Sabtu, 23 Juli 2016

Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang

NU Online – Situs nu garis lurus itu penuh konten beracun. Mengganggap sebelah mata dan menyebutnya guyon atau semacam mencari perhatian lebih kepada khalayak agar dianggap sebagai kelompok alumni pondok pesantren –sebagaimana selama ini diucapkan oleh pendukungnya, paling lurus menegakkan ahlussunnah, itu salah besar.

Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang - NU Online
Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang - NU Online


Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang

Di Pontianak, ketika KH Ma’ruf Khozin melaksanakan safari dakwah, hadirin dalam acara sering ada yang mengangkat tangan menanyakan apa dan siapa itu nu garus lurus (selanjutnya kami sebut GGL: Gerombolan Garis Lurus, agar tidak mencatut nama NU). Demikian keterangan yang didapatkan Duta Islam.

Apa artinya? Nama GGL sudah masuk dalam alam pikiran banyak orang dan menjadi semacam noktah hitam bagi NU secara jamiyyah dan struktural. Hadirnya GGL di dunia maya yang enteng menyebarkan propaganda untuk menjauhkan warga nahdliyyin dari ulama dan habaib NU tanpa membuka identitas mereka kepada publik, jelas merupakan cara-cara culas yang biasa dilakukan oleh kalangan teroris ISIS.

Perlu diketahui, cara ISIS menyebarkan propagandanya bukan melalui masjid, lembaga pendidikan atau titik-titik startegis yang biasa dikunjungi banyak orang. Website dan media sosial dijadikan alat propaganda paling efektif karena mampu menyebar tanpa batas dan berbiaya murah. Selain tentu karena ISIS tidak punya basis massa yang diakui oleh negara. Modal sosial mereka memang media sosial. 

Langkah yang ditempuh ISIS inilah yang dikloning oleh GGL. Kalau mengaku pejuang aswaja yang paling lurus sedunia, mereka tak perlu malu-malu kucing menampakkan diri. Justru transparansi identitas itulah yang tidak akan membuat banyak orang bertanya, sebagaimana terjadi di beberapa daerah laiknya di Pontianak tadi.

Berawal dari Grup Caci Maki Serapat apapun bangkai ditutup, akan tercium juga. GGL pun gerah setelah ada salah seorang bernama Moch Zainul Abidin As-Syuja'i membongkar data admin pasca digelar sebuah acara di Cirebon, yang mengatasnamakan aktivis Aswaja. Dalam acar itu, para aktivis mulai terang-terangan berani membeberkan nama-nama yang selama ini dikenal Zain, panggilan Zainul Abidin As-Sujai’i, sebagai admin grup Brigade Aswaja, yakni grup WhatsApp para pengelola dan muqollidin situs nu garis lurus.

Kepada NU Online, Zain tidak mengenal sama sekali orang-orang di grup tersebut. Dia mengaku nomornya diseret masuk tanpa konfirmasi kepadanya. Sudah sejak lama Zain nongkrong di grup yang menurutnya penuh dengan caci-maki kepada kyai dan ulama di Nahdlatul Ulama.

Bahkan, pasca publikasi identitas admin, Zain Suja’i dibully dalam grup. . NU Online mendapatkan screen shoot caci maki anggota GGL ini. Oleh Syaraf, salah satu anggota grup, Zain disebut ngegustad, pura-pura jadi gus dan ustadz.

“Ilmunya mentok ke nasi goreng. Malam jadi germo di WhastApp saling kirim-kiriman gambar telanjang nggak pantes. Siang ceramah di WhatsApp sok suci dan sok ngustadz. Tulisannya belepotan jauh dari ranah ilmu. Jamane wong munafik bertopeng di dunia maya. Di dunia nyata, gorengan nggak laku-laku,” tulis Syaraf. (Kami simpan foto si Syaraf ini).

Soal Zain adalah tukang nasi goreng memang diakui. Ia berjualan di Jakarta Barat. Tapi kalau menuduh ilmunya Zain hanya sampai nasi goreng dan munafik serta menyerapahi gorengan tidak laku-laku apalagi menyebut germo, baginya itu sudah keterlaluan, tidak nyambung dan lepas dari etika santri.

Dalam percakapan grup khusus mencaci Zain itu, admin lain ada yang menyebut “asu”, “babi”, “monyet”, “najis”, dan lainnya. Adam, admin grup, pendiri Grup Brigade Aswaja, menanyakan di grup: “Sebenarnya dia itu siapa sih? Asu atau monyet? Saya bingung sendiri,” tulis Adam.

Dengan enteng, pertanyaan itu dijawab oleh Naquib, anggota lain di grup: “Babi mas.” Naquib ini yang menulis: “Waduh…dia sibuk cari tulang ke SAS (Said Aqil Siraj, red) nggak sempet ganti nama. Ya…namanya juga asuuuu….”.

Anggota itu gayeng dan terkesan senang membully Zain di grup karena di sana nama Zain diganti Asu Pa’i. “Makanya, rupa, nama dan hatinya sama (anjing, asu, red). Ngalah-ngalahi assu,” tulis Naguib, yang langsung ditanggapi oleh Faiz, anggota GGL lain yang ikutan mencaci: “Masih ada waktu untuk tobat. Daripada jadi assu,” tulisnya.

Menanggapi percakapan penuh caci maki itu, seorang aktivis Aswaja NU, Arief, mengaku miris. “Wah, ini lebih mirip grup kumpulnya para begundal daripada grup santri. Nggak pantes blas kelompok ini namanya disandarkan dengan nama besar NU. Su'ul adab semua,” tulisnya, dikutip NU Online (17/04).

Kelimpungan, anggota grup tersebut kembali melancarkan fitnah dengan meme. Status David Fuadi, seorang yang dulu pernah menghidupkan situs sarkub.com, dijadikan bahan mementahkan Zain as-Suja’i. Menurut orang yang di kalangan GGL dipanggil KH David Fuadi itu, Zain adalah orang yang tidak punya ilmu agama.

Ustadz Hasbullah, dalam meme yang beredar itu juga menulis kalau tulisan-tulisan Sujai’i itu bukan dari tulisannya sendiri. “Bisa jadi syujai hanya atas nama saja. Sebab saya segrup dengan Syujai. Kerjaanya hanya kirim gambar porno,” tuduh ustadz.

Tuduhan-tuduhan semacam ini, menurut Zain, mudah keluar di grup yang ia sebut kenthir (kemayu) itu. “Ada Group kenthir khusus para Admin Group WA Aswaja. Di sana memang kalau kenthir suka selingan kirim Gambar Porno. Nah dari sanalah Fitnah ini beredar,” jelas Zain.

Jika Anda berakal sehat, etika macam apakah yang layak disematkan kepada kelompok GGL itu? Bahasa apakah yang mudah keluar dari “santri” GGL itu? Bahasa pondok pesantren mana yang menghalalkan saudaranya sendiri disebut anjing, babi, monyet, najis, germo dan munafik? Ajaran Qanun Asasi NU sebelah mana yang memerintahkan umat Islam mencaci maki dengan sebutan binatang untuk saudaranya muslim?

Kepada NU Online, Zain memang jualan nasi goreng. Tapi ia juga santri di sebuah majelis ta’lim yang banyak orang tahu. Ia menunjukkan bukti bahwa dia rutin di majelis ta’lim. Namun tidak berkenan ditulis.

Yang pasti, kelompok GGL memasukkan nomornya ke grup karena nomor yang ia pegang ada dimana-mana. Dikenal sebagai penggerak aswaja. Duta Islam menyimpan buktinya. Zain As-Suja’i itu orang biasa yang dicaci-maki oleh kelompok yang mengaku santri di ujung sana. Duh Gusti... [NU Online/luqman segaf]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/bocor-percakapan-grup-garis-lurus-penuh-bahasa-binatang.html

Selasa, 05 Juli 2016

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri

Jember, NU Online. Kalau mau menjadi anggota NU, niatilah untuk mencari ridlo Allah. Jangan berniat mencari sesuatu selain itu. Sebab, ketika berniat mencari sesuatu, pasti tidak akan didapat. Hal tersebut dikemukakan Ketua PCNU Jember, KH Abdulah Syamsul Arifin dalam sebuah acara pengajian Aswaja di Kaliwates, belum lama ini.

Menurutnya, jika berniat mencari keuntungan duniawi lewat NU, biasanya tidak akan pernah tercapai. Sebab, NU bukan lembaga profit. "Tapi jangan khawatir jika bekerja untuk NU dengan ikhlas, keuntungan dunia pasti mengikuti. Itu namnya barokah. Ini fakta," terang Gus Aab, sapaan akrabnya Rabu (31/8).

Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)


Jika Masuk NU, Niati untuk Perbaiki Diri

Ia lalu menceritakan sisi barokah NU yang dia rasakan sebagai Ketua NU. Dikatakannya, dalam menghadiri undangan apa pun yang atas nama NU, ia mengaku tak pernah menggunakan kas NU, tapi uang pribadi.

Namun, lanjutnya, uang tersebut pasti diganti oleh Allah di tempat lain dengan cara yang lain pula. "Saya misalnya diundang ke kantor PWNU Jawa Timur, saya pakai uang sendiri untuk ongkos, tapi pulangnya insyaallah saya dapat lebih banyak dari ongkos yang saya keluarkan, karena saya masih mampir di sekian tempat untuk mengisi pengajian," tukasnya sambil tersenyum.

NU Online

NU Online

Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Jember itu lalu menyinggung kata-kata bijak yang sering diucapkan almarhum KH Muchit Muzadi terhadap pengurus NU. Katanya, kalau masuk atau menjadi pengurus NU, jangan berkata ingin membesarkan NU. NU tidak perlu dibesarkan. Sebab, NU sudah besar.

"Yang penting kita masuk NU, niat dandani awak. Ingin membenahi diri. Karena di NU kita berkumpul dengan ulama dan orang saleh. Itu kata Kiai Muchit. Jadi, dengan masuk NU, niat utama kita memperbaiki diri dulu. Lebih dari itu, NU menjadi kontrol sosial bagi kita. Kita jadi malu untuk berbuat yang tidak-tidak, apalagi pengurus," terangnya. (aryudi a razak/ abdullah alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70883/jika-masuk-nu-niati-untuk-perbaiki-diri

NU Online

Senin, 20 Juni 2016

Pendidikan Maju, Sayangnya Hanya Andalkan Aspek Jasadiyah dan Aqliyah

Sumedang, NU Online. Ketua PP Maarif NU H Arifin Junaedi menyatakan, lembaga pendidikan di Indonesia dari segi kuantitas sudah maju, tetapi sayangnya, hanya menitikberatkan aspek badaniyah dan aqliyah, sedangkan pendidikan ruhaniyah (moral) dan pendidikan amaliyah dari hasil kegiatan pembelajaran sudah mulai ditinggalkan.

Hal ini dikatakan ketika memberi sambutan dalam acara rapat kerja Pengurus Cabang LP Maarif NU Kab. Sumedang yang silaksanakan pada Sabtu-Ahad (28-29/5) di Kuningan.

Pendidikan Maju, Sayangnya Hanya Andalkan Aspek Jasadiyah dan Aqliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Maju, Sayangnya Hanya Andalkan Aspek Jasadiyah dan Aqliyah (Sumber Gambar : Nu Online)


Pendidikan Maju, Sayangnya Hanya Andalkan Aspek Jasadiyah dan Aqliyah

Untuk itu ia menekankan pentingnya mendidikan dan menciptakan kecerdasan moral bagi anak didik. Dalam hal ini, pelatihan-pelatihan guru harus dilaksanakan dan didesain untuk mengembangkan kecerdasan tersebut.

"Kami memberi apresiasi sebesar-besarnya kepada LP Maarif Cabang Sumedang yang telah rutin melaksanakan pelatihan guru. Kami insyaallah akan selalu siap membantu bilamana LP Maarif Sumedang memerlukan pemateri dari Pengurus LP Maarif pusat," kata Arifin Junaedi.

NU Online

NU Online

Ilih, selaku Ketua PW Maarif NU Jawa Barat juga memberikan motivasi supaya LP Maarif Sumedang bisa terus bermujahadah dalam menggerakan LP Maarif agar terus maju.

"Kita terus tingkatkan budaya ikhlas beramal di lingkungan pengurus LP Maarif serta para pendidik di bawah LP Maarif NU," kata Ilih.

Cucu Suhayat selaku Ketua LP Maarif Cabang Sumedang berharap agar madrasah-madrasah di bawah LP Maarif NU terus berkembang dan tambah sejahtera.

Sebelum kegiatan rakercab dimulai, dilaksanakan pula diskusi panel berkenaan penumbuhan perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

"Alhamdulillah kegiatan rakercab ini berjalan sesuai yang kita harapkan. Semoga dengan terlaksananya kegiatan rakercab ini bisa menjadikan LP Maarif selalu komitmen, semakin solid dan juga senantiasa istiqomah dalam melaksanakan segala program kerja hasil dari kesepakatan bersama," kata Cucu.

Sebelum kegiatan rakercab, para peserta melaksanakan ziarah ke makam Sunan Gunungjati Cirebon yang dipimpin langsung oleh Wakil PWNU Jabar KH Muhammad Aliyyuddin. Setelah itu dilanjutkan studi banding ke Pesantren Buntet Cirebon, yang dalam kesempatan itu juga berziarah ke makam pendiri Pesantren Buntet yang dipimpin langsung oleh Ketua Jatman Kab. Sumedang Kiai Ade Djunaedi.

Kegiatan rakercab ini dihadiri oleh 60 orang peserta yang terdiri dari kepala dan bendahara madrasah/sekolah di bawah LP Maarif NU Sumedang. (Dede Rohmat Apandi/Ayi Abdul Kohar/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68665/pendidikan-maju-sayangnya-hanya-andalkan-aspek-jasadiyah-dan-aqliyah

NU Online

Sabtu, 18 Juni 2016

LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM

Pekalongan, NU Online. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Kota Pekalongan selama bulan Ramadhan 1434 H akan menggelar kegiatan ngaji Aswaja secara live di Radio Aswaja 107.8 FM.

Acara yang digelar setiap Selasa dan Sabtu malam dilakukan usai shalat tarawih hingga jam 11 malam bekerjasama dengan Radio Aswaja FM akan disiarkan langsung sehingga pendengar yang tidak bisa hadir masih bisa mendengarkan melalui radio.

LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM (Sumber Gambar : Nu Online)


LDNU Gelar Tadarus di Radio Aswaja FM

Penanggung jawab Radio Aswaja FM H Muhtarom mengatakan, program tadarus amaliah Ahlussunnah wal Jamaah akan dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan mengkaji berbagai hal seputar aswaja.

Dikatakan, program ini sangat tepat untuk disajikan LDNU bekerjasama dengan radionya NU. Pasalnya, masih banyak umat Islam, khususnya Nahdliyin yang paham secara mendalam apa itu aswaja, meski dalam kesehariannya sudah menjalankannya.

NU Online

NU Online

Acara yang dimulai jam 21.00 hingga 23.00 WIB terbuka untuk Nahdliyin di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Jika ingin hadir dan melakukan dialog silahkan hadir pada waktu yang telah ditentukan, namun jika karena kesibukan bisa disimak di Radio Aswaja melalui 107.8 FM.

Ditambahkan, selama Ramadhan Radio Aswaja juga akan menggelar program khusus siaran selama 24 jam non stop dengan program ngaji kitab kuning, tausiyah kiai dan tadarus Al-Quran secara live oleh kader kader IPNU-IPPNU Kota Pekalongan.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45613/ldnu-gelar-tadarus-di-radio-aswaja-fm

NU Online

Minggu, 05 Juni 2016

Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes

Makassar, NU Online. Ikatan Alumni Mahadu al-Diraasaati al-Islamiyyah wa al-Arabiyyah MDIA Bontoala melaksanakan dialog yang merupakan Pra Musyawarah Besar (Mubes) Ahad (5/4) di Makassar.

Ketua Panitia, Zulkifli Anwar menyampaikan bahwa Kegiatan ini merupakan rangkaian mubes yang akan dilaksanakan pekan depan di Pondok Pesantren MDIA Bontoala Makassar (Jl.Lamuru No.65 Makassar).

Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes (Sumber Gambar : Nu Online)


Alumni MDIA Gelar Dialog Jelang Mubes

"Kami mengundang para alumni untuk hadir dalam mubes tersebut," ujar Aktifis PMII Makassar ini.

Asep Saifullah, mengatakan bahwa radikalisme bukan hal yang baru. Peran alumni pesantren sangat dibutuhkan untuk membendung gerakan radikalisme tersebut.

NU Online

"Alumni pesantren harus rajin shalat di masjid karena kelompok radikal menjadikan masjid sebagai sasaran utamanya. Untuk membangun pesantren membutuhkan waktu yang lama maka mesjidlah yg menjadi sasarannya," tegas Ketua KPNU Sulsel.

NU Online

AGH. Abd. Mutthalib, pimpinan pesantren MDIA Bontoala menyatakan visi Pesantren ada dua yaitu tafaqqahuu fiddin dan pembinaan akhlak santri. Dengan berjalannya sistem pendidikan pesantren sesuai dengan dua visi tersebut, pesantren akan menjadi benteng Islam dari paham radikalisme dan ekstrimisme.

"Alumni pesantren harus terlibat aktif dalam membesarkan pesantren dan membendung paham radikalisme & kami dengan tegas menolak radikalisme," ungkap Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Makassar ini. (Rahman Hasanuddin/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58710/alumni-mdia-gelar-dialog-jelang-mubes

NU Online

Minggu, 22 Mei 2016

Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji

Rembang, NU Online. Dalam sebuah kesempatan mengajar, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengatakan:



Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)


Mbah Maimoen: Dunia Tidak Akan Kiamat Selama Orang Masih Mau Mengaji

Artinya: Demi Allah Dzat Yang Maha Agung, pondok bukan wasilah ke surga,yang menjadi wasilah adalah ngajinya.

NU Online

Kiai sepuh yang pernah belajar di Makkah Al-Mukarromah lebih dari 2 tahun tersebut menerangkan bahwa pondok itu termasuk bagian dalam dunia. Banyak kiai yang tidak paham. Karena pondok itu kalau kiainya meninggal, anaknya akan saling berebut.

"Ini menunjukkan kalau pondok itu bagian dari dunia. Akidahku dan kakek-kakekku semuanya tidak pernah berharap pondok. Saya ngajar Ihya Ulumuddin dan kitab lainnya, di hati tidak ada sekelumitpun ingin punya pondok," terang putra pertama KH Zubair tersebut.

NU Online

Kiai yang lebih akrab disapa Mbah Moen ini juga berpesan agar tetap berpegang erat dan tetap mengutamakan budaya ngaji dan belajar kitab salaf. "Pokoknya yang harus dipegang erat, kamu harus ngaji dan mengajar kitab salaf. Dunia tidak akan kiamat selama orang masih mau mengaji," tuturnya. (Aan Ainun Najib/Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67425/mbah-maimoen-dunia-tidak-akan-kiamat-selama-orang-masih-mau-mengaji

Selasa, 26 April 2016

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser

Rembang, NU OnlineMustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menuturkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan bahwa Indonesia walaupun di dalamnya ada perbedaan agama, prinsip bhinneka tunggal ika harus tetap dijaga.

"Mari kita jaga bersama keadaan dan keutuhan Indonesia. Mari kita buat Indonesia ini menjadi lebih baik. Mari kita minta kepada Allah, agar Indonesia dikuatkan," ajaknya di hadapan puluhan kader Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kabupaten Rembang saat sowan di kediamannya, Ahad (27/11) sore.

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser

Ia mengatakan bahwa keberislaman di Indonesia sekarang sudah cukup ramai. Dulu, kisanya, ketika ia masih kecil, orang sembahyang hanya sepuluh persen. Baca syahadat hanya ketika akan kawin. Tapi sekarang anak kecil sudah bisa baca syahadat.

"Ini suatu hal yang harus disyukuri Indonesia," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut.

NU Online

Mbah Moen, sapaan akrabnya menambahkan, bahwa Nabi diutus untuk mengurusi keseluruhan, bukan hanya terfokus pada suatu perkara saja.

NU Online

"Indonesia ini di dalam perbedaan agama itu harus tetap bhinneka tunggal ika. Tidak hanya negara Islam, karena negara Islam sekarang sudah tidak ada. Khalifah itu sudah habis, yakni khalifah yang pertama Khulafaur Rasyidin, kedua Muawwiyah, Abbasiyah dan terakhir Khulafa Usmaniyyah," tutur kiai kharismatik tersebut.

Ia berpesan kepada rakyat Indonesia agar tetap menjaga kondisi bangsa. Menjaga dari kesemrawutan bangsa. "Islam itu rahmatan lil alamin. Islam itu harus ada ulama, apalagi bangsa. NU juga harus bisa mengaji kitab, baca Quran, tahu artinya," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73319/pesan-kh-maimoen-zubair-saat-disowani-banser

NU Online

Selasa, 05 April 2016

Fatayat NU Siapkan Diri Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Bogor, NU Online. Fatayat NU tengah menyiapkan diri untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan dbuka 2015 mendatang. Di samping agenda keorganisasian, persiapan tersebut merupakan agenda utama pada Konferensi Besar (Konbes) 2014 di Bogor, Jawa Barat yang berlangsung Jumat (21-23/11).

Menurut Ketua Umum Pucuk Pimpinan Fatayat NU Ida Fauziyah, untuk menghadapi era itu, sudah dilakukan jauh hari. Sementara pada Konbes ini kali ini adalah memantapkan langkah menyambutnya.

Fatayat NU Siapkan Diri Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Siapkan Diri Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)


Fatayat NU Siapkan Diri Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Ia menyebut, persiapan jauh hari itu adalah membekali para anggota Fatayat dengan berbagai pengembangan kewirausahaan. Kita tekankan setiap anak cabang untuk memiliki usaha produktif, kelompok usaha di tingkat anak cabang, katanya.

Paling tidak, kata dia, kelompok usaha itu bisa memenuhi kebutuhan para anggota Fatayat sendiri, mulai kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan umumnya kaum perempuan, misalnya sederhana.

Di Wonosobo, lanjut dia, memproduksi karika, kripik kentang. Di Tegal mengolah makanan hasil laut dan batik. Di Sulawesi Tengah memproduksi bawang goreng. Di Malang cukup unggul produk UKM-nya. Kita sudah beberapa kali pameran hasil produk mereka, katanya Sabtu (22/11).

NU Online

NU Online

Yang jelas, menurut dia, jangan sampai kebutuhan konsumsi ikan lele misalnya, atau konsumsi masyarakat yang sangat populer di masyarakat itu dipenuhi dari Malaysia, atau Vietnam. Tapi kita harus menyediakannya sendiri.

Ida juga mengakui, kesiapan daerah berbeda karena memang sumber dayannya juga berlainan. Tidak bisa disamakan antara kesiapan di Jawa dengan di luar Jawa. Dalam hal ini Pucuk Pimpinan Fatayat melakukan dorongan dan memfasilitasi mereka.

Menurut Ida, dengan menyiapkan kreativitas Fatayat secara berjenjang dari PP, PW sampai Cabang dan Anak Cabang, kemudian apa pun kondisinya, kita sudah punya ketahanan diri. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55901/fatayat-nu-siapkan-diri-hadapi-masyarakat-ekonomi-asean

Sabtu, 02 April 2016

Mantan Presiden Sudan Sambangi PBNU

Jakarta, NU Online. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat kunjungan dari mantan Presiden Sudan, Jenderal Siwar el-Dzahab, Kamis (25/2/2016). Dzahab yang didampingi seorang asistennya Ahmad Azzam el-Amin ini disambut hangat oleh Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani dan Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini di ruang kesekjenan.

Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung ke PBNU, sambut Helmy mengawali obrolan.

Mantan Presiden Sudan Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Presiden Sudan Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Mantan Presiden Sudan Sambangi PBNU

Selanjutnya, Helmy Faishal memperkenalkan Islam Indonesia kepada Dzahab. Dia juga menjelaskan tentang bangsa Indonesia yang sangat beragam dalam sisi agama, sosial, budaya, suku, dan lain-lain tetapi bisa hidup berdampingan secara damai.

NU Online

Indonesia memiliki 500 suku lebih, tetapi karena mampu menyinergikan antara paham agama dan negara, Indonesia tetap damai, terang Sekjen.

Namun demikian, lanjut Helmy, potensi radikalisme dan terorisme masih ada. Karena kelompok dan paham radikal terlihat masih eksis. Saya tidak mengatakan wahabi itu teroris, tetapi satu langkah lagi kecenderungan menjadi teroris itu ada, jelasnya.

Sementara itu, Siwar Dzahab dalam kunjungannya itu mengatakan, persahabatan Indonesia dan Sudan sudah terjalin lama. Bahkan, lanjut Dzahab, Indonesia dan Sudan satu sama lain mendukung perjuangan rakyat melawan ketidakadilan penjajah waktu itu.

NU Online

Dalam sejarah, Indonesia dan Sudan sama-sama tergabung dalam Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok yang dulu dipimpin oleh Soekarno, jelas Dzahab yang juga didampingi M Ullinuha Husnan dari Pascasarjana STAINU Jakarta.

Sebelum menjadi Presiden Sudan 1985-1986, Dzahab menjabat Menteri Pertahanan Sudan. Kunjungannya ke Indonesia sebagai anggota dari Majelis Hukama Muslimin yang dipimpin oleh Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad At-Thayyeb. Adapun kunjungannya ke PBNU atas nama Munazzamat al-Dawa al-Islamia, lembaga yang dipimpinnya.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Presiden Sudan, Dzahab mendirikan lembaga bernama Munazzamat Al-Dawa Al-Islamia. Lembaga ini bergerak dalam bidang dakwah Islam yang saat ini markasnya ada di Khortoum Sudan dan Dubai Uni Emirat Arab. Lewat Majelis Hukama Musliminnya itu, dia proaktif menyebarkan Islam damai di seluruh dunia.

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus, Siwar Dzahab juga mengundang PBNU untuk hadir dalam Seminar Internasional itu yang rencananya akan dilaksanakan 31 Maret 2016 di Khortoum Sudan. Dari pertemuan ini, Dzahab juga menawarkan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan Islam moderat.

Sebelum beranjak pulang, Dzahab dan rombongan menyempatkan diri bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruangannya. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66051/mantan-presiden-sudan-sambangi-pbnu

NU Online

Sabtu, 26 Maret 2016

Mahasiswa Islam Harus Bisa Baca Kitab Kuning

Jember, NU Online. Kitab kuning merupakan referensi yang penting bagi sumber hukum Islam, sehingga mau tidak mau kitab kuning harus dipelajari dan dikuasai. Semakin lama, orang yang bisa membaca dan memahami kitab kuning semakin langka.

Demikian ditegaskan dosen pembimbing Lembaga Kajian Kitab Kuning Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Abdul Haris. Mahasiswa IAIN identik dengan ilmu agama, maka bisa membaca kitab kuning adalah suatu keharusan, paparnya kepada NU Online di IAIN Jember, Rabu (21/1).

Mahasiswa Islam Harus Bisa Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Islam Harus Bisa Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)


Mahasiswa Islam Harus Bisa Baca Kitab Kuning

Kirim Mahasiswa ke Pesantren

Karena itu, dalam rangka mencetak mahasiswa yang handal di bidang ilmu agama, IAIN Jember menggelar kegiatan IAIN Jember Membaca Kitab Kuning. Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari program Lembaga Kajian Kitab Kuning di kampus setempat.

NU Online

Haris menambahkan, selain persoalan krisis penguasaan ilmu agama, dewasa ini mental generasi muda, termasuk mahasiswa, sedang tergerus. Buktinya, dalam berbagai kasus amoral, pelakunya ternyata melibatkan mahasiswa. Makanya dengan program tersebut kita juga ingin agar mahasiswa peserta juga bertambah bagus akhlaqnya, jelasnya.

NU Online

Anggota Lembaga Bathsul Masail PCNU Jember itu mengungkapkan, untuk tahap pertama pihaknya akan mengirimkan 60 mahasiswa IAIN Jember untuk nyantri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Wirowongso. Mereka akan mengikuti bimbingan membaca ktiab kuning dan pembinaan mental di pesantren yang diasuh KH. Bahrullah Azis itu.

Sambil mengisi liburan akhir semester. Pesertanya diutamakan bagi yang belum pernah mondok. Mereka belajar dasar-dasar membaca kitab kuning, dan tentu saja pembinaan mental, ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57139/mahasiswa-islam-harus-bisa-baca-kitab-kuning

NU Online

Minggu, 20 Maret 2016

Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan

Washington, NU Online. Penghentian sementara operasi pemerintah sejak 17 tahun terakhir mendorong sekelompok Muslim Amerika meminta penghentian bantuan finansial kepada Israel, yang mengatakan bahwa hal ini menambah beban keuangan pada anggaran Amerika.

Ini tidak dapat dibenarkan bahwa kita terus membiayai militer Israel ketika pemerintah kita tidak dapat membayar pegawainya atau membiayai layanan penting lainnya, kata Dr Osama Abu Irshaid, anggota dewan nasional American Muslims for Palestine (AMP), kepada Palestine News Network, pada Rabu, 2 October.

Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan (Sumber Gambar : Nu Online)


Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan

Dukungan tanpa syarat kita pada Israel melukai gambaran seluruh dunia dan melemahkan keamanan kita."

Inilah saatnya mempertahankan uang di rumah sendiri untuk membantu rakyat Amerika yang sangat membutuhkan.

NU Online

Pemerintah Amerika menutup sebagian operasinya pada Selasa, 1 October, setelah Kongres gagal menyepakati anggaran baru.

Lebih dari 700.000 pegawai negeri federal terpaksa diliburkan tanpa dibayar dan taman nasional, museum dan banyak bangunan lain terpaksa ditutup.

NU Online

Pada Selasa, Presiden Barrack Obama bersumpah tidak mengizinkan anggota kongres asal Partai Republik merusak legislasi layanan kesehatan, sebagai syarat untuk memulai pemerintahan.

Mereka menutup operasi pemerintah atas perang ideologi untuk memberi pelayanan asuransi yang terjangkau bagi rakyat Amerika, kata Obama di Gedung Putih.

Dengan kata lain, mereka meminta tebusan untuk melakukan pekerjaan mereka.

Menindaklanjuti penutupan pada Selasa tersebut, AMP mengumumkan rencananya untuk memperluas kampanye penghentian bantuan pada Israel secara nasional.

Iklan tersebut berbunyi Rakyat Amerika memberi Israel $3 milyar dolar (33 trilyun rupiah) per tahun! Akhiri kebijakan apartheid ini! Hentikan bantuan Amerika pada Isreal.

Kelompok penekan pro-Israel seperti J Street dan AIPAC secara aktif bekerja untuk mengarahkan kebijakan luar negeri AS yang mendukung Israel.

Amerika Serikat menyediakan bantuan militer $3.1 milyar setiap tahun, meskipun Amerika dihadapkan pada permasalahan ekonomi domestik. (onislam.net/mukafi niam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47422/krisis-muslim-amerika-minta-bantuan-ke-israel-dihentikan

NU Online

Jumat, 18 Maret 2016

Mujahadah Al-Asmaul Husna NU Majenang Bergilir di 17 Ranting

Cilacap, NU Online. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, bersama ratusan jamaah menyelenggarakan acara Gebyar Mujahadah Al-Asmaul Husna 2 di Masjid Tanwirul Huda Ranting Desa Padangsari, Majenang, Ahad (2/2).

Kegiatan ini merupakan yang kali kedua setelah acara serupa diadakan perdana di Ranting NU Sindangsari. Kali ini MWCNU Majenang mengangkat tema Demi Kelestarian Umat agar Aman dan Sejahtera.

Mujahadah Al-Asmaul Husna NU Majenang Bergilir di 17 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Mujahadah Al-Asmaul Husna NU Majenang Bergilir di 17 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)


Mujahadah Al-Asmaul Husna NU Majenang Bergilir di 17 Ranting

Mujahadah Al-Asmaul Husna merupakan tindak lanjut dari program bersama Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) masa hidmah 2013-2018. Rencananya, program ini akan berlangsung setiap bulan secara bergilir di 17 ranting NU se-Kecamatan Majenang.

Wakil Ketua Tanfidaziyah MWCNU Kecamatan Majenang Anis Mamun Hidayat dalam kesempatan itu juga memperkenalkan program terbaru dari LDNU dan LTMNU Kecamatan Majenang berupa penerbitan buletin An-Nahdloh edisi pertama.

NU Online

Sesuai tema, Camat Majenang Drs Sadmoko Danardono, melalui Mantri Polisi Suprihatiyono, mengatakan, keamanan dan kesejahteraan seseorang tergantung pada pengenalan diri sendiri dan kemauan untuk saling mendukung.

NU Online

Kita bisa aman dan sejahtera, kalau kita semua bisa tahu posisinya masing-masing, dan saling bersinergi antara satu yang lain, ujanrya. (Abdul Muhid/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49909/mujahadah-al-asmaul-husna-nu-majenang-bergilir-di-17-ranting

NU Online

Jumat, 19 Februari 2016

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi

Banyuwangi, NU OnlineBanyaknya aset yang diwakafkan kepada jamiyah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Banyuwangi, mengundang langkah antisipatif dari Pengurus Cabang Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Banyuwangi untuk segera menyertifikasi aset-aset tersebut. Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, LWPNU Banyuwangi mengadakan sosialisasi tentang sertifikasi tanah wakaf dan pembinaan kepada para nadzir di lingkungan NU Banyuwangi.

Ketua LWPNU Banyuwangi Chaerudin menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, LWPNU menargetkan bisa menyertifikasi semua aset NU di Banyuwangi. Pada semester awal ini, LWPNU Banyuwangi gencarkan sosialisasi kepada seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Banyuwangi.

NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Banyuwangi Target 2016 Seluruh Aset Tersertifikasi

Ada dua tahap sosialisasi yang kita lakukan. Pada tanggal 17 Juli kemarin, kita sosialisasi untuk MWCNU wilayah selatan di SMA NU Genteng. Dan pada hari ini, kita sosialisasi kepada pengurus MWCNU di wilayah utara, ungkap Chaerudin saat ditemui pada acara sosialisasi di MTs NU Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Ahad (24/7).

NU Online

Aset yang menjadi target sertifikasi meliputi gedung pendidikan, tanah aset pendidikan, TPQ, masjid, mushala, pesantren, kantor MWCNU maupun Ranting NU, hingga tanah kuburan. Untuk itu, LWPNU menggandeng BPN Banyuwangi sebagai mitra dan narasumber sosialisasi tersebut. Edi Suwignyo dan Mujiono dari BPN Banyuwangi menjabarkan tentang pentingnya sertifikasi pada berbagai aset tanah dan tentang mekanisme prosedural dalam mengurusnya. Sertifikasi ini penting untuk menjadi bukti legalitas, tutur Mujiono.

Sementara itu, Kemenag Kabupaten Banyuwangi memaparkan tentang berbagai persaolan hukum wakaf dalam perspektif fiqih dan perundang-undangan yang berlaku. Ada aturan-aturan tersendiri bagi para nadzir dalam melakukan pengelolaan wakaf, papar perwakilan Kemenag Banyuwangi KH Gufron Musyofa.

NU Online

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Banyuwangi H. Khozin Haris yang membuka acara tersebut menandaskan tentang pentingnya legalitas terhadap aset-aset yang telah diwakafkan ke NU. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai kasus penyerobotan tanah dan alih nama pewakaf. Terutama aset-aset masjid. Jangan sampai masjidnya NU justru diambil alih dan disertifikat oleh kelompok-kelompok lain, tutur dosen IAI Darussalam tersebut.

Lebih lanjut, Khozin memaparkan, PCNU Banyuwangi tidak hanya menggencarkan sertifikasi aset masjid saja, namun juga melakukan pendampingan dalam pemberdayaan pengurus masjid. Melalui Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), PCNU terus menggenjot tata kelola masjid yang baik. Sedangkan untuk pendidikan terhadap pengurus takmir masjid dalam berbagai persoalan keagamaan dan keaswajaan, PCNU Banyuwangi mendelegasikan kepada Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Aswaja NU Center Banyuwangi. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69975/nu-banyuwangi-target-2016-seluruh-aset-tersertifikasi

NU Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs NU Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik NU Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan NU Online dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock