada Umar bin Abdul Aziz, dan ternyata beliau merasa senang dan kagum dengan hadits ini.” (HR. Ahmad, al-Bazzar, Abu Dawud, al-Baihaqi dan lain-lain).

Hadits pertama membatasi khilafah selama tiga puluh tahun, yaitu masa khilafahnya Khulafaur Rasyidin. Sedangkan hadits Hudzaifah bin al-Yaman, menjanjikan adanya khilafah lagi, pasca kerajaan yang diktator dan otoriter. Akan tetapi semua ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan khilafah al-nubuwwah dalam hadits Hudzaifah tersebut adalah khilafahnya Umar bin Abdul Aziz.

Oleh karena itu, al-Imam al-Syafi’i:

اَلْخُلَفَاءُ خَمْسَةٌ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ.

“Khalifah itu ada lima orang, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu ‘anhum.” (Ibnu Abi Hatim al-Razi, Adab al-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 189).

Al-Imam Sufyan al-Tsauri, juga berkata:

اَلْخُلَفَاءُ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ وَمَنْ سِوَاهُمْ فَهُوَ مُبْتَزٌّ.

“Para Khalifah itu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz. Sedangkan selain mereka, itu adalah perampas atau pemeras.” (Ibnu Abi Hatim al-Razi, Adab al-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 191).

Dua hadits di atas menyatakan bahwa khalifah itu hanya tiga puluh tahun, ditambah dengan seorang khalifah setelah penguasa yang diktator. Kemudian para ulama seperti al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Sufyan al-Tsauri menyatakan, bahwa khalifah itu hanya lima orang, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz, sedangkan selain lima orang tersebut hanyalah penguasa yang merampas kekuasaan dengan tidak benar.

Dengan demikian, berarti obsesi Hizbut Tahrir dalam memperjuangkan khilafah, pasti menemukan kegagalan, karena apa yang akan mereka raih –seandainya berhasil-, itu bukan khilafah, tetapi kekuasaan diktator dan perampas. Wallahu a’lam. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/hadist-hadits-yang-menyatakan-khilafah-islam-telah-rampung.html

Rabu, 05 Oktober 2016

Darimanakah Datangnya Hoax?

NU Online - Hoax, yang seharusnya dibaca hōks, tapi kita di sini lebih senang membacanya seperti orang ingin muntah (howaks), berarti "memperdayai" atau "mengelabui". Tapi, hoax sekarang ini disamakan dengan "berita yang membohongi".

Darimanakah Datangnya Hoax? - NU Online
Darimanakah Datangnya Hoax? - NU Online


Darimanakah Datangnya Hoax?

Laporan Majalah Tempo (2 Januari 2017) membedakan hoax (berita palsu) dari fake news (berita rekayasa). Secara sangat ringkas, hoax masih menampilkan fakta tapi dilebih-lebihkan atau dipelintir untuk mendukung isu yang sedang aktual diperbincangkan. Fake news tidak merujuk fakta apa pun. Atau, kalau itu berupa foto adalah hasil penyuntingan. (Contoh: Tifatul Sembiring Ngapain Ikut Sebar Hoax)

Tujuan hoax dan fake news serupa belaka: membohongi orang lain dengan merekayasa fakta yang ada menjadi sangat provokatif atau menampilkan "fakta" dari praktik-prakti ilusif. Misalnya, tenaga kerja asing yang berasal dari Cina secara faktual berjumlah puluhan ribu. Oleh pembuat hoax digelembungkan menjadi dua puluhan juta. Tujuannya adalah menciptakan kekisruhan dan memompa semangat kebencian terhadap etnis Tionghoa.

Dalam jurnalisme tabloid yang menyukai kehebohan itu, hoax diarahkan ke dalam mantra: if it bleeds, it leads. Jika informasi yang dipelintir itu menciptakan pertikaian yang sungguh brutal, maka semakin pula layak dirayakan penuh kehebohan.

Hoax, sebenarnya, tidak muncul pada era digital ini . Secara etimologis (awal mula), kata ini diketahui telah ada sekitar 1796 untuk merujuk kata hocus. Kata itu, demikian Robert Nares (1753-1829) menjelaskan, merupakan ringkasan dari kata hocus pocus: sebuah jargon yang dipakai oleh pesulap yang berlagak. Hocus sendiri bermakna sebagai menipu atau mengibuli.

Jadi, hoax, hocus, juga hocus pocus di era internet ini merupakan hasil permainan yang menjadikan khalayak tersihir oleh muslihat hebat para pesulap informasi. Aksi tipu-tipu itu menjadikan orang banyak terkesima dan terpana. Tapi, ekspresi selanjutnya bukanlah wajah-wajah yang menghadirkan kekaguman, melainkan silang sengketa yang menggelontorkan perbantahan dan bahkan perkelahian.

Dari manakah datangnya hoax? Memang sulap dan memang sihir: dari "sulap fakta" turun ke "gelap mata". Begitulah. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/darimanakah-datangnya-hoax.html

Jumat, 25 Juli 2014

Charaka Malam, Ujian Mental-Fisik Khas Banser di Jember

Jember, NU Online. Dalam sejarahnya, Banser mempunyai peran penting saat menghadapi persoalan terkait dengan "kekerasan" yang dihadapi NU. Karenanya Banser harus dibekali dengan latihan khusus. Rekrutmennya juga harus selektif. Calon anggota Banser harus mendapatkan pelatihan fisik sedemikain rupa, di samping penanaman nilai-niai Ahlussnnah wal Jamaah (Aswaja).

Inilah yang tercermin dalam Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser angkatan Ke-XXVII yang berakhir awal pekan ini di lapangan PT Kaliandra Concern, Perkebunan Karet dan Kopi Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember.

Charaka Malam, Ujian Mental-Fisik Khas Banser di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Charaka Malam, Ujian Mental-Fisik Khas Banser di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)


Charaka Malam, Ujian Mental-Fisik Khas Banser di Jember

Salah satu acara penggemblengan fisik dalam Diklatsar yang berlangsung dua hari itu adalah Charaka Malam, ujian pengambilan baret. Semua peserta Dikalatsar diwajibkan menempuh perjalanan yang sangat menantang untuk mendapatkan baret Banser.

"Charaka Malam menjadi sesi penutup. Tapi ini paling berat. Pengemblengan fisik dan mental semalam suntuk," jelas Sekretaris GP Ansor Jember Kholidi Zaini kepada NU Online di Kantor GP Ansor Jember, Jumat (16/9).

NU Online

Untuk sesi pengambilan baret, peserta sebanyak 316 orang dibagi dalam 27 regu. Masing-masing regu dilepas pada jam yang berbeda. Dengan memakai pakaian para militer khas Banser, dengan muka yang dicat hitam, mereka menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer. Pimpinan regu memegang bendera Banser.

NU Online

Regu pertama diberangkatkan pada pukul 21.00 WIB. Sekian menit kemudian, dilepas regu kedua dan seterusnya. Ini dimaksudkan agar setiap regu bisa lebih mandiri dalam menghayati perjalanan sekaligus beruji nyali terhadap rintangan yang terjadi di lapangan atau cobaan-cobaan yang diciptakan panitia Diklatsar.

Di tengah malam gulita, mereka harus turun ngarai, naik tebing, menyeberang sungai, melalui jalan yang belum ditempuh. "Dari keseluruhan peserta, lima orang cedera. Namun masih bisa menyelesaikan perjalanan," lanjut Kholidi.

Di acara penutupan Diklatsar diumumkan tiga kategori yang mendapatkan trofi penghargaan. Peserta terjauh berasal dari Provinsi Bali. Mereka berjumlah 15 orang. Sedangkan peserta terbanyak berasal dari PAC Ambulu sekira 26 orang. Peserta kategori terbaik jatuh ke tangan Abdul Halim (dari Bali).

"Sahabat Abdul Halim sejak awal memang kurang fit, tapi tetap ikut dengan semangat hingga selesai," jelas Kholidi. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71249/charaka-malam-ujian-mental-fisik-khas-banser-di-jember

Selasa, 12 November 2013

Amalan dan Keutamaan Hari Asyuro Lengkap

NU Online - Setiap bulan-bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab) tiba, Syaikh Abdul Hamid Al Qudsy selalu dijadikan rujukan para muslimin sedunia. Hal ini karena kitab beliau, Kanzun Najah Was Surur, merupakan kitab rujukan tentang keutamaan bulan hijriyah terlengkap dan mendapatkan rekomendasi dari para ulama’.

Ulama’ Besar Haromain pada masanya, Syekh Yasin Ibn Isa Al Fadany memasukkan nama pengarang Kanzun Najah Was Surur ini pada deretan nama-nama ulama’ ahli hadits paling berpengaruh di kurun abad 19 kala itu. Dan tahukah Anda, bahwa Syekh Abdul Hamid Al Qudsiy adalah putera kebanggaan ibu pertiwi yang berdarah Indonesia? Demikian Syekh Yasin Al Fadani menyebutkan dalam sebuah kitabnya, Syarah Kifayatul Mustafid li ma ‘ala Ainal Asanid. Wallahu A’lam.

Amalan dan Keutamaan Hari Asyuro Lengkap - NU Online
Amalan dan Keutamaan Hari Asyuro Lengkap - NU Online


Amalan dan Keutamaan Hari Asyuro Lengkap

Apa sajakah amalan yang perlu kita kerjakan pada tanggal 1 Muharram hingga 10 Muharram (hari Asyura) setiap tahunnya? Berikut penjelasan dari Syekh Abdul Hamid Al Qudsiy:

1. Membaca do'a akhir tahun (setelah sholat Ashar, pada akhir bulan Dzulhijjah).

NU Online

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ ، وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِيْ اَللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ ، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Syaikh Abdul Hamid Qudsiy menukil doa akhir tahun dan awal tahun, dari gurunya, Syaikh Dairobi, dari Syaikh Sibth bin Jauzi, dari Syaikh Umar bin Quddamah Al Maqdisiy. Syaikh Dairobi berkata, “Para guruku tidak pernah luput berwasiat untuk selalu membaca doa tersebut. Dan aku belum pernah melewatkan doa tersebut sepanjang hidupku.” Doa tersebut dibaca tiga kali.

NU Online

2. Membaca do'a awal tahun (setelah sholat Maghrib, di malam 1 Muharram).

Sebelum membaca doa awal tahun, sebaiknya membaca Ayat Kursi sebanyak 360 kali, dengan diiringi basmalah disetiap permulaannya.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan berkata bahwa hal tersebut merupakan benteng yang kokoh dari godaan setan yang terkutuk dalam setahun. Demikian halnya dengan Syaikh Utsman Ad Dimyathi dan Syaikh Hasan Al 'Idwy Al Hamzawi juga mewasiatkan tentang hal ini. Syaikh Hasan menambahkan, agar juga membaca doa berikut setelah selesai membaca Ayat Kursi.

اللّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ الأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِيْ إِلَى أَحْسَنِ الأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَال، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

Bacaan do'a awal tahun:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا ، وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرْحًا وَسُرُوْرًا ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ ، وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Do'a awal tahun ini dibaca tiga kali.

3. Berpuasa Muharram adalah bulan paling utama untuk berpuasa, setelah bulan Ramadlan. Baru kemudian diikuti Rajab, Dzulhijjah, Dzulqo'dah, dan Sya'ban.

Al Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan, "Diriwayatkan dari Hafshah, dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa di akhir bulan Dzulhijjah dan di awal bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya penebus dosanya selama 50 tahun. Dan puasa satu hari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari".

Hujjatul Islam Al Imam Al Ghozali berkata di dalam Ihya', dari Nabi Shollallahu 'alaihi Wa Sallam beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan-bulan mulia (Dzulqo'dah, Dzulhijjah, Rojab, Muharram) di hari Kamis, Jum'at, dan Sabtunya, maka Allah akan mencatat baginya ibadah tujuh ratus tahun ".

4. Membaca doa pada tanggal 1 hingga 10 Muharram.

Dibaca tiga kali:

بسم الله الرحمن الرحيم اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قَدِيْمٌ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، وَسَنَةٌ جَدِيْدَةٌ قَدْ أَقْبَلَتْ نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَنَسْتَكْفِيْكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا، فَارْزُقْنَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ سَلَّطْتَ عَلَيْنَا عَدُوًّا بَصِيْرًا بِعُيُوْبِنَا مُطَّلِعًا عَلَى عَوْرَاتِنَا، مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْنَا وَمِنْ خَلْفِنَا، وَعَنْ أَيْمَانِنَا وَشَمَائِلِنَا، يَرَانَا هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ نَرَاهُمْ، اَللَّهُمَّ آيِسْهُ مِنَّا كَمَا آيَسْتَهُ مِنْ رَحْمَتِكَ، وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَهُ مِنْ عَفْوِكَ، وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا حُلْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَغْفِرَتِكَ، إِنَّكَ قَادِرٌ عَلَى ذَلِكَ، وَأَنْتَ تَفْعَلُ لِمَا تُرِيْدُ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

5. Menghidupkan malam 10 Muharrom dengan banyak-banyak berdoa, membaca Al Qur’an, dan sholat malam. Hal ini sangat dianjurkan oleh para ulama’, karena di malam 10 Muharram terdapat banyak pertolongan Allah SWT.

Al Imam Ad Dairobi dalam Mujarrobat menyebutkan, barangsiapa di malam 10 Muharram menyempurnakan wudlunya, kemudian menghadap kiblat dengan duduk di atas kedua lututnya, dan membaca ayat Kursyi sebanyak 360 kali, disertai Bismillah tiap awalnya, setelah selesai itu semua, membacaُ:

قُل بِفَضلِ اللهِ وَبِرَحمَتِه فَبِذَالِكَ فَليَفرَحُوا هُوَ خَيرٌ مِمَّا يَجمَعُون ٤٨× (48×)

“Katakanlah (wahai Muhammad) dengan keutamaan dan rahmat Allah berbahagialah kalian, itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Kemudian mengucapkan:

اللهم ان هذه ليلة جديدة وشهر جديدة و سنة جديدة فأعطني اللهم خير ها و خير ما فيها واصرف عني شرها وشرما فيها وشر فتنتها ومحدثاتها وشر النفس والهوى والشيطان الرجيم ١٢ ×

[Allahumma inna haadzihi lailatun jadiidatun wasanatun jadiidatun fa-a’thiniy. Allahumma khoirohaa wa khoiromaa fiihaa washrif ‘anny syarrohaa wasyarromaa fiihaa wasyarro fitnatihaa kamu udah saat khas wasyarronnafsi wal hawa wasy syaithoonirrojiim 12 ×]

“Yaa Allah sesungguhnya ini malam baru, bulan baru, dan tahun baru. Maka berikan aku kebaikannya dan kebaikan yang ada di dalamnya. Dan jauhkan dariku kejelekan nya dan kejelekan yang ada di dalamnya, hindari dari kejelekan fitnah nya, ke jadi anak dia di an nya, kejelekan hawa nafsu dan syaitan yang terkutuk”.

Berikutnya diakhiri dengan doa-doa ma’tsur dalam Al Qur’an yang dikehendaki, disertai doa untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat. Jangan lupa sebelum berdoa, awali dengan membaca sholawat, tasbih, dan tahlil berulang-ulang. Insyaallah dalam setahun itu akan dijaga dari segala keburukan oleh Allah SWT.

6. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Baari berkata, “Barangsiapa yang membaca kalimat berikut ini di hari ‘asyuro, maka tidak akan mati hatinya.

سبحان الله مل ء الميزان، ومنتهى العلم، ومبلغ الرضا، وزنة العرش والحمد لله مل ء الميزان ومنتهى العلم – ومبلغ الرضا، وزنة العرش والله أكبر مل ء الميزان، ومنتهى العلم، ومبلغ الرضا وزنة العرش لا ملجا ولا منجى من الله إلا إليه سبحان الله عدد الشفع والوتر، وعدد كلمات الله التامات كلها والحمد لله عدد الشفع والوتر، وعدد كلمات الله التامات كلها والله أكبر عدد الشفع والوتر، وعدد كلمات الله التامات كلها أسألك رب العالمين

7. Imam Ajhuriy berkata : “Barang siapa yang pada hari Asyuro membaca,

حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير ٧

[Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannashiir 7×]. dan membaca

حسبى الله ونعم الوكيل ونعم المولى ونعم النصير ٧�

sebanyak 70 kali, maka Allah menjaganya dari keburukan tahun itu”.

8. Membaca do’a di bawah ini 7 x

بسم الله الرحمن الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم سبحان الله ملء الميزان ومنتهى العلم ومبلغ الرضا وزينة العرش لا ملجأ ولا منجا من الله إلا إليه سبحان الله عدد الشفع والوتر وعدد كلماته التامات كلها أسألك السلامة كلها برحمتك يا أرحم الراحمين ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم وهو حسبي ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير وصلى الله تعالى على نبينا خير خلقه سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين

9. Melakukan 10 ritual hari ‘Asyuro (10 Muharrom), antara lain: Shalat 2 rakaat (dengan niat hajat meminta keselamatan)

Puasa (‘Asyuro) Faidah : diampuni dosanya pada tahun yang telah lewat.

Silaturrahim

Shodaqoh

Mandi

Memakai celak mata

Berkunjung pada ulama’ (meminta do'a dan nasehat agama).

Menjenguk orang sakit

Mengusap kepala anak yatim

Memberikan kelapangan uang belanja/ nafkah kepada keluarga

Memotong kuku

Membaca surat Al Ikhlas 1000 kali.

Catatan: Syekh Abdul Hamid Al Qudsy, pengarang kitab Kanzunnajah Wassurur mengatakan bahwa, hadits shohih tentang hal-hal tersebut di atas hanyalah hadits puasa dan menambah nafkah keluarga. Selebihnya adalah hadits dlo’if dan bahkan bid’ah hasanah para ulama’.

Referensi Dalil: Syaikh Nawawi Al Bantani, seorang ulama’ Nusantara yang menjadi Imam Masjidil Haram, Mufti Syafi’i di Makkah, dan rujukan ulama dunia, beliau berkata:

وَنُقِلَ عَنْ بَعْضِ اْلأَفَاضِلِ أَنَّ اْلأَعْماَلَ فِىْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ اِثْناَ عَشَرَ عَمَلًا اَلصَّلاَةُ وَالْاَوْلَى أَنْ تَكُوْنَ صَلَاةَ التَّسْبِيْحِ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ وَالتَّوْسِعَةُ عَلَى الْعِيَالِ وَاْلِاغْتِسَالُ وَزِيَارَةُ الْعَالِمِ اَلصَّالِحِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيْضِ وَمَسْحُ رَأْسِ الْيَتِيْمِ وَاْلِإكْتِحَالُ وَتَقْلِيْمُ الْاَظْفَارِ وَقِرَاءَةُ سُوْرَةِ اْلِإخْلاَصِ أَلْفَ مَرَّةٍ وَصِلَةُ الرَّحْمِ وَقَدْ وَرَدَتْ اَلْأَحَادِيْثُ فِىْ الصَّوْمِ وَالتَّوْسِعَةِ عَلَى الْعِيَالِ وَأَمَّا غَيْرُهُمَا فَلَمْ يَرِدْ فِىْ اْلأَحَادِيْثِ (نهاية الزين 196)

“Dikutip dari sebagian ulama yang mulia bahwa amal-amal (saleh) di hari ‘Asyura ada 12, yakni shalat, yang lebih utama adalah salat Tasbih, puasa, sedekah, melapangkan belanja keluarga, mandi, ziarah orang alim yang saleh, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, bercelak, memotong kuku, membaca surat Al Ikhlash 1000 kali, dan silaturrahim. Yang dijelaskan dalam hadits-hadits adalah puasa dan melapangkan belanja keluarga. Sedangkan yang lainnya tidak dijelaskan dalam hadis”. (Nihayatuz Zain hal. 196)

Puasa tanggal 10 yang disebut dengan puasa ‘Asyuro, seperti yang telah disebutkan dalam hadits :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( هَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ وَلَمْ يَكْتُبْ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَأَنَا صَائِمٌ فَمَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْ )

Rasulullah SAW bersabda: “Ini (10 Muharrom) adalah hari ‘Asyuro dan Allah tidak mewajibkan puasa atas kalian dan sekarang aku berpuasa, maka siapa yang mau silahkan berpuasa dan siapa yang tidak mau silahkan berbuka (tidak berpuasa) “ (HR. Bukhori :1899 dan Muslim : 2653) Dengan pahala akan diampuni dosa tahun yang lalu :

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu “. (HR. Muslim : 2746).

Sangat dianjurkan untuk ditambah agar bisa berpuasa di hari yang ke-sembilan, seperti yang telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :

عَنْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ حِيْنَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan (perintah sunnah) manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila datang tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa pada tanggal 9 (Muharram). Berkata Abdullah bin Abbas “ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.” (HR. Muslim : 1134/2666).

Lebih bagus lagi jika ditambah hari yang ke-sebelas seperti disebutkan dalan sebuah riwayat dari sahabat Abdullah ibn Abbas :

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاء، وَخَالِفُوا اليَهُودَ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا

“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyuro` dan berbedalah dengan orang Yahudi, (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”. (HR. Ibnu Khuzaimah: 2095). Lebih dari itu berpuasa disepanjang bulan Muharom adalah sebaik baik bulan untuk puasa seperti disebutkan oleh Rasulullah dalam hadits yang disebutkan Imam Muslim :

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ اْلمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

”Sebaik baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharom, dan sebaik-baiknya sholat setelah sholat fardhu adalah Sholat malam” (HR. Muslim No: 2755). Mengenai puasa ‘Asyura haditsnya seperti yang telah kami terangkan di point pertama di atas. Sedangkan hadits ‘melapangkan belanja (nafkah) adalah sebagai berikut:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ فِى يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ السَّنَةَ كُلَّهَا (رواه الطبرانى والبيهقى وأبو الشيخ)

”Barangsiapa melapangkan belanja kepada keluarganya di hari Asyura’, maka Allah melapangkan kepadanya selama setahun, keseluruhan”. (HR Thabarani, al Baihaqi, dan Abu Syaikh) Status hadits ini dikuatkan oleh banyak ulama seperti dari Mufti Universitas Al Azhar Mesir yang mengutip dari al Hafidz as Suyuthi:

وَقَالَ الْبَيْهَقِى إِنَّ أَسَانِيْدَهُ كُلَّهَا ضَعِيْفَةٌ ، وَلَكِنْ إِذَا ضُمَّ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ أَفَادَ قُوَّةً ، قَالَ الْعِرَاقِى فِى أَمَالِيْهِ : لِحَدِيْثِ أَبِى هُرَيْرَةَ طُرُقٌ صَحَّحَ بَعْضَهَا ابْنُ نَاصِرٍ الْحَافِظُ ، وَأَوْرَدَهُ ابْنُ الْجَوْزِى فِى الْمَوْضُوْعَاتِ . وَذَلِكَ لأَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ أَبِى عَبْدِ اللهِ الرَّاوِى عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ مَجْهُوْلٌ ، لَكِنْ جَزَمَ الْحَافِظُ فِى تَقْرِيْبِهِ بِأَنَّهُ مَقْبُوْلٌ ، وَذَكَرَهُ ابْنُ حِبَّانَ فِى الثِّقَاتِ وَاْلحَدِيْثُ حَسَنٌ عَلَى رَأْيِهِ . قَالَ الْعِرَاقِى : وَلَهُ طُرُقٌ عَنْ جَابِرٍ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ أَخْرَجَهَا ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ فِى “اْلاِسْتِيْعَابِ ” وَهِىَ أَصَحُّ طُرُقِهِ . (فتاوى الأزهر –ج 9 / ص 256)

”Al Baihaqi berkata: Sanad hadis ini secara keseluruhan adalah dlaif. Namun jika diakumulasikan maka menjadi kuat. Al ‘Iraqi berkata dalam al Amali: Hadis Abu Hurairah memiliki banyak jalur riwayat yang sebagiannya disahihkan oleh al Hafidz Ibnu Nashir. Dan Ibnu al Jauzi memasukkan dalam kitab al-Maudlu’at. Sebab Sulaiman bin Abi Abdillah seorang perawi dari Abu Hurairah adalah majhul. Namun al-Hafidz Ibnu Hajar secara tegas menyatakan dalam kitab Taqribnya bahwa ia perawi yang diterima. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Maka hadis ini adalah hasan menurutnya. Al ‘Iraqi berkata: Hadis ini memiliki riwayat lain dari Jabir sesuai syarat Muslim yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam al-Isti’ab. Dan ini adalah riwayat yang paling sahih” Al Hafidz Ibnu Hajar menambahkan riwayat berikut sebagai lanjutan hadits di atas:

قَالَ جَابِرٌ جَرَّبْنَاهُ فَوَجَدْنَاهُ كَذَلِكَ وَقَالَ أبُوْ الزُّبَيْرِ: مِثْلَهُ وَقَالَ شُعْبَةٌ: مِثْلَهُ وَشُيُوْخُ ابْنِ عَبْدِ الْبَرِّ الثَّلاَثَةِ مُوَثَّقُوْنَ وَشَيْخُهُمْ مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ هُوَ ابْنُ اْلأَحْمَرِ رَاوِي السُّنَنِ عَنِ النَّسَائِي وَثَّقَهُ ابْنُ حَزْمٍ وَغَيْرُهُ (لسان الميزان – ج 2 / ص 293)

”Jabir berkata: Kami mencobanya maka kami menemukannya seperti itu (diluaskan rezekinya). Abu Zubair dan Syu’bah berkata demikian. Guru-guru Ibnu Abdil Barr yang tiga dinilai terpercaya. Guru mereka Muhammad bin Muawiyah adalah Ibnu al-Ahmar perawi sunan dari Nasai, yang dinilai tsiqah oleh Ibnu Hazm dan lainnya” (Lisan al-Mizan 2/293).

Mengapa sebagian ulama Syafi’iyah menganjurkan 10 amal di atas dilakukan pada 10 Muharram? Sebab para sahabat sudah melakukan amal-amal saleh di bulan-bulan mulia, dan 10 Muharram termasuk di dalamnya:

وَذَكَرْنَا عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ الْعَمَلَ الصَّالِحَ وَاْلأَجْرَ فِي هَذِهِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ … وَقَدْ كَانَ كَثِيْرٌ مِنَ السَّلَفِ يَصُوْمُ اْلأَشْهُرَ الْحُرُمَ كُلَّهَا رُوِيَ ذَلِكَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَالْحَسَنَ الْبَصْرِي وَأَبِي إِسْحَاقَ السَّبِيْعِي وَقَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِي : اْلأَشْهُرُ الْحُرُمُ أَحَبُّ إِلَيَّ أَنْ يُصَامَ مِنْهَا (لطائف المعارف –ج 1 / ص 279)

“Telah kami sebutkan dari Abdullah bin ‘Abbas bahwa amal shaleh dan pahala di bulan-bulan mulia ini sangatlah agung. Dan sungguh banyak ulama Salaf berpuasa di bulan-bulan mulia tersebut, kesemuanya, yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq As Sabii. Sufyan Ats Tsauri berkata: Bulan-bulan mulia lebih saya senangi untuk melakukan puasa darinya” (al-Hafidz Ibnu Rajab, Lathaif al-Ma’arif, 1/279). [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/amalan-dan-keutamaan-hari-asyuro.html

Kamis, 30 Mei 2013

Suarakan Semangat Pemuda Lewat RRI

Solo, NU Online. Pemuda adalah harapan bangsa, begitulah kalimat pembuka yang disampaikan Ketua PC PMII Solo, Ahmad Rodif Ahmad saat menjadi salah satu pembicara dalam sebuah acara diskusi memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-86 yang diadakan di Radio Republik Indonesia (RRI) Solo, Selasa (28/10) lalu.

Menurutnya maju mundurnya bangsa Indonesia ini di masa depan juga salah satunya akan ditentukan dari peranan para pemuda. Untuk itu, di momentum sumpah pemuda ini perlu kita refleksikan sejauh mana peranan yang telah diberikan pemuda kepada bangsa, ujar mahasiswa UNS itu.

Suarakan Semangat Pemuda Lewat RRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Suarakan Semangat Pemuda Lewat RRI (Sumber Gambar : Nu Online)


Suarakan Semangat Pemuda Lewat RRI

Rodif kemudian membandingkan, kontribusi para pemuda di masa lampau yang turut menjadi penentu berdirinya bangsa Indonesia. Soekarno dan Wahid Hasyim, adalah contoh dari sosok pemuda di zamannya, yang patut dijadikan contoh oleh generasi muda di zaman ini, imbuh Rodif.

NU Online

Menghadapi tantangan di zaman yang berbeda, membuat para pemuda mesti memiliki bekal karakter yang kuat. Pemuda sekarang mesti berkarakter kuat. Selain itu mereka mesti memiliki sikap tanggung jawab sosial. Apa yang bisa mereka berikan kepada masyarakat ataupun lingkungan? kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Rodif yang hadir bersama perwakilan dari GMNI dan PMKRI juga menyinggung peranan pemuda dalam pemerintahan Presiden Jokowi-JK. Semestinya perlu lebih didorong peran pemuda untuk dijadikan menteri yang bersinggungan dengan kepemudaan tukasnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

NU Online

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55413/suarakan-semangat-pemuda-lewat-rri

NU Online

Selasa, 12 Maret 2013

Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil

NU Online - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI rencananya akan melakukan aksi pengumpulan massa dengan dalih shalat subuh berjamaah di Masjid Al Falah Surabaya pada 28 Januari 2017 mendatang.

Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil - NU Online
Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil - NU Online


Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bangil menuding aksi tersebut memanipulasi kegiatan keagamaan untuk memecah belah keutuhan bangsa. Sebab, aksi tersebut membawa isu atas nama persatuan Islam namun tanpa memikirkan persatuan bangsa.

"Mereka tak henti-hentinya melakukan kegiatan manipulatif atas nama umat Islam, mendompleng acara ibadah yang sakral untuk menarik masyarakat muslim, padahal itu dilakukan tanpa memikirkan dampak bagi keutuhan sebuah bangsa," kata ketua PC GP Ansor Bangil, H. Saad Muafi, SH.

Gus Afi, sapaan akrab dia, meminta semua pihak khususnya PW GP Ansor Jawa Timur untuk mengambil langkah tegas membubarkan acara yang berpotensi menciderai kondusifitas Jatim. “Tidak ragu untuk menggalang aliansi menolak kedatangan Bachtiar Natsir dan GNPF di Jawa Timur,” tegasnya.

Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan shalat subuh berjamaah di masjid masing-masing dan tidak tertipu dengan gerakan-gerakan yang menunggangi ibadah keagamaan untuk kepentingan kelompok anti Pancasila dan NKRI. [NU Online/ rus/onk]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dinilai-akan-memanipulasi-shalat-subuh-bachtiar-natsir-dan-gnpf-ditolak-hadir-ansor-bangil.html

Minggu, 09 Desember 2012

Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya!

Foto broadcast Khilafah Islamiyah bukan Khawarij (?) NU Online - Di grup-grup yang menyatakan anggotanya adalah pendukung Syariat Islam Indonesia yang notabene alumni 212, beredar broadcast ciamik yang menggugah selera ber-khilafah. Isi broadcat tersebut membantah kalau daulah khilafah islami-(ah masak?), bukan khawarij.

Bahkan, dalam broadcast yang diatasnamakan dari channel At-Tauhid berjudul "Dan Niscaya Para Pendengki Tidak Akan Pernah Mampu Berikan Bukti Atas Kedustaan Mereka" menantang kita semua untuk membuktikan kalau pemimpin mereka tidak pernah memberikan senyuman kepada kafirin pembesar kafir salibis". Ow ow ow, sangat berani sekali mereka ini. Bacalah broadcast menyesatkan di bawah ini.

Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya! - NU Online
Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya! - NU Online


Pernahkah Kalian Melihat Mujahidin Cium Mesra Pipi Kafir Zionis? Jawab: Lha Ini Fotonya!

-----------------------

AT TAUHID:

DAN NISCAYA PARA PENDENGKI TIDAK AKAN PERNAH MAMPU BERIKAN BUKTI ATAS KEDUSTAAN MEREKA

NU Online

NU Online

Salah satu ciri khawarij adalah akrab dengan orang orang kafir.

Kami ingin bertanya kepada para pendengki yang selalu memfitnah bahwa Daulah khilafah islamiyah adalah khawarij.

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah menunjukan keakraban dengan kafir harbi?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah memberikan senyuman kepada orang-orang kafir?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah berganding tangan dengan Bush, obama, dan seluruh pembesar - pembesar kafir nashrani?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah mencium pipi kafir zionis olmert atau simon perez atau netanyahu dan bekerjasama dgn mereka?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah bermesra dengan si kafir ahmadinejad, khumaini, khameini, hasan nashrallah dan seluruh pembesar kafir rafidhah syi'ah?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah memutuskan mengambil kebijakan bersama dick cheney, john kerry, condoleezza rice atau seluruh pembesar kafir salibis lainya?

Pernahkah kalian melihat mujahidin Daulah khilafah islamiyah berjalan beriringan bersama putin atau di sebuah jamuan bersama anak raja charles, atau tersenyum bangga bersama ratu elizabeth dan seluruh pembesar kafir lainnya?

Ketahuilah kalian tidak akan pernah menemukan walaupun satu bukti bahwa daulah khilafah islamiyah bermudahan dan beristi'anah serta ber-wali dengan orang-orang kafir Dan niscaya kalian wahai para pendengki, tidak akan pernah mampu. tetapi tetap sahaja mereka dikatakan ejen amerika zionis buatan Obama.

Maka....ITTAQILLAAH...

Tahanlah mulut-mulut kalian dari memfitnah dan menyebarkan sesuatu yang sama sekali belum kalian buktikan kebenarannya...karena kelak, semua akan diminta pertanggung jawabannya...

@attauhiid

----------------------------

Karena mereka menantang, kali ini NU Online akan menjawab semua kamuflase pertanyaan para pendamba khilafah yang sudah menyusup ke negeri kita, Indonesia tercinta. Sebaiknya bisa disebarkan sebagai pencegahan nalar terorisme warga negara Indonesia secara kaffah, -mengikuti istilah mereka.

Berikut ini adalah foto-foto para cukong khilafah, aktor politisi Amerika yang bukan hanya bertukar senyum tapi juga saling tebar kasih dan sayang.

Lihatlah, siapa yang bersama dengan John McCain dalam rapat itu? Kalau Anda cermat, dia adalah yang disebut sang khalifah, Abu Bakar al-Bahgdady, yang sangat sulit ditemui secara personal oleh teroris ISIS. Daulah Islamiyah ISIS ada di bawah naungan Daulah Washington.

Bersama siapakan aktor ISIS itu? Hehe. Akrab banget

Konflik Suriah berawal dari forum-forum lintas negara yah! Hmmm...

Duh, akrabnya cukong kita yang satu ini. Saling berbisik sayang! Jangan dicium donk bro, bukan mahram. Haram kuadrat! Harusnya yang belakang itu yang dinganu!

Nah, kalau ini baru pemimpin negara Islam yang kaaaffah. Anti Yahudiiii banget bro! Haha Sebelum Yaman digarap, selfie dulu donk! Cepret!

Ini kan mau membentuk Lybia coy, kenapa tabarrukan dulu. Harram tau! Keluarga Erdogan memang keren. Padahal dia kan pejuang Islam sejati katanya. Ah emboh! Setelah Gaddafy jatuh, mari kopdar dulu dengan Amirul jihad Jonathan McCain Al Amrikiyya -hafizhahuljehovah- Yusuf Qardhawi (2010) teken kontrak dengan Aljazeera di bawah seorang perempuan Norway, Direktur Ops for Qatar

Keren kan kesepakatan politik ulama kita yang satu ini? Nama: Abu Omar al Shishani (Chechen), sayangnya sudah pulang kampung April 2016 lalu.

Inilah pejuang khilafah kita. Kikuk-kikuk Burqa disalahgunakan untuk jihad khilafah, coy! Ampun dech! Berbaju tentara loreng itu adalah Abdul Halim Belhadj (Al-Qaida Libya, 2011) Ini ngelukis atau nulis pakta perang bro? Mana Yahudi mana Wahabi nih? Ah, bingung! Jangan lupa bro, kalau selesai kerja laporan dan manaqiban. Biar afdhol! Oke mbah, saya terima nikahnya, eh, emasnya dengan seksama! Ingat, kita bersaudara! Prestasi membangggakan. Patut diberi piagam. Begtulah. Jadi, propaganda kalau daulah khilafah tidak pernah tebar senyum dengan pemimpin-pemimpin negara-negara kafir macam Amerika, itu adalah bohong belaka. Bukti sudah banyak bertebaran kalau ISIS dibuat oleh Amerika untuk mengatur Timur Tengah sesuai kehendaknya. Masih percaya daulah islamiyah adalah perintah mulia dalam Islam? [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/pernahkah-kalian-melihat-mujahidin-cium-pipi-kafir-zionis.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock