Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Maret 2014

Ironis, Pemerintah Tunda Naikkan Harga Gabah

Jakarta, NU Online. Upaya pemerintahan SBY untuk memberikan kesejahteraan kepada petani masih jauh panggang dari api, hal ini bisa diuji melalui kebijakannya terhadap harga dasar pembelian gabah. Apabila pemerintah memutuskan tidak ada kenaikan harga pembelian gabah atau menunda kenaikan harga gabah oleh pemerintah, maka hal itu semakin mempertegas bahwa keberpihakan terhadap petani hanya retorika dan komoditas politik semata.

Demikian diungkapkan, Imam Churmen, tokoh NU yang terkenal sebagai "penyambung lidah petani" kepada NU Online, Rabu (3/1) menanggapi upaya pemerintah (Departemen Pertanian) yang belumdapatmenaikkan harga gabah petani sebesar Rp100/kgkarena pemerintah belum menetapkan kebijakan baru di bidang perberasan.

"Sangat mengecewakan kalau pemerintah berketetapan tidak menaikkan harga dasar gabah atau menundanya tahun 2005. Ini menunjukkan pemerintah tidak tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi petani. Menjadi ujian buat pemerintah, apakah memang pemerintah berpihak pada petani atau hanya sekadar retorika," tegas mantan Wakil Ketua Komisi III DPR Imam Churmen.

Ironis, Pemerintah Tunda Naikkan Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironis, Pemerintah Tunda Naikkan Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)


Ironis, Pemerintah Tunda Naikkan Harga Gabah

Kebijakan pemerintah tidak menaikkan harga pembelian gabah atau menundanya akan semakin menambah berat beban petani, sebab harga sarana produksi padi (saprodi) terus meningkat, dan tidak ada lagi subsidi yang diberikan. "Komponen saprodi harganya terus naik, upah tenaga kerja juga naik, bahan bakar minyak (BBM) naik, itu semua akan menambah tinggi biaya produksi, bagaimana mungkin harga gabah tidak dinaikkan," kata mantan ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) ini.

Pria kelahiran Ponorogo 15 Juni 1931 ini menegaskan, bila pemerintah ingin menjaga ketahanan pangan nasional, pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan petani. "Jangan pakai paradigma lama yang mengorbankan petani untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Sudah saatnya petani diajak bicara, untuk menetapkan berapa harga yang layak yang harus mereka terima. Apakah memang tepat kalau harga tetap dipasang di Rp 1.230 per kilogram GKG, dan tidak bisa dinaikkan lagi. BBM saja bisa dinaikkan, upah buruh saja bisa dinaikkan, kenapa gabah yang diproduksi petani kita tidak bisa dinaikkan harganya," tuturnya.

Dikatakan Imam, kebijakan "menekan" harga produk pertanian akan berdampak besar terhadap ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang. "Kalau insentif yang diterima petani tidak layak, jangan harap petani bergairah meningkatkan produktivitasnya. Lalu, apa kita mau impor semua, apa itu solusinya? Jangan hanya berpikir untuk kepentingan sesaat," pesan Imam Churmen.

Negara-negara maju dan surplus seperti AS, dan Jepang saja, lanjut Imam, memberi perlindungan kepada petaninya dengan berbagai macam cara, mulai dari subsidi sampai dumping, agar kesejahteraan petani dapat selalu terjaga. "Kita yang jelas-jelas negara agraris, dan mayoritas tenaga kerja terserap di sektor pertanian tidak memberi perlindungan apa-apa kepada petani. Kalau IMF melarang subsidi, kenapa tidak jelaskan pada mereka persoalan kita, dan menolaknya, apa negeri ini milik IMF. Kalau untuk para konglomerat saja kita mau sibuk menyiapkan dana untuk rekapitalisasi bank, kenapa untuk petani tidak ada kepedulian itu," katanya.

NU Online

Pemerintah selayaknya memberi perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani beserta keluarganya, dengan menjamin perolehan insentif yang adil untuk petani, dan menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian agar tepat waktu, terjamin kualitasnya, serta terjangkau harganya. (cih)

NU Online

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2693/ironis-pemerintah-tunda-naikkan-harga-gabah

NU Online

Minggu, 16 Desember 2012

Naskah Khutbah Idul Adha 2016

Berikut ini adalah contoh naskah khutbah idul adha yang siap anda gunakan untuk mengisi khutbah sholat idul adha atau sholat jumat sekitar hari idul adha.

Oleh Makruf Khozin

Khutbah Pertama

Naskah Khutbah Idul Adha 2016 - NU Online
Naskah Khutbah Idul Adha 2016 - NU Online


Naskah Khutbah Idul Adha 2016

الله اكبر تسع مرات: -

NU Online

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ . الْحَمْدُ للهِ الَّذِي بَعَثَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَقُدْوَةً لِلْعَامِلِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الْعِبَادِ أَجْمَعِيْنَ ، بَعَثَهُ بِدِيْنِ الْهُدَى وَالرَّحْمَةِ وَشَرَّعَ لِاُمَّتِهِ النَّحْرَ وَالتَّضْحِيَةَ ، اِقْتِدَاءً بِأَبِي الْاَنْبِيَاءِ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ اَزْكَى السَّلَامِ وَالتَّحِيَّةِ . وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Kaum Muslimin, Jamaah salat Idul Adlha, semoga senantiasa dalam rahmat dan perlindungan dari Allah. Mari kita saling mengingatkan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah, dengan menjalankan perintah-perintahnya sesuai dengan kemampuan kita, dan menjauhi larangan-larangan Nya sekuat tenaga kita. Sebab hanya dengan takwa inilah yang akan mengantarkan kebahagiaan hidup, baik di dunia hingga di akhirat.

Allahu Akbar 3x. Hadirin Jamaah Idul Adlha, yarhamukumullah.

NU Online

Sahabat Anas bin Malik meriwayatkan bahwa:

قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فَقَالَ : مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ ؟ قَالُوْا : يَوْمَانِ كُنَّا نَلْعَبُ فِيْهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ (رواه ابو داود واحمد والحاكم

Rasulullah tiba di Madinah dan mereka telah memiliki 2 hari untuk bersenang-senang di masa Jahiliyah. Maka Nabi bersabda: “Sungguh Allah telah mengganti bagi kalian sesuatu yang lebih baik darinya, yaitu Idul Adlha dan Idul Fitri” (HR Abu Dawud, Ahmad, al-Hakim dan lainnya)

Mengapa Rasulullah menilai keduanya lebih baik? Sebab dalam kedua hari raya tersebut terdapat 2 unsur keharmonisan ibadah, baik secara vertikal antara manusia dan Allah, atau secara horizontal antara sesama manusia.

Dalam Idul Fitri, nilai ibadah kepada Allah adalah berbentuk ibadah puasa sebulan penuh, sebagaimana dalam ayat:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ :البقرة/185

“... Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (al-Baqarah: 185)

Sementara nilai ibadah kepada sesama manusia tercermin dalam zakat fitrah, seperti dalam firman Allah:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى :الأعلى/14، 15

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri, dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.” (al-A’la, 14-15)

Dalam sebagian penafsiran ulama, ‘Tazakka’ artinya mengeluarkan zakat fitrah, ‘dzikir menyebut nama Allah’ artinya adalah bertakbir di malam hari raya, dan esok paginya dilanjutkan dengan Salat Idul Fitri.

Demikian halnya dengan Idul Adlha. Nilai ibadah kepada Allah diantaranya berbentuk melaksanakan ibadah haji dan umrah di Makkah, semoga kita mendapat anugerah dua ibadah tersebut. Sementara nilai ibadah terhadap sesama manusia adalah menyembelih binatang ternak yang dijelaskan dalam firman Allah:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ : الكوثر/2

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan ber-qurbanlah.” (al-Kautsar: 2)

Allahu Akbar 3x. Hadirin Jamaah Idul Adlha yang dirahmati oleh Allah

Ibadah Qurban adalah termasuk syariah yang telah diperintahkan oleh Allah kepada umat-umat terdahulu. Al-Quran telah menegaskan:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ :الحج/34

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka…" (al-Hajj: 34)

Kita mencoba mengurai dua contoh bentuk Qurban antara putra Nabi Adam dan Qurban oleh Nabi Ibrahim. Meski jarak terbentang jauh, namun keduanya memiliki benang merah. Allah mengisahkan dalam kalam-Nya yang mulia:

إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآَخَرِ :المائدة/27

“..Ketika dua putera Adam (Habil dan Qabil) mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).”

Habil yang diriwayatkan sebagai peternak, ia melakukan Qurban kepada Allah dari hasil ternak terbaiknya, sebuah domba besar. Sementara Qabil diriwayatkan sebagai petani, ia melakukan Qurban kepada Allah dari hasil panennya yang buruk. Maka Allah pun hanya menerima dari Habil. Wal hasil domba yang diqurbankan oleh Habil diangkat ke surga.

Pada masa yang jauh sesudahnya, di masa Nabi Ibrahim. Beliau diperintahkan melalui wahyu mimpi untuk menyembelih putra tersayangnya, Nabi Ismail. Setelah keduanya berpasrah kepada Allah untuk melakukan perintah itu, maka Allah berfirman:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ : الصافات/107

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (ash-Shaffat: 107)

Dari mana seekor sembelihan besar tersebut? Jawabannya adalah dari surga yang dahulu kala sebagai Qurban dari Habil, putra Nabi Adam, sebagaimana dijelaskan para ulama ahli Tafsir:

وَهُوَ الْكَبْشُ الَّذِي قَرَّبَهُ ابْنُ آدَمَ فَتُقُبِّلَ مِنْهُ (تفسير ابن كثير - ج 7 / ص 31

“Sembelihan yang disembelih oleh Nabi Ibrahim adalah domba qurban Habil yang telah diterima” (Ibnu Katsir 7/31)

Dari dua peristiwa Qurban ini dapat kita ambil kesimpulan, bahwa apa yang telah di-Qurbankan untuk Allah tidaklah sia-sia, namun tetap terjaga dan dapat dikembalikan oleh Allah dengan kuasa-Nya yang tiada batas. Hal ini selaras dengan sabda dari Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama:

مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا :رواه الترمذى

“Tidak ada amal manusia yang lebih dicintai oleh Allah di hari qurban dari pada mengalirkan darah hewan. Sebab hewan itu akan datang di hari kiamat dengan tanduknya, rambutnya dan kaki-kakinya” (HR al-Tirmidzi)

Sekali lagi dari hadis ini menunjukkan bahwa hewan yang telah kita Qurban-kan akan dikembalikan oleh Allah kepada kita kelak di akhirat. Hewan yang telah disembelih dan telah dibagikan kepada fakir-miskin tetap dalam kondisi utuh saat menjadi kendaraan kita menuju surga Allah. Kita tidak meragukan masalah ini karena Allah telah membuktikan dalam Qurban putra Nabi Adam dan Qurban di masa Nabi Ibrahim.

Akan tetapi untuk dapat mencapai tujuan tersebut tidaklah bisa sekedar mengandalkan sisi kekayaan uang saja, namun harus didasari dengan takwa:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ :الحج/37

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (al-Haj: 37).

Semoga amal ibadah Qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, amin.

اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اِنَّ اَحْسَنَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ () لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ الحج/27، 28

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Makruf Khozin, Dewan Pakar Aswaja NU Center Jatim, dan anggota Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/naskah-khutbah-idul-adha-2016.html

Kamis, 10 November 2011

Nyata: Tukang Becak Berangkat Haji Dibantu Jin Muslim

NU Online - Boleh percaya boleh tidak. Ini kisah dari Kasrin bin Sumarto (60), warga Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak ini, bisa berangkat haji meski tidak pernah mendaftarkan diri sebelumnya.

Kisah ini tentu menghebohkan warga di sekitar kediamannya. Termasuk lokasi di mana dirinya sehari-hari menarik becak, sekitar wilayah Lasem. Pasalnya, kisah seseorang yang bisa naik haji tanpa mendaftarkan diri karena diduga dibantu makhluk lain hanya terjadi di kisah-kisah di televisi.

Nyata: Tukang Becak Berangkat Haji Dibantu Jin Muslim - NU Online
Nyata: Tukang Becak Berangkat Haji Dibantu Jin Muslim - NU Online


Nyata: Tukang Becak Berangkat Haji Dibantu Jin Muslim

Hingga hari ini Kasrin masih berada di Mekah, bersama jutaan penduduk dunia ini, menunaikan ibadah haji. Dan di tempat tinggalnya, dia meninggalkan kehebohan tersendiri, lantara masih banyak yang tidak percaya bahwa Kasrin saat ini ada di Mekah.

Perangkat Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Siwoyo, mengaku jika dirinya ikut mengantar Kasrin berangkat haji. Tepatnya pada Selasa (23/8/2016) lalu. ”Saya memang heran. Selama ini tidak pernah terdengar kabar jika Kasrin itu hendak menunaikan ibadah haji. Kapan mendaftarnya juga tidak diketahui, termasuk juga tidak pernah ikut dalam manasik haji,” terangnya.

NU Online

Namun sebagai tetangga, Siwoyo mengaku jika malam itu dirinya bersama ratusan warga yang lain, turut mengantarkan Kasrin berangkat haji. Kasrin diantarkan ke Masjid Lasem, untuk bersama-sama jamaah calon haji lainnya, yang akan berangkat malam itu.

”Ada banyak orang yang mengantarkan, kok. Ada yang naik mobil seperti keluarganya, kemudian minibus, dan ada yang naik truk dump. Masih ada puluhan motor yang juga mengantarkan Kasrin ke Masjid Lasem, tempat berkumpulnya jamaah yang hendak berangkat haji,” tutur Siwoyo.

Siwoyo juga menuturkan, dirinya sebagai tetangga satu rukun tetangga (RT) yang kebetulan menjabat perangkat desa, tidak pernah merasa dimintai tolong untuk mengurus administrasi pendaftaran haji.

NU Online

”Baik mulai dari desa maupun ke tingkat lainnya. Itu yang membuat heran kami. Karena kalau memang berangkat haji, biasanya kan mengurus surat-surat terlebih dahulu. Ini tidak ada sama sekali,” terangnya.

Meski penuh rasa heran, namun para tetangga tetap mengantarkan Kasrin hingga ke Masjid Lasem. Di sinilah keanehan mulai terjadi. Kasrin diketahui tidak memakai seragam haji, layaknya calon-calon haji lainnya. Dia hanya pergi dengan membawa kemeja putih, celana hitam, peci, dan tas kecil saja. ”Pokoknya jauh dari gambaran orang yang mau haji,” katanya.

Kasri Sudah Sampai ke Mekah Dalam Waktu Dua Hari Kisah Kasri naik haji, memang tidak masuk akal. Diketahui tidak pernah terdaftar sama sekali sebagai calon haji asal Kabupaten Rembang, Kasri juga bisa begitu cepat sampai ke Mekah, mendahului rekan-rekan jamaah lainnya.

Kepala Desa (Kades) Kalitengah, Kecamatan Pancur, Ansori yang juga kerabat dari Kasrin, menuturkan jika malam itu, Selasa (23/8/2016) malam, dirinyalah yang mengantarkan Kasrin ke Masjid Lasem. "Berangkat dari rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Waktu itu, menantunya yang mau mengantar. Namun karena ada halangan, tidak jadi. Akhirnya saya yang mengantar,” terangnya.

Sambil terus menahan rasa heran karena tidak percaya Kasrin yang masih pakdenya itu berangkat haji, Ansori terus mendampingi Kasrin hingga di Masjid Lasem. Bahkan tas kecil milik Kasrin, dibawa olehnya. "Waktu menunggu keberangkatan rombongan, tiba-tiba perut saya mules. Saya lantas minta kerabat saya lainnya bernama Lutfi, untuk menunggu pakde. Hanya saja, saat bersama Lutfi itu, pakde bilang akan keluar masjid. Alasannya beli rokok. Waktu dibuntuti Lutfi, tiba-tiba saja Pakde Kasrin sudah tidak ada. Dia menghilang begitu saja," paparnya.

Saat sedang mencari Kasrin itulah, Ansori diberitahu bahwa orang yang dicarinya ada di bagian selatan Masjid Lasem. Tidak lama dicari ke lokasi tersebut, ada yang mengatakan jika Kasrin sudah naik bus rombongan haji asal Kecamatan Kragan/Sarang. Dia terlihat duduk di belakang sopir. Bahkan sempat melambaikan tangan berpamitan.

Keanehan lain muncul, karena sekitar pukul 23.00 WIB, Kasrin diketahui menelepon keluarganya dan mengatakan sudah sampai Lapangan Rumbut Malang atau Gedung Haji Rembang, tempat jamaah haji berkumpul. Dia bilang siap untuk diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan Solo. Padahal, saat itu rombongan haji dari Masjid Lasem belum berangkat. ”Soalnya, pemberangkatan haji malam itu memang akan dilakukan pukul 01.30 WIB,” kata Ansori.

Ansori makin kebingungan, karena sekitar pukul 01.30 WIB, atau pada Rabu (24/8/2016), Kasrin menelepon jika dirinya sudah akan berangkat ke Mekah. Tepatnya, Kasrin mengatakan sudah naik pesawat. Dia juga menceritakan jika duduk bersama empat orang jamaah calon haji lainnya.

"Gimana tidak bingung. Dia menelepon dan bilang ada di dalam pesawat. Padahal, setahu saya kalau di dalam pesawat, semua telepon kan harus dimatikan. Tapi dari suara-suara di pesawat, terdengar ada pramugari yang menawarkan makanan, memakaikan sabuk pengaman. Terdengar jelas," terangnya.

Menurut Ansori, dirinya memang bingung. Bagaimana tidak, dua hari usai keberangkatan, Kasrin mengatakan sudah ada di Mekah. Bahkan, Kasrin menelepon dirinya. Di telepon, Kasrin mengatakan dirinya akan pulang sebentar, karena ada keluarga yang menginginkan dirinya pulang.

"Dia bilang ke saya, tunggu di jalan Lasem. Pas harinya saya tunggu. Eh, benar. Pakde saya itu datang membawa kardus besar. Isinya teko, cangkir, dan perabotan rumah tangga khas Timur Tengah. Yang biasa dibawa oleh-oleh haji pokoknya. Habis itu, pakde saya hilang lagi," jelasnya.

Ansori mengatakan dirinya heran kenapa semua proses yang dijalankan Kasrin berhaji tidak seperti calon haji lainnya. Bahkan, penggunaan telepon genggam untuk menghubungi keluarga di Indonesia, juga masih menggunakan nomor yang sama saat di Rembang. ”Saya juga pusing kalau mikirin pakde saya itu. Kemarin pakde masih menelepon, memberitahu kalau di rumah ada selamatan manaqiban. Doanya ditujukan untuk Pakde Kasrin, istrinya Jumiati, Indi yang selama ini menjadi langganan becaknya, dan Elsa serta Sutikno, orang tua dari Indi,” ujarnya.

Ansori, kepala Desa Kalitengah, Kecamatan Pancur, yang juga kerabat Kasrin, menceritakan kronologi keberangkatan pakdenya itu, pada Selasa (23/8/2016) malam, yang penuh dengan keajaiban. (Koran Muria/Edy Sutriyono) Misteri Keluarga Indi Disebut Menjadi Perantara Kasrin Naik Haji Ada satu nama keluarga yang diduga menjadi perantara Kasrin bisa naik haji, meski dengan proses yang sangat tidak masuk akal. Keluarga itu diketahui menjadi langganan becak Kasrin, selama dirinya bekerja di kawasan Lasem.

Menurut penuturan anak bungsu pasangan Kasrin dan Jumiati yang bernama Istikomah (33), bapaknya itu sudah 19 tahun ini menjadi tukang becak langganan seorang warga Lasem bernama Indi.

"Tapi bapak tidak pernah meminta bayaran setiapkali mengantarkan Indi ini pulang sekolah. Soalnya, 20 tahun lalu, bapak saya pernah cerita bahwa dia mimpi bertemu dengan eyang buyut sama, dan diberi pesan yang sama. Mimpinya itu berlangsung selama tiga kali," katanya, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (10/9/2016).

Pada mimpinya itu, Kasrin diberi arahan bahwa dirinya akan mendapat langganan yang menggunakan becaknya. Yakni dua orang anak kecil, di mana salah satunya bernama Indi. Kakek buyutnya itu berpesan, agar tidak menarik ongkos dari Indi. ”Nah, pada mimpi ketiga, bapak saya diwanti-wanti, jika kemudian ditawari upah mentah atau matang, diminta untuk memilih upah matang saja. Supaya besok bisa menjadi kemuliaan,” jelasnya.

Dan benarlah kemudian, bahwa Kasrin memang mendapat langganan becak anak kecil yang bernama Indi, warga Lasem. Saat mengantarkan Indi pulang, Kasrin bertemu dengan orang tua Indi bernama Elsa dan Sutikno. Saat diberi bayaran, Kasrin menolaknya. Dan saat ditanya mau upah mentah atau matang, Kasrin mantap menjawab upah matang, sebagaimana pesan kakek buyutnya itu.

Indi menjadi langganan Kasrin dari masih usia TK hingga SMA. Atau selama 19 tahun lamanya. Selama itu pula, dia tidak pernah meminta bayaran. Sampai akhirnya, delapan bulan lalu, Kasrin mengatakan kepada istrinya jika dia akan naik haji. "Ibu saya juga sedih. Karena mengira bapak itu mengada-ada. Lah, soalnya duit saja pas-pasan kita. Mau daftar haji dari mana. Terus kapan berangkatnya kalau begitu," ujarnya.

Namun, Kasrin lantas memperlihatkan sesuatu yang tidak biasanya. Diketahui kemudian jika pendaftaran haji sudah dilakukan keluarga Indi, sejak tahun 2007 silam. Hanya saja, bukti itu hanya berupa tulisan tangan Indi, di atas kertas biasa. Kasrin didaftarkan haji oleh keluarga yang memiliki alamat rumah di depan MTs Negeri Lasem itu.

Keluarga bukannya tidak mengecek keberadaan keluarga Indi. Lewat salah seorang keluarga, mereka mendatangi rumah tersebut. Tapi keanehan kembali terjadi, karena saat sudah berada di depan MTs Lasem, kerabatnya itu tidak bisa mengucapkan kata apapun, untuk bertanya mengenai keluarga Indi.

"Warga sekitar saat ditanya siapa keluarga Indi ini, sama sekali tidak tahu. Mereka tidak mengetahui siapa itu Indi maupun keluarganya. Orangnya bagaimana, darimana, atau yang lainnya. Tidak ada yang tahu," tegasnya.

Keluarga, menurut Istikomah, juga melakukan pengecekan ke kiai. Bahkan sampai ke empat orang kiai, ditanyakan soal Kasrin dan haji ini. Dari jawaban keempatnya, juga dikatakan bahwa Kasrin memang akan naik haji. "Tapi, katanya naik hajinya bersama temannya dari bangsa lain (bangsa halus, red)," katanya.

Istikomah mengatakan, pada Kamis (9/9/2016) lalu, bapaknya itu masih menelepon dirinya, dan mengabarkan jika dirinya baik-baik saja. Bahkan, Kasrin bilang akan berkurban saat Idul Adha nanti. Padahal, saat berangkat, keluarga hanya mampu memberi uang saku kepada Kasrin sebanyak Rp 2 juta saja.

"Kami dari keluarga sudah tidak memikirkan mengenai bagaimana bapak berangkat haji. Yang penting, kami ikhlaskan saja. Ibu saya juga sedih tidak bisa makan memikirkan bapak. Tapi, sekarang sudah ikhlas. Yang penting banyak berdoa saja. Mudah-mudahan, bapak bisa selamat dan pulang ke rumah dengan sehat. Bahkan menjadi haji mabrur," harapnya.

Eko Winarto, perangkat Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, adalah salah seorang yang mengantarkan Kasrin saat menunaikan ibadah haji, meski diketahui belum pernah mendaftarkan diri secara resmi. (Koran Muria/Edy Sutriyono) Kemenag Rembang: Tidak Ada Nama Kasrin di Daftar Calhaj Kita Terkait adanya calon haji bernama Kasrin (60), warga Dukuh Gembul, RT 3/RW 2, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, yang berangkat haji pada Selasa (23/8/2016) malam, memang menimbulkan keanehan tersendiri.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang menegaskan jika tidak ada nama Kasrin dari alamat tersebut, yang terdaftar sebagai calon haji. Staf Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Rembang Bagian Ssistem Komputerisasi Haji Terpadu Slamet Lestari mengatakan, untuk jamaah calon haji atas nama Kasrin memang tidak ada.

"Namun, kita mempunyai 2 calon haji dari Sumberejo. Dan itupun suami istri. Hanya saja, bukan atas nama Kasrin," katanya saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/9/2016).

Hanya saja, Slamet mengatakan jika dirinya memang sudah mendengar kabar soal Kasrin ini. Namun pihaknya menyerahkan kembali kepada masyarakat mengenai kebenarannya. ”Ya, kita serahkan kepada masyarakat untuk menilai itu. Namun untuk saat ini calon haji kita tidak ada yang namanya itu. Kalau lebih jelasnya, datang ke kantor pada Selasa (13/9/2016) saja,” katanya.

Di sisi lain, perangkat Desa Sumberejo Eko Winarto mengatakan, sikap dan perilaku Kasrin selama menjadi warga, dan hubungannya dengan warga lainnya, memang baik sekali.

”Pak Kasrin itu tidak pernah neko-neko dan pendiam. Bahkan, ada cerita yang aneh soal beliau ini. Saat warga berkumpul di Masjid Al Falah Gembul ini, dia memerintahkan salah seorang jamaah untuk mematikan lampu. Namun sebelum lampu itu dimatikan jamaah yang lainnya, -tiba tiba lampu itu mati dengan sendirinya. Dan sakelarnya juga menunjukan bahwa lampu itu sudah dalam keadaan mati. Yang jelas, beliau baik sekali,” imbuhnya. [NU Online]

Editor: Merie

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/nyata-dibantu-makhluk-gaib-tukang-becak-ini-berangkat-haji-tanpa-daftar.html

Selasa, 29 Maret 2011

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Ayat 1-10: Selamat dari Dajjal

NU Online - Setiap surat dalam Al-Qur'an memiliki keutamaan tersendiri. Bila membaca Al-Waqi'ah, misalnya, ia dijanjikan Allah akan mendapatkan kelapangan rejeki. Jika rutin membaca Al Mulk, maka ia akan mendapatkan jaminan wafat khusnul khatiman dan sebagainya. Di bawah ini adalah keutamaan dan manfaat yang dijanjikan bagi mereka yang tulus ikhlash membaca dan mengamalkan Surat Al-Kahfi.

Dari sahabat Abu al-Darda’ radhiyallaahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Ayat 1-10: Selamat dari Dajjal - NU Online
Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Ayat 1-10: Selamat dari Dajjal - NU Online


Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Ayat 1-10: Selamat dari Dajjal

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ فتنة الدَّجَّالِ.

Barangsiapa yang menjaga sepuluh ayat dari permulaan surah al-Kahfi (ayat 1-10), maka ia akan dijaga dari godaan Dajjal.

NU Online

(Hadits shahih riwayat Ahmad juz 5 hlm 196, Muslim [809], Abu Dawud [4323] dan al-Nasa’i dalam al-Sunan al-Kubra [10787]).

Cara Selamat Dari Dajjal

Maksud hadits tersebut, orang yang menjaga 10 ayat dari permulaan surah al-Kahfi, dengan menghafalnya di luar kepala. Demikian penafsiran sebagian ulama.

NU Online

Maksud dijaga dari godaan Dajjal, ia tidak akan meninggalkan agamanya dengan menjadi pengikut Dajjal. Sebagian ulama mengatakan, apabila orang yang menjaga 10 ayat tersebut, dijaga dari godaan Dajjal, sudah barang tentu akan lebih dijaga dari godaan yang lebih kecil daripada godaan Dajjal (Lihat, al-Shan’ani, al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shaghir, juz 10 hlm 205 [8620]).

Manfaat Surat Al-Kahfi Dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِيْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ.

Barangsiapa yang membaca Surah al-Kahfi pada hari Jum’at, maka cahaya orang tersebut akan menerangi hingga Jum’at berikutnya.

Hadits shahih di atas diriwayat al-Hakim dalam al-Mustadrak juz 2 hlm 368 dan al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra juz 3 hlm 249.

Maksud hadits tersebut, orang yang membaca Surah al-Kahfi pada hari Jum’at, maka cahaya pahalanya akan menerangi hatinya, pandangannya, atau pandangan hatinya, dan atau dalam setiap langkah dan keadaannya, hingga hari Jum’at berikutnya.

Atau, cahaya pahalanya akan disaksikan oleh para Malaikat hingga hari Jum’at berikutnya. Demikian penafsiran sebagian ulama. (Al-Shan’ani, al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shaghir, juz 10 hlm 349 [8910]). Wallaahu a’lam. [NU Online]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-ayat-1-10-selamat-dari-dajjal.html

Selasa, 08 Maret 2011

Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi

NU Online - Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi

Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi - NU Online
Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi - NU Online


Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi

Kritik Ulah Wahabi

Grand Syeikh Unversitas Al-Azhar Cairo Mesir, Prof. Dr.

Ahmad Muhammad Ath-Thayyib, jadi rebutan legitimasi kalangan Islam garis keras

(harus dibedakan dengan garis lurus, red) ketika datang ke Indonesia untuk

mengisi ceramah umum di Kantor MUI Pusat pada Senin (22/2/2016).

Adalah Irfan Helmi, seorang pegawai MUI yang memanfaatkan

ceramah Prof. Ahmad Thayyib untuk membuat fitnah dan propaganda. Dari situs

pribadinya, ia menyebut ceramah Syeikh Al-Azhar tersebut sebagai tasykik (mengaburkan substansi

masalah) dan terkesan simplikasi (menyederhanakan masalah).

Pria kelahiran 1970 asli Jogjakarta tersebut dengan percaya diri

dan tanpa kikuk menyebut “Pimpinan MUI tidak sependapat jika dikatakan Syiah

dan Sunni adalah Bersaudara.” Irfan yang mengatasnamakan Pimpinan MUI itu

menyatakan tidak relevan lagi jika membedakan Syiah sebelah mana yang harus disebut

keluar dari Islam.

Akhirnya, pemuda lulusan PP. Al-Irsyad, Tengaran, Salatiga

ini mengajak khalayak untuk tetap menyesatkan Syiah dengan lima ajarannya,

yakni mengutuk shahabat, terbebasnya imam dari dosa, tidak mengakui khulafa’ur

rasyidin, tahrif Al-Qur’an serta nikah mut’ah. Baginya, semua Syiah berkeyakinan seperti itu.

Padahal, Grand Syeikh Al-Azhar yang datang ke MUI itu mengatakan “Tidak bisa

semuanya dikafirkan. Karena memang tidak mudah kita mengafirkan orang.”

Prof. Dr. Ahmad Thayyib juga menyatakan jika ada yang mencela dan mencaci sahabat Rasul seperti Abu Bakar, Umar, dan lainnya, maka itu bukan

ajaran yang benar dan merupakan kebodohan. Ini yang hendak diserang oleh Irfan

Helmi yang namanya tidak tercantum pada jajaran Pengurus Hasil Munas 2015 di website

resmi MUI www.mui.or.id. Isi ceramah Grand

Syeikh bisa Anda lihat di Ceramah Grand Syeikh Al-Azhar di MUI.

Namanya saja tidak tercantum di website resmi, apalagi fatwa

provokatifnya itu. Jika saat ini (25 Februari 2016) Anda mengetik nama Irfan

Helmi di kotak search situs MUI, tentu kecewa. Tidak akan ketemu. Justru Anda

akan mendapatkan link klarifikasi atas broadcastnya yang “menyimpang.”

Dosa Fitnah Grand Syeikh Al azhar, Ahmad Thayyib Kalau saja pernyataan ustadz wahabi yang, konon, penasehat acara

Khazanah TransTv itu tidak disebarkan, dia terbebas dari dosa fitnah dan hoax. Masalahnya, itu sudah menjadi viral di Facebook dan WhatsApp. Ini salah satu link di Facebook. Rangkuman Irfan.

Artinya, kebohongan dia sudah diulang-ulang hingga seakan berubah jadi kebenaran.

Kuantitas penyebaran pesan melalui media online sekarang ini sudah melebihi

virus komputer dan kanker otak. Yang benar bisa bisa jadi salah, begitu juga sebaliknya.

Hanya membuat konten tulisan provokatif, Irfan Helmi bisa

mempropaganda atas ribuan pikiran pengguna media sosial dalam waktu singkat tanpa biaya. Media-media berhaluan

radikal pun rebutan memuat berita yang mempertanyakan misi Grand Syeikh itu.

Selain Portal Piyungan (dulunya PksPiyungan), situs Ar-Rahma [dot] com juga tak terlewat memuat judul “Syeikh al-Azhar Datang ke

Indonesia Membawa Misi Islam atau Syiah”. Situs rujukan jihadis radikal itu mewawancarai narasumber bernama Irfan S

Awwas, dari Majelis Mujahidin, yang dalam komentarnya memberikan tugas kepada alumni Timur Tengah

untuk tetap mengafirkan Syiah tanpa takut berbeda pendapat dengan Syeikh-nya. Inikah

yang disebut dakwah? Inikah yang disebut adab? Mengajak murid menantang

gurunya?

Tentu banyak yang tersengat telinga atas ceramah Grand

Syeikh Ahmad Thayyib. Sebab, kedudukan Grand Syeikh di Mesir setara dengan

perdana menteri yang punya pengaruh besar di dunia. Lihat tulisan Kedudukan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir.

Statemen kedua Irfan di atas (Majelis Ulama dan Mejelis

Mujahidin) sudah banyak direpost dan direblog ke Blog, Facebook dan media sosial

lainnya. Tujuannya hanya ingin menggelembungkan suara “Syiah Bukan Islam”. Jika masih terus ada di MUI, Irfan Helmi akan leluasa

memprogandakan Syiah sebagai musuh bersama.

Pada 7 Juni 2013, Fajr Muchtar, seorang Kompasaner pernah menulis ulah Irfan Helmi yang meresahkan. Dalam tulisan Menyoal Surat Dukungan ke MUI Tentang Syiah, Muchtar mempertanyakan pencatutan nama MUI karena terkesan memperkeruh kerukunan Sunni-Syiah di Indonesia.

Muchtar gelisah sejak wall Facebooknya mendapatkan link pesan berantai bahwa akan ada kelompok Syiah yang menggugat Fatwa Penyesatan MUI dengan tuntutan kerugian 1 milyar setiap hari sejak fatwa tersebut beredar.

Karena masalah peradilan itulah, MUI minta dukungan masyarakat dengan

megirimkan petisi ke email irfanh70@gmail.com.

Padahal, itu adalah hoax yang dibuat-buat Irfan Helmi. Penelusuran Muchtar berbuah kecewa karena di situs MUI

pun tidak ada permintaan dukungan kepada masyarakat.

Orang-orang seperti Irfan bukan hanya satu. Ada banyak. Dan tanpa

sungkan memutarbalikkan fakta. Bid’ah gagal digarap, Syiah tidak berhasil

meluas, fitnah lah yang digunakan. MUI giliran kena sasaran. Kerjaan khas muslim garis

keras Wahabi. Saya masih menyebutnya muslim.

Alhamdulillah, situs-situs pedukung MUI masih ada

semacam muslimedianews.com, arrahmah.co.id, salafynews.com, NU Online, elhooda.net,

voa-islamnews.com, dan lainnya yang tidak mudah mengafirkan golongan lain.

Hati-hati dengan nama dua Irfan di atas. Pemikiran Grand

Syeikh Al-Azhar saja diputarbalikkan, apalagi pemikiran anak kuliahan. Cek

saja kebohongan Irfan Helmi dengan mencari pernyataan asli target fitnah yang hendak ia gulirkan

kembali, esok hari, kalau dia masih ada di MUI. Pemikiran Prof. Dr. Ahmad

Thoyyib tentang Syiah bisa Anda lacak dengan mudah di Youtube. Silakan klik video di atas untuk mengetahui salah satu pemikiran beliau. NU Online

M Abdullah Badri, Pengurus PCNU LTN Jepara

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/ketika-mui-ditunggangi-wahabi.html

Sabtu, 10 April 2010

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat

Semarang, NU Online. Bagaimana memahami dinamika Islam dan politisasi atas Islam akhir-akhir ini? Islam dan politisasi atas Islam, yang disebut sebagai Islamisme, perlu dimaknai sebagai refleksi dinamika sosial-politik dalam konteks relasi muslim dengan modernitas, dengan tantangan radikalisme, gerakan politik khilafah, dan bahkan terorisme.

Hal tersebut menjadi inti diskusi dan bedah buku Islam dan Islamisme, karya intelektual muslim Bassam Tibi, yang diterbitkan Mizan (2016). Bedah buku yang diselenggarakan oleh BEM FKIT (Fakultas Keguruan dan Ilmu Tarbiyah) UIN Walisongo pada Kamis (29/9) ini, menghadirkan Dr. Haidar Bagir (Pendiri Gerakan Islam Cinta) dan Dr. Tedi Kholiluddin (aktivis PW Nahdlatul Ulama Jawa Tengah & Dosen UIN Walisongo Semarang), yang dimoderatori Dr. Rikza Chamami, M.Pd (Dosen UIN Walisongo).

Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)


Islam Indonesia Diharapkan sebagai Rujukan Islam Moderat

Haidar Bagir mengajak cendekiawan muslim dan para mahasiswa yang menjadi penggerak komunitas, agar bersatu menebarkan Islam yang damai. "Selama ini, orang-orang muslim moderat cenderung diam, ketika ada kelompok kecil muslim yang keras dalam beragama. Akan tetapi, jika dibiarkan mereka akan semakin kuat. Mari kita bersama aktif untuk mengkampanyekan Islam yang menebar rahmat dan cinta kasih," terang Haidar.

Haidar Bagir mencontohkan, bahwa jika dibiarkan, seperti orang baik yang tidak peduli pada kelompok preman, maka kelompok Islam garis keras akan menjadi kuat, sehingga merusak inti ajaran Islam yang sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad.

NU Online

Haidar juga mengungkap bahwa, fenomena Islam politik, yang disebut Bassam Tibi sebagai Islamisme, harus direspon secara jernih. Islamisme itu mendukung demokrasi, namun hanya sebagai kamuflase, hanya demokrasi kota suara, padahal sebenarnya mereka bergerak untuk menegakkan sistem khilafah, inilah yang harus diwaspadai.

NU Online

"Jika kelompok Islamiyyun mementingkan gerakan politik sebagai puncak keberislaman, maka saya lebih setuju jika puncak keislaman adalah ihsan, yakni tindakan kebaikan," tegas Haidar. Ia merujuk pada pemikirannya, bahwa muslim Indonesia harus memahami rukun islam, rukun iman dan rukun ihsan.

Sementara, Tedi Kholiluddin menegaskan bahwa khilafah bukanlah solusi dari semua tantangan hidup manusia. "Tidak semua hal harus diselesaikan dengan khilafah. Hal-hal yang terkait dengan kehidupan teknis, ya harus diselesaikan dengan cara kemanusiaan," ungkap Tedi. Intinya, gerakan Islam politik sering hanya mengejar ilusi.

Di sisi lain, Tedi berkeyakinan bahwa model Islam Indonesia dapat menjadi rujukan utama Islam moderat bagi komunitas warga dunia. "Bassam Tibi sudah menyampaikan gagasan bagaiman Islam moderat ala Indonesia menjadi alternatif gagasan. Saya kira ini momentum penting, bahwa perubahan berkeislaman itu dari pinggir, yakni dari kawasan Nusantara," ungkap Tedi.

Dalam analisanya, Tedi mengkritik bahwa kelompok Islam politik membangun jalur ganda dalam memperjuangkan gagasannya, yakni dari struktur kekuasaan maupun dari jalur warga. "Kelompok Islamisme bergerak di struktur politik, dan juga merangsek dengan menggarap komunitas warga. Di kota-kota satelit Jakarta, hal ini sudah mulai marak. Misalnya, cluster-cluster pemukiman yang anggotanya hanya dari kelompok mereka," terang Tedi.

Ia berharap bahwa Islam Indonesia menjadi rujukan untuk mengenalkan konsep Islam moderat, yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat muslim dunia yang kehilangan arah. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71601/islam-indonesia-diharapkan-sebagai-rujukan-islam-moderat

NU Online

Rabu, 17 Februari 2010

4000 Pelajar Deklarasi Anti Tawuran dan Narkoba

Purworejo, NU Online. Sedikitnya 4.000 pelajar NU dari SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK mendeklarasikan gerakan perangi narkoba dan tawuran pelajar.

Deklarasi itu dilakukan di alun-alun Purworejo bersamaan dengan penutupan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) pelajar NU, akhir pekan lalu.

Deklarasi tersebut difasilitasi oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Purworejo.

4000 Pelajar Deklarasi Anti Tawuran dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
4000 Pelajar Deklarasi Anti Tawuran dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)


4000 Pelajar Deklarasi Anti Tawuran dan Narkoba

Aksi deklarasi perang anti narkoba dan tawuran itu dilakukan dengan membubuhkan tandatangan di atas kain putih sepanjang 13 meter. Mereka sepakat menyatakan perang terhadap peredaran narkotika serta aksi tawuran yang melibatkan pelajar.

Laila Maulida (14), salah satu siswa MTS Al Iman Gebang Purworejo mengaku senang bisa mengikuti apel deklarasi tersebut. "Narkoba itu bisa merusak moral remaja, jadi sudah seharusnya kita jauh dari narkoba," katanya.

NU Online

Ketua PC IPNU Kabupaten Purworejo Ahmad Naufa Khoirun Faizun mengatakan, aksi tersebut dilandasi semangat untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba serta aksi tawuran di Kabupaten Purworejo.

"Langkah pertama sebatas kepada anggota IPNU-IPPNU, namun diharapkan semangat ini bisa menyebar kepada seluruh pelajar dan pemuda di Kabupaten Purworejo," katanya.

NU Online

Naufa menambahkan, kain yang telah ditandatangani oleh anggota IPNU-IPPNU rencananya akan dibentangkan di lokasi yang mudah dilihat masyarakat. Harapannya, masyarakat akan tergugah dan bisa melakukan langkah preventif kepada putra-putrinya agar tidak terjerumus ke dalam lembah narkoba serta melakukan tawuran.

Bupati Purworejo H Mahsun Zain memimpin apel tersebut sebagai bentuk dukungannya. Dalam pesannya, Mahsun mengatakan yang dirugikan dari pemakaian narkoba tidak saja penggunanya, melainkan juga masa depan bangsa dan negara.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/40874/4000-pelajar-deklarasi-anti-tawuran-dan-narkoba

NU Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock