Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2016

Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat

Kudus, NU Online. Bagi seorang Muslim, bisa membaca Al-Quran merupakan bagian dari nikmat (karunia) yang diberikan Allah SWT. Sebab, tak sedikit juga orang Islam yang tidak bisa membaca Al-Quran.

Cendekiawan muslim asal Syiria Dr. Mahir Hasan Al-Munajjid mengutarakan hal itu dalam Halaqah Quraniyyah yang diselenggarakan oleh Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1).

Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)


Cendekiawan Syiria: Amal Saleh dan Al-Quran Penolong di Akhirat

Bisa membaca Al-Quran merupakan nikmat yang luar biasa. Selain itu, Al-Quran juga membawa manfaat baik di dunia maupun di akhirat, ujar Dr. Mahir Hasan Al-Munajjid dalam halaqah yang digelar di aula masjid kampus UMK itu yang dikirim melalui siaran pers kepada NU Online.

Dia pun mengutip pernyataan Imam Syafii, bahwa siapa saja yang ingin meraih kebahagiaan di dunia, maka dengan Al-Quran. Barangsiapa yang ingin bahagia di akhirat, maka dengan Al-Quran. Dan barangsiapa yang ingin bahagia di dunia maupun akhirat, ya dengan Al-Quran.

NU Online

NU Online

Al-Quran bersama amal salih, adalah penolong kita kelak setelah menemui kematian, tegasnya di hadapan sekitar seratus peserta halaqah yang terdiri atas pelajar, dosen, guru, hingga pengasuh pesantren.

Terkait hukum-hukum positif yang ada di Indonesia, dia melihat banyak yang untuk kemaslahatan (kebaikan) masyarakat meskipun tidak secara tegas mengambil sumber dari Al-Quran. Contohnya adalah Undang-Undang (UU) Lalu Lintas. UU ini adalah untuk kemaslahatan, tuturnya.

Sementara itu, terkait maqalah Al-Quran diturunkan dalam tujuh huruf (sabatu ahruf), Dr. Mahir menilai bahwa yang dimaksud adalah tujuh dialek, sehingga kemudian dikenal ada qiraat sabah, bahkan ada qiraat asyrah.

Namun ada dua syarat, siapa pun yang hendak mempelajari baik qiraat sabah maupun qiraat asyrah, pertama harus benar-benar menguasai satu qiraat terlebih dahulu dan menguasai kitab Syathibiyyah, jelasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74873/cendekiawan-syiria-amal-saleh-dan-al-quran-penolong-di-akhirat

NU Online

Sabtu, 22 Oktober 2016

Dipolisikan Berkali-Kali, Bib Rizieq Minta Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan

NU Online - Petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah berkali-kali dipolisikan berbagai pihak sejak Desember 2016 lalu. Terhadap berbagai laporan itu, Rizieq mengaku pihaknya menginginkan agar persoalan hukum yang sedang dituduhkan kepadanya diselesaikan secara kekeluargaan, termasuk kasus yang menjeratnya.

Dipolisikan Berkali-Kali, Bib Rizieq Minta Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan - NU Online
Dipolisikan Berkali-Kali, Bib Rizieq Minta Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan - NU Online


Dipolisikan Berkali-Kali, Bib Rizieq Minta Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan

"Janganlah kita coba saling lapor karena ini bisa mengantarkan pada konflik horizontal. Mestinya kepolisian menjembatani," ujar Rizieq, di Jakarta, Selasa (17/01/2017), sebagaimana dilansir dari situs Jitunews.com.

Tidak hanya itu, mantan Ketua Umum FPI ini juga mengharapkan agar pihak kepolisian dapat memediasi dirinya dengan berbagai pihak yang mempolisikan dirinya belakangan ini. "Bahkan kalau ada laporan-laporan, mestinya kepolisian mencoba untuk memediasi, apalagi kalau masalahnya sensitif," ungkapnya.

Sebagai contoh, menurut Rizieq, dalam kasus logo BI yang diklaimnya sebagai logo palu arit. Seharusnya, kata Rizieq, pihak kepolisian memediasi dia dan pihak terkait, yaitu BI dan Menkeu.

"Mestinya kalau saya protes keras, kalau itu dianggap hate speech, arahan Kapolri kepada kepolisian adalah menjembatani antara mereka yang bersuara keras dan yang diprotes. Harusnya polisi mediasi kami dengan Bank Indonesia dan pihak terkait. Tidak ada mediasi," tegas Rizieq.

Suami Syarifah itu menambahkan, pendekatan kekeluargaan juga perlu dilakukan dalam kasus komentar yang disampaikannya terkait pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada peringatan HUT ke-44 PDI-P yang dianggapnya mengandung unsur penistaan agama.

Ia mengaku telah menonton pidato Megawati hingga 10 kali sehingga meyakini bahwa pidato tersebut mengandung unsur penistaan agama dan bangsa. "Alangkah baiknya kalau itu didialogkan secara kekeluargaan," ungkapnya.

Rizieq bersedia meminta maaf jika memang salah paham terhadap pidato Megawati tersebut. Namun, Megawati, menurut dia, juga harus mengklarifikasi isi pidatonya jika memang salah ucap. Jalur kekeluargaan dianggapnya diperlukan tak hanya bagi kasus hukum ini, tetapi bagi kasus-kasus hukum lainnya.

Dengan demikian, tak setiap orang dengan mudahnya melaporkan satu sama lain. "Kami menahan diri (untuk melapor) supaya polisi bisa memediasi. Bukan hanya urusan kepada Bu Mega, melainkan juga dengan segala kelompok," kata Rizieq.

Sebagaimana diketahui, Rizieq sebelumnya dilaporkan oleh berbagai pihak terkait sejumlah kasus, yakni dugaan penistaan agama, terkait logo Bank Indonesia di uang kertas, dugaan penistaan terhadap Pancasila, dan terkait pernyataan soal "sampurasun". [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dipolisikan-berkali-kali-bib-rizieq-minta-kasusnya-selesai-secara-kekeluargaan.html

Jumat, 18 Oktober 2013

Pengusaha Singapura: Dunia Butuh Indonesia, Bukan Sebaliknya

NU Online - Kisah nyata mahasiswa Indonesia di Australia. Suatu pagi ia menjemput klien, seorang bapak-bapak yang sudah tua yang berprofesi sebagai pengusaha, asal Singapura. Bicaranya bergaya Melayu campur Inggris. Ia menceritakan pengalaman hidupnya kepada mahasiswa tersebut.

Pengusaha yang punya bisnis di Kalimantan itu membuka dialog ringan, "your country is so rich/ negaramu sangat kaya." Dalam hati, mahasiswa itu belum tertarik, "ah, biasa banget dengar kalimat itu," batinnya.

Pengusaha Singapura: Dunia Butuh Indonesia, Bukan Sebaliknya - NU Online
Pengusaha Singapura: Dunia Butuh Indonesia, Bukan Sebaliknya - NU Online


Pengusaha Singapura: Dunia Butuh Indonesia, Bukan Sebaliknya

"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia. Everything can be found here in Indonesia, you don't need the world." (Dunia yang butuh indonesia, bukan sebaliknya). Kalimat lanjutan tersebut membuat sang mahasiswa terperanjat, tertarik mendengarkan. Ia menjelaskan begini:

-- Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia akan kacau. Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia. 500 ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen-apartemen terbaru kami yang beli adalah orang Indonesia. Tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, isinya hampir Indonesia semua.

Terus, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap kebakaran hutan Indonesia masuk? Sangat terasa, we are nothing. Kalian tahu kan kalau kemarin, dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras.

NU Online

NU Online

Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana. Lihatlah negara kami, air bersih pun kami impor dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter kalau ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp. 3 ribu/kg ke pabrik Cina. Sementara pabrik jual kembali seharga Rp. 30 ribu/kg.

Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut mengembargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian manjadi mandiri, makanya tidak diembargo. Harusnya kalianlah yang mengembargo diri kalian sendiri --

Dialog tersebut membuat sadar mahasiswa tersebut. Ia kemudian menulis pesan "belilah pangan dari petani-petani kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu impor, kalau bisa produksi sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa mengembargo diri sendiri, Indonesia will rule the wordl. (Indonesia akan mengatur dunia)".

Mari semangat membangun, jangan hanya asal Jokowi pokoknya harus dikritisi PKI, Syiah, Yahudi, Cina, aseng, asong, komunis, anti Islam dan lainnya. Kita sedang berpacu, bukan berperang militer wahai sumbu pendek radikal. Dikit-dikit takbir. Itu penyalahgunaan yang fatal. Dunia membutuhkan Indonesia, bukan sebaliknya. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/pengusaha-singapura-dunia-butuh-indonesia-bukan-indonesia-butuh-dunia.html

Rabu, 02 Mei 2012

Sufi : Tampilan Suci Dalamnya Najis

NU Online - Sufisme Suatu ketika seorang Sufi Abu Yazid al-Basthami berpapasan dengan seekor anjing, maka ia pun menarik ujung qamis yang dipakainya karena takut bersentuhan dengan anjing.

Atas kuasa dan kehendak Allah Swt, anjing itu berkata kepada Abu Yazid: "Wahai tuan guru...ketika pakaianmu dikotori olehku, maka pakaianmu masih bisa disucikan lagi dengan tujuh kali basuhan. Tetapi jika engkau sendiri yang mengotorinya, maka ia tidak akan bisa suci sekalipun engkau membasuhnya dengan tujuh puluh lautan."

Abu Yazid berkata kepada anjing itu: "Engkau, tubuhmu najis tapi hatimu suci. Sedangkan aku, tubuhku suci tapi hatiku najis. Nampaknya kita harus bersama dulu untuk beberapa waktu, sampai akhirnya kita bisa menemukan apa yang bisa membersihkan diri kita masing masing"

Sufi : Tampilan Suci Dalamnya Najis - NU Online
Sufi : Tampilan Suci Dalamnya Najis - NU Online


Sufi : Tampilan Suci Dalamnya Najis

Anjing itu berkata: "Engkau tidaklah pantas menyertaiku dan menemaniku, karena orang orang tidak menyukaiku. Kemanapun aku pergi, aku pasti ditolak dan dimusuhi orang orang. Sedangkan engkau itu dicintai orang orang. Kemanapun engkau pergi, pasti dipuja dan diterima orang. Orang orang ketika menjumpaiku, mereka akan menyapaku dengan lemparan batu. Sedangkan engkau ketika orang orang menjumpaimu, maka mereka akan menyapamu: "Assalaamu 'alaika yaa sulthoonal-'aarifiin.........Salam untukmu wahai rajanya orang orang yang mengenali Allah." Engkau...engkau memiliki sedangan gandum, sementara aku tidak memiliki sepotong tulang pun untuk besok."

Abu Yazid berkata: "Jika untuk menemani dan menyertai seekor anjing saja aku tidak layak, maka bagaimana aku bisa menyertai jiwa jiwa yang disucikan, bagaimana aku kuat menghadap ke Hazhrah Tuhanku yang Maha Agung." NU Online

NU Online

Kisah lain: Jalaluddin Rumi Pun Digebuki Ketika Habib Baharun Diajak Memancing

NU Online

NB: Semoga kita tidak pernah merasa orang lain lebih rendah dan hina dari diri kita.

Hakikatnya manusia itu sama, diciptakan dari tanah, hidup diatas tanah, dan akan kembali kedalam tanah.

Baik dan mulianya manusia tergantung Iman dan Taqwanya, sedang Iman dan Taqwa itu semata mata taufiq dan hidayah pertolonganNya, tanpa pertolonganNya...manusia tidak akan punya itu. Jadi apa yang layak kita banggakan...hingga merasa diri ini lebih suci dari orang lain. padahal sejatinya Iman dan Taqwa itu juga bukan milik kita, cuma sekedar titipan yang harus dirawat dan dijaga.

Jangan pernah membenci orang lain karena keburukannya, karena pada hakikatnya...ia ada didunia ini atas kehendak dan kuasaNya.

Ia tidak pernah menciptakan sebuah kesia-siaan, segala sesuatu dari ciptaanNya pasti mengandung hikmah dan makna yang tersirat.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/tampilan-suci-dalamnya-najis.html

Sabtu, 26 Juni 2010

Perpisahan, Jadi Ajang Pemilihan Si Nok Si Tong

Brebes, NU Online. Perpisahan siswa kelas IX MTs Negeri Model Brebes, tidak hanya untuk prosesi pelepasan siswa namun juga untuk seleksi Si Nok Si Tong. Hal ini dilakukan agar para siswa menata jatidirinya usai melepaskan diri dari bangku sekolah.

Menata pribadi yang akhlakul karimah, menjadi pijakan mereka untuk melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, ujar Kepala MTs Negeri Model Brebes Drs H Muh Muntoyo MPd di sela perpisahan kelas IX, Senin (16/5).

Perpisahan, Jadi Ajang Pemilihan Si Nok Si Tong (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan, Jadi Ajang Pemilihan Si Nok Si Tong (Sumber Gambar : Nu Online)


Perpisahan, Jadi Ajang Pemilihan Si Nok Si Tong

Dengan landasan akhlakul karimah, kata Muntoyo, bisa menata diri di lingkungan masyarakat maupun sekolah yang baru nanti menjadi lebih indah dan rapi. Sehingga bisa diterima sebagai warga sekolah atau masyarakat di manapun nantinya berada. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, tuturnya.

Muntoyo juga berharap siswa kelas IX pada 4 Juni saat pengumuman kelulusan bisa lulus 100 persen. Pasalnya segala ikhtiar sudah dilakukan semaksimal mungkin termasuk doa dari diri sendiri, orang dan guru sudah kita panjatkan kehadirat-Nya. Mudah-mudahan lulus 100 persen, ucapnya penuh harap.

NU Online

Siswa kelas IX, lanjut Muntoyo menjelaskan, yang mengikuti Ujian Nasional sebanyak 378 siswa. Sedangkan jumlah siswa keseluruhan mencapai 1.238. Untuk tahun pelajaran sebelumnya, siswa MTs N Model Brebes tingkat kelulusannya mencapai 99,9 persen.

NU Online

MTs N Model Brebes juga menyelenggarakan pendidikan versi full day. Ada 8 kelas yang merupakan kelas unggulan, tuturnya.

Dalam acara perpisahan tersebut, siswa putri mengenakan baju kebaya berkerudung sedangkan pria memakai batik berpeci. Termasuk para dewan guru beserta staf. Nuansanya seperti acara temantenan jawa. Ya... kita buat nuansa baru, biar ada kenangan tersendiri bagi siswa kelas IX, sambung Wakasek Kesiswaan Drs. Sanawi yang mendampingi wawancara.

Setelah melalui penjurian, akhirnya ditetapkan Nurul Dwi Pradika sebagai Si Nok dan Rizal Assidiqi sebagai Si Tong 2011. Sedangkan yang terpilih sebagai Papah Pak Guru Bambang Komisun dan Mamah Bu Guru Maslikha.

Sebelumnya, para peserta diuji kecerdasan, kerapian, kesesuaian, keluwesan dan busana Islaminya.

Selain pemilihan Si Nok Si Tong, juga digelar lomba 4 K (kebersihan, ketertiban, keindahan dan keagamaan).

Dalam acara perpisahan yang digelar dilapangan olahraga dengan panggung hiburan serta layos welit itu, disuguhkan beraneka macam hiburan. Dari Nyanyi pop, dangdut, keroncong, puisi, hingga penampilan drama Cinderela dengan dialog percakapannya menggunakan bahasa Inggris.

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32206/perpisahan-jadi-ajang-pemilihan-si-nok-si-tong

NU Online

Senin, 07 Juni 2010

Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU

NU Online - Puluhan warga Kalilopo, Klumpit, Gebog, Kudus berduyun-duyun datang ke rumah Kusiri (alm) untuk tahlilan hari ke-5 wafat tuan rumah. Padahal, warga sekitar tahu jika Kusiri selama ini dikenal sebagai anggota Muhammadiyah aktif di Kudus.

Setelah ditelusuri, Kusiri memang sengaja menyekolahkan ketiga anaknya, masing-masing Ulin Nihayah, Eva dan Dewi ke sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU dengan harapan agar kelak ketika

meninggal, ada yang menahlilkan. Saksi yang mendengarkan cita-cita almarhum tersebut bernama Turikan, warga Kalilopo Rt. 02 Rw. 04.

Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU - NU Online
Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU - NU Online


Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU

Di Muhammadiyah, dari dulu upacara tahlilan berjama’ah dalam rangka mendoakan orang yang sudah wafat adalah perkara tabu. Bahkan sebagian mereka mengatakan bid’ah karena tidak pernah dilaksanakan pada zaman Nabi.

Semua anak Kusiri adalah lulusan MA NU Hasyim Asy’ari Gebog Kudus. Walau dia aktif sebagai anggota Muhammadiyah, harapan untuk mendapatkan amal jariyah berupa doa dari anak sangat tinggi.

NU Online

Barangkali, Kusiri adalah ayah yang beruntung karena semua anaknya masuk sekolah di lingkungan NU. Tanpa ada rasa gengsi, madrasah NU jadi pilihan mencerdaskan anak-anaknya agar mengenal berbakti kepada orang tua. Jika saja dia pengurus Muhammadiyah, mungkin saja ia gengsi menyekolahkan anaknya ke madrasah NU. Barokah, Pak! [NU Online]

NU Online

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/agar-ditahlilkan-anggota-muhammadiyah-menyekolahkan-anaknya-ke-madrasah-nu.html

Sabtu, 06 Februari 2010

Kata Netizen: Kalau Semua Jadi NU, Sepi!

NU Online - Tagar #MendadakNU yang menjadi trending topic pada 1-2 Februari 2017 adalah bukti kalau Nahdlatul Ulama (NU) masih selalu dinantikan perannya menjaga suasana politik dan iklim sosial negeri ini agar lebih ayem, adem dan tanpa tensi.

Kata Netizen: Kalau Semua Jadi NU, Sepi! - NU Online
Kata Netizen: Kalau Semua Jadi NU, Sepi! - NU Online


Kata Netizen: Kalau Semua Jadi NU, Sepi!

Kegaduhan negeri ini selalu disulut oleh kelompok-kelompok radikal yang (konon) diciptakan bukan dari adam, tapi dari tanah sengketa karena hamil (ingin) besar atas terciptanya revolusi, perang saudara lalu menang sendiri, "mereka itu seperti TOA," kata salah satu netizen di Fanpage NU Online, Kamis (02/02/2017).

Tamsil TOA, katanya, nyaring bersuara saja, tapi nol pruthul, tidak ada efeknya kecuali keras dan lantang teriak saja. Nah, dalam kondisi ini, NU selalu dijadikan sebagai pamadam, "saya yang non muslim bisa bedain kok mana FPI mana NU. Beda jaauuuuuh ahklaknya NU, kyai nya saya hormati, santun akhlaknya jempol. Si kaum sumbu pendek mendadak NU. Watak dan karakter NU mau dicopas kelihatan imitasinya," tulis Heiske Palar Sumayku, salah satu likers Page NU Online.

Sayangnya, setiap sikap yang diambil oleh pimpinan NU, selalu diterima beda tafsir oleh sumbu pendek ber-TOA itu. Ketika diam dalam sebuah kasus, dianggap lembek, namun ketika tegas, dianggap memihak juga. Karena itulah, menurut Cak Fahmi, Netizen NU Jawa Timur, warga NU jangan sampai baper (bawa perasaan) pada satu kelompok tertentu lalu memusuhi kelompok lain.

"NU memang tidak boleh terus-menerus diam ketika diseret kanan-kiri, contoh kasus Yai Ma'ruf Amin kemarin, NU jadi bulan-bulanan berbagai kelompok dengan banyak kepentingan. Ngintip anak-anak FPI, mereka semula ngompori Banser, sekarang setelah NU bersikap ayem, balik nuduh Banser tidak tegas. Ngintip Ahokers, masih memuja NU tapi memaki Yai Ma'ruf. NU berada di antara dua kelompok yang berpotensi menikam NU lagi," terang Fahmi kepada NU Online, Kamis (02/02/2017) malam via WhatsApp.

Ada Netizen NU yang mengeluh karena akhir-akhir ini energi NU mulai dikuras dan dipinjam "tangannya" untuk naboki Ahok, musuh bagi mereka yang ingin gaduh. Atas alasan itu, muncul harapan semoga semua penduduk muslim negeri ini jadi warga NU dengan akhlak kiai NU semua.

Ujaran populer di kalangan netizen atas harapan itu adalah, "semuanya akan NU pada waktunya", "semua akan butuh NU pada akhirnya", "semuanya akan berterimakasih kepada NU pada waktunya", dan ujaran lain senada.

Namun, bagi Fathekah, facebookers yang nge-like page Komunitas Islam Nusantara, jika semua jadi NU, sepi. "Dengan adanya yang lain, jadi semangat mengikuti kajian-kajian tentang NU, mengenal tokoh, mengenalkan ke anak tentang NU dll," tulisnya. Ini screenshoot nya:

Karena itulah, Cak Fahmi mengingatkan agar hati-hati dalam bermedia sosial, "omongan Ansor, Banser, PBNU dan semua elemen NU lagi jadi sorotan dan digunakan sebagai pembenaran sikap masing-masing kelompok. Ini bahaya yang seringkali kurang disadari kita semua," katanya. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/kata-netizen-kalau-semua-jadi-nu-sepi.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock